
"Risma!!" bentak Sofyan. Dia tak menyangka bagaimana bisa Risma melakukan hal itu dengan Ilyas, lelaki yang sudah menodai bahkan sampai membun*uh janinnya. Apalagi sekarang Risma sudah sah menjadi istri Mahmud. Puja pun sama terkejutnya namun dia tetap berusaha setenang mungkin tak mau membuat Risma semakin ketakutan.
"Kang Sofyan." ucap Risma lirih. Sofyan mendekat hendak meninju Ilyas namun ditahan oleh Puja.
"Kang ini dirumah sakit." ucap Puja.
"Kamu mau belain laki-laki ini?" sentak Sofyan.
"Bukan gitu kang, ini dirumah sakit kang enggak enak dilihat orang." ucap Puja.
"Iya kang, lagian ini bukan salah mas Ilyas, ini murni kesalahan Risma." ucap Risma dengan wajah menunduk. Sofyan semakin emosi dan merasa tak tahan ingin segera menghajaar Ilyas. Dia menarik kerah baju Ilyas dan menatapnya dengan tatapan membun*uh.
"Kamu ancem apa si Risma sampai dia ketakutan begitu hah!!" Sentak Sofyan.
"Saya datang kesini bukan untuk mengancam Risma tapi untuk minta maaf." jawab Ilyas jujur.
"Ck! jangan bohong! kamu pasti ngancem Risma kan biar kamu enggak dilaporin kepolisi!" ucap Sofyan.
"Kang Sofyan tolong lepasin mas Ilyas!" ucap Risma setengah berteriak. Sedangakan Puja bingung harus bertindak bagaimana, karena Sofyan pasti cemburu jika dia menghalangi Sofyan saat dia menghajar Ilyas.
"Enggak Ris! akang mau bawa dia ke kantor polisi!" ucap Sofyan.
"Enggak kang! tolong jangan laporin dia kepolisi kang, Risma mohon!" pekik Risma.
"Risma apa udah gilaa hah! dia itu yang udah nyelakain kamu! bukan hanya kamu, kang Sofyan dan Puja juga kena dampaknya! kalau dia dibiarkan bebas dia akan buat ulah terus!" ucap Sofyan berapi-api.
"Kang dia udah berubah, dia kesini tadi hanya minta maaf dan berpamitan mau pulang kesumatra." jelas Risma.
"Ya ampun Risma, kamu masih percaya sama orang kayak dia! apalagi tadi kang Sofyan lihat sendiri dia cium kamu!" ucap Sofyan.
"Itu Risma yang mau kang, Risma yang cium dia!" ucap Risma.
Deg
Sofyan dan Puja saling berpandangan. Tak mengerti dengan jalan fikiran Risma.
"Kenapa Ris... Astagfirullah. Sadar Risma, kamu udah punya suami." ucap Sofyan prihatin dan kecewa, biar bagaimanapun Risma dimata Sofyan sudah seperti adiknya sendiri.
__ADS_1
"Risma minta maaf, Risma hanya... hiks..!" Risma menangis tak mengerti dengan perasaan yang merasa tak rela jika Ilyas meninggalkannya ke sumatra. Apa dia telah jatuh cinta? entahlah, yang jelas saat itu Risma hanya ingin menunjukkan perasaannya tanpa harus mengucapkannya, karena dia sadar sepenuhnya jika dia sudah bersuami. Sofyan melepas cengkramannya dikerah baju Ilyas dan menunduk lemas, kini dia tahu jika sebenarnya Risma memiliki perasaan untuk Ilyas. Semua itu terlihat jelas diamata Risma.
Sedangkan Puja sendiri langsung mendekati Sofyan dan mengelus punggung Sofyan. Puja tahu Sofyan merasa bimbang, karena Mahmud dan Risma adalah dua orang yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.
"Kamu minta maaf sama Mahmud jangan sama saya." ucap Sofyan lirih.
"Saya tidak akan memaafkan dia kang! saya enggak sudi punya istri tukang selingkuh dan enggak tahu diri seperti dia!" ucap Mahmud yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan itu.
Deg!
Risma dan yang lainnya terkejut dengan kedatangan Mahmud. Apalagi dari sorot matanya terlihat jelas kemarahan yang begitu besar. Air mata bercucuran dipipinya, Ya! Mahmud sudah mendengar semuanya.
.
"Kang, Risma minta maaf kang..." ucap Risma lirih.
"Saya kecewa sama kamu Risma! saya menyesal menolong kamu dan menikahi kamu! mulai hari ini kamu bukan istri saya lagi! saya talak kamu!" ucap Mahmud menggelegar.
"Kang.. maafin Risma hiks.." Risma menangis tersedu-sedu. Dia mencoba bangun dari ranjangnya, tapi tubuhnya terlalu lemah. Puja yang melihat itu langsung menahan Risma.
Bugh!
"Diam kamu brengs*ek! kamu sama dia sama aja! sama-sama tukang selingkuh! gak salah kalian berjodoh!!" ucap Mahmud emosi.
Bugh
Bugh
Bugh
Mahmud memukuli Ilyas dengan membabi buta.
"Mud berhenti Mud, ini dirumah sakit Mud." ucap Sofyan yang berusaha menghentikan Mahmud.
"Lepasin kang! laki-laki seperti dia harus diberi pelajaran!" ucap Mahmud sembari menangis.
"Udah Mud udah, ingat ini dirumah sakit, jangan buat kegaduhan." ucap Sofyan yang berusaha menenangkan Mahmud. Dengan susa payah dia memebawa Mahmud keluar dari ruangan itu. Sementara Puja memeluk Risma sembari mengelus rambut Risma untuk memberi dukungan moril, Puja tahu betapa sedih hati Risma yang baru saja di talak oleh Mahmud.
__ADS_1
"Risma maafin saya. Ini semua salah saya, lagi-lagi saya menghancurkan hidup kamu. Maaf..." ucap Ilyas lirih. Risma tak merespon, dia masih terkejut dengan kejadian tadi dimana Mahmud menalaknya.
"Lebih baik mas Ilyas pergi dari sini mas, Risma masih shock dan terguncang. Jangan ganggu dia dulu." ucap Puja.
"Iya kamu bener Puja, saya juga mau minta maaf sama kamu Puja. Semoga kamu dan Sofyan hidup bahagia selamanya." ucap Ilyas terdengar tulus.
"Iya yang lalu biar berlalu." jawab Puja.
"Kalau begitu saya permisi. Sekali lagi saya minta maaf Risma. Saya janji setelah ini saya tidak akan mengganggu hidup kamu lagi." ucap Ilyas. Setelah mengatakan itu dia keluar dari dalam ruangan itu kemudian pulang kerumah kontrakannya.
//
Sementara Mahmud kini tengah berteriak frustassi mendapati kenyataan Risma yang tega mengkhianati dirinya, padahal dia tulus kepada Risma. Tapi apa balasan yang dia dapat? air susu di balas dengan air tuba. Seperti itulah perumpamaannya.
"Mud, yang sabar. Ikhlas! ingat perempuan bukan hanya Risma Mud. Lihat saya, saya bahkan dua kali Mud ditinggal dan di tolak oleh orang yang sama." ucap Sofyan mengenang masa lalunya ketika dia ditinggal Ratna menikah.
"Tapi kang, rasanya sakit kang. Saya sakit hati kang." ucap Mahmud tersedu-seduh.
"Itu namanya patah hati Mud. Memang sakit. Saya juga pernah merasakannya. Sekarang tenangkan diri kamu. Risma biar sementara waktu tinggal dirumah saya. Biar kamu bisa berfikir jernih, tadi kan kamu sudah talak dia dalam keadaan marah. Siapa tahu kamu masih mau menerima dia." ucap Sofyan.
"Saya enggak mau kang! saya enggak mau! akang urus aja Risma, saya udah enggak mau ada urusannya lagi sama dia." ucap Mahmud yang kadung sakit hati.
"Tapi Mud..."
"Saya permisi kang." ucap Mahmud.
"Tolong fikirkan lagi." ucap Sofyan.
"Keputusan saya udah bulat kang." jawab Mahmud sembari berlalu pergi.
Sofyan memijit keningnya yang terasa pusing.
"Astagfirullah, ada-ada aja masalah! hadeeh lieerr uing euy!! (Pusing saya)". ucap Sofyan kemudian dia kembali masuk keruangan dimana Risma dirawat.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sabar ya Emud! ada ikan yang selalu menantimu. Othor udah siapin jodoh yang terbaek. Bueheheh... ❤
__ADS_1