
Sofyan menunggu dengan risau diluar ruangan saat Puja ditangani oleh dokter dan perawat. Dia mondar mandir seperti setrikaan berjalan, ke kiri, ke kanan, tak mau diam.
Klek!
"Gimana? gimana istri saya dok?" Sofyan langsung menodong sang dokter dengan pertanyaanya. Dokter itu tersenyum hangat.
"Tidak apa-apa pak, pasien hanya kelelahan dan juga perutnya dalam keadaan kosong. Nanti tolong dikasih makan ya istrinya, dan satu lagi. Jangan di buat stress ya pak. Karena istri bapak sedang mengandung." jelas dokter itu.
"Istri saya hamil dok?" tanya Sofyan tak percaya.
"Iya pak, untuk lebih jelas nanti bisa dilakukan USG ya." ucap dokter itu.
"Iya dok, terimakasih banyak." ucap Sofyan berterimakasih.
"Kalau begitu saya permisi dulu." ucap dokter itu.
"Iya dok." jawab Sofyan. Setelah itu Sofyan segera mencari makanan dan juga air mineral dikantin terdekat. Kemudian kembali keruangan dimana Puja di rawat.
"Sayang... udah bangun?" tanya Sofyan. Puja tak menjawab dan malah membuang pandangannya ke arah lain.
"Sayang maafin akang ya, sekarang makan dulu ya. Kasian dedenya kelaparan." ucap Sofyan berusaha membujuk.
"Dede?" tanya Puja yang kini menatap Sofyan.
"Iya sayang, kamu lagi hamil adiknya Bagja." jawab Sofyan.
__ADS_1
"Hah?!!" ucap Puja tak percaya. Entah dia harus senang atau sedih. Pasalnya Bagja baru saja berusia enam bulan dan masih menyusui.
"Enggak apa-apa sayang. Rezeki enggak boleh ditolak." ucap Sofyan seraya menggenggam tangan Puja dan menciuminya penuh sayang.
"Ini semua gara-gara akang, Puja belum sempet KB udah nyerempet terus." ucap Puja ketus.
"Jadi Puja nyesel hamil anak akang?" tanya Sofyan yang melihat kekesalan sang istri.
"Ya enggaklah. Buat apa disesali. Ah entahlah! akang nyebelin pokoknya!" ucap Puja lalu memukul kecil dada Sofyan.
"Maafin akang ya sayang. Sekarang makan dulu ya. Akang suapin." ucap Sofyan penuh perhatian. Setelah itu akhirnya Puja melunak dan mau makan dengan disuapi Sofyan.
Beberapa saat kemudian.....
Di rumah Sofyan
"Iya." ucap Puja. Setelah itu Puja memejamkan matanya dan terlihat begitu pulas saat tidur.
'Maafin akang ya sayang. Akang janji akan lebih memperhatikan kamu, maafin akang yang sampai buat kamu stress.' batin Sofyan seraya memandangi wajah Puja.
************
Pagi-pagi sekali Sofyan sudah sibuk menyiapkan ini dan itu. Puja sama sekali tak dibiarkan bergerak sedikitpun. Lelaki satu itu begitu posessif dan juga memperhatikan sang istri yang kini tengah mengandung anak kedua mereka.
Emak yang mendengar kabar bahagia itu pun sama terkejutnya dan sangat antusias menyambut kehadiran cucu keduanya. Sofyan begitu bawel kepada dua asisten rumah tangga yang membantu Puja dirumah, dan berpesan untuk menjaga Puja selama dia sedang bekerja. Entahlah, bapak-bapak satu itu benar-benar lebay!
__ADS_1
"Akang berangkat dulu ya sayang. Ingat, jangan terlalu banyak gerak dulu. Istirahat dulu kalau mau apa-apa bilang sama bi Yayah atau bi Edoh ya. Jagain anak akang" ucap Sofyan sembari mengelus perut rata Puja.
Cup
"Anak ayah jangan rewel ya. Baik-baik di dalam. Ayah kerja dulu." ucap Sofyan diperut Puja.
"Belum bisa denger kali, masih sebesar biji timun" ucap Puja. Sofyan hanya tersenyum lalu mencium kening Puja.
"Akang berangkat." pamitnya. Puja mencium tangan Sofyan dan mengantarnya sampai depan pintu.
Beberapa saat kemudian...
Sofyan yang masih diperjalanan menuju ke tambak terpaksa memberhentikan motornya karena ponselnya terus berbunyi. Sofyan mengangkat panggilan itu yang ternyata dari Risma.
"Halo. Ada apa Ris?" tanya Sofyan.
"Kang, tolongin Risma kang. Hu... hu..." Risma menangis.
"Kamu kenapa Ris?"
Tuuut
Panggilan terputus, tanpa fikir panjang Sofyan langsung melajukan motornya untuk menemui Risma.
🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Gue aduin luh sop biar nyahok bin mewek ditinggal minggat Puja!!
Jangan Lupa like komentar dan juga vote sebanyak-banyaknya ya.