Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Vino


__ADS_3

Mahmud mengajak Dila pulang kerumahnya untuk memberi ruang kepada Sofyan dan keluarganya untuk berfikir dalam mengambil keputusan selanjutnya. Dila sebenarnya masih ingin tinggal menemani Bagja, tapi Iis terus memaksa sehingga terpaksa dia ikut pulang.


Sementara Puja kini masih menangis sesegukan dipelukan Sofyan. Pasalnya jika sudah mengingat masa lalu rasa bersalahnya kembali muncul. Dia jadi teringat akan dosa-dosanya dimasa lalu terutama kepada Ratna. Selain itu Puja juga tak menyangka jika Alya memendam kebencian yang begitu besar kepadanya. Padahal, dia pun sudah menyayangi Alya seperti putri kandungnya sendiri. Hanya saja karena jarak rumah mereka yang lumayan jauh dan Alya yang jarang main ke rumahnya, Puja menjadi lebih dekat dengan Dila. Apalagi Alya anaknya tertutup, tidak seperti Dila yang blak-blakan seperti dirinya.


"Sudah, masa lalu jangan diinget lagi." ucap Sofyan menenangkan.


"Puja inget kak Ratna... hiks!!" Lagi-lagi Puja menangis.


"Kalau begitu tinggal telfon saja." ucap Sofyan.


"Iya, nanti Puja telfon, sekarang masih mau nangis." ucap Puja sambil menangis sesegukan.


"Ya udah nangis sepuasnya, akang akan selalu ada buat kamu." ucap Sofyan sambil membelai kepala Puja dengan sayang.


"Tapi... Puja capek nangis terus. Puja mau yang lain yang bikin happy." ucap Puja. Sofyan tersenyum, dia tahu kemana arah pembicaraan istri manjanya itu.


"Mau berapa ronde?" tanya Sofyan.


"Kok tahu sih! padahal Puja belum kasih tahu." ucap Puja mencebik kesal.


"Ya tahu atuh sayang, kita nikah bukan baru setahun dua tahun. Tapi sudah hampir 25 Tahun. Masa akang enggak tahu kebiasaan kamu. " ucap Sofyan.


"Iya juga sih, jadi.. Bagja gimana yah?" tanya Puja.


"Kita nikahin aja sama Dila." ucap Sofyan.


"Nanti Alya pasti makin benci sama kita yah." ucap Puja.


"Nanti malam kita kerumah Risma, kita jelasin semuanya. Kalau mereka marah ya Terima saja, kalau mereka kecewa ya sudah, tapi ini lebih baik di awal kan dari pada setelah menikah mereka bercerai." ucap Sofyan.


"Tapi kamu enggak usah ikut. Biar akang sama Bagja aja." ucap Sofyan.


"Kenapa?" tanya Puja sambil mendongak.


"Karena akang enggak mau, ada air mata lagi yang keluar dari sini." Sofyan menunjuk mata Puja.


"Kenapa?" lagi-lagi Puja bertanya.


"Karena kang Sofyan sangat mencintai kamu." ucap Sofyan, setelah itu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Puja dan mencium bibir Puja dengan penuh kelembutan.


"Eunghhh!! kang..." Puja meracau saat Sofyan mulai menggagahinya. Dan seketika itu juga ranjang dikamar itu kembali bergoyang-goyang.


//

__ADS_1


Vino yang baru saja pulang dari pasar merasa bingung dengan kondisi rumah yang sepi tidak ada orang satupun.


"Baru jam segini kok udah pada pulang, kemana semua orang?" gumamnya. Dia terus menelusuri setiap ruangan dan terhenti didepan kamar Bagja yang dibiarkan terbuka, nampaklah Bagja yang tengah duduk termenung. Vino menghampirinya.


"Yang lain pada kemana?" tanya Vino yang langsung membuyarkan lamunan Bagja.


"Udah pada pulang." jawab Bagja.


"Kenapa muka babak belur gitu? padahal dua hari lagi mau nikah?" tanya Vino.


"Hadiah dari ayah." jawab Bagja.


"Ada apa sih? ceritain dong!" ucap Vino yang kini duduk di sebelah Bagja.


"Yakin mau denger? nanti kamu sakit hati." ucap Bagja.


"Dalam kamus seorang Vino tidak ada yang namanya sakit hati." ucap Vino sesumbar.


"Kakak dan Alya batal nikah." ucap Bagja.


"Whaat?? why? ada apa? kenapa?" tanya Vino terkejut. Ekspresi terkejut namun terkesan mengejek itu semakin membuat Bagja kesal.


"Karena... Janji dulu jangan marah." ucap Bagja nyang ragu menyampaikan skandalnya bersama Dila.


"Enggak, emang ada apaan sih?" tanya Vino yang semakin penasaran.


"Whaaat?!!" Vino terkejut namun tidak ada kemarahan disana.


"Kamu enggak marah?" tanya Bagja.


"Enggak, kenapa harus marah?" tanya Vino.


"Bukannya kamu suka sama Dila?" tanya Bagja.


"Semua orang juga suka sama Dila, bohayyy gitu siapa yang enggak suka." ucap Vino.


"Bukan itu maksudnya. Ah sialan!" umpat Bagja. Dia merasa jadi orang bodoh karena mengira jika Vino punya perasaan kepada Dila, ternyata... Tahu begitu sejak awal dia ungkapkan saja perasaanya dan perjodohan konyol itu tidak akan terjadi dan juga mungkin saja malam panas mereka tak akan terjadi, sehingga dia tak akan berbuat dosa besar seperti tadi malam.


"Sloww man! enggak usah malu-malu gitu, jadi... gimana rasanya?" tanya Vino.


"Rasanya apa?" tanya Bagja.


"Membelah durennya Dila?" tanya Vino menggoda. Bagja semakin merasa malu dan wajahnya semakin pias.

__ADS_1


"Oh wooooowwww amaazziiing!!! lihatlah ukuran indah ini!" ucap Vino begitu melihat banyaknya jejak merah dileher Bagja. Sungguh cassanova tanggung sepertinya merasa begitu takjub dengan hal seperti itu.


"Apaan sih!" ucap Bagja sambil menoyor tangan Vino.


"Ternyata, enggak bisa bayangin seliar apa Dila ya? ck ck ck!" Vino menggeleng, dia terus saja menggoda kakak lelakinya itu.


"Vino stop! jangan bercanda!" ucap Bagja yang merasa sudah tak tahan dengan ejekan Vino.


"Ya iya dong, enggak enak kalau bercanda, enaknya emang serius, karena menanam Tunas singkong kan gampang-gampang susah. Kalau sampai terbaik mata tugasnya, bisa-bisa enggak jadi." ucap Vino yang masih saja menyindir Bagja.


"Enggak lucu Vin!" ucap Bagja seraya mengusir Vino dari kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya rapat-rapat. Dia benar-benar malu sekarang.


Sementara Vino kini terduduk lemas disisi ranjang kamarnya.


"Ternyata Lo bukan jodoh gue kutil!" ucap Vino lirih sembari mengusap kasar air mata di pipinya. Ya, Vino begitu pandai menutupi patah hatinya dari siapapun. Karena pada kenyataannya Dila adalah satu-satunya wanita yang berhasil mencuri hati Vino dari banyaknya wanita yang berstatus pacarnya.


//


"Vin, setelah ini kamu ikut ayah ya kerumah Alya." ajak Sofyan.


"Iya yah." jawab Vino.


"Vin, kamu enggak apa-apa kan kalau..."


"Vino udah tahu mah, enggak nyangka yah, ternyata diam-diam menghanyutkan!" ucap Vino menyindir. Puja bernafas lega ternyata Vino sama sekali tak menunjukkan jika dia sedang patah hati. Itu artinya dia tak benar-benar menyukai Dila.


"Kamu jangan ikut-ikutan! dosa besar!" ucap Puja memperingati.


"Enggak lah mah, Aku tahu batasan, paling colekk-colekk dikit boleh doong..!" ucap Vino.


plak!


"Awww sakit maah!" Vino meringis saat Puja memukul lengannya.


"Awas kalau berani coba-coba!" ancam Puja.


"Eh, enggak mah. Ampuun ampun. Janji enggak!" ucap Vino.


"Yah, mama ikut yah, enggak enak dirumah sendirian." ucap Puja.


"Jangan!!" Sofyan, Bagja dan Vino berucap berbarengan. Mereka yang begitu menyayangi Puja tak ingin Puja sampai sakit hati lagi.


"Ooo soo sweet!! ish rasanya kayak dilindungi tiga bodyguard! seneng deh kalau cantik sendiri begini. Enggak ada yang nyaingin." ucap Puja lebay.

__ADS_1


"Tapi mamah tetap akan ikut!" putus Puja.


🌻🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2