
Ilyas kini kelimpungan setelah beberapa kali mendapat penolakan dari ibunya Risma. Berulang kali mencoba mendekati ibunya Risma untuk bertemu dengan wanita yang tengah mengandung anaknya itu. Namun nihil, ternyata Risma tak sedang berada dirumahnya. Risma hilang entah kemana, terakhir mengatakan jika anaknya itu akan ikut abahnya. Ilyas panik apa jangan-jangan Risma melakukan hal yang tidak-tidak? dia mencari kerumah kontrakan Risma yang disewa Sofyan, tapi disana juga kosong dan kali ini Ilyas yakin Sofyan pasti terlibat lagi.
Dari kejauhan Ilyas mengamati rumah Sofyan, tak aktifitas mencurigakan dan keberadaan Risma disana, kabar terakhir yang didengarnya Puja keguguran karena Sofyan mengurusi Risma. Tapi kenapa Puja terlihat baik-baik saja dan seperti tidak sedang bertengkar dengan Sofyan?
Lama dia mengamati hingga ada satu tetangga dekat rumah Sofyan yang kebetulan melintas. Namanya mang Olid.
"Mang, sebentar." panggil Ilyas kepada mang Olid.
"Ada apa ya?" tanya mang Olid keheranan.
"Saya lagi nyari temen, namanya Risma, anaknya Almarhum abah Suryana dulu dia tunangannya yang punya rumah itu." tunjuk Ilyas kerumah Sofyan.
"Iya, terus gimana?" tanya mang Olid.
"Kira-kira amang pernah lihat dia dirumah ini enggak mang? soalnya ibunya Risma bilang Risma hilang. Udah hampir seminggu enggak pulang kerumah." ucap Ilyas.
"Selama seminggu ini sih enggak pernah lihat. Tapi mungkin pas sepuluh hari lalu lah saya lihat ada keributan dirumah Sofyan, neng Risma itu nangis-nangis terus dibawa pulang sama ibunya. Setelah itu enggak pernah lagi lihat." ucap mang Olid.
"Ooh, terus kalau boleh saya tahu ribut-ribut kenapa ya mang?" tanya Ilyas.
"Yang jelasnya mah enggak tahu saya juga, tapi kayaknya ributnya sama istrinya Sofyan kata orang-orang mah neng Risma nya masih ngarep sama si Sofyan, tapi Sofyan nolak gitu, jadi dia nangis-nangis." ucap mang Olid.
"Ooh.. makasih mang informasinya." ucap Ilyas.
"Iya sama-sama." jawab mang Olid.
"Ini mang ada sedikit untuk uang rokok." Ilyas memberikan selembar uang kertas berwarna merah kepada mang Olid sebagai rasa terimakasihnya.
"Enggak, enggak usah." tolak mang Olid.
"Ambil aja mang enggak apa-apa." ucap Ilyas memaksa.
"Ya udah kalau maksa, rezeki mah gak boleh ditolak. Hehe." ucapnya senang.
"Iya mang, anggap aja rezeki amang." ucap Ilyas.
Setelah itu mang Olid pamit, dan Ilyas kembali merenung.
'Berarti Risma sempat kerumah Sofyan dan kembali meminta bantuan pada Sofyan, tapi Sofyan nolak mungkin karena kapok Puja sampai keguguran gara-gara Sofyan nolongin Risma. Dan akhirnya karena Sofyan menolak membantu Risma, Risma jadi putus asa dan pergi dari rumah. Itu artinya Puja dan Sofyan enggak ada hubungannya dengan menghilangnya Risma karena mereka terlihat baik-baik saja.' batin Ilyas menyimpulkan.
'Terus kamu sekarang dimana Risma?' batin Ilyas.
Dia kembali memutar mobilnya dan melajukannya menuju rumah kontrakan yang disewanya.
**********
__ADS_1
Sementara ditempat lainnya, Mahmud sudah bersiap-siap hendak berangkat ke tambak untuk bekerja.
"Ris, kang Mahmud berangkat dulu ya. Kamu baik-baik dirumah, kalau ada apa-apa minta tolong sama emak atau sama Amel. Jangan capek-capek ya, ingat kandungan kamu rentan harus ekstra hati-hati. Kalau ada apa-apa cepet telfon kang Mahmud ya." pesan Mahmud.
"Iya kang." Jawab Risma. Setelah itu dia mencium tangan Mahmud dan mengantar Mahmud sampai depan rumah.
//
Disepanjang perjalanan Mahmud tak hentinya mengulum senyum, ternyata tidur berdua ditemani istri rasanya menyenangkan dan menghangatkan walaupun mereka belum itu-itu tapi Mahmud sudah merasa sangat bahagia. Seandainya saja dari dulu dia punya keberanian melamar Risma, mungkin semua ini akan beda cerita. Tapi Mahmud tak menyesalinya, yang sudah ya sudah, tidak perlu disesali.
Sesampainya ditambak, Mahmud melihat Sofyan yang juga baru sampai dipakiran tempat penitipan motor.
"Kang." sapa Mahmud dengan senyuman cerahnya.
"Loh, udah berangkat aja Mud." tanya Sofyan tak percaya, bagaimana bisa pengantin anyaran sudah bekerja sehari setelah menikah.
"Ya enggak apa-apa kang. Emang ada yang salah?" tanya Mahmud.
"Ya biasanya juga kan kalau penganten baru mah suka males kerja, diam dikamar seharian haha.." ucap Sofyan.
"Ya enggak juga kali kang. Biasa aja saya mah, sellow. Eh, kang itu leher kenapa merah-merah?" tanya Mahmud saat melihat banyak stempel berwarna merah dileher Sofyan.
"Ini.. ah kamu mah enggak usah pura-pura polos lah!" jawab Sofyan.
"Ya ampun Mud. Ini namanya cap sedotan cinta." ucap Sofyan terkekeh.
"Emang semalam kamu enggak dapet dari Risma? kasihan banget." lanjut Sofyan.
"Ma-maksud akang apasih?" tanya Mahmud yang semakin bingung.
"Kamu sama Risma enggak itu-itu?" tanya Sofyan sedikit kepo.
"Itu-itu apa?" tanya Mahmud kelewat polos.
"Malam pertama. Kalian enggak ngelakuin?" tanya Sofyan.
"Oh.. enggak kang, kan kandungan Risma lemah kang, akang sendiri yang bilang waktu itu." jawab Mahmud.
"Oh iya saya lupa. Sabar ya Mud, semua akan berbuah manis pada waktunya. Lihat saya sekarang, dulu ditolak sana sini, sekarang Alhamdulillah punya istri agresif banget, kalau diranjang nyenengin minta ampun." ucap Sofyan.
"Ish! yang penganten anyar siapa yang sibuk dikasur siapa!" sindir Mahmud.
"Kamu nyindir saya Mud?" tanya Sofyan.
"Enggak kang, hehe.." elak Mahmud, padahal hatinya dongkol melihat stempel-stempel dileher Sofyan. Dia tidak bisa membayangkan seganas apa Puja diranjang sampai-sampai Sofyan yang dulunya kalem, pendiam kini berubah liar, Mahmud bergidik ngeri! Memang Sop ayam diam-diam menghanyutkan! Ah, dia jadi ingin juga kan! dasar sop ayam sialan! Mahmud jadi uring-uringan!
__ADS_1
Sementara tersangka utama si pembuat stempel dileher Sofyan kini tengah senyum malu-malu memperhatikan pantulan dirinya didepan cermin. Dia meraba leher dan seputaran dadanya yang juga tak kalah banyak cap sedotan cinta dari Sofyan semalam. Haduuhh!! kalau dibayangin bikin mesam-mesem sendiri.
Ting
Satu pesan masuk ke ponsel Puja dari nomor tidak dikenal. Puja membuka pesan itu.
(Puja apa kamu tahu dimana Risma?) no name.
"Siapa sih?" ucap Puja bermonolog.
(Siapa?) Puja
Ting
(Ini mas Ilyas, tolong kalau kamu tahu dimana Risma kasih tahu mas Ilyas.!) no name.
Puja menarik nafas dalam, lalu membuangnya perlahan. Puja tak habis fikir kenapa laki-laki itu selalu saja menganggunya saat dia mulai menjalani hidup bahagia.
(Puja enggak tahu. Mas Ilyas cari sendiri aja, dan tolong jangan libatin Puja lagi dalam hal ini. Cukup anak Puja aja yang jadi korban keegoisan kalian!) Puja
Ting
(Aku enggak bakalan ngusik kalian kalau Sofyaj enggak ikut terlibat menyembunyikan Risma! tapi nyatanya suami kamu duluan yang cari gara-gara ikut campur urusan orang!!) Ilyas.
(Terserah deh mas! tapi jangan fikir Puja bakalan diam aja kalau mas Ilyas berani mengusik keluarga Puja lagi. Puja bakal lapor polisi dan Puja pastikan mas Ilyas bakal mendekam dipenjara!) Puja balik mengancam.
Ting
(Jangan belagak kamu Puja! udah berani kamu sekarang sama saya ha!) Ilyas.
(Kenapa harus takut! kamu dari dulu didiemin bukannya mikir malah makin edan! harusnya kamu sadar diri Ilyas! udah berapa anak orang yang kamu rusak, enggak capek kamu hidup kayak gitu terus? enggak capek kamu berbuat jahat? dari pada ngurusin perempuan yang jelas-jelas enggak mau sama kamu, lebih baik kamu urusin ibu kamu sama anak-anak dari mantan istri pertama kamu yang disumatra, itu malah lebih bermanfaat dari pada gentayangan enggak jelas dikampung orang!) Puja.
Ting
(Enggak usah sok ngajarin aku Puja! tau apa kamu tentang hidup saya! kamu tahunya cuma nyanyi sama berjoged menggoda laki-laki, enggak usah sok alim! kamu sama rusaknya dengan aku!) Ilyas.
(Ya, aku memang rusak saat bersama kamu, tapi sekarang aku bersyukur dikasih jodoh seperti kang Sofyan dan hidup aku udah sangat-sangat bahagia. Aku harap kamu jangan ganggu lagi kehidupan aku lagi, atau kamu bakal menyesal!) Puja.
Setelah pesan itu terkirim, Puja langsung memblokir nomor ponsel Ilyas. Tak ingin suasana hatinya yang tengah berbunga-bunga dirusak oleh lelaki yang sangat dibencinya itu.
"Mudah-mudahan mas Ilyas enggak bisa menemukan keberadaan Risma dirumah Mahmud dan secepatnya duit dia habis terus pulang ke sumatra." do'a Puja saat itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
Udah double up nih, kencengin dong votenya hehe.. othor maksa nih!!
__ADS_1