Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Gugup


__ADS_3

"Jujur saat aku dengar kamu diculik ilyas, aku merasa sangat bersalah. aku enggak tenang dan pada akhirnya, aku harus kehilangan bayi aku yang baru tumbuh beberapa minggu dirahim aku. Itu semua karena... Karena kang Sofyan marah atas tindakan aku yang udah kasih tahu alamat kontrakan kamu. Udah! Anggap itu karma buat aku, enggak apa-apa aku terima! tapi melihat kamu yang sepertinya enggak tahu diri dengan terus mengharapkan suami orang, aku rasa aku bodoh. Dan sekarang aku mau egois! Aku enggak perduli kamu gila atau mati sekalipun! aku enggak mau perduli lagi. Aku mau kang Sofyan seutuhnya, aku mau kang Sofyan hanya mikirin aku aja, jadi silahkan pergi dari sini." usir puja.


"Cih! Memang kamu siapa main ngusir-ngusir aku dari sini? Hah!! Udah merasa jadi nyonya?!" ucap Risma.


"Iya, emang aku nyonya disini, aku istrinya, aku berhak juga atas rumah ini. Nih lihat baik-baik!!"


Cup


"Eumpphh..."

__ADS_1


Sofyan terkejut tiba-tiba Puja mencium bibirnya didepan Risma, hatinya berdesir kembali merasakan kehangatan bibir sexy Puja yang sudah lama tak dapat merasakannya.


"Lihat! Ini bukti kalau kang Sofyan milik aku!!" Ucap Puja seraya mengelap bekas ciumannya dengan Sofyan.


Risma terpaku sekaligus tercengang melihat Puja dan Sofyan berciuman bibir didepan matanya secara langsung. Dadanya sesak, rasanya dia ingin mati saja sekarang. Rasanya dia sudah tak ada gunanya lagi hidup di dunia ini, apa yang diimpikannya selama ini sudah diambil orang, jadi buat apa lagi dia hidup. Begitulah fikirannya sekarang.


"Kang... Risma... hikss... hu... hu... " Risma menangis sambil berjongkok. Dia menangis kencang sekali hingga tetangga sekitar berdatangan. Puja langsung menarik tangan Sofyan untuk masuk kedalam kamar, sementara emak dan bi Yayah, mencoba menenangkan Risma yang tampak frusstasi. Tak hanya itu, tetangga disana juga berusaha menenangkan Risma yang terus meraung-raung meratapi nasibnya. Dan pada akhirnya, Risma dibawa pulang kerumah orang tuanya.


"Puja"

__ADS_1


"Akang"


Ucap Sofyan dan Puja bersamaan. Mereka saling menatap lalu buru-buru Puja membuang pandangannya. Tapi tidak dengan Sofyan, dia terus menatap Puja. Sofyan melihat Puja yang dulu telah kembali, si centilnya, si sexy nya, si nakalnya, si manjanya semua telah kembali. Hatinya berbunga-bunga, bagai tersiram air dipadang tandus.


"Akang kenapa sih lihatin Puja mulu. Udah keluar sana!" ucap Puja sok cuek. Sofyan tak menggubris ucapan Puja, dia terus menatap wajah malu-malu Puja yang tampak merona dan begitu menggemaskan.


"Iiihh!! ditanya enggak dijawab!" Ucap Puja dengan nada manjanya. Setelah itu dia berdiri dan hendak melangkah keluar kamar. Namun Sofyan menariknya hingga kini tubuh Puja berada di pelukan Sofyan. Dan tanpa banyak bicara Sofyan langsung menyatukan bibir mereka hingga kening mereka bersentuhan. Puja tak tinggal diam, dia mengalungkan kedua tangannya dileher Sofyan, dan membalas sesapan dan juga belitan yang dilakukan Sofyan didalam mulutnya. Mereka terus melakukannya dengan nafas memburu dan penuh nafs* hingga mereka hampir kehabisan oxigen barulah tautan itu dilepaskan.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Mau malak dulu akh, mau minta kembang, kursi pijet, kopi, like, komentar, dan juga vote. Bueheheee.


__ADS_2