
Keesokan harinya, Puja masih bersikap biasa saja. Dia memilih diam dan menyembunyikan kecurigaannya terhadap Sofyan. Puja menunggu, menunggu Sofyan untuk menjelaskan semuannya.
Tok tok tok
"Assalamualaikum kang! kang Sofyan..!" panggil seseorang dari luar dengan suara yang terdengar panik. Sofyan buru-buru keluar rumah untuk menemui orang itu yang ternyata adalah Mahmud.
"Ada apa Mud?" tanya Sofyan.
"Itu kang, anu... aduh gimana ngomongnya ya." Mahmud terlihat kebingungan.
"Ada apa? ngomong yang bener." ucap Sofyan.
"Ikan mati semua kang. Diracun orang." ucap Mahmud.
"Apa?! ikan diracun? siapa, siapa yang ngeracun?" seketika wajah Sofyan menjadi pias.
"Enggak tahu kang, gak ketahuan." ucap Mahmud.
"Emangnya tambak gak ada yang jagain kok sampai gak ketahuan?" tanya Sofyan.
"Iya kang, semalam Memed enggak datang ke tambak." ucap Mahmud dengan wajah menyesal.
"Astagfirullah. Kamu duluan ke tambak, saya nyusul." jawab Sofyan.
Setelah itu Sofyan masuk kerumahnya dan mengambil kunci motor yang tergeletak diatas meja.
"Sayang, kang Sofyan ke tambak sekarang ya." pamit Sofyan.
"Iya kang, hati-hati ya." ucap Puja yang juga terkejut saat mendengar ikan-ikan kang Sofyan diracun orang.
"Ya Allah, siapa sih orang yang tega berbuat seperti itu?" batin Puja.
__ADS_1
************
Sofyan menatap nanar ikan-ikannya yang sudah mengambang mati karena keracunan.
"Astagfirullah ya Allah, kenapa bisa seperti ini. Kalau begini, kudu keluar modal lagi. Dari mana coba modalnya?" Sofyan terlihat kebingungan. Bukan tanpa alasan, pasalnya sisa uang tabungan Sofyan sudah digunakan untuk membayar sewa rumah Risma selama dua tahun sekaligus. Dan juga sebagian dipakai untuk membeli kebutuhan yang diperlukan oleh Risma selama menjalani masa kehamilan.
"Kang, maafin saya ya, semalam istri saya sakit. Saya enggak sempet ngabarin akang." ucap Memed dengan wajah murung. Memed sangat menyesal karena merasa ini semua kesalahannya.
"Ya udahlah Med. Mau gimana lagi, mungkin memang belum rezekinya." ucap Sofyan lesu.
"Sekali lagi saya minta maaf kang." ucap Memed yang merasa tak enak hati.
"Ya udah ayok bersihin ikannya." titah Sofyan. Dan para pekerja Sofyan langsung membersihkan ikan-ikan yang sudah mati itu untuk dikeluarkan dari dalam tambak.
Ditempat lain, Ilyas tengah menyeringai licik karena usahanya membuahkan hasil. Sofyan terpuruk dan ikan-ikannya mati semua.
"Itu akibatnya kalau berani macem-macem sama Ilyas! ha ha ha..!" Ilyas tertawa jahat.
***********
Setelah mandi dan makan malam, Sofyan duduk dipinggiran ranjang.
"Kang, capek? mau Puja pijitin?" tanya Puja yang kini duduk disamping Sofyan.
"Enggak usah, nanti malah Puja yang capek, akang enggak mau kamu kelelahan." ucap Sofyan sambil memaksakan senyuman diwajah sedihnya.
"Akang yang sabar ya.." ucap Puja menyemangati Sofyan.
"Iya sayang." jawab Sofyan.
"Tapi kok masih kelihatan sedih, kenapa? cerita sama Puja, ada kendala apa?" tanya Puja dengan lembut.
__ADS_1
"Akang bingung mau cari modal kemana. Soalnya... emm..." Sofyan tak melanjutkan ucapannya.
"Oh, soal modal? tabungan akang udah habis?" tanya Puja.
"Iya. Kemarin dipake buat bayar kontrakan Risma." jawab Sofyan sambil menunduk.
Puja menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan. Suaminya itu memang terlalu baik pada orang lain membuat Puja tak habis fikir dengan jalan fikiran suaminya itu.
"Pakai ATM yang dibawa Puja aja. Masih ada kok." ucap Puja.
"Ya jangan dong sayang. Itu punya Puja. Itu buat biaya lahiran juga." tegas Sofyan.
"Enggak apa-apa. Pakai separuhnya aja kan cukup. Nanti kalau usahanya akang udah jalan, uangnya juga balik. Lagian Puja juga masih lama lahirannya." ucap Puja seraya tersenyum hangat.
"Enggak, akang enggak mau!" ucap Sofyan.
"Terus akang mau dapat uang dari mana? apa mobil nya dijual aja?" tanya Puja.
"Jangan lah sayang, mobil itu penting buat kamu, apalagi kalau dalam keadaan darurat. Udah Puja enggak usah ikut mikir, biar akang aja yang mikir." ucap Sofyan.
"Jangan sampai akang berfikir untuk berhutang. Puja enggak mau akang sampai terlilit hutang. Udah, pakai aja uang yang dikasih ke Puja. Please... Puja ikhlas. Lagi pula ini demi kebaikan kita bersama." ucap Puja lembut.
"Tapi..."
Cup
"Kali ini turunin rasa gengsinya. Demi Puja dan anak-anak." ucap Puja sambil membelai pipi suaminya.
"Maafin akang, akang malah jadi nyusahin Puja." ucap Sofyan lirih.
"Siapa bilang nyusahin. Enggak kok. Puja senang akhirnya bisa berguna, walaupun sebenarnya itu uang akang sendiri." ucap Puja sambil terkekeh kecil. Sofyan yang merasa bersalah sekaligus terharu langsung memeluk Puja dengan erat. Menciumi kepala dan juga menciumi setiap inci wajah Puja tanpa tertinggal sedikitpun.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁
Sop....! Udah dikasih double, ayo dong like, komentar dan vote ya.