Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy
Kebohongan Dimata Mu


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Sofyan langsung dihadiahi pelototan tajam dari Puja.


"Akang dari mana tadi?" tanya Puja dingin.


"Habis cari pakan ikan sayang." bohong Sofyan.


"Kenapa nomernya enggak aktif?" cecar Puja.


"Hp nya ngedrop sayang. Udah ah, masa suami baru pulang udah marah-marah aja, udah makan belum?" Sofyan berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Gimana Puja mau makan coba. Kang Sofyan pergi gak kasih kabar!" ucap Puja meluapkan kekesalannya.


"Iya, kan akang udah jelasin tadi akang cari pakan dulu." ucap Sofyan.


"Akang enggak bohongin Puja kan?" tanya Puja.


"Enggak sayang" jawab Sofyan setenang mungkin agar Puja tak curiga.


"Ya udah ayok makan, Puja laper..." ucap Puja sambil menggandeng tangan Sofyan dengan manja.


"Mau makan pake nungguin akang segala." ucap Sofyan.


"Makannya mau disuapin." ucap Puja manja.


"Akang mandi dulu sebentar ya, bau keringat sama bau amis." ucap Sofyan.


"Iya. Puja tunggu disini." jawab Puja. Setelah Sofyan pergi kedalam kamarnya Puja menatap nanar.

__ADS_1


'Puja tahu akang lagi bohong. Kang Sofyan enggak pandai berbohong. Kenapa akang tega bohongin Puja?' batin Puja.


Beberapa saat kemudian...


Sofyan sudah selesai dengan ritual mandinya dan kini ikut bergabung bersama Puja dimeja makan.


"Ayo sayang makan." ucap Sofyan.


"Ayo" ucap Puja sambil memaksakan senyumnya. Sungguh Sofyan salah jika bermain-main dengan Puja. Puja ratu drama dan Sofyan aktor anyaran yang masih amatiran, gampang saja kebohongannya terbaca.


"Udah yang, tiba-tiba Puja enggak nafsu makan." ucap Puja.


"Ini baru sedikit, katanya lapar?" ucap Sofyan.


"Entah nih bawaannya gak nafsu." ucap Puja.


"Ya udah minum susu ya, akang buatin susunya." ucap Sofyan.


"Enggak boleh gitu dong sayang. Dede utun kan butuh asupan nutrisi. Puja enggak kasihan sama dede utun dalam perut?" ucap Sofyan.


"Hmm. Ya udah." jawab Puja.


"Tunggu disini akang buatin susu dulu." ucap Sofyan. Puja mengangguk lalu memperhatikan suaminya yang begitu cekatan membuatkan susu untuknya.


'Akang lagi nutupin apa sih dari Puja? kenapa akang enggak jujur? apa ini ada hubungannya dengan Risma?' batin Puja sambil terus memandangi suaminya.


"Ini susunya, habisin ya." ucap Sofyan. Puja menurut dan menghabiskan susu itu.

__ADS_1


"Pinter. Jangan males-males minum susunya ya sayang." pesan Sofyan.


"Akang cinta enggak sih sama Puja?" tanya Puja tiba-tiba.


"Kok masih aja ditanya. Ya cinta dong sayang, cintaaa...... banget!" ucap Sofyan sambil membelai pipi mulusnya Puja.


"Jangan bohongin Puja lagi ya kang. Puja minta akang terbuka sama Puja. Jangan ada yang ditutup-tutupin." ucap Puja sambil memandang lekat wajah Sofyan.


"Iya sayang. Akang akan selalu jujur sama Puja." jawab Sofyan.


'Maafin akang Puja, akang takut kamu stress kalau jujur soal Risma. Keadaannya darurat sayang' batin Sofyan.


"Kita istirahat yuk, akang capek sayang." ucap Sofyan.


"Akang duluan aja, nanti Puja nyusul." ucap Puja.


.


"Akang maunya di temenin sama kamu." rengek Sofyan.


"Ya udah, ya udah ayo..." ucap Puja.


Setelah itu mereka berbaring saling memeluk dikasur mereka. Namun mereka terlarut dengan fikiran masing-masing.


Sementara ditempat lainnya, Ilyas tengah mabuk dengan botol-botol minuman beralkohol yang menemani kesendiriannya. Ilyas sangat stress karena hingga saat ini belum berhasil menemukan keberadaan Risma.


"Sofyan bajingan! lu ambil Puja! lu juga ambil Risma! gue bun*h lo sialan!" ceracau Ilyas yang tampak sangat frustasi.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa like komentar dan vote sebanyak-banyaknya ya. Sirem kembang kalau perlu.


__ADS_2