
Sementara ditempat lainnya Dila tengah menyiapkan keperluan Bagja dan memasukkan kedalam tas kerja milik Bagja.
"Semua udah disiapin ya A," ucap Dila.
"Iya sayang, duluan aja ke meja makan, A Bagja nanti nyusul." ucap Bagja.
"Iya," jawab Dila sambil keluar dari dalam kamarnya menuju meja makan, ternyata disana sudah ada Sofyan dan Puja yang menunggu.
"Bagja mana?" tanya Puja.
"Masih nyisir." jawab Dila sambil menyunggingkan senyumnya.
"Oh iya, semalam pulang jam berapa?" tanya Puja.
"Nyampai sini jam 2 pagi bun," jawab Dila.
"Emang kemana aja sih, kemarin?" tanya Puja sedikit kepo.
"Biasa bun, aa ngajak honeymoon dadakan" jawab Dila jujur.
"Dih, atuh jadinya kilat banget kalau gitu mah." ucap Puja sambil geleng-geleng kepala.
"Enggak apa-apa bun, Dila seneng kok. Lain kali honeymoon lagi." jawab Dila. Tak lama setelah itu Bagja keluar dan ikut bergabung untuk sarapan dimeja makan. Dengan sigap Dila menuangkan nasi dan beberapa lauk ke piring Bagja.
"Makasih sayang." ucap Bagja.
"Sama-sama sayang." jawab Dila. Sofyan dan Puja saling berpandangan, senang melihat kemesraan anak dan menantunya itu. Mereka berharap akan ada bayi kecil yang segera menghiasi rumah ini dengan tangisnya.
Setelah semuanya sudah selesai sarapan bersama, Dila dan Puja pun ikut bersiap-siap hendak ke salon. Mereka berangkat dengan diantar Bagja menggunakan mobilnya. Sementara Sofyan seperti biasa berdinas ditambak miliknya.
//
Sesampainya di salon, Puja dan Dila sudah disambut oleh Iis.
"Duh, bu besan pagi-pagi udah dateng aja." ucap Iis sambil cipika cipiki dengan Puja.
"Harus atuh, kan habis nikahin dia bujang jadi dompetnya lumayan menipis ini. Kudu diisi ulang." canda Puja.
"Masa bu bos sampai kehabisan duit. Asa te percaya (kayak enggak mungkin)". goda Iis. Mereka yang berada disana pun tertawa bersama.
"Ya udah duo mamah, Bagja pamit dulu. Nitip Dila ya, kalau nakal ciwit (cubit) aja." ucap Bagja sambil menyalami Iis dan Puja secara bergantian.
"Iya, sok kerja yang rajin. Skincare dan biaya perawatan Dila kan mahal." ucap Iis bercanda.
"Mamah iiih!" Dila mengerucutkan bibirnya.
"Bercanda atuh geulis. Udah punya suami juga masih ambekan keneh (masih sering merajuk)," ucap Iis.
__ADS_1
"Aa, tuh mamah marahin...!" adu Dila kepada Bagja.
"Enggak berani sayang, nanti aa di kutuk jadi ganteng." canda Bagja.
"Kan emang udah ganteng, aa nyebelin ih!" ucap Dila sambil mencubit perut Bagja.
"Enggak sayang bercanda atuh. Ya udah aa berangkat dulu, entar kesiangan." ucap Bagja sambil mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Dila dan dicium dengan khidmat.
"Hati-hati dijalan ya." pesan Dila.
"Iya sayang" jawab Bagja.
//
Sesampainya di kantor, Bagja sudah disambut dengan tatapan nakal teman-temannya.
"Aduh penganten anyar mah, beda auranya juga. Seger, bahagia, bersinar-sinar," ucap Dimas.
"Mangkanya nikah, biar enggak ngenes." ucap Bagja.
"Adeh, pameeer! iya lah iya yang udah punya istri, istrinya cantik lagi kayak bidadari." ucap Doni ikut menimpali.
"Sayang banget ya Don, kita kalah cepet. Enggak tahu kalau dikampung terpencil ada bidadarinya." ucap Dimas.
"Kalau tahu dari dulu, wah enggak akan deh disia-siakan kesempatan itu." ucap Doni. Bagja hanya menggeleng pelan.
"Ada lagi enggak ja, biasanya kan kalau bidadari ada tujuh, yang kamu nikahin kan satu, masih ada enam tuh. Kenalin dong." ucap Dimas.
"Iyalah yang semangat cari nafkah buat istri cantik biar skincare nya aman terkendali." sindir Doni.
"Enggak perlu pakai skincare juga cantiknya udah banget-banget." ucap Bagja membanggakan.
"Oo.. iya iya, percaya seribu persen." ucap Dimas mangut-mangut. Kemudian mereka semua kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
//
Di tempat lainnya Dila tengah berbaring di sofa empuk disalon itu, dia kelelahan dan mengantuk karena semalaman tidak tidur. Membuat Iis merasa iba, apa jangan-jangan menantunya itu menggarap Dila hingga lemas seperti itu dan tak membiarkannya istirahat barang sejenak. Wah, tidak bisa dibiarkan. Kudu protes sama bu besan.
"Si Dila kenapa lemes banget ya kayak orang capek dan ngantuk berat." ucap Iis kepada Puja.
"Kemarin tuh mereka jalan-jalan, katanya honeymoon dadakan, tapi kilat banget, entah kemana perginya yang jelas jam dua pagi baru pulang kerumah." ucap Puja menjelaskan.
"Ooh, kejar setoran gitu amat, kan bisa atuh ditunda lain waktu." ucap Iis.
"Ya biarin atuh Is, biar cepet dapet cucu. Aku udah enggak sabar pengen dipanggil Grandma." ucap Puja antusias.
"Iya, tapi Dila kan masih kuliah, gimana nanti kalau dia hamil." ucap Iis.
__ADS_1
"Berhenti aja, biar fokus dirumah atau ngurus salon. Nerusin usaha salon kita. Kalau bukan Dila siapa lagi." ucap Puja.
"Anak itu mana mau, manjanya kayak gitu." ucap Iis.
"Ya belajar, semua butuh proses, udah kamu tenang aja enggak usah dibikin ribet, hamil cepet syukur Alhamdulillah. Enggak ya udah. Biar mengalir seperti air." ucap Puja dengan bijak.
"Iya, eh Vino sama Alya gimana kabarnya?" tanya Iis.
"Mereka lagi honeymoon ke Ciwalini katanya." ucap Puja.
"Ciwalini Ciwidey?" tanya Iis.
"Iya, nginep disana, baru dua hari ini." ucap Puja.
"Wah seru, kita kapan atuh?" tanya Iis.
"Dih, udah nini-nini masih mau honeymoon an segala." ucap Puja sambil bergidik ngeri.
"Apa salahnya, kan kata kamu juga untuk menjaga kemesraan dalam rumah tangga." ucap Iis sambil mengedipkan sebelah matanya. Puja hanya terkekeh kecil. Namun fikiran nya menerawang jauh memikirkan Alya dan Vino, apakah mereka benar-benar honeymoon atau tidak. Karena dia juga menyadari jika Alya dan Vino menikah karena keterpaksaan dan saat itu belum ada perasaan apapun diantara mereka.
//
Bagja, Dimas dan Doni tengah menikmati makan siang bersama di sebuah kantin didekat kantor tempat mereka berkerja. Bagja yang sejak tadi mengirim pesan kepada Dila mendadak bad mood karena Dila tak membalasnya, ditelfon juga tak diangkat. Kemudian dia menghubungi Puja mamahnya.
(Mah, Dila kemana? kok di telfon enggak diangkat) Bagja.
Ting
(Dila lagi tidur sayang. Kayaknya dia ngantuk banget, kecapekan mungkin) balas Puja.
(Oh iya Bagja lupa, ya udah mah. Kalau gitu titip Dila ya, nanti pulangnya Bagja jemput) Bagja.
Ting
(Iya kasep, semangat kerjanya ya. Dila biar istirahat dulu kasihan) Puja.
(Iya mah) Bagja.
Setelah berkirim pesan dengan Puja, Bagja merasa tenang, karena Dila ternyata sedang istirahat. Kemudian dia ikut bergabung bersama teman-teman nya.
"Ja, kamu tahu enggak, katanya anak kepala dinas kita mau magang kerja disini." ucap Dimas.
"Apa iya?" tanya Bagja.
"Iya, cantik katanya Ja, semoga aja jodoh aku." timpal Doni.
"Enak aja, jodoh aku." ucap Dimas.
__ADS_1
"Udah, udah lah, ayo makan, keburu habis jam istirahat nya gara-gara kebanyakan ngobrol." ajak Bagja yang tak mau membahas perempuan karena tidak tertarik sama sekali. Selain karena sudah ada Dila, sejak dulu Bagja memang tak suka ngobrol dengan tema wanita.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁