
"Sebelum kamu mengatakan hal itu, aku sudah tak bisa lepas darimu. Entah jampi-jampi apa yang kau rapalkan sehingga membuatku tak ingin lepas darimu."
⭐⭐⭐⭐
"Yah, malam ini bisa nggak menemani Daffa bertemu mister Andrew?" tanya Daffa melalui telepon.
"Kamu mau melamar Erin?" Terdengar tawa Daffa dari seberang sana.
"Belum yah. Ada yang perlu kita bicarakan. Nanti sore Daffa jemput ayah di kantor."
"Kalau bundamu tanya bagaimana?"
"Bilang saja ayah ada meeting."
"Kamu ngajarin ayah membohongi bundamu?" tanya Irwan.
"Lho, ayah kan nggak perlu bohong. Kita kan memang mengadakan pertemuan dengan mister Andrew," jawab Daffa. "Toh selama ini bunda juga nggak pernah menanyakan detail meeting yang ayah ikuti."
"Memang iya sih. Tapi memangnya ada apa sih? Kayaknya urgent banget. Kamu tidak menghamili anaknya mister Andrew kan?" tanya Irwan cemas. "Ayah tahu kamu sudah dewasa dan hal seperti itu biasa dilakukan oleh generasi muda jaman sekarang. Tapi ayah nggak nyangka kamu berani melakukan perbuatan dosa itu."
"Ayah, nggak ada yang hamil. Daffa masih cukup waras untuk tidak melakukan hal tersebut. Ayah harus percaya Daffa nggak akan melakukan hal seperti itu sebelum menghalalkan Erin " Terdengar Irwan menghembuskan nafas lega.
"Hati-hati Daf dalam menjalani hubungan ini. Setan selalu mengintai untuk menjebak manusia dalam pusaran gairah. Ayah akan lebih tenang bila kalian segera menikah."
"Insyaa Allah yah. Makanya Daffa mau kita bertemu dulu dengan mister Andrew. Ada hal penting yang harus kami sampaikan pada kalian."
"Baiklah. Nanti kamu jemput ayah. Setelah shalat maghrib baru kita berangkat."
"Oke bos!"
⭐⭐⭐⭐
"Dad, can I talk?" tanya Erina melalui telepon kepada Andrew.
"Off course . Come to my office."
Erina bergegas menuju ruangan Andrew. Di depan ruangan dilihatnya Kimmy sedang asyik menatap laptopnya. Wajahnya tampak serius namun memerah.
"Hey... what are you doing?" sapa Erina tiba-tiba. Teguran tersebut membuat Kimmy gelapan dan ia langsung menutup laptopnya.
"Eh, kak Erin."
"Hayooo... lagi nonton apa? Pasti lagi nonton film nggak benar ya?" tebak Erina. Wajah Kimmy memucat. Erina tergelak melihatnya.
"Eengh... nggak kok," sanggah Kimmy sedikt panik.
__ADS_1
"Nggak usah bohong," ledek Erina. "Coba kakak lihat laptop kamu."
"Iiih kak Erin nggak usah ngide deh. Tadi Kimmy cuma liat video yang dikirim Edo."
"Edo pacar kamu? Jangan aneh-aneh lho. Kalau cowok sudah mulai kirim video kayak gitu, kamu harus hati-hati. Kalau belum siap sebaiknya nggak usah melakukan hal 'itu'."
"Memangnya sampai seusia ini kak Erin belum pernah melakukan hal 'itu'?" tanya Kimmy penasaran.
"Pengen tau aja. Anak kecil nggak boleh mikir yang aneh-aneh. By the way, di dalam lagi ada tamu nggak?"
"Nggak. Kak Erin mau ketemu uncle?"
"Iya." Erina melangkah mendekati pintu. Sebelum masuk ruangan Andrew, Erina menoleh ke arah Kimmy. "Ingat, nggak usah nonton yang aneh-aneh. Nanti kepengen repot."
"Hey Dad. Are you busy?" tanya Erina saat dilihatnya Andrew sedang memeriksa kertas-kertas di hadapannya. "What's that?"
"Laporan progres project Prince Building," jawab Andrew tanpa mengangkat pandangannya.
"Ada masalah?" Erina mendekat.
"Nope. Just checking the progress. So far everything is on the track."
"Dad, do you have any appointment for tonight?"
"Dad, Erin mau ajak daddy makan malam bersama Daffa dan pak Irwan." Andrew menatap Erina heran.
"Kenapa mendadak banget? Daffa asking permission to marry you?"
"Not yet dad. Ada masalah penting yang harus dibahas lebih lanjut sebelum kami mengambil keputusan menikah."
"Are you pregnant?"
"Daaaad... I'm not that stupid. I know how to play save. And for your info I'm still a virgin."
"I'm proud of you, my lil' girl. I know I can trust you. Jangan bilang kamu minta ijin daddy untuk tinggal bersama Daffa."
"Hmm... that's a perfect idea."
"Hey, don't do that! Your mom will colapse when she hear about it."
"Don't worry dad. I won't do that unless you say i can do it."
"You're silly girl."
Erina memeluk sayang sang daddy. "Jadi daddy mau kan diner sama Erina malam ini?"
__ADS_1
"What about your mom?"
"Just tell her that you want to spend qualitu time with your own daughter. We can tell her when everything is settle."
"Okay."
⭐⭐⭐⭐
"Jadi maksudnya, kalian meminta dukungan kami?" tanya Irwan.
"Are you sure about this Rin? Dan kamu Daffa, kenapa kamu tidak menyerah saja menuruti keinginan ibumu?" tanya Andrew.
Mereka berempat duduk ruang VIP sebuah resto. Daffa dan Erina duduk berdampingan menghadapi Irwan dan Andrew.
"Maaf om, saya sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya saat ini dirasakan. Bullshit kalau saya bilang love at first sight. Hanya saja hati kecil saya meyakini bahwa kami berdua cocok untuk berpasangan, bahkan mungkin membina rumah tangga. Lagipula usia kami sudah cukup dewasa untuk menikah."
"Erin, apa kamu melakukan ini karena ingin menolak perjodohan yang akan dilakukan oleh eyangmu?" Kali ini pandangan Andrew beralih pada Erina.
"Itu salah satu alasan kenapa aku ingin mencoba dengan Daffa. Alasan lain adalah aku merasa Daffa berbeda dengan pria lain yang pernah dekat denganku."
"Tapi apa kamu yakin siap menghadapi bundanya Daffa? Seperti kamu tahu, Daffa satu-satunya anak lelaki kami. Kamu tentunya memgerti kalau bundanya menginginkan calon menantu yang terbaik untuk anak lelakinya." Irwan menatap serius kepada Erina dan Daffa. "Kamu juga tahu kalau Daffa nggak akan mungkin menentang bundanya."
"Itulah sebabnya kami membutuhkan dukungan kalian," Daffa memohon kepada Irwan. "Aku tahu ayah lebih open-minded. Ayah percaya kan seseorang bisa berubah menjadi lebih baik? Bahkan seorang bajingan kelas kakap saja bisa berubah menjadi manusia lebih baik."
"Daf, ayahmu benar. Sayapun tidak setuju kalau kamu menentang ibu kamu. Saya juga tidak mau anak saya memiliki mertua yang tidak menyayanginya."
"Om, Dad... Erin tidak menginginkan Daffa menjadi anak yang durhaka terutama kepada ibunya. Tapi Erin juga tak ingin menyerah begitu saja. Erin sadar kalau Erin bukan calon menantu idaman para ibu. Tapi entah mengapa Erin sangat yakin, Daffa akan membawa perubahan yang baik untuk Erin. Itulah sebabnya Erin bertekad untuk berubah dan menaklukan tante Mira agar dapat menerima Erin," jelas Erin panjang lebar.
"Bagaimana pak Irwan? Kalau saya boleh memilih, maka saya akan menyuruh Erina mundur. Saya tak ingin anak saya menderita. Lebih baik saya bawa dia ke Texas dan mencari menantu disana." Andrew menatap putri semata wayangnya dengan pandangan prihatin. Kenapa kamu harus selalu menghadapi permasalahan yang sama, batin Andrew.
"Yah, tolong percaya pada Daffa. Erin adalah pilihan Daffa." Daffa menggenggam erat tangan Erina. "Semua manusia memiliki masa lalu dan kekurangan. Bahkan Daffa pun bukan manusia sempurna. Tapi Daffa yakin kami akan saling mengisi kekurangan dan memberi pengaruh baik satu dengan yang lain."
Irwan memandang keduanya bergantian. Ia dapat melihat kesungguhan di mata kedua anak muda ini. Sebenarnya dulu pun ia menghadapi masalah yang kurang lebih sama. Keluarga Mira pada awalnya menentang dirinya yang berasal dari keluarga broken home. Walaupun berasal dari keluarga berada, namun hidup Irwan lebih liar dari Erina. Bukan hanya minum, obat-obatan terlarang dan s*** menjadi bagian dari hidupnya di masa lalu. Dulu ia sempat merasakan di bui akibat berkelahi saat m***k. Bahkan ia bolak balik masuk rehabilitasi
Pertemuan dengan Mira yang mengubahnya. Mira yang saat itu bekerja sebagai perawat tak pernah lelah memberi dukungan kepadanya untuk berubah menjadi lebih baik dan meninggalkan semua hal buruk dalam hidupnya. Mungkin inilah sebabnya Daffa memiliki kesamaan sifat dengan sang bunda.
"Please yah, tolong support kami."
"Sepertinya saya tak memilik alasan untuk menentang keinginan baik anak-anak kita." Akhirnya Irwan menyatakan kesediaannya.
"Kalau pak Irwan bersedia, kenapa saya tidak. Tapi tolong kalian ingat, jangan gampang menyerah apapun yang kalian hadapi nanti. Mungkin satu masalah akan selesai namun masalah lain akan muncul. Please, tetaplah kalian kuat dan kompak menghadapinya," petuah Andrew.
"Wow, I don't realize that you're so wise, mister Smith," ledek Erina. "Please don't tell mom abouts it. I'm sure she'll againts this plan. You know mom."
⭐⭐⭐⭐
__ADS_1