Terpikat Cinta Janda

Terpikat Cinta Janda
Eps 134


__ADS_3

Waktu berjalan dengan begitu cepat. Tibalah saatnya seluruh umat muslim merayakan hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa Ramadhan. Sedangkan hubungan antara Naya dan Nani semakin hari semakin akrab. Bahkan selama bulan puasa ini Naya jarang sekali memasak lantaran Nani dan Rahma yang selalu bergantian memintanya untuk berbuka puasa di rumah mereka.


"Kita mau ke mana dulu nih?" tanya Gino begitu mereka sudah sama-sama siap di dalam mobil untuk memutuskan antara mau pergi ke rumah Rahma apa rumah Nani dulu.


Naya hanya tersenyum, tetapi Gino langsung paham dengan arti senyum itu.


"Oke, kita ke rumah bapak ibu dulu," kata Gino langsung memutuskan.


Seorang anak perempuan pastinya akan lebih terburu untuk mengunjungi orang tuanya sendiri, dan Gino tidak mau egois dengan hal itu, meski sebenarnya dirinya juga sama-sama ingin mendahulukan untuk berkunjung ke rumah orang tuanya juga.


"Tapi kamu gimana, Mas?" tanya Naya merasa tak enak sendiri.


Naya juga tak ingin egois. Setidaknya Gino pasti juga merasakan seperti yang dirasakan dirinya yang ingin segera menemui orang tuanya di hari yang fitri ini.


"Ya nggak pa-pa. Kita bisa datang ke rumah ayah ibu nanti sore, sekalian nginep di sana, gimana?" jawab Gino tanpa ada rasa keberatan sama sekali.


Naya langsung mengangguk setuju. Setelah itu mobil mereka langsung melaju menuju rumah orang tua Naya. Sedangkan Lala dari tadi sibuk dengan mengajak adiknya bercanda. Nana yang sudah pandai diajak tertawa itu membuat Lala semakin gemas dengan adiknya.


Tak lama kemudian mereka telah tiba di rumah Abdul dan Rahma. Keluarga Naya itu memang sudah menunggu kedatangan mereka sambil duduk-duduk santai di teras rumah. Langsung saja Naya dan Gino saling bersalaman kepada Abdul dan Rahma. Saling meminta maaf seperti halnya tradisi di hari raya idul fitri.


Lala dengan polosnya langsung loncat-loncat kegirangan begitu di tangannya sudah memegang beberapa angpao lebaran yang diberikan oleh kakek neneknya, dan juga dari Riki. Satu kabar bahagia juga datang dari Riki, karena adiknya Naya itu langsung diterima bekerja di sebuah kantor surat kabar meski ia hanya lulusan SMK. Takdir setiap orang memang tidak bisa ditebak. Riki yang hanya berbekal mahir di bidang IT bisa dengan mudah menjadi pegawai kantoran.


"Wah... Baju Lala bagus sekali," ucap Rahma menyapa Lala yang saat itu mengenakan gaun berwarna lilac pemberian dari Nani.


"Iya dong... Baju ini dari mbah uti," sahut Lala sambil putar-putar memegangi ujung gaunnya yang memang mekar.


"Dari nenek kalah bagus dong."


"Baju yang dari nenek mau dipake besok."


"Baju yang dari om Riki mau dipake kapan, La?" sambung Riki.


"Mmm... Besoknya lagi."

__ADS_1


Mendengar celotehan Lala semua orang tertawa gemas. Memang benar, untuk baju lebaran Lala dan Nana sama-sama banyak, bisa dikatakan mereka bisa ganti baju baru tiap hari selama seminggu. Itu karena Nani, Rahma dan Riki, sama-sama membelikan mereka baju baru sebagai hadiah lebaran.


"Mas Gino, mbak Naya, buatku nggak ada angpao gitu?" Tiba-tiba Farhan ikut bersuara.


"Puasa kamu full belum?" canda Naya.


"Bolong seminggu, Mbak. Tapi itu kan karena aku sakit, jadi sama ibu belum dibolehin puasa dulu takut sakit lagi," jawab Farhan dengan jujur.


Setelah itu Gino mengeluarkan beberapa amplop angpao yang memang sudah disiapkan olehnya.


"Wah... Itu buat aku semua, Mas Gino?" tanya Farhan langsung berbinar melihat Gino memegang empat angpao di tangannya.


"Ini buat kamu." Lalu Gino memberikan satu angpao untuk Farhan.


"Terimakasih, Mas Gino. Tapi kok tipis sekali?" kata Farhan yang kemudian mengintip isi angpao itu.


"Yeayy... Uang merah! Uangku banyak! Yeayy... Uangku banyak!" pekik Farhan loncat-loncat kegirangan begitu melihat ada tiga lembar uang kertas merah di dalamnya.


Semua orang kini balik menertawakan tingkah Farhan yang memekik senang.


"Loh, tapi kan mas Riki sudah besar?" Farhan langsung protes.


"Yeeiii... Biar sudah gedde tapi aku juga adiknya mbak Naya sama mas Gino." Riki mulai menggoda Farhan sambil menjulurkan lidahnya.


"Ah, nggak adil! Mas Riki dapat berapa angpaonya? Jangan-jangan uangnya lebih banyak karena mas Riki besar."


Setelah mengatakan itu Riki dan Farhan saling berkejaran sekitar halaman rumah. Farhan sangat kepo dengan isi angpao milik Riki yang nyatanya nominalnya memang lebih banyak dari milik Farhan.


"Ibu, bapak, ini untuk kalian. Maaf kalau isinya tidak seberapa. Tolong jangan ditolak. Karena saya dan Dek Naya ingin dapat barokah do'a dari kalian," ucap Gino sambil menyerahkan amplop itu kepada Rahma dan Abdul.


Rahma dan Abdul langsung menerimanya dengan suka rela.


"Terimakasih, Nak Hino, Naya. Semoga Allah menggantinya dengan rejeki yang lebih banyak untuk kalian," ucap Rahma.

__ADS_1


Abdul pun juga mengucapkan kata terimakasih yang mengandung do'a untuk Gino dan Naya.


Setelah itu, mereka semua duduk dengan tenang di ruang makan. Karena Rahma sudah menyiapkan menu favorit ketika lebaran, yaitu ketupat dan opor ayam.


"Om Ahan, angpao buat Yaya mana?" celetuk Lala saat semua keluarga sudah hening menikmati makanannya.


Kompak seluruh orang rumah tertawa mendengar kepolosan Lala yang meminta angpao kepada om kecilnya yang notabene masih SD. Tetapi tak disangka rupanya Farhan diam-diam juga telah menyiapkan angpao untuk Lala.


"Yaah... Om Ahan pelit!" ucap Lala setelah mengintip isi amplop dari Farhan yang cuma berisi dua lembar uang sepuluh ribuan.


"Om kan masih kecil, La. Om masih belum bekerja. Itu om ngambil di celengan om. Disyukuri aja kenapa sih?" sewot Farhan yang sebenarnya tidak marah dengan Lala.


Alhasil hari itu keluarga Abdul berhasil dibuat heboh lagi oleh karena tingkah Farhan dan Lala. Om kecil dan ponakan yang super ceriwis saling beradu mulut, tetapi syarat penuh canda.


***


Sore harinya Gino dan Naya pamit kepada Rahma untuk pergi ke rumah Nani. Sebelum itu mereka sudah berembug kalau mereka akan bersilaturahmi ke keluarga besar Naya besok lusa saja. Mengingat libur kerja Gino yang cukup singkat, tentunya mereka harus bisa mengatur jadwal agar bisa mengunjungi sanak famili dengan merata.


Untuk besok adalah khusus berkunjung ke keluarga besar Gino. Karena malam ini mereka memutuskan untuk menginap di rumah orang tua Gino.


Kedatangan Gino dan keluarga kecilnya langsung disambut bahagia oleh Suryo dan Nani. Rumah itu menjadi semakin ramai, apalagi setelah kedatangan anggota keluarga baru, yaitu bayinya Mila dan Agus. Lala yang memang sangat senang bermain dengan bayi tentunya merasa senang berada di rumah itu.


Lengkaplah sudah kebahagiaan yang dirasakan oleh Naya dan Gino. Apa yang sebelumnya telah menjadi bahtera dalam rumah tangganya kini berbalik menjadi sebuah kebahagiaan. Nani telah benar-benar membuka kedua tangannya menyambut Naya, Lala, dan Nana. Kebahagiaan itu ditambah lagi dengan kabar baik dari Vita. Adiknya Gino itu diketahui tengah hamil dua bulan.


***


THE END


Hai redersku semua...


Terimakasih ya selama ini sudah setia membaca karya othor. Semoga endingnya tidak mengecewakan kalian ya...


Othor minta maaf kalau belakangan ini jarang up. Itu karena ada sesuatu yang tidak memungkinkan othor untuk menulis. Tetapi othor juga minta sama kalian untuk mau membaca karya othor yang lainnya juga🤭Semoga kalian juga suka dengan karya-karya othor yang lainnya yang dijamin tak kalah seru.

__ADS_1


Caranya klik profil othor ya... Disitu akan muncul beberapa karya othor yang lainnya. Sudah ada beberapa yang tamat loh. Jangan lupa othor juga minta dukungannya di karya baru othor yang berjudul "BELENGGU CINTA YANG LALU"


Terimakasih... Salam sayang dari author MAY.s 🥰


__ADS_2