
Gino berdiri dari tempatnya, tetapi Naya malah sengaja beranjak seakan ingin keluar kamar lagi. Segera Gino berlari kecil dan langsung menghadang tepat di depan Naya, dengan kedua tangannya yang merentang pertanda dilarang lewat.
Naya yang melihat suaminya begitu hanya memasang senyum kecil. Rasanya sudah cukup untuk mengerjai suaminya.
"Mas," sapa Naya sambil kemudian semakin mendekatkan jaraknya kepada Gino.
Gino tidak menyahut, tatapan matanya sudah menatap lapar ingin segera menikmati indahnya pengantin baru.
"Lihat tuh dibawah," kata Naya sambil melirik nakal pada pusat inti Gino.
Dengan bodohnya Gino ikut melihat ke arah Naya menunjuk.
"Ada yang berdiri tegak tapi bukan tiang listrik," tambah Naya asal nyeletuk sambil terkekeh kecil.
"Hemm... Kamu mulai nakal ya," sahut Gino dan langsung mengambil gelas itu dari tangan Naya, kemudian meletakkannya ke atas nakas.
Naya senyum-senyum sendiri jadinya. Lalu dengan sengaja Naya memeluk Gino dari belakang. Respon pria itu langsung berbalik badan, kemudian mengangkat tubuh Naya dalam gendongannya. Dan lalu membaringkan tubuh Naya ke atas ranjang.
Sejenak tatapan keduanya saling bertautan dalam. Tangan Gino mulai membelai pucuk kepala Naya, dan wanita itu menyambutnya dengan senyum manisnya.
"I love you, Inayah," ucap Gino diikuti dengan kecupannya yang mendarat di kening Naya.
"I love you too, mas Gino," jawab Naya.
Jemari wanita itu sudah lihai membuka satu persatu baju koko yang dipakai Gino, karena kebetulan saat itu Gino belum mengganti pakaian sholatnya, yang tentunya saat ini pria itu juga sedang bersarung. Gino seakan pasrah diperlakukan seperti itu. Seperti menunggu seberapa liar menikahi wanita janda seperti Naya.
__ADS_1
Saat kancing baju itu terlepas total, tangan Naya mulai mengelus-elus lembut pada perut Gino. Hal itu memicu reaksi Gino untuk langsung membungkam mulut Naya dengan ciumannya. Pria itu sudah tidak tahan untuk menunggu bagaimana Naya akan bertindak selanjutnya. Saat ini ia hanya ingin bercinta sampai sama-sama puas. Itu saja!
Bibir itu tetap saling berpadu dalam lummatan yang semakin liar. Sedangkan tangan Gino sudah mulai aktif menjalar pada setiap inci tubuh Naya. Paha putih itu yang saat ini menjadi tempat eksplor nya. Mengusap-usap manja, sehingga perlahan kedua kaki Naya mulai membentang dengan sendirinya.
Mereka menghentikan ciumannya di saat sama-sama membutuhkan udara untuk mengatur nafas. Akan tetapi kemudian kembali lanjut dengan gaya terbaru, yaitu saling membelit lidah yang kemudian perlahan turun hingga ke leher jenjang Naya. Sesapan pria itu begitu lembut di leher Naya, membuat wanita itu seketika mendessah kecil saat dirasa Gino sedang cosplay menjadi dracula.
Stempel kepemilikan telah banyak Gino buat di leher putih istrinya. Kemudian pria itu turun perlahan ke arah dua bukit kembar, di sanalah ia akan bereksplor lagi. Kedua tangan pria itu memijat manja pada bukit squishy. Semakin dipijat, volume nya seperti semakin berisi dan mengeras, pertanda Naya mulai ter4n9san9 karenanya.
Sedangkan Naya hanya bisa menggeliat kan badannya, akibat merasakan kenikmatan yang dilakukan suaminya. Tangan wanita itu mulai melepas total baju Gino dan melemparnya ke sembarang arah. Pria itu saat ini sudah bertelanjang dada di atas tubuhnya.
Perlahan tangan Naya turun untuk menarik sarung yang digunakan Gino. Tetapi kemudian urung lantaran penasaran ingin menyentuh si burung, apakah sudah terbangun sempurna atau tidak. Dan...
"Aah, Sayang..."
Dessah Gino saat dengan sengaja Naya menggenggam pusaka miliknya yang rupanya sudah mengeras sempurna.
Gino tersenyum aneh. Akan tetapi kemudian tangan pria itu dengan liarnya masuk ke daerah inti Naya yang rupanya sesuai dengan dugaan Gino, landasan bebas hambatan segitiga lagi, alias sudah siap di terobos masuk oleh pusakanya.
"Waw... Kamu sudah basah, Dek," kata Gino dengan jujur, membuat reaksi Naya seketika bersemu merah karena malu ketahuan sudah basah duluan.
Naya menggigit kecil bibir bawahnya ketika jemari Gino mulai berkenalan dengan landasannya. Semakin di gesek, semakin membuat Naya mendessah, dan Gino sangat menyukai bunyi itu.
"Mm... Maass..."
Naya seperti ingin terbang, setelah mendapati perlakuan suaminya yang rupanya bisa membuatnya 0r945me secepat ini.
__ADS_1
"Aah, Maaasss..."
Dessah panjang Naya seiring cairan itu menyembur hangat dari intinya.
Gino membungkam mulut Naya dengan ciumannya lagi. Tanpa disadari, sarung yang dipakai Gino sudah lepas dengan sendirinya. Mendapati dirinya yang sudah polos total, kemudian Gino mulai membuka baju Naya, hingga akhirnya mereka sudah sama-sama polos total.
Naya melihat dengan jelas bagaimana tegaknya pusaka milik suaminya. Tetapi meski begitu, Gino tidak ingin keburu mendaratkannya. Masih ada satu hal lagi yang ingin pria itu rasakan, yaitu mencicipi langsung landasan surgawi nya dengan lidahnya.
Sebelum itu Gino mulai bermain di bukit squishy, dengan menyesap layaknya baby mimik susu. Puas bermain di sana, ciuman pria itu pindah ke permukaan perut rata Naya. Wanita itu meliuk-liukkan badannya lagi, saat Gino berhasil membuatnya merasakan geli-geli nikmat.
Lalu perlahan wajah Gino semakin turun dan mendekati organ intinya. Naya maksud apa tujuan pria itu. Makanya Naya dengan suka rela membuka kedua kakinya lebar-lebar, dan tanpa mengulur waktu Gino langsung mellummat dengan nakal di sana.
"Maaassss...."
Dessah panjang Naya terdengar lagi.
"Maasss.... Aah..."
Gino menghentikan sejenak, beralih menatap wajah Naya yang sudah mirip orang habis lari maraton karena nafasnya yang tersengal-sengal.
Tetapi kemudian Naya bangun akan duduk, Gino pun ikut duduk dengan kedua kakinya yang berselonjor. Langsung saja Naya duduk di pangkuan Gino.
"Dek, masukin sekarang ya?" kata Gino dengan suaranya yang sudah parau efek besarnya libido yang ia rasakan sekarang.
Naya sengaja menggeleng, membuat Gino semakin gemas melihatnya.
__ADS_1
Lalu dengan sekali tarikan, tubuh Naya sudah kembali berbaring telentang. Gino membelah kedua kaki istrinya, perlahan mulai mencondongkan pusakanya ke arah pintu landasan. Naya yang merasa sudah tiba saatnya, hanya bisa menggigit kecil bibir bawahnya. Jujur, wanita itu kembali merasa gugup. Meski tidak akan merasakan sakit seperti saat pecah perawan dulu, tetapi landasan itu sudah lama tidak beroperasi. Naya takut akan merasakan perih lagi, karena yang ia lihat pusaka itu lebih besar dan panjang daripada pusaka yang dulu pernah menerobos pada landasannya.
Lanjut besok yaa gaess... 🤪