
Dua minggu berlalu....
Semuanya berjalan dengan sangat lancar. Sebenarnya tidak terlalu lancar bagi Claudia, tapi setidaknya semuanya berjalan lancar bagi Adam.
Claudia bangun pukul 6 pagi, lalu mandi. Semua itu berkat kegigihan Adam yang selalu membangunkannya dengan cara apapun. Sampai Adam pernah membawa sebaskom air lalu menyiramnya ke wajah Claudia. Dan seperti itulah keseharian Claudia bangun tidur.
Kemudian pergi jogging dengan Adam. Sebenarnya Claudia merasa begitu bahagia dengan kegiatan itu, tapi dia tak menyangka bahwa Adam ternyata begitu fit dan bisa berlari cepat. Adam bisa mengimbangi kecepatan lari Claudia.
Sarapan menjadi bagian terbaik dari hari Claudia. Dia sangat menyukai keahlian masak dari Joni.
Di kampus, Claudia harus belajar lebih keras. Adam selalu menelepon dosen di kampus Claudia untuk mendapatkan laporan tentang dirinya. Claudia merasa begitu pusing dengan semua itu, tapi bagian yang paling ia sukai saat berada di kampus adalah jam makan siang. Saat itu dia bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Sejak pertama kali Claudia membawa makanan masakan Jono dan membagikan ke teman-temannya, Claudia lalu meminta Jono untuk membuat lebih banyak makanan untuk ia bawa ke kampus.
Claudia sangat suka pergi ke kelas tari. Dia memang tidak mau mengakui faktanya pada Adam, tapi dengan menari Claudia memang bisa merasakan lebih damai dan melepaskan semua rasa stres dan frustrasinya karena pelajaran. Claudia menjadi lebih sabar dan bisa mengendalikan emosinya.
Hari ini Claudia merasa begitu lelah karena tugas yang begitu banyak.
"Tapi, dia sahabat baikku. Bahkan lebih dari sahabat baik. Aku tidak mungkin melewati hari ulang tahunnya begitu saja." Ucap Claudia pada Adam yang tengah memandangi laptopnya dengan menggunakan kacamata, sementara Claudia sendiri duduk dihadapan Adam, sibuk dengan buku dan alat tulisnya.
Akhir-akhir ini, Claudia tidak pernah lagi membantah apapun yang dikatakan Adam. Ia akhirnya mengerti, jika selalu melawan Adam tidak akan ada gunanya bagi dirinya. Dia hanya harus mengikuti semua yang dikatakan Adam selama tiga bulan kedepan, maka jalan untuk bercerai akan berjalan dengan mulus.
"Aku sudah mengatakan padamu, tidak ada pesta. Mulai hari ini, kau tidak boleh pergi kemanapun." Ucap Adam tegas.
Claudia lalu berdiri.
"Aku sudah jadi penurut selama ini, dan beberapa minggu ini aku tidak pernah bertengkar denganmu. Aku tidak pernah melawan mu, apa kau tidak berpikir untuk memberikanku reward atas semua yang aku lakukan?" Ucap Claudia mencoba dengan wajahnya yang menggemaskan.
__ADS_1
Adam sebenarnya sangat tergoda dengan wajah menggemaskan Claudia, tapi dia berusaha untuk menutupi dirinya.
"Iya, tapi aku sudah memberikanmu reward dengan menandatangani surat cerai setelah tiga bulan ya kan? Jadi, kenapa aku harus memberikan reward yang lebih?" Balas Adam santai.
Claudia kini mencoba bersikap seperti anak kecil.
"Endra sudah seperti keluargaku sendiri. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Dia sahabatku yang paling terbaik. Tidakkah kau mengerti akan hubungan yang seperti itu?" Tanya Claudia.
Adam menatap Claudia dengan menaikkan alisnya sebelah.
"Baiklah, tapi kau harus berjanji untuk pulang tidak lewat dari jam 9 malam dan tidak boleh minum alkohol."
Claudia bertepuk tangan karena gembira.
"Baik, baik... Terima kasih ya." Ucapnya.
Hari berikutnya, Claudia menuju ke pesta setelah pulang dari kampus. Sebenarnya pesta tidak di mulai saat itu juga. Tapi, Endra yang mengajak Claudia pergi. Sementara tamu yang lainnya akan mulai berdatangan pukul 6, jadi keduanya bisa menghabiskan waktu bersama lebih lama.
Claudia sangat-sangat bahagia karena akhirnya, setelah begitu lama ia kembali bisa mendapatkan kebebasannya, setidaknya untuk beberapa jam. Jadi keduanya memulai dengan menonton film. Tapi, ditengah-tengah film, keduanya mulai menggila dengan perang pop corn. Keduanya saling melempari pop corn. Kemudian, keduanya mulai menari dengan musik yang keras. Keduanya telah mengubah kamar Endra menjadi sebuah tempat diskotik. Mereka menari dengan menggila. Kadang lompat-lompat dan lari, saling menangkap, menggelitik, dan mencoba saling meninju.
Kamar Endra sudah berubah dan terlihat seperti tempat sampah. Ada bekas pop corn, bantal dan yang lainnya berserakan dimana-mana. Mereka bahkan mendorong satu sama lain masuk ke dalam bath up kamar mandi.
Pertama, Endra yang mendorong Claudia masuk ke dalam bath up. Kemudian Claudia keluar dan membalas perlakuan Endra kepadanya. Setelah itu, terjadilah perang air diantara keduanya.
Akhirnya, malam semakin larut. Pesta telah dimulai dan sudah selesai. Sekarang, sudah jam 12 malam, dan Endra tengah menyetir mobil. Sementara gadis yang berada disampingnya terus saja terdengar mengigau. Keduanya mabuk dan bau alkohol menguar dari tubuh keduanya.
__ADS_1
Endra tengah mengantar Claudia pulang. Dia tidak tahu dimana alamat Claudia yang baru. Dan Claudia sendiri, tidak pernah memberitahukan dimana alamat tempat tinggalnya yang sekarang. Jadi, Endra membawanya menuju rumah lamanya. Sebenarnya, Claudia sangat-sangat bahagia hari ini. Dia minum alkohol lebih dari yang biasanya ia konsumsi selama ini.
Endra membawa tubuh Claudia masuk ke dalam rumah. Semua pelayan tampak kaget dan berlari menuju Claudia. Mereka semua juga terlihat sangat khawatir. Claudia tidak pernah pulang seperti ini dalam keadaan mabuk. Sebenarnya dia memang sering minum selama ini hingga mabuk. Tapi, tidak separah yang terjadi malam ini. Ia bahkan sampai diantar orang lain untuk pulang ke rumah seperti saat ini.
Saat Endra tengah sibuk meletakkan tubuh Claudia diatas tempat tidur, seorang pelayan bergegas keluar dan segera menelepon Adam.
Adam sejak tadi terus berusaha menelpon Claudia setidaknya sebanyak 20 kali. Sejak pukul 9 malam, Adam sudah berusaha berulang kali untuk menelpon Claudia. Saat panggilan yang ke 20, akhirnya nomor Claudia tidak bisa dihubungi lagi. Adam menjadi panik. Ia duduk dengan ekspresi dingin di ruang tamu sambil menghisap rokok yang sudah dihabiskan dua batang lebih awal. Hingga akhirnya ia mendapat sebuah telepon.
"Tuan.... Tuan... Nona Muda pulang ke rumah diantar oleh seorang temannya. Nona terlihat seperti... seperti.... Hmmm maksud saya Nona sepertinya melakukan hal yang berlebihan di pesta itu." Balas pelayan dari rumah Claudia.
"Dia mabuk, bukan begitu?" Ucap Adam melanjutkan ucapkan pelayan itu. "Apakah temannya itu sudah pergi?" Tanya Adam.
"Iya... Iya Tuan." Balas pelayan itu
"Baik, aku akan datang." Ucap Adam.
Satu jam berikutnya, Adam tiba di rumah Claudia.
Adam menatap Claudia dengan kesal. Bau alkohol menguar dari tubuh Claudia. Pelayan ingin mengatakan sesuatu, tapi Adam mengangkat tangannya hingga membuat pelayan tak berani bicara. Adam lalu membopong tubuh Claudia membawanya pergi dari rumah itu menuju rumahnya.
Tiba di rumah, Adam langsung naik ke lantai menuju kamar Claudia dan menjatuhkan tubuh Claudia dengan kasar diatas tempat tidur..
Naomi yang sudah mendengarkan berita mengenai Claudia sudah ada lebih dulu di rumah Adam dan berusaha bicara dengan Adam tapi gagal.
Adam berbalik, hendak meninggalkan kamar Claudia. Tapi ia merasakan sebuah tangan menggenggam tangannya dengan erat. Adam melihat dan ternyata Claudia yang sudah memegang tangan Adam. Suatu hal yang tak akan pernah dilakukan Claudia jika ia tengah dalam keadaan sadar.
__ADS_1
Bersambung....