90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
49. Malam Indah


__ADS_3

Adam terus mencium Claudia. Claudia sendiri juga membalas mencium Adam kembali. Ciuman mereka terlihat seperti orang yang tengah kelaparan. Adam terlihat seperti seekor singa yang kelaparan, mencium Claudia dengan penuh hasrat. Claudia juga mencium suaminya dengan penuh hasrat. Hal itu membuat ciuman itu begitu intens dan semakin intim.


Tangan Adam mulai meraba seluruh tubuh Claudia, sementara Claudia sendiri tangannya memegang leher Adam. Tangannya memegangi rambut Adam untuk memberikan isyarat kepada Adam untuk sedikit lebih tenang. Karena Claudia tahu, dengan tingginya hasrat dari suaminya itu akan berbahaya bagi dirinya sendiri. Adam terus mencium Claudia bahkan sampai menggigitnya dengan penuh hasrat. Claudia ingin Adam tenang, dengan melakukan berbagai usaha. Tapi usahanya tetap tidak berhasil.


Jemari Claudia perlahan menyugar rambut Adam dengan lembut. Semakin sering Claudia melakukan hal itu, membuat Adam semakin memperdalam ciumannya.


Claudia tidak dapat menahan diri lagi, dia menggeliat dibawah tubuh Adam berusaha melepaskan dirinya. Tapi Adam tidak membiarkan Claudia meloloskan diri.


"Mmmmm.... mmmmm.... sa...yang.... mmm...." Claudia berusaha melepaskan dirinya lagi, dan kali ini berhasil.


Adam melepaskan ciuman pada bibir Claudia, dan kali ini mulai menciumi seluruh wajahnya.


Adam menghentikan aksinya sesaat hanya untuk menatap mata Claudia. Claudia dapat melihat dengan jelas dalam tatapan mata Adam itu menunjukkan dirinya begitu penuh hasrat. Dia tidak dapat menghindari pandangan Adam. Namun satu hal yang bisa Claudia simpulkan saat ini, bahwa suaminya benar-benar tampan. Tatapan mata Adam lalu beralih dari mata Claudia menuju bibirnya.


Begitu juga dengan Claudia, dia terus menatap seluruh wajah suaminya hingga menuju bibirnya. Adam memiliki tahi lalat di ujung bawah bibirnya. Claudia mengangkat jemarinya lalu mengusap pada bagian tahi lalat itu dan matanya juga terlihat penuh dengan kekaguman.


Adam juga terlihat takjub dengan adanya tahi lalat di bawah bibir Claudia, sama seperti dirinya. Jemarinya juga tampak sibuk menyentuh tahi lalat istrinya itu. Dia lalu memberikan ciuman penuh cinta di tahi lalat istrinya itu. Begitu juga dengan Claudia yang juga mengikuti apa yang dilakukan Adam. Dia menarik Adam mendekat, lalu mencium tahi lalat milik suaminya dan juga bibir suaminya itu.


Tiba-tiba keduanya terdiam sesaat dan hanya saling menatap. Keduanya merasakan sesuatu di dalam hati mereka. Perasaan yang membuat adrenalin mereka berlari begitu cepat di tubuh mereka. Mereka menyadari dalam hati, bahwa mereka mereka begitu saling mencintai. Dan untuk melepas perasaan yang ada di dalam hati, keduanya saling menarik diri ke dalam pelukan yang erat. Pelukan yang begitu murni, dan tidak melakukan yang lain. Hanya berpelukan.


Keduanya tetap berpelukan dalam waktu beberapa menit. Mereka menyadari begitu hebatnya rasa pelukan itu untuk mereka berdua. Dada keduanya menempel berdekatan hingga mereka juga dapat merasakan detak jantung dan hembusan nafas masing-masing. Beberapa detik kemudian ritme dari nafas dan jantung mereka terdengar bersamaan. Keduanya bernapas dengan bersamaan. Detak jantung mereka juga berdetak dengan bersamaan juga.


Setelah beberapa menit, Claudia lalu membuka kemeja yang dikenakan adam dengan perlahan. Sebenarnya, kancing kemeja itu memang sudah terbuka sejak tadi. Adam membiarkan Claudia yang membukanya dan dia sendiri mencium leher Claudia sekali, dua kali, hingga tiga kali, disini dan di sana dan disini lagi. Hingga akhirnya meninggalkan warna merah di sana.


Ketika Adam sibuk mencium leher Claudia dengan tangan yang sibuk meraba tubuh Claudia, Claudia sendiri mencium pundak Adam. Membuat wajah Adam memerah dan semakin membenamkan wajahnya di leher Claudia lalu menciumnya dengan penuh hasrat. Tangan Claudia meraba punggung Adam dan mencakar nya lembut.


Tapi tiba-tiba Claudia merasa terkejut dan berhenti meraba punggung Adam saat dia merasakan gigitan Adam pada kulitnya. Tak lama setelah itu, suara kesakitan itu berubah menjadi suara desaha*n.


"Adaaaammm..... Eemmmmhhh...."


Adam terus mencium, menjila*t dan meraba tubuh Claudia. Claudia sendiri melihat setiap gerakan suaminya itu. Dia dapat melihat bahwa Adam meninggalkan tanda merah dimana-mana. Seperti harimau yang meninggalkan jejaknya, seperti serigala yang meninggalkan tanda di pasangannya. Claudia yakin bahwa Adam adalah hewan buas yang bersembunyi dibalik tubuh manusia. Kapanpun Adam ingin bercinta dengannya, Adam pasti bertindak seperti hewan buas yang tengah menikmati makanannya. Cara Adam mencium dan meraba seluruh tubuhnya, rasanya seperti dirinya adalah seperti sebuah makanan lezat dan Adam tengah memakannya.


Sebelum hari ini, setiap kali mereka tengah bermesraan Claudia tetap menutup matanya, mau mereka berada di tempat yang terang ataupun tempat gelap yang memang tidak bisa melihat apapun. Kali ini adalah pertama kalinya bagi Claudia melihat Adam menjamah tubuhnya.


Claudia dapat melihat hasrat dan rasa cinta di mata suaminya terhadap dirinya. Claudia dengan mudah dapat mengatakan bahwa Adam benar-benar mencintainya. Claudia tersenyum lalu kembali menyugar rambut Adam ketika Adam tengah sibuk mencium dan meraba dadanya. Hal itu membuat Adam semakin memperdalam ciumannya. Selama ini Claudia tidak pernah memegang rambutnya ataupun sampai menyugar nya.


Adam terus bermain dengan bagian sensitif di dada Claudia, membuat Claudia menutup matanya karena sensasi yang baru pertama kali dirasakannya itu. Claudia menggigit bibir bawahnya. Beberapa detik kemudian dia membuka matanya dan melihat ke arah sang suami dan mengangguk. Adam lalu mulai melanjutkan aksinya yang lebih liar.


Pikiran Claudia sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Dia tidak bisa terus menerus melihat Adam yang melakukan hal itu pada tubuhnya. Matanya dengan otomatis tertutup begitu saja. Dengan merasa sedikit malu dia mulai mengeluarkan suara yang tak dapat ditahannya. Tangannya berada di pundak dan juga rambut Adam.


Adam menggigit Claudia, membuat tubuh Claudia menegang.


"Oohh... Adaamm... mmmmmmhhhhh...." Claudia bernapas dengan berat.


Sibuk mencium dan mengigit dada Claudia, Adam juga mengarahkan tangannya untuk menarik handuk kecil yang tersisa di bagian bawah tubuh Claudia. Tapi belum sempat dia bisa melakukannya, dirinya sudah lebih dulu didorong oleh Claudia.

__ADS_1


Kali ini posisi mereka berbalik. Claudia yang memegang kendali. Adam tidak masalah dengan hal itu, tapi dia hanya bisa menelan ludah melihat pemandangan indah diatasnya.


Claudia mengangkat tangannya dan mulai meraba seluruh wajah Adam. Kemudian dia mulai menciumnya. Ini adalah kali pertama bagi Claudia mencium seluruh wajah suaminya dengan mesra dan begitu intim.


"Kau sangat tampan sayang. Tidak heran para wanita diluar sana tergila-gila padamu." Ucap Claudia seraya terus mencium wajah sang suami.


"Oh ya, apa kau pikir begitu?" Goda Adam. "Bukankah aku ini sudah tua?"


Claudia langsung mencium bibir Adam. Adam membiarkan sang istri menciumnya tanpa membalasnya.


"Diam lah, kau tidak tua. Suamiku tidak tua. Dia hanya sedikit lebih tua dariku." Ucap Claudia kembali meraba wajah Adam. "Wajahmu seperti sebuah karya seni sayang. Begitu sempurna, sangat, sangat sempurna." Ucap Claudia lalu menempelkan dahinya di dahi Adam.


Claudia lalu mencium tahi lalat di bibir Adam sebelum beralih pada leher Adam. Adam sangat menyukainya. Claudia tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.


Claudia mencium seluruh leher Adam.


"Apakah aku juga boleh meninggalkan tanda merah disini?" Tanya Claudia menatap Adam dengan polos.


"Kau tidak perlu bertanya tentang hal itu sayang." Balas Adam dengan spontan.


Setelah meninggalkan beberapa tanda merah dileher Adam, Claudia mulai mencium dada Adam. Dia terus mencium seluruh bagian dada Adam, tanpa meninggalkan satu inci pun. Kemudian kembali duduk dengan posisi duduk seperti anak kecil. Dan dengan wajahnya yang menampilkan senyum nakal.


Adam tahu apa yang akan dilakukan istrinya itu. Dia tetap diam. Dia menunggu sampai tiba saatnya nanti, dia yang akan tersenyum nakal pada istrinya itu.


Claudia mulai membuka kancing celana Adam dengan perlahan sambil terus tersenyum nakal ke arah suaminya. Adam sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan bodoh istrinya itu. Claudia akhirnya dapat membuka celana Adam, dan hanya meninggalkan sebuah celana bokser.


Claudia menelan ludah satu kali, sebelum menarik turun bokser suaminya itu. Kali ini Adam membantunya. Dia sendiri yang membukanya dan membuang bokser itu jauh.


Mata Claudia tampak membesar, mulutnya menganga karena kaget melihat ukuran 'pedang' milik Adam. Claudia dengan cepat menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kali ini Adam yang tersenyum nakal.


"Aku berhenti. Aku tidak bisa melakukannya. Itu terlalu besar dan terlihat kuat. Aku tidak sanggup." Ucap Claudia dengan wajahnya yang masih tertutup dan hendak menjauh dari tubuh Adam, tapi tidak bisa.


(Bagaimana mungkin Claudia bisa berpikir untuk menghentikan semuanya saat ini... 😂)


Adam mengangkat tubuh Claudia dan langsung mendorongnya keatas tempat tidur dengan kasar dan langsung menindihnya. Dia menarik tangan Claudia yang menutupi wajahnya secara paksa. Saat ini wajah Claudia masih memerah dan malu.


"Jangan berani-beraninya kau mundur." Ucap Adam geram dengan suaranya yang terdengar begitu perkasa membuat mata Claudia terbuka dengan sendirinya.


Adam dengan cepat mencium bibir Claudia seraya terus berucap.


"Aku mencintaimu, kau adalah milikku. Bibir ini, tubuh ini, hati ini, jiwa ini, semuanya milikku."


Adam kembali mencium seluruh tubuh Claudia untuk kedua kalinya sebelum akhirnya menarik handuk yang menutupi bagian bawah Claudia.


Claudia begitu malu, sangat malu. Dia ingin menyembunyikan dirinya di suatu tempat tapi tidak bisa karena Adam sudah menahan tubuhnya dengan kuat.

__ADS_1


Sebuah suara yang terdengar menjijikkan keluar dari mulut Claudia saat Adam menyentuh bagian sensitifnya.


"Sayaaaang...." Claudia seperti es yang mencair.


Adam terus sibuk bermain di tubuh Claudia membuat Claudia menggila. Tidak pernah satu orangpun yang menyentuh dirinya seperti ini. Tidak ada seorang pun yang pernah membuat Claudia mengizinkan mereka melakukan hal ini pada tubuhnya meski Claudia dicap sebagai gadis nakal. Adam adalah orang yang pertama.


'Suamiku begitu hebat.' ucap Claudia dalam hati.


"Lagi sayaaang.... Lagii...." Ucap Claudia.


Dan seperti yang diinginkan Claudia, Adam terus bermain-main di bagian sensitif Claudia. Claudia merasa dirinya sudah melayang di udara, matanya seperti berputar.


"Lagi sayang... Lagi... Rasanya menakjubkan." Teriak Claudia.


Sementara di luar gedung hotel, para reporter masih sibuk bekerja. Mereka sudah mencoba mewawancarai Naomi dan Erik. Tapi kedua orang itu menolak untuk mengatakan apapun tentang semua hal yang tengah menjadi pemberitaan hangat itu.


"Aku pikir, ini adalah masalah pribadi. Gadis yang tengah kalian beritakan juga merupakan ranah pribadi Adam. Jadi, kita lebih baik tidak memaksanya berbicara. Dan tentang Megan, aku rasa Adam sudah punya penjelasan terbaik yang dikatakan kepadanya. Kita harus menunggu sampai Adam menyelesaikan urusannya disini dan keluar dari hotel. Aku bukanlah orang yang bisa menjelaskan masalah ini." Ujar Naomi pada media.


"Tolong berhenti memanggil gadis itu dengan sebutan sugar baby atau apapun itu. Kalian tidak boleh bersikap tidak sopan dan tidak menghargai seseorang seperti itu. Dia mungkin saja seseorang yang penting dan dekat dengan hati Adam. Jadi berhentilah menerka-nerka tentang hubungan dirinya dan Adam." Ucap Tuan Kim. "Dan untuk Megan, kami juga merasa iba dengan keadaanya. Dia harusnya bisa menghadapi semua ini dengan lebih dewasa. Bagaimanapun, dia juga akan tetap menghadapi hal seperti ini. Tapi, kami semua akan selalu bersamanya. Dia mengerti masalah kami. Dia sama sekali tidak marah pada Adam. Dia tahu semuanya." Sambung Tuan Kim.


"Kalian semua seharusnya sudah bisa menebak bahwa gadis itu adalah adalah orang yang sangat penting bagi Adam. Jadi, aku hanya bisa menyarankan kepada kalian untuk berhenti bersikap tidak menghargai dia. Hentikan semua hashtags kalian itu dari internet sekarang juga. Aku tidak tahu, apa yang akan dilakukan Adam jika dia sampai mengetahui semuanya." Ucap Jolie kesal lalu masuk ke dalam mobil setelah selesai memberikan keterangannya pada media mengenai masalah yang terjadi.


"Aku sama sekali tidak tahu tentang alasan ataupun gadis yang kalian tanyakan padaku. Apapun itu, siapapun itu. Itu semua masalah pribadi Tuan Adam. Aku tidak punya komentar apapun untuk dikatakan." Komentar Erik pada media yang mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.


"Jadi seperti yang kita lihat dan tebak. Gadis yang menunggu Tuan Adam di kamar hotel ini adalah seseorang yang sebenarnya sangat penting untuk Tuan Adam. Pernyataan yang dikatakan oleh sahabat Tuan Adam sangat jelas menyatakan tentang hal itu. Terlihat semuanya seperti sudah mengetahui tentang hal ini. Cara mereka menyebut bahwa gadis itu adalah urusan pribadi Tuan Adam. Bagaimana mereka meminta untuk berhenti bersikap tidak sopan ataupun berkomentar buruk pada gadis itu. Bagaimana mereka semua yang secara tidak langsung menyalahkan Nona Megan atas hal yang membuat dirinya sendiri malu. Bagaimana Tuan Will yang tidak mau berkomentar tentang masalah ini, dan bagaimana Tuan Adam sendiri yang meninggalkan Nona Megan sendirian disana. Semua ini membuktikan bahwa Tuan Adam mempunyai seseorang yang sangat penting dalam hidupnya. Dan orang itu jauh lebih penting dari Nona Megan." Ucap seorang pembaca berita.


Malam ini seluruh orang mencoba mencari tahu siapa gadis itu. Beberapa fans dan teman Megan secara brutal berkomentar dengan begitu buruk pada gadis itu.


Adam kembalilah...


Adam harus minta maaf...


Adam sangat jahat dan tidak sopan...


Megan pantas mendapatkan permintaan maaf...


Princess kami harus mendapatkan penjelasan...


Dan lain-lain lagi...


Bersambung....


Malam indah Adam dan Claudia belum berakhir. Akan ada sambungannya lagi ya... 😁


Apakah Megan akan tetap diam? Atau dia akan melakukan sesuatu?

__ADS_1


Episode selanjutnya...


"Pernikahan rahasia Tuan Adam...."


__ADS_2