
Claudia meminta tolong kepada pelayan yang mendukungnya untuk mengirimkan surat secara rahasia kepada Adam. Claudia memberikan nomor ponsel Adam kepada pelayan itu agar bisa menghubunginya dan memberikan surat yang dituliskan kepada Adam.
Setelah berusaha dengan susah payah, akhirnya pelayan itu bisa bertemu dengan Adam di sebuah mall dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh pengawal Sean.
Adam akhirnya berhasil mendapatkan surat itu. Dia memegang surat itu dengan penuh perasaan kemudian mencium surat itu beberapa kali. Adam pun menangis beberapa saat untuk kedua kalinya setelah di rumah sakit. Tapi kemudian Adam mengingat bahwa dia harus segera membaca surat itu.
Adam menghapus air matanya dan mulai membaca surat itu.
'Sayang, aku merindukanmu. Aku tidak bisa berada disini lebih lama lagi sayang. Dia sudah tidak baik kepadaku. Dia sudah bertindak jahat kepadaku. Dia bahkan berteriak kepadaku. Sejak hari pertama aku bisa bertahan karena aku lah orang yang membuatnya kesal. Tapi hari ini dia menampar ku sayang. Aku tahu itu terjadi karena akulah yang selalu membuatnya kesal. Tapi tetap saja, cara dia berbicara kepadaku, cara dia melihatku dan itu tidak baik sayang.
Ketika aku datang kemari, aku membuatnya berjanji bahwa dia tidak boleh menyentuh ku atau mencoba untuk melakukan kontak fisik kepadaku karena aku membutuhkan waktu dan dia setuju akan hal itu. Tapi sekarang, dia mulai berbicara hal menjijikkan kepadaku. Dia sudah sangat frustrasi sekarang. Aku takut bahwa dia akhirnya akan mencoba untuk melakukan sesuatu yang salah. Dia marah dan begitu membenci aku. Dia pikir bahwa ini semua karena aku yang membuat semua pekerjaannya dihancurkan. Aku hanya menjadi tawanan nya sekarang. Dia bahkan berkata dia akan membunuhku jika kau terus merusak semua pekerjaannya.
Sayang aku sangat takut sekarang, tolong datanglah dengan cepat. Dia bisa melakukan apapun sekarang juga. Aku sangat ketakutan sekarang. Bagaimana jika dia mencoba untuk....
Ku mohon sayang, datang secepatnya. Aku mencintaimu dan hanya dirimu. Aku menunggumu sayang....'
^^^Cintamu Claudia.^^^
Adam selesai membaca surat itu. Dia sama sekali tidak takut, tapi ekspresi di wajahnya tidak bisa ditebak hanya matanya yang menghitam dan tampak penuh waspada. Adam dapat merasakan ketakutan dari istrinya itu.
Adam tidak pernah melihat bahwa Claudia bisa ketakutan oleh seseorang. Claudia tidak pernah peduli tentang apapun tidak juga takut akan apapun. Tapi hari ini istrinya itu sangat ketakutan dan gugup. Adam memasukkan surat dari Claudia itu ke dalam saku nya kemudian menelpon Naomi.
Hari demi hari berlalu dengan Claudia yang tetap mengunci dirinya di dalam kamar. Sean tidak muncul sepanjang hari, sebenarnya Adam sudah menemukan tempat dimana Sean membawa Claudia. Seluruh orang suruhan Adam mencari Claudia di seluruh negeri, di berbagai tempat yang berbeda. Di mana hal itu membuat para polisi sampai mengetahui tempat bisnis mafia itu.
Tepat sebelum Adam menerima surat dari Claudia, orang-orangnya sudah menemukan lokasi keberadaan Claudia. Tapi mereka memerlukan detail yang lebih spesifik.
Semuanya menjadi semakin kacau bagi Sean. Hal itu membuatnya menjadi begitu frustrasi. Awalnya setelah dia keluar dari dalam penjara semuanya berjalan begitu mulus sehingga dia mencari tentang keberadaan Claudia. Dia pun bisa berhasil menaikkan bisnisnya kembali dalam waktu 6 bulan. Tapi semuanya berubah ketika Claudia masuk ke dalam hidupnya lagi.
Sean menyesali apa yang sudah dilakukannya. Dia bahkan tidak berpikir untuk berkelahi dengan Adam demi Claudia. Bahkan setelah mengetahui bahwa Claudia sudah menikah. Sejak hari dimana Claudia masuk kedalam kastil nya, Adam mulai merusak semua pekerjaannya dan bisnis yang sudah dia bangun.
'Gadis ini, dia bahkan bukan tipe ku.' ucap Sean dalam hati.
Sean pikir dia bisa dengan mudah untuk mengajak Claudia untuk bermain di atas ranjang. Tapi tidak, Claudia benar-benar gadis yang susah untuk ditaklukkan.
>>>>>>>>>>>>
Sudah jam 06.00 sore, Adam mendapat telepon dari Sean.
"Halo." Ucap Adam berbicara.
"Halo Adam, ini aku Sean."
Darah Adam terasa mendidih seperti gunung berapi setelah mendengar suaranya. Adam mencoba untuk tetap diam.
"Aku tahu bahwa kau tidak senang mendengar suaraku, tapi aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting." Ucap Sean.
"Dengarkan aku, kau bisa merekam pembicaraan ku dan menemukan lokasi ku di mana aku berada sekarang tapi..."
"Tapi aku tahu bahwa kau berada sangat jauh dari tempat sebenarnya kau tinggal. Aku bisa menebak bahwa nomor yang kau gunakan ini adalah nomor telepon umum yang mungkin bisa berada di tempat yang berbeda dari rumahmu. Jadi aku tidak perlu merekam pembicaraan dengan mu apalagi harus menemukan lokasi di mana kau berada." Ucap Adam.
"Wow... Kau sangat pintar, ngomong-ngomong hari ini aku tidak berniat untuk memanasi mu. Dengarkan aku dengan baik Adam, aku punya penawaran untukmu. Bisnis ku adalah hidupku. Aku menjalankan dan merawatnya seperti anakku sendiri. Tidak, maksudku tidak ada yang lebih penting bagiku selain dari bisnis ku itu. Tidak, bahkan gadis itu. Aku sudah memilihnya untuk diriku, dia hanya gadis kecil dan aku menyukainya. Aku mau memenangkan dia, itu saja. Tidak ada perasaan apapun. Aku menjadi teralihkan saat melihat dia bahagia dengan orang lain. Ego ku merasa tersakiti, itulah kenapa aku mengambil semua permasalahan ini. Bagaimanapun aku menyerahkan diriku 4 tahun yang lalu itu karena hanya untuk membersihkan namaku. Tapi kemudian dia move on, aku sekarang mengerti aku tidak bisa menerima penolakan. Itu saja, aku tidak mencintainya. Jadi ayo kita lakukan 1 hal. Aku akan memberikan istrimu kembali dan karena hal itu kau harus menggunakan kekuasaan mu dan membersihkan namaku dari semua kasus kriminal. Ini hanya hal simpel yang bisa kau lakukan. Bagaimana menurutmu?" Ucap Sean akhirnya selesai berbicara.
Adam hanya terdiam. Sean pun mulai berbicara lagi.
"Adam ayolah, kenapa kau diam. Bicaralah... Jika kau mengatakan iya, aku akan mengantar nya ke sebuah lokasi dan aku akan menentukan tempatnya. Tapi kau hanya bisa pergi kesana setelah kau membersihkan semua namaku."
"Bagaimana jika aku tidak menerima tawaran mu? Maksudku serius lah, kau memberikan apa yang seharusnya memang menjadi milikku. Aku tidak mau tawaran apapun. Aku adalah pahlawan di mata istriku. Aku akan menyelamatkan dia darimu dan itu tidak akan merusak image ku di matanya. Tidak sama sekali, tidak akan pernah. Aku tidak akan melakukannya. Aku akan melakukan apapun untuk menjemputnya dengan tanganku sendiri. Jadi bersiaplah untuk hal itu. Kau akan berada di dalam penjara seumur hidupmu dan juga, aku akan menjemput istriku di rumahmu. " Ucap Adam seraya menutup sambungan telepon itu.
Sean menjadi begitu marah.
'Wow aku benar-benar sudah kacau sekarang. Ini semua karena gadis brengsek itu. Dia yang sudah mengatakan semuanya. Aku bahkan tidak bisa meninggalkan rumah ku sendiri karena polisi sudah mencari ku dimana-mana. Media sosial sudah penuh dengan gambar diriku. Aku benar-benar terperangkap di rumahku sendiri.'
Sean sudah kehilangan akal. Diapun tampak begitu marah dan berjalan ke arah lantai atas. Dia berjalan menuju kamar di mana Claudia mengunci dirinya sendiri.
'Hanya karena aku mau untuk memilikimu dalam hidupku, aku malah kehilangan semuanya. Maka kenapa aku harus menahan diri? Aku tidak mau kehilangan segalanya. Jika aku tidak bisa hidup bahagia dengan bisnis yang aku punya dan juga dirimu, jika bisnis ku harus rusak, kenapa tidak aku memiliki tubuhmu. Setidaknya itu akan memuaskan apa yang aku inginkan sebelumnya. Bagaimanapun ini adalah hal yang paling berharga bagi dirimu dan suamimu.'
Sean tersenyum licik sebelum dia menendang pintu kamar di mana Claudia berada dan dia berusaha masuk ke dalamnya.
Claudia mendengar suara keras dari depan pintunya ditendang dari luar. Dia tahu bahwa ini adalah situasi yang berbahaya. Dia sadar bahwa itu adalah rumah Sean, tidak peduli bagaimanapun dia mengunci dirinya dengan aman di dalam kamar, Sean pasti bisa membukanya.
Claudia menghela napas panjang untuk menyiapkan dirinya.
"Sayang, aku mencintaimu. Aku... aku akan mencoba untuk melindungi diriku sendiri selama yang aku bisa. Tapi aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menahannya." Air mata Claudia turun ke pipinya.
Claudia tahu apa yang akan terjadi padanya hari ini jika dia gagal untuk melawan Sean.
"Apapun yang akan terjadi kepadaku hari ini sayang, hatiku hanya akan menjadi milikmu dan akan selalu seperti itu. Hari ini dia mungkin berhasil untuk memiliki tubuhku, tapi tidak hatiku ini. Hanya saja aku tidak menginginkan hal ini terjadi kepadaku. Aku milikmu dan hanya menjadi milikmu. Aku hanya ingin menjadi milikmu. Kumohon datang secepatnya, hanya datang saja dengan cepat." Ucap Claudia berdoa dan kembali menghela napasnya.
Pintu kemudian terbuka dengan seorang pria yang tampak begitu marah berdiri di depan pintu melihat kearah Claudia dengan tersenyum licik dan matanya penuh dengan hasrat. Rahang Claudia mengeras, dia melihat tepat ke arah mata Sean.
Sean berjalan mendekat kearah Claudia.
"Sekarang tebak saja.... Aku menelpon suamimu hari ini. Aku memberikan tawaran baik kepadanya. Aku memintanya untuk membersihkan namaku dari kasus kriminal dan aku memberikan tawaran untuk mengembalikan mu kepadanya." Ucap Sean.
Mata Claudia melebar dengan emosi yang tidak menentu setelah dia mendengar apa yang diucapkan Sean.
"Aawww.... Jadi, Nyonya Adam penasaran untuk mengetahui apa yang dikatakan suaminya bukan?" Ucap Sean menggoda Claudia.
Mata Claudia terlihat begitu tidak sabaran. Dia benar-benar ingin mengetahui apa yang diputuskan suaminya.
"Tapi, asal kau tahu. Suamimu menolak tawaran ku. Dia bilang, dia tidak menginginkanmu sekarang. Merusak bisnis ku adalah hal yang paling penting untuk dilakukan daripada menyelamatkan mu." Ucap Sean.
__ADS_1
Claudia tampak terkejut setelah Sean menyelesaikan kalimatnya. Tapi kemudian Claudia malah tersenyum. Sean pun tampak bingung.
"Wow, kenapa kau tersenyum? Oh, biar aku tebak. Kau mungkin tidak mendengar ku dengan baik. Aku bilang bahwa suamimu menolak tawaran ku. Menolak..." Ucap Sean lagi.
Kali ini Claudia tertawa kecil.
"Itulah alasan kenapa aku tersenyum. Apa yang kau pikirkan tentang dia? Aha, aku tahu itu. Aku hanya mengharapkan sesuatu seperti ini darinya. Aku tahu itu, dia bukanlah orang yang dengan mudah bisa kau manipulasi. Apa kau pikir dia mendapat julukan sebagai raja hanya karena dari namanya saja? Apa kau pikir dia mempunyai akal yang pendek seperti dirimu? Kau akan mengajukan tawaran kepadanya untuk menghapus semua kasus kriminal yang kau lakukan untuk melepaskan aku dan jika dia menerimanya? Bagaimana jika kau bertindak seperti ini lagi. Kau akan mulai melakukan bisnis ilegal lagi dan kembali mencoba untuk merusak hidup kami. Maksudku kau sudah mengulang itu sekali, bukan begitu?
Dia tidak bodoh seperti dirimu. Bagaimanapun, apapun yang kau katakan kepadanya, dia akan menemukan aku dan membawa aku kembali kepadanya. Tapi itu semua akan dilakukan olehnya sendiri.
Dia jauh lebih lebih kuat dibanding yang terlihat dari dirinya. Apa kau mengerti itu? Lihat saja dirimu, seorang pria yang begitu terobsesi kepadaku bahkan sejak 3 hari yang lalu. Sekarang kau lah orang yang ingin melepaskan aku. Apakah itu bisa dikatakan sebuah kekuatan? Lihat saja dirimu sendiri di cermin. Ketakutan terlihat jelas di wajahmu." Ucap Claudia mengejek Sean.
Sean menjadi semakin marah, dia lalu menarik rambut Claudia dengan keras membuat Claudia merasa kesakitan. Claudia menekan giginya sendiri untuk menahan rasa sakit itu.
"Kau gadis sialan. Sekarang aku akan mengajarimu. Jadi semua ini bisa berakhir seperti sebuah drama bukan begitu? Apakah kau masih akan menjadi Nyonya Adam yang keras kepala seperti biasanya." Ucap Sean berteriak ke arah Claudia dan Claudia bukannya ketakutan atau menangis dia malah tertawa.
Hal itu membuat Sean tidak bisa menahan emosinya lagi dia mendorong Claudia hingga terjatuh di atas tempat tidur.
"Baiklah, kalau begitu tunggulah sampai pahlawan kesayanganmu itu datang untuk menyelamatkan mu. Hingga saat itu biarkan aku bersenang-senang denganmu bahkan jika aku masuk ke dalam penjara setelah itu, setidaknya aku sudah puas setelah aku mencabik-cabik tubuhmu. Kau.... kau adalah gadis yang menjadi alasan dari semua kekacauan yang aku alami sekarang ini." Ucap Sean.
Sean mulai mencoba untuk menjamah tubuh Claudia. Tapi Claudia melawan balik. Claudia berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kehormatannya. Dia bahkan berkelahi dengan Sean dan saling kejar-kejaran.
Sean terus melayangkan pukulan ke arah Claudia, begitu juga dengan Claudia yang terus mempertahankan diri dengan melawan. Namun satu hal yang dipikirkan Claudia adalah, dia hanya bisa berharap bahwa anak buah Sean tidak akan ikut campur dalam pertengkaran mereka berdua. Maka Claudia bisa sebisa mungkin bertahan sampai akhirnya Adam tiba.
Sudah lebih dari setengah jam keduanya berkelahi. Claudia sudah kelelahan, begitu juga dengan Sean. Sisa tenaga Claudia tinggal sedikit saja. Namun hasrat dimata Sean tak kunjung padam, hingga saat Claudia melayangkan tinju ke wajahnya, Sean akhirnya bisa menangkap tangan Claudia dan memutarnya kebelakang.
Claudia benar-benar sudah kehabisan tenaga. Sean mengunci tangan Claudia lalu mengikatnya dengan ikat pinggang yang sudah dia buka dari celananya.
Dengan kasar Sean mendorong tubuh Claudia ke atas tempat tidur dan menindihnya.
"Adaaaammm Ya Tuhan... Adam dimana kau." Teriak Claudia menyebut nama suaminya dalam tangisnya.
"He he he he he, suamimu tidak akan datang sayang, dia sudah menolak mu. Melawan ku adalah hal yang lebih penting baginya dibandingkan dengan dirimu. Dia hanya akan datang bersama polisi untuk menahan ku, jadi berhentilah untuk memanggil namanya dan ayo kita nikmati waktu ini. Sama seperti yang kau lakukan 4 tahun yang lalu. Oh Tuhan, sayang, kau sangat siap untuk memberikan tubuhmu sendiri kepadaku waktu itu. Aku seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan saat itu. Aku seharusnya sudah melakukannya pada tubuh mu saat itu. Tapi tidak masalah. Sebelum masuk ke penjara untuk summer hidup, aku akan menikmati waktuku saat ini. Aku akan melakukannya dengan sangat keras kepadamu hari ini. Dimana kau akan mengingat malam ini setiap malam saat suamimu melakukannya denganmu.
Oh tidak, aku tidak yakin jika dia masih mau melakukannya denganmu lagi. Sekarang kau sudah mengerti maksudku bukan? Kau pasti mengerti apa yang aku katakan bukan? Apakah dia akan menerimamu setelah ini? Oh benar, dia masih punya gadis bernama Megan itu untuk dirinya sendiri." Ucap Sean.
Dia terus menekan tubuhnya ke arah Claudia yang ada di bawahnya.
Sean akhirnya bisa mencium Claudia, dia melakukannya dengan begitu kasar.
"Oh sayang, aku begitu menginginkanmu sekarang." Ucap Sean.
'Sayang, kau dimana? Kumohon datanglah dengan cepat. Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi sayang. Kumohon.' ucap Claudia tetap berdoa dalam hatinya dan memanggil nama suaminya dengan menangis.
Hati Claudia begitu sakit. Dia menangis dengan keras dan dia bahkan tidak dapat menerima fakta bahwa dirinya tengah berusaha diperkaos oleh Sean.
Sebelum Sean bisa melanjutkan apa yang hendak dilakukan, dia tiba-tiba ditendang dengan keras dari belakang tubuhnya. Dia pun terjatuh di lantai.
Adam langsung membungkuk, air mata terlihat di wajahnya.
"Sayang...." Ucap Claudia.
"Cintaku." Ucap Adam yang membuat Claudia semakin menangis.
Adam langsung memeluk Claudia dan membawanya keluar dari kamar yang kotor itu.
Adam lalu membawa Claudia ke sebuah kamar lainnya dan menaruh tubuh Claudia di atas tempat tidur.
"Sayang, oh ya Tuhan, kau begitu terluka di mana-mana. Tunggu di sini, aku akan datang dengan membawa obat untuk mu." Ucap Adam hendak keluar dari dalam kamar, tapi Claudia menghentikannya.
"Apa aku begitu kotor, hingga kau tidak mau memelukku lebih dulu?" Ucap Claudia.
"Apa.... apa yang kau katakan sayang?" Adam terdiam, dia langsung memeluk Claudia begitu erat dan mencium wajah Claudia hingga lehernya.
"Aku mencintaimu." Ucap Adam.
Keduanya saling berpelukan menumpahkan kerinduan yang terpendam. Adam terus saja menciumi wajah Claudia.
"Tunggulah disini. Aku akan meminta pelayan untuk mengurus semua luka dan membersihkan tubuhmu." Ucap Adam seraya mengusap pipi Claudia.
Setelah itu Adam lalu keluar dari dalam kamar itu. Tak lama setelah itu seorang pelayan masuk untuk membantu Claudia.
Beberapa saat setelah itu, Claudia sudah berganti pakaian. Dan luka ditubuhnya sudah diberikan obat. Claudia tengah memandangi dirinya di cermin saat tiba-tiba Naomi masuk ke dalam kamar itu dengan wajah yang begitu panik.
"Claudia, cepat ikut denganku. Adam akan membunuh Sean." Ucap Naomi panik.
"Apa?" Claudia terkejut.
"Bagaimanapun, Sean tidak akan pernah bisa keluar dari dalam penjara. Dia sudah melakukan banyak tindakan kriminal. Jadi, jangan sampai Adam mengotori tangannya dan akan membuatnya malah terlibat masalah hukum karena membunuh Sean. Ayo cepat." Naomi menarik Claudia bergegas menuju kamar tempat Claudia disekap oleh Sean tadi.
Saat tiba di dalam kamar itu, Claudia mendapati Adam yang tengah menginjak leher Sean. Wajah Sean sudah membiru menandakan bahwa dia sudah hampir kehabisan oksigen. Sean sudah tidak berdaya, wajahnya babak belur. Bahkan tangan dan kakinya sudah patah karena dihajar oleh Adam.
"Adaaaamm.... Hentikan." Teriak Claudia.
Sedikitpun Adam tidak berbalik. Dia begitu marah kepada Sean karena sudah menyakiti wanita yang paling dicintainya.
Claudia tahu bahwa tidak akan bisa untuk menghentikan Adam hanya dengan berteriak saja. Jadi Claudia berjalan mendekati Adam dan langsung memeluknya kemudian mencium Adam tepat dibibir nya.
Adam belum merespon apapun.
"Ku mohon, hentikan. Dia akan mati. Setidaknya lakukan demi aku. Aku lelah dan ingin pulang." Ucap Claudia kemudian kembali mencium Adam, kali ini dengan penuh hasrat.
__ADS_1
Adam pun akhirnya membalas ciuman itu. Perlahan dia akhirnya melepaskan Sean. Dia membalas pelukan dan ciuman Claudia. Melihat hal itu, Naomi segera mengambil tindakan dengan meminta para pengawal lainnya untuk menyeret Sean keluar dan langsung membawanya ke kantor polisi.
>>>>>>>>>>>>>
Claudia dan Adam akhirnya bisa berbaring di kamar mereka. Claudia duduk diatas tempat tidur dengan bersandar di pundak Adam.
"Maaf karena aku datang terlambat." Ucap Adam.
Claudia menghela napas panjang.
"Sayang, andai jika dia bisa melakukannya padaku, apa kau masih mau menerima aku?" Tanya Claudia.
Wajah Adam langsung berubah kesal. Dia langsung berdiri dan menatap Claudia marah.
"Aku pikir kau sudah mengerti bagaimana rasa cintaku padamu. Tapi ternyata tidak, kau masih meragukan aku."
Adam hendak pergi, namun Claudia dengan cepat memeluknya dari belakang.
"Maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud seperti itu. Tolong jangan marah, aku merindukanmu. Aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku." Isak Claudia.
Adam menghela napas lalu berbalik dan memeluk Claudia.
"Aku tidak peduli bagaimanapun keadaanmu. Aku akan selalu mencintaimu." Ucap Adam kemudian mencium Claudia penuh hasrat.
Tak ada rasa sakit lagi yang dirasakan tubuh Claudia. Malam itu juga keduanya bergumul diatas tempat tidur menuntaskan hasrat yang selama ini terpendam.
Keesokan paginya....
Seluruh media memberitakan tentang Claudia yang sudah berhasil ditemukan dengan selamat. Berita mengenai Sean si Raja Mafia ditangkap oleh polisi dan dituntut dengan penjara seumur hidup karena banyak kasus yang menjeratnya. Mulai dengan kepemilikan senjata ilegal dan obat-obatan terlarang, juga karena menculik istri dari orang paling berpengaruh, yaitu Adam Wijaya.
Begitu juga dengan sosial media. Pagi ini dihebohkan dengan postingan Adam tentang foto dirinya yang mencium kening Claudia yang masih tertidur.
Caption: So happy to get you back on my arm (Bahagia sekali sudah mendapatkan mu kembali kedalam pelukanku)
Postingan itu mendapatkan jutaan like dan komentar dari pengguna sosial media.
Kim: Welcome back Claudia
Nina: Tunggu kami disana sayang, kami akan mengunjungimu.
Dom: Si gadis nakal sudah kembali. Tetaplah nakal.
Jolie: Tetaplah bahagia.
Will: Gadis kecil kita yang sudah mulai dewasa akhirnya pulang...
Kalina: Tidak sabar untuk bertemu denganmu Di.
Endra: Tunggu aku keluar dari rumah sakit, aku akan memukuli mu karena membuat kami semua khawatir.
Naomi: Aku bangga padamu gadis nakal.
Rose: Kau idolaku Di...
Diana: Aku iri padamu, bisakah kita bertukar tempat? Biarkan Tuan Adam memeluk ku sekali saja. Hahaha aku bercanda.
Dan masih banyak komentar lainnya.
Claudia yang membaca komentar itu dengan berada di pelukan Adam hanya tersenyum. Dia merasa begitu bahagia karena sudah mau memberikan kesempatan kepada pernikahan yang awalnya tak pernah dia inginkan ini.
"Aku mencintaimu." Bisik Adam.
Claudia tersenyum dan langsung mencium bibir Adam.
"Haruskah kita memulainya lagi?"
Claudia tersenyum dan mengangguk. Adam kembali menarik selimut menutupi tubuh mereka. Keduanya kembali melanjutkan kegiatan mereka hingga siang hari. Mereka bahkan lupa untuk sarapan.
TAMAT....
Note Author La-Rayya
Hai semuanya.....
Maaf ya karena baru bisa up sekarang. Tapi kisah ini sudah berakhir dengan bahagia kan 😁
Oh ya, kali ini aku bawa kabar bahwa aku udah up dua novel baru sekaligus. Mohon dibaca juga ya.
Kisahnya berbeda banget...
Kisah pertama, tentang seorang janda muda bernama Ayu yang terjerat pesona seorang pria yang sudah memiliki istri. Ayu yang sudah lama menjanda selalu menjadi bahan pembicaraan tetangga yang selalu menganggapnya menjadi wanita penggoda. Hingga akhirnya dia bertemu dengan pria bernama Adi, yang tidak diketahui Ayu ternyata sudah mempunyai istri. Sampai akhirnya Ayu menikah dengan Adi, barulah dia tahu jika Adi memiliki istri. Ayu pun dicap sebagai Pelakor...
Nah buat kalian yang mau baca, judulnya Terjerat Cinta Pria Beristri
Kisah kedua, tentang kehidupan seorang gadis yang berkutat di dunia mafia. Buat kalian yang suka tentang cerita penuh aksi tembak menembak kuy lah langsung baca judulnya, Cerita Cinta Mafia, mengisahkan tentang seorang gadis bernama Sally yang menyembunyikan identitas aslinya karena jatuh cinta dengan seorang pria saat dia dalam perjalanan bisnis.
Sally harus hidup sederhana demi menjalankan kehidupan cintanya, namun semuanya berubah ketika Sally menyadari bahwa pria yang dicintainya, Mike, tidak mencintainya dan mengejeknya karena hidup miskin.
Sally pun langsung kembali ke kehidupannya yang asli dan menunjukan pada Mike, bahwa dia hanyalah seorang pria sampah yang bisa dibuang dipinggiran jalan. Dalam perubahan dirinya, Sally akhirnya bertemu dengan William Aubrey, seorang pria yang langsung jatuh cinta padanya di pandangan pertama. William pun berusaha memenangkan hati Sally dan ikut terlibat dalam dunia mafia yang dilalui Sally.
So, buat kalian semuanya kuy lah baca kedua novel diatas ya.... Aku tunggu ya semuanya... 😘😘
__ADS_1
Sekali lagi terima kasih ya, buat semua dukungan kalian selama ini...