90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
59. Minta Maaf


__ADS_3

Adam semakin menurunkan tubuhnya, menyentuh hidung Megan dengan hidungnya. Tangannya yang memegang wajah Megan, sekarang beralih ke belakang telinga Megan dan menyeka rambut panjang Megan. Megan menjadi tidak sabaran. Dia ingin sekali merasakan sentuhan dari bibir Adam itu.


Megan menutup matanya saat Adam melihat kearah bibirnya dan menyentuh bibir itu dengan bibirnya sendiri.


Dengan mata yang tertutup, Megan merasakan tubuhnya seolah tersengat listrik tegangan rendah dari sensasi sentuhan bibir Adam pada bibirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Dengan rambut yang terasa tertarik ke belakang telinganya, Megan membuka matanya karena merasa kesakitan. Saat dia melihat ke atas, itu adalah tangan Adam yang memegang rambutnya dan menariknya dengan kuat. Adam kini melihat Megan dengan mata yang penuh kemarahan, rasa cinta, hasrat, kelembutan dan keramahan Adam beberapa detik yang lalu menghilang. Kini yang ada hanya pandangan mata yang penuh kemarahan menatap dirinya.


Bingung dan terkejut, Megan bahkan tidak bisa berbicara sedikit pun karena rasa sakit itu.


"Itulah yang kau pikirkan ketika kau datang kemari bukan? Kau pikir aku bertengkar dengan istriku karena beberapa foto yang kau kirimkan secara rahasia kepadaku. Kemudian mata-matamu yang bernama Hilda itu, memberitahukan kepadamu bahwa aku sedang berada di kantor, dalam kondisi mabuk. Jadi kau pikir dengan cara murahan mu ini kau membawa dirimu datang kemari saat ini. Ketika aku mungkin tidak sadar dan lemah, kau akan dengan mudah menggoda aku dan kemudian aku akan langsung menjamah tubuhmu karena frustrasi.


Apa kau lupa bahwa aku ini adalah Adam Wijaya. Katakan, siapa aku?" Tanya Adam.


Gadis yang berada di bawah Adam itu merasa malu dan hidupnya tidak aman, dia terus terdiam.


"Jawab aku. Siapa aku?" Ucap Adam semakin mengencangkan tarikannya pada rambut Megan.


"Aauuuu...." Megan meringis kesakitan kemudian menjawab, "Aaa....aa... Adam Wii... Wijaya."


"Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu untuk berhenti berusaha menggoda ku, bukan begitu?" Tanya Adam dengan cara yang menakutkan.


"Iya." Kali ini Megan tidak membuat Adam untuk menunggu jawaban darinya.


Cengkraman tangan Adam pada rambut Megan semakin kuat setiap menitnya.


"LALU KENAPA KAU MASIH MENGULANG TRIK RENDAHAN MU INI KEPADA KU LAGI..." Adam berteriak dengan kejam., kali ini dia menarik rambut Megan dengan kasar hingga membuat mereka berdua bisa berdiri tegak di lantai. "KAU MENGAMBIL FOTO DIRINYA BERSAMA DENGAN WILL. KAU MENGIRIMNYA KEPADAKU. DAN SEKARANG KAU DATANG KE KANTOR MENGETAHUI BAHWA AKU TENGAH MABUK DAN MENCOBA UNTUK MENGGODAKU... KENAPAAAAAAA......????"


Megan menangis tersedu-sedu, sekarang dia sangat ketakutan dengan aura iblis yang dikeluarkan Adam. Dia tidak punya kekuatan untuk melawan. Cengkraman tangan Adam di rambutnya masih belum dilepaskan.


Tiba-tiba pintu terbuka. Megan bahkan tidak dapat mengalihkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang. Dia hanya merasa malu, jika seseorang melihat dirinya yang seperti ini. Ketika sebuah suara terdengar di dalam ruangan tepat menuju telinga Megan. Secercah harapan, datang dalam hati Megan.


"ADAAAAM... APA YANG KAU LAKUKAN???"


Seluruh ruangan membeku beberapa saat. Pria yang terlihat seperti harimau mengamuk itu juga terdiam dan membeku. Megan berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkan dirinya. Dia tahu jika orang yang berteriak itu adalah penyelamatnya, maka dia bisa diselamatkan. Bahkan Tuhan sekalipun tidak bisa, hanya orang itu yang punya kemampuan untuk menyelamatkan dirinya saat ini.


Megan membiarkan takdirnya ditentukan oleh orang itu dan menutup matanya.


Adam tidak melonggarkan pegangan nya pada rambut Megan. Dia bahkan tidak melihat kearah orang yang memanggil namanya itu. Tapi Adam terdiam membisu, dia tahu siapa orang yang datang itu.


"Adam lepaskan dia. Apa yang sebenarnya kau lakukan? Dia itu seorang gadis belia, di mana rasa kemanusiaan mu Adam? Aku bilang lepaskan dia dimana belas kasih mu?" Claudia tetap berbicara sembari tangannya sibuk untuk melepaskan tangan Adam dari rambut Megan.

__ADS_1


Claudia berjuang dan terus berjuang keras untuk melepaskan Megan dari cengkraman mematikan Adam. Tapi Claudia tetap tidak bisa akhirnya dia menyerah dengan apa yang dilakukannya.


Adam lalu menunduk kemudian berdiri di antara Megan dan Adam tanpa mencoba untuk menghentikan Adam dari melakukan apapun kepada Megan, Claudia malah mencium bibir Adam.


Adam sebenarnya tidak merespon, tapi Claudia tidak berhenti. Dia terus mencium suaminya dengan penuh hasrat dan penuh cinta. Claudia melingkarkan tangannya di leher Adam dan semakin memperdalam ciumannya.


Butuh beberapa menit sampai Adam akhirnya mulai menggerakkan bibirnya. Matanya yang penuh kemarahan perlahan melemah. Tangannya kirinya yang bebas langsung memegang sweater yang dikenakan Claudia dan akhirnya tangan kanannya yang memegang rambut Megan terlepas begitu saja.


Megan melangkah mundur dengan cepat. Dia berusaha untuk menahan napasnya.


Adam mulai membalas ciuman istrinya dengan penuh hasrat. Tangannya sudah masuk ke dalam pakaian Claudia. Adam terlihat menangis karena ciuman itu. Dia menarik Claudia mendekat dan semakin mendekat kepadanya. Claudia merasakan bahwa Megan sudah bebas. Dia tidak melepaskan ciuman itu. Kali ini Adam yang menciumnya dengan penuh hasrat, frustrasi, tidak sabar dan juga penuh cinta.


Claudia melambaikan tangan kirinya ke belakang ke arah Megan. Megan dengan mudah dapat mengerti apa yang dimaksudkan oleh Claudia. Dia lalu dengan cepat berlari keluar dari dalam ruangan.


Adam langsung mendorong Claudia ke sofa dan semakin menciumnya dengan kuat. Tubuh mereka sekarang berbaring di sofa dengan Claudia yang berada di bawah tubuh Adam.


Claudia tidak menghentikan semuanya. Tidak hanya karena Adam membutuhkan ciuman itu. Tapi kali ini Claudia sendiri juga membutuhkan ciuman itu. Yang satunya begitu penuh hasrat karena tidak menyentuh istrinya selama 24 jam. Sementara Claudia sendiri sangat merindukan sentuhan suaminya.


Sudah 4 menit dan Claudia mulai kekurangan napas. Wajahnya semakin memerah setiap detiknya. Akhirnya setelah merasa tidak kuat karena butuh oksigen, Claudia pun mundur dari ciuman itu.


Claudia melepaskan ciuman itu dan mulai mengambil napas dalam-dalam dengan mulut yang terbuka, sementara Adam langsung membenamkan wajahnya di leher Claudia.


Setelah mengambil napas untuk terakhir kalinya, Claudia akhirnya melihat kearah pria yang ada di atasnya. Wajahnya di tekuk, Adam tidak bergerak sama sekali. Dengan napasnya yang terdengar teratur Claudia dapat menebak bahwa Adam sudah tertidur. Tapi Claudia juga merasakan kulitnya yang basah. Dia menyadari ketika dia tengah sibuk mengatur napasnya, suaminya itu mungkin saja menangis. Hal itu membuat Claudia menangis juga. Dia mengeratkan pelukannya pada suaminya itu lebih dekat.


Dengan menelan ludah dan penuh rasa cinta, Claudia pun berucap...


"Aku mencintaimu sayang. Aku mencintaimu, seperti aku tidak pernah mencintai orang lain. Kau segalanya untukku sayang. Sama seperti yang kau katakan, aku juga tidak punya siapa pun selain dirimu. Kau tidak akan pernah menjadi tipe pria idaman ku, tentu saja karena kau terlalu sempurna untukku.


Aku akan membuktikan cinta ku kepadamu, jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan kita berpisah sama seperti yang kau inginkan. Ucap Claudia lalu mencium pipi Adam.


Claudia lalu memegang tangan Adam dan memainkan rambut Adam sampai dia menutup matanya dan tertidur dengan suaminya yang berada dalam pelukannya.


*************


Claudia lalu mengingat apa yang sudah terjadi semalam.


****** Flashback on ******


Semalam, Claudia sibuk menangis di kamarnya, setelah Adam pergi. Claudia tidak dapat mengerti apa yang sebenarnya dikatakan oleh Adam. Tapi setidaknya Claudia merasa mengerti maksud lain yang disampaikan oleh Adam.


Dia tahu bahwa Adam juga terluka. Tapi bagaimana dia bisa mengerti semua situasinya jika Adam menjelaskan semuanya dengan cara yang seperti itu. Andai saja Adam menjelaskan semuanya dengan cara yang berbeda, maka Claudia tidak akan bertanya apapun ataupun protes kepadanya. Claudia tahu, apapun yang dilakukan Adam adalah untuk kebaikan dirinya.


Tapi sejak beberapa jam yang lalu, semuanya tidak sederhana dan mudah untuk dimengerti. Bagaimana mungkin dia bisa pergi ke New York, meninggalkan Adam yang terlihat stres dan panik itu.


Tapi kembali lagi ini, adalah kesalahan Claudia. Ada begitu banyak celah dan lubang di dalam hubungan mereka dari sisi Claudia. Adam selalu sabar dan mengerti kepada semua perlakuan Claudia. Jadi sekarang giliran Claudia yang harus bersabar kepada Adam.


"Aku minta maaf sayang. Iya aku menyembunyikan sesuatu darimu, tentang Calvin, tentang aku yang mengunjungi Will atau tentang masa laluku, tentang insiden itu semuanya salahku.


Aku janji, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Aku akan membuktikan perasaanku kepadamu sama seperti yang kau lakukan padaku." ucap Claudia seraya menangis.


Tiba-tiba dia mendapat sebuah panggilan dari Erik.


"Halo." Ucap Erik.


Claudia mengusap air matanya dan menenangkan dirinya sebelum menerima panggilan telepon itu kemudian dia berbicara.


"Halo. Hai Erik, ada apa?" Ucap Claudia mencoba untuk menyembunyikan suara tangis nya.


"Nona, tolong cepat datang kemari, ke kantor, sekarang juga." Ucap Erik dengan putus asa


"Kantor? Kenapa? Apakah dia memarahi kalian semua lagi?" Tanya Claudia.


"Tidak, tidak Nona. Tuan ada didalam ruangan pribadinya saat ini dan tengah mabuk." Ucap Erik. "Tuan terlihat tengah begitu marah saat ini Nona."

__ADS_1


"Mabuk?" Claudia sangat terkejut.


'Dia bukan seorang alkoholik. Dia tidak pernah meminum alkohol sebagai alasan karena dia tengah stres. Lalu kenapa dia minum sekarang?' Claudia berpikir sebelum bicara lagi.


"Tapi hal yang lebih penting adalah Nona Megan akan datang kemari untuk menemui Tuan. Hilda telah menginformasikan tentang keberadaan Tuan yang ada di sini. Dan mungkin jika saya tidak salah, Megan sudah dekat untuk datang kemari Nona. Tolong lakukan sesuatu, jangan biarkan kesalahpahaman terjadi diantara kalian berdua lagi tolong." Ucap Erik.


Dan itulah alasan kenapa Claudia bisa ada di kantor Adam saat ini.


****** Flashback off ******


Claudia masih sibuk dengan pikirannya sendiri saat dia merasakan tubuh yang ada di atasnya terasa bergerak.


Claudia sendiri masih tidak dapat bergerak. Adam terus saja memeluk Claudia dalam tidurnya, mengusap wajahnya di leher Claudia mencium dan menggosok hidungnya juga sampai akhirnya dia membuka matanya.


Adam menyadari Claudia yang ada di bawahnya, bibir Adam langsung tersenyum penuh cinta dengan wajahnya yang masih mengantuk tapi kemudian senyuman itu mendadak pudar mungkin karena mengingat semua yang terjadi semalam. Adam langsung berdiri tegak.


Claudia juga duduk di sofa menggerakkan lengannya.


"Ooohh ya Tuhan Adam, kau sangat berat. Seluruh tubuhku mati rasa, aku bahkan tidak dapat menggerakkan nya. Aku akan mengurangi jatah makan mu mulai sekarang." Ucap Claudia seperti biasa tidak melihat wajah Adam yang terlihat bingung.


Adam melihat ke sekeliling dan mencoba mengingat apa yang telah terjadi semalam dengan jelas. Dia tetap diam dan tidak berani untuk bicara.


"Bisakah kau menelpon Erik dan meminta dia untuk membawakan sesuatu untuk dimakan. Aku tidak makan sejak kemarin siang." Ucap Claudia dan hendak pergi ke kamar mandi namun Adam langsung menarik tangannya dan menghentikan langkahnya.


"Kenapa kau bersikap begitu normal?" Tanya Adam.


Claudia berbalik arah, melihat Adam terus dengan tersenyum dan menjawab.


"Karena semuanya memang tidak normal, tentang pertengkaran kita. Sudahlah, jangan khawatir. Aku dapat mengerti kau sedang stres. Aku bisa menangani semuanya sekarang dan tentang Megan, tidak. Aku tidak marah tentang insiden itu. Faktanya, kau bertindak begitu kelewatan. Kau seharusnya tidak menyakiti nya secara fisik. Bagaimanapun dia itu seorang gadis dan juga merupakan keponakan mu yang selama ini selalu kau lindungi. Dan entang hal pergi ke New York, aku masih tidak ingin pergi ke manapun sampai aku yakin bahwa kau sudah baik-baik saja dan tidak stres lagi." Ucap Claudia lalu kembali berjalan menuju kamar mandi.


Adam berlari mengikuti Claudia dari belakangnya saat sebelum pintu tertutup Adam langsung memeluk Claudia seperti koala. Mencium lehernya dengan menggila.


"Aku minta maaf sayang. Tolong maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf karena tingkah dan kelakuanku. Aku mencintaimu sayang, kau tahu itu kan?" Ucap Adam dengan suara yang terdengar begitu sedih.


Claudia akhirnya menghela napas lega ketika dia mendengar Adam memanggilnya dengan kata 'sayang'. Claudia tersenyum lalu berbalik memeluk suaminya itu.


"Aku minta maaf sayang, aku benar-benar tidak mau kau jauh dariku. Tapi situasi ini.... Aku akan memberitahukan mu semuanya, aku janji. Saat kita tiba di rumah nanti, aku akan memberitahukan mu semuanya. Tolong katakan padaku bahwa kau tidak membenciku karena kejadian semalam. Kau tahu kau itu Ratu ku bukan? Kau tahu, aku tidak akan berteriak kepadamu lagi bukan?" Adam terus aja berbicara.


"Ya Tuhan Adam, tolong lepaskan aku. Aku ingin pipis, aku tidak bisa bergerak sepanjang malam karena dirimu." Ucap Claudia meneriaki suaminya itu.


Adam tertawa dan melepaskan Claudia, kemudian meninggalkan kamar mandi untuk membiarkan Claudia buang air kecil. Tapi tidak sebelum dia mencium seluruh wajah Claudia lebih dulu.


Setelah 1 menit kemudian, Adam kembali mengetuk pintu kamar mandi. Claudia baru saja membuka pakaiannya untuk mandi dan dia hanya menggunakan pakaian dalam nya saja.


Claudia memutar mata malas dan membuka pintu yang langsung membuat Adam masuk dengan cepat ke dalam kamar mandi. Setelah menutup pintu di belakangnya, Adam melihat kearah Claudia dan tersenyum dengan nakal.


"Aku rasa kalau sudah selesai dengan panggilan alam mu itukan?"


Claudia tetap melihat kearah suaminya dengan wajah yang kesal.


"Apa?? Jangan bilang bahwa kau ingin bercinta denganku di sini, di kamar mandi??"


Adam hanya tersenyum seraya mengerlingkan matanya.


Bersambung....


Aku harap kalian semua bisa tenang sekarang... 😁😁


Terima kasih karena sudah selalu membaca cerita ini. Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like, komentar, vote, dan beri hadiah juga ya...


Selanjutnya...


"Apa keputusanmu...?"

__ADS_1


__ADS_2