
Rasanya semua orang yang menikah pasti ingin kehidupan yang bahagia dan langgeng. Namun, kadang kekeliruan dalam memilih pasangan justru bisa menyebabkan perceraian dan perpisahan. Contohnya yang terjadi padaku.
Pernikahanku dan Arnold sejak awal memang sudah salah, karena aku memang bodoh sebab salah mengenali orang. Tapi kini aku tidak akan salah lagi dalam mengambil keputusan. Aku sudah setuju menikah dengan Andreas dalam waktu dekat. Dan kini, ia mulai mempersiapkan segalanya. Aku ingin sekali membantunya. Tapi, ia mengatakan bahwa semuanya akan jadi kejutan untukku. Pria itu memang sungguh penuh dengan kejutan.
Hari ini, aku menemani Merry untuk memeriksakan kandungannya ke rumah sakit. Sekalian juga, aku melakukan pemeriksaan rutin terhadap penyakit ku. Tak membutuhkan waktu yang lama hingga kami akhirnya selesai dan kembali ke kedai teh Merry. Ternyata disana, sudah ada Angelica yang menunggu. Ia tampak sibuk dengan laptopnya.
"Hei, apa yang tengah kau kerjakan?" Tanyaku.
"Biasa tugas kuliah, sebentar lagi selesai. Ayo duduk." Ucap Angelica sambil menepuk bangku disebelahnya.
"Kalian duduk ya. Aku mau ambil minum dulu." Ucap Merry.
"Udah, gak usah repot-repot gitu. Kamu kan lagi hamil." Balas Angelica.
"Udah gak apa-apa. Lagian, ibu hamil itu bukan gak boleh gerak sama sekali kan." Merry langsung berjalan begitu saja menuju dapur, meninggalkan aku berdua bersama Angelica.
"Jadi, kapan rencana kalian akan menikah?" Tanya Angelica
"Aku belum tahu pasti. Yang jelas aku sudah mengiyakan Andreas kapanpun acaranya berlangsung. Sekarang dia tengah mempersiapkan semuanya." Balasku.
"Hmmm kakak ku itu memang sangat suka membuat kejutan."
Aku setuju dengan ucapan Angelica. Andreas memang tipe pria yang suka sekali memberikan kejutan, mungkin tidak hanya padaku. Tapi, kepada semua orang yang ia sayangi.
"Aku boleh tanya sesuatu?" Ucap Angelica.
"Tentu saja." Balasku.
"Menurutmu bagaimana sifat Kak Andreas hingga kau mau menikah dengannya? Maaf aku bukan maksud untuk menyinggung mu. Sebelumnya kau kan pernah gagal dengan Kak Arnold. Walau memang sejak awal nyatanya kau salah menikahi orang. Tapi eemmmm intinya sifat apa yang kau suka dari Kak Andreas?" Tanya Angelica.
'Apa dia sedang mengujiku? Atau Andreas yang memintanya untuk bertanya?'
Aku tersenyum ke arah Angelica lalu mulai menjawab pertanyaannya.
"Andreas itu orangnya konsisten dan punya integritas. Pria yang konsisten dan memiliki integritas bisa jadi pendamping hidup yang baik. Konsisten yang aku maksud adalah dia bisa mencintaiku dan berjuang demi hubungan dengan setulus hati. Ia tak punya sifat toksik yang bisa dengan mudahnya memutuskan hubungan kami. Integritas yang baik juga ditunjukkan dengan pola pikirnya yang memang sejalan dengan diriku serta bisa melakukannya secara real." Jawabku.
"Itu saja?" Tanya Angelica lagi.
"Tidak. Masih banyak yang lainnya."
Merry datang membawa nampan dengan 3 gelas minuman diatasnya. Dibelakang Merry menyusul seorang pelayan yang membawakan kue sebagai teman kami mengobrol.
"Serius banget. Lagi ngomongin apa sih?" Tanya Merry seraya duduk di sampingku.
Angelica lalu membereskan laptopnya dan Merry perlahan meletakkan minuman dan aneka kue diatas meja.
__ADS_1
"Ini, calon adik ipar lagi interogasi aku tentang sifat kakaknya." Balasku.
"Udah selesai?" Tanya Merry lagi.
"Belum. Velicia baru menjelaskan 1 sifat yang dimiliki Kak Andreas. Katanya masih banyak lagi, jadi aku mau dengar selanjutnya." Jawab Angelica.
"Kalau boleh, aku juga mau dengar." Balas Merry. "Oh ya, tapi ngomong-ngomong, untuk apa kau menanyakan hal ini. Apa kau ragu pada Velicia?"
"Bukan begitu. Aku cuma ingin tahu saja penilaian Velicia tentang kakak ku. Agar aku bisa tahu nantinya bagaimana contoh sikap pria yang baik untuk bisa aku nikahi. Dan pria itu harus punya sikap seperti Kak Andreas." Balas Angelica.
"Mmm, ya sudah. Ayo Veli lanjut lagi. Sambil minum dan makan kue nya juga ya." Tawar Merry.
Aku dan Angelica mengangguk bersamaan. Setelah minum teh hijau buatan Merry, aku kembali melanjutkan bicaraku.
"Andreas itu, pria yang punya rencana hidup yang jelas. Inilah yang akan menentukan masa depan rumah tangga aku dan dia ke depannya. Rencananya itu memang sudah penuh persiapan dan ia terlihat berkomitmen untuk hidup bersamaku. Intinya Andreas itu sosok yang visioner, sehingga ia juga bisa mempertimbangkan keadaan-keadaan yang mungkin terjadi di luar ekspektasi. Sudah tentu dong bagi wanita sepertiku, punya pasangan seperti dia akan sangat menenangkan dan berharga. Jadi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi isterinya. Apalagi aku sebelumnya memang pernah gagal 1 kali." Ucapku.
Angelica dan Merry mangut-mangut.
"Lalu?" Ucap Angelica seraya memakan potongan kue stroberi yang dibawakan Merry. Angelica sepertinya memang pencinta stroberi.
"Dia adalah sosok pria yang mau tumbuh bersama. Artinya, dia akan terus mendukung semua pilihan dan kegiatanku yang bisa membantu kami sama-sama berkembang. Dia tak akan menahan potensi yang ada dalam diriku. Selain itu, dia juga tak akan mudah menyerah pada mimpi-mimpinya karena dia juga selalu ingin meningkatkan kapasitas dirinya. Dengan begitu, kami bisa terus saling mendukung dan mengingatkan hal-hal yang baik agar keluarga kecil kami nantinya bisa terus bertumbuh bersama."
"Mmmm so sweet banget." Ucap Merry yang sibuk mengunyah kue cokelat favoritnya.
Ibu hamil yang satu ini sepertinya memang tak memiliki gejala ngidam atau morning sickness di awal-awal kehamilan seperti ibu-ibu hamil biasanya. Dia tetap santai-santai saja dengan bebas memakan apapun yang dia suka.
"Selanjutnya, Andreas adalah pria yang menerima kekurangan dan terbuka. Dia bisa menerima segala kekuranganku juga bisa jadi pendamping yang baik."
Aku memang memiliki banyak kekurangan. Terutama di masa depan nanti, aku tidak akan bisa memberikannya keturunan.
"Andreas juga pria yang bertanggung-jawab. Sifatnya inilah yang akan terus menjamin keadaanku untuk tetap aman dan nyaman. Ia juga selalu siaga dalam keadaan apa pun demi melindungi ku. Selain itu, sifat tanggung-jawab yang dimilikinya juga membuatku lebih menghargai komitmen yang kami buat. Dia tak akan mungkin mau menyakiti diriku, apalagi dengan hal-hal tidak penting seperti berselingkuh."
"Waahh, Andreas memang sosok suami idaman." Ucap Merry. "Hansen ku pun kurang lebih sama sifatnya dengan Andreas." Lanjut Merry nyengir.
Aku tersenyum lalu memegang punggung tangan Angelica.
"Aku yakin, suatu hari nanti kau akan menemukan sosok pria yang terbaik untuk menjadi pendamping hidupmu. Tapi ingat satu hal, mencari sosok yang tepat untuk menjalin kehidupan rumah tangga seumur hidup memang bukan hal mudah. Pahami juga bahwa setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda pula. Namun, pastikan calon pasanganmu memiliki sifat-sifat seperti kakakmu itu agar kehidupan rumah tanggamu kelak lebih bahagia dan langgeng." Ucapku.
Angelica tersenyum dan mengangguk ke arahku. Ku harap, gadis ini juga akan menemukan pasangan hidup yang sama seperti kakaknya. Dan semoga dia menjadikan pelajaran dari hidupku yang gagal karena terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah dengan Arnold dulu. Padahal aku sama sekali tidak mengenal siapa Arnold.
'Semoga saja kali ini pernikahanku dengan Andreas akan menjadi pernikahan yang terakhir untukku.'
*******
Sore harinya, sepulang dari kedai teh Merry aku mampir di apotek untuk membeli obat pereda nyeri sesuai dengan resep obat yang diberikan dokter.
__ADS_1
Saat keluar dari apotek, sosok laki-laki yang tak pernah ingin aku temui berdiri di pintu mobilku.
"Hai. Apa kabarmu?" Tanya Arnold.
"Tolong minggir. Aku mau lewat." Balasku.
"Ayolah Velicia. Luangkan waktumu sebentar untuk mengobrol dengan mantan suamimu ini."
"Maaf, aku tidak punya waktu. Tolong cepat minggir karena aku masih banyak urusan lain." Ucapku berusaha meraih gagang pintu mobil.
Arnold meraih pergelangan tanganku dengan keras.
"Velicia...."
Aku harus kuat, aku bukan wanita lemah. Aku tidak boleh membiarkan Arnold menindas ku lagi.
"Lepaskan aku." Pekik ku berusaha menarik tanganku dengan kasar. "Aku tidak punya waktu untuk berbasa-basi denganmu. Aku mau pulang. Lebih baik kau urus wanita mu yang tengah hamil itu. Untuk apa kau mendekatiku lagi."
"Oh jadi kau cemburu dengan Viona?" Ucap Arnold seraya melepaskan tanganku.
"Hah! Cemburu? Untuk apa? Aku sudah akan menikah. Dan kau sendiri sudah tentu menyadarinya bahwa cinta yang aku tunjukkan padamu dulu itu semata-mata karena aku berpikir bahwa kau adalah Andreas. Aku tidak pernah jatuh cinta padamu. Aku hanya terobsesi kepada Andreas." Balasku yang membuat mata Arnold memerah.
"Velicia...." Arnold hendak membentak ku.
"Sudah cukup Arnold. Apa kau pikir, dengan mengirimi ku hadiah kecil dan surat pengakuan tak bersalah mu itu bisa meluluhkan hatiku dan membuatku kembali lagi padamu. Tidak. Tidak akan pernah. Kau itu hanyalah sebuah kesalahan yang pernah aku lakukan dalam hidupku. Jadi sekarang ku mohon minggir lah sebelum aku berteriak dan membuat orang berkerumun disini. Dan kau pasti dianggap tengah berusaha melecehkan aku." Ucapku mengancam Arnold.
"Kau itu...."
"Apa? Kau tidak percaya. Baiklah kau yang minta." Aku hendak berteriak, tapi dengan cepat Arnold menyingkir dari pintu mobilku.
"Kau tahu diri juga." Ucapku seraya masuk ke dalam mobil.
"Dengarkan aku Velicia. Aku tidak akan pernah melepaskan mu begitu saja. Kau hanya akan menjadi milikku." Teriak Arnold.
Aku sudah tak perduli lagi. Aku melajukan mobilku meninggalkan dia yang tengah mengoceh. Benar-benar pria yang keras kepala. Ku pikir dia sudah menyerah. Nyatanya tidak.
********
Hari-hari pun berlalu...
Aku dengar dari Andreas persiapan pernikahan sudah mencapai 90 persen. Sebentar lagi hari yang kami tunggu-tunggu akan terlaksana. Akhir-akhir ini Arnold selalu membuntuti ku. Ia melakukan segala cara untuk mengacaukan pernikahanku dengan Andreas. Bahkan ada kabar yang mengatakan dia malah melarang semua hotel yang ada di kota untuk menyewakan tempat kepada kami untuk melangsungkan pernikahan.
'Pria itu benar-benar sudah gila.'
Setiap harinya, saat aku keluar rumah. Aku bahkan meminta Andreas untuk menyewa seorang pengawal untukku. Karena aku takut Arnold akan melakukan hal nekat. Karena aku pernah memergokinya mengintai rumahku beberapa hari yang lalu. Hingga aku memutuskan untuk meminta Andreas menyewa jasa penjaga di rumah.
__ADS_1
'Tuhan, tolong restui jalanku untuk menikah dengan Andreas.'
Bersambung....