90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
42. Menjenguk Megan


__ADS_3

Setelah selesai di periksa oleh dokter. Adam memegang tangan Claudia untuk membawa mereka menuju sebuah ruangan pasien.


"Kita mau kemana?" Tanya Claudia bingung.


"Pergi ke ruang perawatan pasien. Megan berada di rumah sakit dan masih dalam masa perawatan." Balas Adam.


Mendengar nama Megan disebut, Claudia tak mengatakan apapun dan hanya mengikuti Adam dalam diam.


Claudia terus saja terdiam sepanjang perjalanan menuju ruang inap itu. Saat mereka masuk, Claudia mendapati Will, Dom dan Kim ada di ruangan itu.


Melihat kedatangan Adam, Megan langsung sumringah.


"Om Adam, kau datang. Bagaimana keadaan Om? Apa Om baik-baik saja?"


Adam melepas tangan Claudia lalu memeluk Megan.


"Iya... Iya... Aku baik-baik saja, jangan khawatir. Apa kau sudah merasa lebih baik sekarang?"


Setelah berbicara dan menanyakan bagaimana kabar masing-masing, Megan akhirnya menyadari kehadiran Claudia.


"Ah Tante Claudia, maaf aku terlalu khawatir akan keadaan Om Adam hingga tak menyadari kehadiranmu." Ucap Megan.


"Tidak apa-apa. Aku tidak masalah sama sekali. Ngomong-ngomong, bagaimana kabarmu?" Tanya Claudia tersenyum menyembunyikan rasa tidak nyamannya.


Adam masih duduk disamping tempat tidur Megan, dan gadis itu masih melingkarkan tangannya di lengan Adam.


Adam tersenyum dengan lembut menatap Claudia.


"Hei Claudia.... Kau disini."


Mendengar namanya dipanggil, Claudia berbalik dan mendapati Jolie dan Nina tengah berdiri di pintu dengan memegang cup kopi mereka masing-masing.


Claudia tersenyum, lalu memeluk mereka berdua secara bergantian.


"Kalian dari mana?" Tanya Claudia.


"Ah, kami baru saja pergi membeli kopi." Jawab Jolie.


Dom dan Kim bergabung bersama mereka.

__ADS_1


"Hai Claudia, bagaimana kabarmu?" Tanya Kim seraya memeluk Claudia.


Begitu juga dengan Dom, dia ikut memeluk Claudia dengan menggemaskan. Will juga ikut bergabung dengan mereka semua dan menelan ludahnya.


"Hai Claudia, bagaimana kabarmu? Ujian mu akan dimulai secepatnya kan?" Tanya Will.


Claudia sudah terbiasa dan merasa nyaman saat mengobrol bersama Kim dan Dom. Tapi rasanya berbeda dengan Will, Claudia tidak begitu dekat dengan Will. Hingga ia merasa sedikit malu saat berbicara dengan Will, wajahnya bahkan memerah. Bukannya menjawab pertanyaan Will, Claudia hanya mengangguk. Will pun ikut mengangguk dan tersenyum ke arah Claudia.


"Waaah bro, Will kau tersenyum, seperti hal nya orang normal. Claudia, kau memang ajaib. Bagaimana kau bisa membuat dua manusia dingin ini meleleh saat berada di sampingmu?" Ucap Dom bercanda dan mendapat pukulan dari Will di punggungnya.


Tiba-tiba ketenangan di wajah Adam menghilang. Ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan menarik lengannya dari pegangan Megan dan mendekat ke arah Claudia dan yang lainnya dengan cepat. Dia terlihat marah.


"Dasar kau bajingan. Tinggalkan dia sendiri, jangan sentuh dia." Teriak Adam dengan marah seraya menarik Claudia menjauh dari kerumunan semua orang dan menatap tajam ke arah semua orang satu persatu.


Adam terlihat begitu serius dengan amarahnya. Tapi semua temannya melihatnya biasa-biasa saja, begitu juga dengan Jolie dan Nina.


"Ya Tuhan Adam, kau berteman dengan kami sudah begitu lama. Dan kau bertingkah seperti ini kepada kami hanya karena istrimu. Claudia, kau merusak ikatan pertemanan diantara kami." Ucap Dom mulai berkomentar, sementara Claudia membalasnya dengan tertawa kecil.


Adam langsung menatap ke arah Claudia, yang membuat gadis itu langsung berhenti tertawa.


"Pertama-tama, tidak ada masalah dengan pertemanan kita. Tapi, tidak ada satu orangpun yang boleh menyentuh milikku. Tidak satu pun. Dan yang kedua, untuk kalian semua teman-teman lamaku yang tersayang. Dimana kalian semua semalam saat aku terluka?"


"Oh ayolah. Aku berada disini semalam dengan Megan. Bagaimanapun harus ada orang lain disini yang menemaninya." Ucap Dom.


"Ngomong-ngomong Claudia, bagaimana keadaan lengan Adam sekarang?" Tanya Will.


Claudia tampak bingung.


"Iya Claudia, bagaimana kondisi luka Adam?" Tanya Dom juga.


Claudia semakin bingung.


'Adam ada disini, kenapa mereka tidak bertanya langsung saja padanya? Kenapa semua orang harus bertanya masalah kesehatannya padaku?' pikir Claudia.


Mengerti akan kebingungan Claudia, Nina mulai berbicara.


"Claudia, kau itu istrinya. Orang-orang akan menanyakan keadaan dirinya dan semua hal lainnya yang berhubungan dengan dirinya padamu. Semuanya memang seperti itu. Kau tidak perlu merasa malu akan hal itu." Ujar Nina menjelaskan.


Adam langsung menyandarkan kepalanya di bahu Claudia seraya tersenyum nakal. Semua itu akhirnya membuat Adam melupakan kemarahannya pada teman-temannya.

__ADS_1


"Dia.... Hmmmm.... Aku...." Claudia berusaha menjelaskan keadaan Adam pada semua orang.


"Ayolah Nina, jangan menggoda Claudia. Bagaimana dia bisa tahu keadaan suaminya. Semalam saat kita berkunjung disana, dia malah terlelap. Berbaring seperti anak kecil, mendekap dada suaminya." Ucap Will berkomentar yang membuat semua orang tertawa.


Claudia mencubit Adam dengan keras dan memandangnya dengan kesal.


"Dan kau terus membiarkan aku seperti itu dihadapan semua orang? Kenapa kau tak membangunkan ku?" Ucap Claudia geram.


"Kenapa aku harus membangunkan istriku yang tertidur lelap karena kelelahan demi semua orang bodoh ini yang datang berkunjung tengah malam." Balas Adam santai.


"Kau benar-benar tidak waras." Celetuk Claudia.


Setelah beberapa saat menggoda Claudia, para pria akhirnya pamit untuk keluar ruangan.


"Sayang, kami akan keluar sebentar oke." Ucap Kim pada Nina istrinya.


Semua pria melakukan hal yang sama pada istri mereka. Termasuk Adam berpamitan keluar pada Claudia. Mereka lalu keluar dari dalam ruangan melewati koridor rumah sakit lalu menuju zona bebas merokok.


Keempat pria itu mulai menikmati rokok mereka.


"Apakah kau memberitahu dia semuanya?" Tanya Will.


"Tidak." Balas Adam dengan menggelengkan kepalanya. "Tapi Will, aku akan mengakhiri semuanya secepat mungkin." Lanjut Adam.


"Iya benar. Setelah kita semua selesai melindungi hidupnya, menghabisi semua musuhnya. Kita bisa bebas. Jolie pasti bahagia." Ucap Dom.


"Tapi Dam, kau mengorbankan dirimu untuk menghadang peluru itu demi dia. Apa Claudia tidak mengatakan sesuatu tentang hal itu?" Tanya Kim.


"Aku harus mengambil peluru itu demi dia. Aku memang harus menghabisi semua musuhnya. Aku tidak bisa membiarkannya terluka. Aku harus membuat dia aman bagaimana pun caranya. Karena jika dia aman, istriku juga akan aman. Aku bahkan bisa mengorbankan diriku untuk mengambil peluru yang diarahkan padanya di dadaku, tapi aku tidak mau mengambil resiko untuk keselamatan istriku. Sampai saat hidup istriku aman, aku harus menjaga Megan agar tidak terluka." Ucap Adam.


Para pria lain mengangguk bersamaan.


"Benar." Balas Will setuju.


Bersambung....


Bagaimana menurut kalian? Ada hubungan apa antara keamanan Claudia dengan Adam yang bertaruh nyawa demi Megan? Semuanya masih menjadi rahasia... 😁🙏


Kalian coba saja untuk menebaknya 😂😂

__ADS_1


Oh ya, episode berikutnya Adam dan Claudia akan kembali bertengkar. Tapi setelah itu, semuanya akan indah karena pada akhirnya mereka akan bersatu sebagai suami istri yang sebenarnya... 🤭🤭


Siap-siap ya, sebentar lagi akan ada adegan panas antara pasangan suami istri yang menggemaskan ini...


__ADS_2