90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
48. Claudia Beraksi


__ADS_3

Setelah berdiam diri di dalam kamar selama 30 menit, Claudia akhirnya keluar. Jolie, Nina, dan Naomi menunggu dirinya di ruang tamu.


Claudia turun ke lantai bawah, melihat wajah ketiga wanita itu sumringah dan penuh harap menatap dirinya. Claudia menghela napas dan mulai bicara.


"Aku sudah memutuskan apa yang harus aku lakukan." Ucap Claudia. "Kalian semua benar. Aku selama ini sangat naif karena membiarkan dia menikmati hidup yang seharusnya menjadi milikku. Dia itu hanya seorang gadis licik. Dia memaksa suamiku untuk menjadi pasangannya, sangat memalukan. Dan dia pikir semua kualitas yang dia punya dapat menjadikan dirinya menjadi Nyonya Adam. Suamiku tidak menyukai hal seperti ini. Dia tidak akan pernah tertarik pada gadis itu. Gadis itu mungkin memiliki kualitas yang cocok untuk menjadi Nyonya Adam secara sosial yang dilihat orang banyak. Tapi dia tidak punya sesuatu yang bisa menjadikan dirinya Ratu di hati suamiku. Adam akan merasa bosan dengan dirinya hanya dalam waktu 2 hari saja, benar-benar gadis yang bodoh.


Tapi itu semua tidak berarti bahwa aku akan membiarkan dia menikmati perannya yang disebut orang-orang sebagai Nyonya Adam di masa depan. Dia sudah memaksa suamiku. Dia juga selalu menggoda suami kita semua, memaksa mereka juga. Sekarang waktunya untuk menunjukkan kepada gadis itu, dimana tempat seharusnya dia berada. Lihat saja, apa yang akan aku lakukan untuk menutup semua rumor yang beredar di masyarakat. Dan kalian akan lihat bagaimana wajahnya nanti." Ucap Claudia panjang lebar.


Claudia melihat kearah wajah bahagia dari 3 orang di hadapannya itu. Bahkan para pelayan dan penjaga di rumah yang ikut mendengarkan ucapan Claudia terlihat begitu senang. Mereka juga sudah menunggu momen ini dalam waktu yang sangat lama. Sebenarnya sejak awal Claudia dan Adam menikah.


"Ini saatnya untuk memberitahukan kepada negara ini, bahwa aku adalah Nyonya Adam yang sesungguhnya." Ucap Claudia dengan ekspresi yang begitu serius.


"Kak Naomi, kau harus membantuku dengan beberapa hal kecil. Kak Jolie dan Kak Nina, kalian harus merias ku. Aku harus terlihat sangat seksi."


Claudia lalu menelpon Endra setelah itu.


"Bro aku siap.... Iya, aku membutuhkan itu hari ini."


Claudia menjelaskan semua yang ingin dia rencanakan. Dia sangat percaya diri tapi sedikit khawatir juga.


"Kak Naomi, pastikan semua media mengetahui semua ini. Gunakan semua kemampuan mu. Aku ingin semua channel berita dan media meliput hal ini malam nanti. Megan ingin menjadi topik utama berita bukan. Maka dia akan mendapatkannya segera. Jangan sampai ada yang berani untuk tidak memberitakan hal ini di semua media massa besok. Aku memperingatkan kalian semua. Bahkan Will atau Adam, tidak boleh menggagalkan rencana ku. Aku tahu Dom dan Kim tidak akan menggagalkannya. Benarkan Kak Nina?" Claudia melihat kearah Jolie dan Nina satu persatu.


Kedua wanita itu berkedip ke arah Claudia dan mengangkat jempol mereka.


***************


Adam sedang berada di kantornya saat sekretaris nya, Hilda, masuk ke dalam ruangan nya. Hilda mengetuk pintu dan Adam mempersilahkan dia untuk masuk.


"Tuan, sekarang sudah pukul 06.00 malam. Anda harus bersiap untuk pergi ke pesta. Nona Megan mengatakan bahwa dia akan menunggu Anda di rumahnya." Ucap Hilda.


Adam lalu menelpon Megan setelah mendengar hal itu.


"Hai Om. Om di mana? Aku baru saja selesai bersiap. Stylish yang Om kirimkan itu sangat hebat. Aku harus mengatakan, dia melakukan pekerjaannya dengan sangat sempurna." Ucap Megan terdengar begitu bahagia lewat telepon.


"Yaah, senang mengetahui hal itu. Tapi aku pikir, aku tidak bisa pergi ke pesta bersamaan denganmu. Kau bisa pergi dengan sopir, tunggu aku disana. Aku akan pasti datang. Akan sedikit terlambat jika aku harus menjemputmu dan pergi ke pesta yang memakan banyak waktu. Aku masih belum selesai bekerja di kantor." Ucap Adam mengatakan hal itu kepada Megan.


"Tapi Om... Mmmmm.... Baiklah, seperti yang Om katakan." Balas Megan.


Adam akhirnya selesai bekerja setelah 1 jam. Dia akhirnya bisa keluar dari kantor sekitar jam 07.00 malam. Tiba di rumah, Adam lebih dulu mencari istrinya. Tapi Nila mengatakan kepadanya, bahwa Claudia pergi keluar bersama Jolie dan Nina.


Adam merasa sedikit sedih karena dia tidak bisa bertemu dengan istrinya, saat tiba di rumah setelah hari yang begitu panjang bekerja di kantor. Adam sebenarnya sangat tidak menyukai hal seperti ini. Saat kembali ke rumah hal pertama yang ingin matanya, hatinya dan seluruh tubuhnya inginkan adalah istrinya. Adam merasa lesu ketika tidak menemukan Claudia menyambut dirinya di rumah. Tapi dia setidaknya merasa lega karena Claudia tengah bersama Nina dan Jolie.


Adam bersiap pergi ke pesta setelah selesai makan malam. Dia tengah berada di jalan menuju tempat pesta. Ketika dia menyadari bahwa sosial media tengah heboh dengan berita dan hashtag yang trending di internet. Semua orang tengah membicarakan Megan yang akan menjadi Nyonya Adam masa depan.


Adam menggelengkan kepalanya melihat semua itu. Dia tidak pernah peduli tentang hal ini sebelumnya. Tapi sekarang dia adalah pria yang sudah menikah. Adam menjadi semakin frustasi setiap menitnya.


Saat dia akhirnya tiba di area parkir tempat pesta, paparazi dan media berlari mengikuti mobilnya. Kedatangan dirinya disiarkan secara langsung oleh channel televisi. Seluruh negeri tengah menonton dirinya di televisi sekarang. Orang-orang berteriak dan memanggil serta bersorak mendukung dirinya dan Megan saat dirinya tiba. Saat Adam akhirnya membuktikan bahwa Megan adalah prioritas utama nya bahkan setelah jadwalnya yang begitu sibuk seharian, dia tidak meninggalkan pesta itu hari ini dan dia datang.


'Tuan Adam Wijaya datang sebagai pasangan Megan.'


Adam menghela napas di dalam mobilnya. Dia memperbaiki jas yang dikenakan untuk terakhir kalinya, sebelum dia keluar dari dalam mobil.


Tiba-tiba dia mendapat sebuah panggilan video call dari Claudia. Wajahnya langsung berbinar dan bibirnya tersenyum. Dengan cepat dia menerima panggilan itu dan melihat istrinya tengah berada di sebuah kolam hanya menggunakan pakaian renang seksi. Adam begitu terkejut. Claudia sedang tidak berada di kolam rumah nya, itu terlihat di sebuah kolam luar ruangan.


"Cinta, kau dimana?" Tanya Adam.


Claudia tidak menjawab tapi malah berjalan keluar dari dalam kolam dengan langkahnya yang begitu pelan. Memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya yang terlihat basah kuyup karena air. Dia mendekat kearah kamera dan mengambil kamera itu di tangannya, kemudian menjatuhkan dirinya di sebuah tempat tidur dengan air yang masih menetes dari tubuhnya.


Mulut Adam terbuka lebar. Dia tidak bisa berkata-kata, dia tengah sibuk melihat setiap inci dari tubuh Claudia. Menelan ludah, dia tidak ingin melewatkan sedikitpun dari tubuh Claudia untuk dilihat.


Claudia akhirnya menghela napas dan berbicara.


"Hai sayang." Ucap Claudia yang membuat Adam merasakan sensasi yang tidak biasa dalam tubuhnya.


"Aku tengah berada di hotel mawar sekarang, di ruangan presidensial. Sebenarnya aku merasa kesepian. Jadi aku berpikir aku bisa menghabiskan waktu berlibur disini untuk dua malam dan satu hari." Ucap Claudia sembari meraba tubuhnya sendiri.


Dia meraba leher hingga ke dadanya seraya terus berbicara dengan Adam.


"Aku tahu, aku lah orang yang memintamu untuk menghadiri pesta itu. Tapi kemudian aku menyadari bahwa aku merindukanmu. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku, tapi aku merasa tubuhku panas. Aku tidak tahu apa ini, tapi aku yakin aku menginginkan sesuatu."


Claudia terus mengucapkan hal yang membuat Adam merasa tubuhnya ikut panas.


"Jadi aku pikir, aku akan mencoba untuk menghabiskan waktu sendirian. Aku mencoba untuk mandi di kolam, tapi tidak berhasil meredakan panas dalam tubuhku ini."


Suara Claudia terdengar semakin pelan setiap detiknya. Bahkan dia dapat membuat batu menjadi hidup karena nada dari suaranya yang begitu mesra itu.


"Aku masih merasa panas, seperti seluruh tubuhku ini ingin disentuh. Aku rasa begitu..." Ucap Claudia kembali memegang lehernya dengan jemarinya kemudian turun ke area dadanya dengan menutup mata.


Adam menelan ludah melihat hal itu.


"Teman-temanku tengah berpesta setelah ujian kami selesai. Tapi aku tidak ikut bersama mereka. Aku merindukanmu.


Aku tidak mengerti...


Maksudku...

__ADS_1


Aku merindukan sensasi bagaimana kau menyentuh ku, disini kemarin malam." Ucap Claudia seraya menyentuh bagian dadanya.


Wajahnya, matanya, dan suaranya benar-benar lembut.


"Tidak, sebenarnya disini. Iya, aku merindukan sentuhan mu disini." Ucap Claudia menyentuh bagian sensitif nya.


"Atau mungkin di sini." Ucap Claudia lagi menaruh telunjuk nya di bibir bawahnya.


"Di, berhentilah menyentuh dirimu sendiri." Teriak Adam.


Mata Adam menghitam seperti langit malam. Mata itu terlihat putus asa, napasnya terengah-engah. Dia menutup matanya untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Tapi aku tidak bisa Dam. Aku tidak tahu kenapa. Aku tidak tahu apa yang diinginkan tubuhku ini. Tapi aku merasa puas saat menyentuh diriku sendiri. Kenapa kau menghentikan aku?" Tanya Claudia dengan raut wajah yang tidak bersalah.


"Aku akan pergi kesana. Tapi aku katakan padamu, jangan menyentuh dirimu sendiri Di. Kau harus mendengarkan aku, jangan menyentuh dirimu sendiri." Ucap Adam yang terdengar berteriak memohon.


"Jack, bawa aku ke hotel mawar sekarang." Titah Adam.


Claudia mendengar hal itu, tapi dia tidak berhenti untuk menyentuh dirinya sendiri, lehernya, dadanya dan bagian sensitif nya. Tepat dihadapan Adam yang melakukan video call dengannya.


"Tidak Claudia, hentikan. Tolong jangan, kumohon. Kumohon padamu, hentikan. Jangan menyentuh dirimu sendiri. Kau tidak boleh melakukannya. Kau tidak boleh menyentuh dirimu sendiri. Tidak saat ini. Tubuh itu milikku, semuanya milikku. Momen ini adalah milikku, kau tidak boleh, kau tidak boleh mengambil momen yang seharusnya menjadi milikku." Adam terus memohon kepada istrinya dengan putus asa.


"Aaaarrrrrgghhh.... Baiklah, aku tidak akan melakukannya. Tapi cepatlah, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menahan semua ini. Aku tidak bisa menjanjikan apapun." Ucap Claudia dan langsung mematikan sambungan telepon.


"Sayang.... Tunggu sayang." Adam tidak bisa menunggu lagi. "Jack cepat pergi." Ucap Adam.


Jack kembali menghidupkan mesin mobil. Mobil mewah itu perlahan mulai mundur. Orang-orang yang mengelilingi mobil itu terkejut. Mereka mencoba untuk menebak apa yang tengah terjadi. Mereka sejak tadi sudah menunggu Adam untuk turun dari dalam hotel, yang akan terlihat tampan seperti biasanya. Tapi semuanya tidak terjadi. Adam tidak keluar dari dalam mobil. Dan fakta yang terjadi, mobil Adam justru kembali keluar dari area parkir. Media dan kamera mengikuti dirinya. Kerumunan orang yang berteriak, sekarang terdiam karena terkejut karena mobil itu berbalik lalu pergi dengan kecepatan tinggi.


Semua orang yang ada di sana, tidak dapat berkata apa-apa. Butuh beberapa menit untuk mereka mengerti apa yang tengah terjadi.


Saat mereka menyadari bahwa mobil Adam sudah meninggalkan tempat itu tanpa turun dari dalamnya, mereka mulai berteriak kembali. Mereka lalu mengerumuni Megan, memberikannya pertanyaan yang bertubi-tubi


'Apa yang terjadi Nona Megan? Kenapa Tuan Adam kembali lagi?'


'Apa yang terjadi Nona Megan? Kenapa dia pergi? 'Apakah dia tidak akan mengikuti pesta?'


'Apakah kalian berdua bertengkar?'


'Apakah dia mencampakkan mu?'


'Lalu dengan siapa kau akan menghadiri pesta ini?'


'Nona Megan, ada sebuah rumor beberapa waktu ini yang mengatakan bahwa Tuan Adan memiliki sugar baby. Orang-orang pernah melihat Tuan Adam berada di suatu tempat bersama seorang gadis beberapa kali.'


'Apakah Tuan Adam pergi bersamanya?'


'Apa ada hal yang paling penting atau orang manakah yang bisa membuat Tuan Adam meninggalkanmu berdiri disini sendiri.'


Beberapa media sudah mengikuti mobil Adam, dan beberapa channel berita lainnya menyiarkan secara langsung situasi Megan disini. Dan yang lainnya menyiarkan secara langsung, mengikuti mobil Adam untuk menemukan kemana dia akan pergi.


Dan di dalam sebuah kamar hotel, seorang gadis yang terlihat tengah bermain sosial media melihat hashtag yang berubah setiap saat nya.


#meganlovita


#megan_nyonya_adam


#ratu_masa_depan


#bestcouple


#trueprincess


Kemudian....


#pangerantampan


#kedatangan_Adam


#pangeran_datang


#momen_yang_paling_ditunggu


#adamwijaya


#adamtheprince


Sekarang menjadi...


#apayangterjadi


#memalukan


#Megan_ditinggalkan


#kembalilahAdam

__ADS_1


Claudia tampak tersenyum. Dia lalu melihat pantulan dirinya ke dalam cermin.


"Maafkan aku Megan. Aku seharusnya sudah melakukan ini sejak tadi, bukan saat dia tiba di area parkir. Tapi aku harus menunjukkan kepadamu, bagaimana berkuasa nya diriku. Aku adalah istrinya. Aku dapat membuat dia meninggalkan apapun dan siapapun. Aku membuat dia meninggalkanmu berdiri di depan pintu seorang diri. Kau harus mengetahui bagaimana rasanya menjadi seseorang yang begitu lemah. Kau sudah terlalu lama menjadi beban bagi diriku. Bagaimanapun, aku sendiri ingin melihat apa yang bisa suamiku lakukan untuk ku." Ucap Claudia bicara pada dirinya sendiri.


Claudia kembali melihat dirinya di dalam cermin untuk yang terakhir kalinya. Kemudian dia mengambil kapas dan pembersih wajah dan mulai mengusap di seluruh wajahnya. Dia menghapus semua riasan yang ada di wajahnya. Claudia tidak membutuhkan semua itu. Tidak perlu memakai make up, dia tahu kecantikannya yang alami sudah cukup untuk Adam.


Setelah itu dia kemudian mandi di dalam kolam renang sambil menonton channel berita yang menunjukkan siaran langsung mobil Adam. Seluruh negeri saat ini tengah menebak dan ingin mengetahui kemana Adam akan pergi. Ketika Claudia menyadari bahwa Adam sudah berada di depan hotel, dia mematikan televisi dan keluar dari dalam kolam.


Gerakan Claudia begitu lembut, tenang dan tampak bersiap. Dia membuka baju renang yang dikenakan dan menutupi tubuh polosnya dengan sebuah handuk.


Adam keluar dari dalam mobil di depan hotel. Dia bahkan tidak melihat sedikitpun ke arah media dan paparazi yang mengikuti dirinya. Adam tidak menghiraukan mereka yang mulai bertanya berbagai pertanyaan yang berbeda.


Jack melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Dia dengan tenang dan begitu cekatan mengawal Adam masuk kedalam hotel. Adam mengetahui bahwa kamar yang dipesan Claudia menggunakan nama Tuan dan Nyonya Kim. Adam tidak membuang waktu sedetik pun untuk langsung pergi ke kamar itu. Para staf hotel juga mendengar tentang berita dan insiden yang terjadi. Tapi mereka sedikit mengetahui semuanya sampai Adam datang ke hotel mereka.


Adam tidak mengetuk pintu kamar itu, dia langsung masuk ke dalam ruangan dengan begitu cepat dan di sanalah wanitanya.


Claudia duduk di ujung tempat tidur menghadap pintu dengan ekspresi yang tampak menggemaskan. Wajah dan lekuk tubuhnya, matanya, semua seolah mengundang Adam untuk segera mendekat.


Claudia terlihat begitu seksi dengan rambutnya yang basah dan poninya yang menutupi dahinya. Tubuhnya masih basah karena air. Tidak ada satu helai pakaian pun di tubuhnya kecuali handuk itu. Adam bergerak begitu cepat mendekati Claudia. Matanya menghitam terlihat penuh hasrat. Matanya yang memandang Claudia tampak begitu tidak sabar.


Dia berdiri dihadapan Claudia yang sudah mulai membuka kancing pakaiannya. Setelah dia sendiri membuang jas dan rompi yang dia gunakan ke sembarangan arah di dalam ruangan itu beberapa detik yang lalu.


Claudia tersenyum nakal ke arah suaminya. Momen saat Claudia sudah selesai membuka semua kancing pakaian Adam dan menariknya keluar dari dalam celana Adam, Claudia meregangkan tangannya memberikan isyarat kepada suaminya untuk sebuah pelukan.


Adam tidak dapat menunggu, dia dengan cepat menjatuhkan tubuhnya ke atas gadis itu dan memeluknya. Wajahnya langsung menghadap leher Claudia. Claudia terjatuh di tempat tidur dengan Adam yang berada di atas tubuhnya. Bagian bawah Adam sudah begitu terasa di tubuh Claudia dan hal itu membuat Claudia merasa tegang dan gugup.


Claudia memeluk tubuh suaminya, pipi kanannya bertemu dengan pipi suaminya.


"Aku tidak bisa menunggu lagi sekarang." Bisik Claudia di telinga Adam dengan mata yang tertutup dan napas yang terdengar berat.


"Dan aku tidak akan menghentikannya sekarang." Balas Adam yang berbisik di telinga Claudia.


Tangannya sudah mulai meraba seluruh tubuh Claudia saat bibirnya mencium Claudia.


"Siapa sebenarnya yang menunggu Tuan Adam disini, hingga membuatnya meninggalkan Nona Megan berdiri sendiri di sana?"


"Apa sebenarnya alasan Tuan Adam menelantarkan pasangannya dan datang ke hotel ini."


"Menurut otoritas hotel, kamar itu dipesan atas nama Tuan dan Nyonya Kim."


"CCTV yang ada dijalan menunjukkan bahwa seorang gadis berpakaian serba hitam menggunakan masker dan topi warna hitam masuk ke dalam kamar itu."


"Siapa gadis itu?"


"Apa hubungannya dengan Tuan Adam?"


"Kenapa tidak ada orang yang tahu tentang dia?"


"Apakah dia adalah kekasih Tuan Adam?"


"Bukankah Nona Megan adalah Nyonya Adam di masa depan? Lalu siapa yang sebenarnya?"


"Bagaimana sebenarnya tempat Nona Megan dalam hidup Tuan Adam dan siapa prioritas utama Tuan Adam?"


"Apakah gadis itu lebih berkuasa dari Nona Megan? Siapa yang bisa membuat dirinya berbalik setelah tiba di tempat acara pesta itu.'


#temukan_gadis_itu


#gadis_misterius


#sugarbaby


#Megan_yang_malang


#gadis_beruntung


#pertarungan_kekuasaan


#cinta_rahasia


#meganvsgadiamisterius


Seluruh kota bahkan seluruh negeri saat ini tengah fokus pada satu hal, 'gadis misterius'. Mereka bekerja sepanjang malam untuk menemukan petunjuk dari gadis itu. Jadi mereka bisa merilis berita terpanas di channel mereka lebih dulu. Para media dan chanel berita tengah sibuk sekarang. Siapa yang bisa menemukan gadis misterius itu lebih dulu dan menemukan identitasnya.


Megan kembali ke rumah, menangis dan tampak kesal. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun sejak momen dia melihat Adam pergi meninggalkan dirinya. Dia tahu benar siapa gadis misterius itu.


Bersambung.....


Cinta rahasia atau istri rahasia?


Tetap tenang ya guys, semuanya akan berlanjut lagi.


Nyonya Adam sekarang sudah beraksi. Akhirnya mereka bisa melakukannya... 😂


Jangan khawatir, adegan panas akan segera datang di episode berikutnya. Setelah harimau yang lapar dalam waktu yang begitu lama itu akhirnya bisa menikmati menu favorit yang selama ini dia inginkan.

__ADS_1


Selanjutnya....


"Gadis yang ada dalam pelukanku adalah istriku. Aku sudah menikah..."


__ADS_2