90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
Depresi (Bab 58)


__ADS_3

Pagi ini juga Andreas langsung mengundang seorang Dokter wanita untuk memeriksa kondisiku. Dokter itu mulai melakukan pemeriksaan terhadap diriku. Dia mengajukan beberapa pertanyaan, tapi tak ada satupun yang aku jawab.


"Nona Velicia, apakah ini sakit?" Tanya Dokter itu sambil menyentuh kakiku yang terluka.


Ajaibnya aku tak merasakan apapun. Tak ada sakit atau nyeri yang aku rasakan. Tubuhku rasanya mati rasa. Begitu juga dengan hatiku.


"Nona Velicia, coba buka mata anda. Maaf saya akan memeriksanya sebentar ya." Ucap Dokter itu lagi.


Dokter itu menyorot mataku dengan sebuah senter kecil. Ia tampak menggeleng. Dokter itu kemudian mengajak Andreas untuk duduk menjauh dariku.


"Nona Velicia sepertinya mengalami depresi." Ucap Dokter itu.


Meski ia terdengar berbicara dengan pelan, tapi aku bisa mendengarnya dengan sangat jelas.


"Apa? Bagaimana bisa?" Tanya Andreas. Suara Andreas terdengar begitu panik.


"Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Semua orang pasti pernah merasa sedih atau murung. Sebenarnya seseorang dinyatakan mengalami depresi jika sudah 2 minggu merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga. Tapi yang dialami Nona Velicia sangat berbeda. Terdapat begitu banyak ketakutan dari sorot matanya." Ujar Dokter itu.


"Tapi, kenapa bisa Velicia?" Ucap Andreas.


"Depresi bisa menyerang siapa saja, termasuk wanita. Depresi pada wanita sering dikaitkan dengan perubahan hormonal, termasuk menstruasi, kehamilan, setelah kehamilan, atau menopause. Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang memastikan penyebab lebih seringnya depresi terjadi pada wanita. Sepertinya Nona Velicia telah mengalami suatu peristiwa yang sangat menyakitkan hingga sampai membuatnya trauma."


"Lalu apa yang harus saya lakukan Dok?" Tanya Andreas lagi.


"Depresi yang dibiarkan berlanjut dan tidak mendapatkan penanganan bisa menyebabkan terjadinya penurunan produktifitas kerja, gangguan hubungan sosial, hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri.


Dalam mengobati depresi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Melakukan psikoterapi, untuk membantu mengatasi masalah akibat depresi. Memberikan obat anti-depresan, untuk mengatasi depresi pasien. Dan untuk kasus depresi yang lumayan berat pasi bisa diberikan terapi kejut listrik, untuk mengubah kinerja otak pasien. Menjalani perawatan di rumah sakit jika mengalami depresi yang parah." Jawab Dokter itu.


"Tidak, tidak. Gadis kecilku tidak akan melewati itu semua. Aku akan membuatnya sembuh Dokter." Terdengar suara Andreas begitu bersemangat.


Setelah itu aku tak tahu apalagi yang mereka obrolkan. Karena aku merasa begitu mengantuk hingga tertidur.

__ADS_1


Namun, nyatanya tidurku tak bisa nyenyak. Kejadian di pasar pagi tadi kembali masuk ke dalam mimpiku. Aku berteriak sekencang mungkin tapi suaraku tak kunjung keluar. Hingga aku terbangun dengar keringat yang bercucuran. Ternyata Andreas berada disamping ku dengan tangannya yang menggenggam erat tanganku.


"Ada apa? Apa kau mimpi buruk?" Tanya Andreas.


Aku ingin sekali menjawab pertanyaan Andreas, tapi lagi-lagi bibirku seolah tak bisa diajak bekerjasama. Aku malah terus saja diam dan tak dapat berkata apapun.


"Sudah siang. Makan ya." Tawar Andreas.


Dia mulai menyuapiku, aku menggeleng. ***** makan ku tiba-tiba menghilang. Aku memilih bangun dan berjalan menuju balkon. Dari belakang Andreas berjalan mengikutiku dan memelukku.


"Lepaskan semuanya. Jangan takut lagi, aku ada bersamamu. Kali ini aku janji akan melindungi mu. Maafkan atas kesalahanku yang lalu tak bisa memberikan perlindungan padamu." Ucap Andreas.


Aku tetap saja diam. Tak ada yang bisa aku katakan. Andreas lalu memutar tubuhku dan memelukku. Hangat sekali rasanya, aku merasa begitu dilindungi.


"Aku sudah memberitahu Jack bahwa kau sudah ada disini. Sejak semalam dia meneleponku. Dan besok dia akan ada disini menemui mu. Untuk sekarang, temui lah tamu diluar sana. Seorang ibu hamil yang selalu mengkhawatirkan dirimu. Buatlah dia merasa tenang." Ucap Andreas.


'Ibu hamil? Pasti Merry.' pikirku.


"Kau baik-baik saja kan? Aku begitu khawatir padamu." Ucap Merry.


Merry lalu mengajakku duduk dan memegangi tanganku erat.


"Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan semuanya padamu?" Tanya Merry lagi.


Namun, lagi-lagi. Aku hanya diam, tak dapat berkata apapun. Merry kembali menangis, tanganku bergerak menghapus air matanya. Sebenarnya ada rasa sedih kala melihat sahabatku ini menangisi ku. Tapi aku benar-benar tak mampu bicara. Aku sendiri tak tahu kenapa.


"Andreas, katakan padaku. Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia tak bicara? Tatapannya juga begitu kosong?" Tanya Merry mencecar Andreas.


Andreas mulai menjelaskan apa yang Dokter katakan tentangku pada Merry. Setelah mendengar semuanya Merry langsung menghambur lagi ke pelukanku.


"Ya Tuhan, kenapa kau bisa seperti ini. Bicaralah. Aku ada disini." Ucap Merry.

__ADS_1


Aku benar-benar merasa hampa. Tak ada rasa apapun di hatiku. Merry mulai mengajakku duduk di pinggiran kolam. Sementara Andreas dan Hansen mengobrol berdua di ruang keluarga.


Segala cara dilakukan Merry agar bisa membuatku bicara. Tapi nihil, aku tetap tak mampu mengeluarkan suaraku. Seperti aku benar-benar tidak akan bisa bicara sampai kapanpun.


"Apa kamu ingin aku temani bertemu dokter?" Tanya Merry, aku hanya menggeleng.


"Kalau kamu mau nangis, nangis aja." Ucap Merry lagi.


Untuk apa menangis? Sepertinya air mataku sudah mengering. Tak ada lagi air mata yang.


"Sudah minum obat?" Tanya Merry lagi. Dan lagi-lagi aku hanya bisa diam.


"Apa ada yang bisa aku bantu?" Merry sepertinya tak menyerah.


Maafkan aku Merry. Aku pun ingin mengatakan sesuatu. Tapi mulutku benar-benar seolah terkunci. Aku tak bisa mengatakan apapun. Hidupku rasanya begitu hampa.


"Veli, aku di sini bersamamu dan aku tahu depresi itu sangat menakutkan, aku akan selalu dekat denganmu saat kamu berjuang menghadapi itu semua." Ucap Merry seraya memelukku.


Ada sedikit ketenangan yang aku rasakan. Selama ini Merry memang selalu menjadi orang yang sangat perhatian padaku selain Jack. Dan kini, kehadiran Andreas pun menambah seseorang lagi yang begitu peduli padaku. Jujur saja, aku kecewa pada diriku sendiri karena selalu menyusahkan mereka.


Sekarang, entah apalagi yang akan terjadi padaku. Aku tak ingin menyusahkan mereka lagi.


Sore menjelang, Merry dan Hansen pun pamit. Merry mengatakan akan kembali besok untuk menghabiskan waktu bersamaku. Aku hanya bisa melambaikan tangan tanpa mengatakan apapun saat mobil yang dikendarai Merry meninggalkan halaman rumah Andreas.


"Masuklah. Aku akan menyiapkan makan malam untukmu." Bisik Andreas di telingaku.


Andreas menggandeng tanganku masuk ke dalam rumah. Pria ini benar-benar memperlakukan aku dengan baik. Dia terlihat sangat mencintaiku. aku tidak akan menyia-nyiakannya.


'Aku ingin sembuh, aku ingin terus bersamanya.'


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2