90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
53. Apa Aku Kuat?


__ADS_3

Kalina mulai menangis. Claudia sendiri bisa merasakan rasa sakit yang ada di dalam hati Kalina.


"Tapi Kak, dia sudah berubah sekarang. Malam itu, aku sendiri yang berbicara kepadanya tentang rencana yang akan aku lakukan. Lalu aku memintanya untuk tidak mentake down semua berita dari internet. Dia tahu semuanya, tentang apa yang akan terjadi kepada Megan. Dia tidak menghentikan aku. Dia juga tidak pergi untuk melindungi gadis itu dari badai yang tengah berguncang di internet. Dia bahkan tidak pergi untuk menolong Megan saat aku berhasil melakukan rencana ku. Dia juga mengucapkan selamat kepada ku." Ucap Claudia.


Raut wajah Kalina terlihat terkejut.


"Benarkah? Dia tahu semua tentang insiden itu dan dia tidak menghentikan mu? Dia membiarkan mu mempermalukan Tuan Putri nya itu?" Tanya Kalina dengan sangat terkejut.


Kalina jauh lebih terkejut saat Claudia mengangguk kan kepalanya.


"Wow hebat! Kau benar-benar gadis yang hebat kalau begitu." Ucap Kalina memuji Claudia. "Ngomong-ngomong, tetaplah disini lebih lama lagi. Aku akan membuatkan cemilan untukmu." Pinta Kalina.


Claudia lalu melirik sekilas ke arah jam di tangannya.


"Mmmmm sebenarnya aku harus pergi. Dia akan kembali sebentar lagi. Dia akan panik seperti anak kecil, jika tidak menemukan aku di rumah saat dia kembali." Ucap Claudia dengan tenang.


Kalina tersenyum mendengar ucapan Claudia.


"Hmm... Hmmm... kita semua bisa melihat bahwa dia begitu tergila-gila padamu. Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksamu. Tapi tolong berkunjung lah lain kali, oke. Dan tolong sampaikan salam ku kepada suami itu."


Claudia lebih terkejut lagi.


"Kak! Kakak tidak masalah jika aku memberitahu Adam bahwa aku bertemu denganmu? Bagaimana jika dia memberitahu Will tentang hal ini? Dia akan..."


"Memangnya kenapa? Aku tidak bersembunyi dari Will, aku tidak peduli jika dia datang kemari untuk menemui ku setelah Adam memberi tahu dia tentang aku. Bagaimanapun semua keputusannya ada di tanganku. Apakah aku akan memutuskan untuk memaafkan nya atau tidak. Dan apa kau tahu, dia mungkin sudah tahu bahwa aku sudah kembali ke kota ini. Para anak buahnya selalu mengikuti aku. Aku tahu dia tetap mengikuti aku dan aku tidak takut kepadanya. Bagaimanapun dia itu tidak berbahaya bukan?"


Kalina mengerlingkan matanya pada Claudia yang terlihat mengagumi kepercayaan diri yang dimiliki oleh Kalina seperti dirinya sendiri. Sekarang Claudia tahu bagaimana sebenarnya pasangan yang cocok dari para pria yang paling berpengaruh di negeri ini. Mereka harus terlihat percaya diri, garang, pintar, hebat dan juga berani melawan seluruh dunia dan tentu saja harus penuh cinta ramah dan manis kepada para sahabat dan keluarga.


Claudia menyimpan semua itu dalam kepalanya.


Hari itu saat Claudia tiba di rumah, Adam belum juga kembali. Claudia sangat tidak sabar untuk memberitahukan kepada Adam tentang mantan kekasih Will yang sudah kembali ke kota ini. Dia ingin memberitahukan kabar itu kepada Adam, tapi Adam belum juga pulang ke rumah.


Claudia lalu menelpon Adam saat melihat jam di tangannya menunjukkan waktu yang sudah melewati waktu meeting Adam. Saat itu sudah 09.00 dan telepon langsung diangkat oleh Adam.


"Hai sayang, apa kau merindukanku?" Ucap Adam dari seberang telepon sebelum Claudia bisa mengatakan apa pun.


Wajah Claudia memerah dan ia pun memutar matanya malas.


"Apakah kau belum selesai meeting? Dimana kau sekarang?" Tanya Claudia.


"Aku sudah berada di jalan Baby. Aku akan berada di pelukanmu dalam waktu lima menit lagi. Tapi aku ingin istri yang sangat merindukan aku ini, mencium ku saat aku tiba di rumah dengan mengucapkan selamat datang sayang, dan memberikan ciumannya." Ucap Adam.


Claudia merasa ada sesuatu yang aneh. Selama ini Adam memang selalu menggoda nya, tapi nada dari suaranya terdengar berbeda. Adam tidak pernah bertingkah menggemaskan, dia tidak pernah memanggil Claudia dengan nama yang aneh seperti Baby. Adam selalu memanggilnya dengan nama sayang, cinta, atau istriku. Dia tidak pernah berbicara seperti itu. Claudia penasaran akan hal itu, lalu dia pergi ke dapur untuk memanaskan segelas susu.


Benar saja, setelah 5 menit bel rumah terdengar berdering.


'Wow dia benar-benar lelaki yang bisa dipegang omongannya. Aku harus memberikannya ciuman yang bertubi-tubi untuk hari ini.' Ucap Claudia dalam hati sebelum pergi untuk membuka pintu.


Claudia lalu membuka pintu dan mendapati seorang pria yang berdiri tegap dan tersenyum melihat kearah dirinya. Claudia membalas senyuman itu.


"Selamat datang di rumah sayang. Kemari lah, aku akan membuka jas mu."


Claudia bahkan belum selesai berbicara ketika dia menyadari bahwa Adam sudah membuka jas dan dasinya dengan memegang nya di lengan kirinya.


Claudia melangkah mundur untuk membiarkan Adam bisa masuk ke dalam rumah, lalu dia pergi ke dapur. Dia menyadari bahwa Adam tengah mengikuti dirinya untuk pergi ke dapur.


"Aku sudah menyiapkan susu untukmu. Apakah kau sudah makan siang dengan baik?" Tanya Claudia.


Adam tidak menjawab ucapan Claudia dia hanya melingkarkan lengannya di perut Claudia dari belakang lalu membenamkan wajahnya di tengkuk Claudia kemudian menciumnya.


"Pertama-tama berikan ciuman mu." Ucap Adam dengan suara yang terdengar begitu dalam.


Claudia tidak merespon akan hal itu. Dirinya tengah memikirkan hal lain. Dia dapat mencium bau aneh dari tubuh suaminya. Dia lalu mengetahui bau apa itu.


"Apa kau mabuk?" Tanya Claudia.


Adam tidak berhenti mencium leher dan pundak juga tengkuk Claudia. Dia terus bicara sambil mencium Claudia.


"Hmmmm.... perusahaan telah memenangkan sebuah tender yang sangat besar hari ini. Aku telah mencoba untuk bisa memenangkan tender ini untuk waktu yang lama. Dan akhirnya aku berhasil. Jadi itulah kenapa kami merayakannya kecil-kecilan. Tapi saat ini aku merasa ingin terbang. Bau tubuhmu sangat enak hari ini sayang." Ucap Adam.


Claudia menghela napas.

__ADS_1


'Bagaimana mungkin aku bau tubuhku tidak enak. Kau sendiri yang melaunching produk skin care yang spesial untukku dan dengan namaku sendiri sebagai brand nya. Jadi aku memang harus harum.'


"Baiklah, tidak apa-apa. Minumlah susu ini dan ayo kita tidur." Ucap Claudia berbalik menatap suaminya yang masih tersenyum seperti orang bodoh.


Adam meminum susu itu dengan sekali tegukan. Ia lalu mengusap mulutnya di pakaian Claudia. Dia lalu membenamkan wajahnya di dada Claudia.


Claudia merasa geli dan sedikit risih dengan hal itu. Tapi dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang tidak pernah berhenti menggoda nya itu.


Claudia lalu mengingat bahwa dia ingin memberitahu Adam tentang Kalina. Tapi sebelum dia bisa membuka mulutnya untuk berbicara sesuatu, Adam sudah langsung mengangkat tubuh Claudia melihat kearah Claudia dengan mata yang penuh nafsu.


"Sayang tunggulah dulu. Aku bahkan belum mematikan lampunya. Gelas kosong bekas susu dan ketel juga masih ada di atas kompor, aku harus membereskannya dulu." Ucap Claudia tapi Adam tidak menghentikan aksinya.


"Nila yang ada membereskannya." Ucap Adam kemudian langsung membawa tubuh Claudia naik ke lantai atas.


Saat berada di pertengahan tangga, Claudia melihat ke bawah lewat pundak Adam dan melihat bahwa Nila tengah membereskan ketel dan gelas itu.


Mereka tiba di kamar. Adam menempatkan tubuh Claudia di tempat tidur dengan hati-hati dan penuh cinta. Dia lalu menempatkan sebuah ciuman di kening Claudia, hidung, bibir, leher, dada kemudian perut Claudia. Dia kemudian kembali lagi dan mencoba untuk mencium Claudia dengan benar. Tapi Claudia terlihat tidak tahan lagi.


"Lepaskan aku Dam, napas mu sangat bau. Aku tidak bisa tahan dengan bau napas mu. Kau sendiri tahu bahwa aku sudah berhenti minum-minum. Sekarang tolong pergilah mandi lebih dulu." Ucap Claudia yang sebenarnya merasa tidak enak badan dan pandangannya juga seketika buram.


Adam langsung berhenti mencium Claudia dan melepaskan Claudia.


"Baiklah, kalau begitu lepaskan pakaian ku." Ucap Adam yang terlihat bertingkah seperti anak kecil.


Claudia menggelengkan kepalanya dan tertawa melihat tingkah suaminya itu. Setelah berhasil membuka pakaian Adam, kemudian Claudia mencoba untuk membuka ikat pinggang Adam, lalu dia mengingat sesuatu.


"Sayang, hari ini teman-temanku menggoda aku tentang bagaimana aku menghabiskan malam dengan mu saat di hotel. Mereka membicarakan tentang hubungan ranjang. Tapi ngomong-ngomong, mereka menjelaskan tentang bagaimana seseorang yang sangat bahagia menghabiskan malam pertama mereka. Mereka bilang seseorang yang baru pertama kali melakukannya akan terlihat berjalan dengan berbeda. Mereka bahkan mengatakan bahwa begitu menyenangkan nya kegiatan malam pertama hingga pagi harinya akan membuat mereka berjalan dengan sangat baik." Adam hanya tersenyum dan menahan tawa mendengar ucapan Claudia.


"Tapi sayang, aku tidak merasakan apapun yang seperti itu. Semua yang aku rasakan saat berjalan adalah rasa sakit dan aku bahkan tidak bisa untuk berjalan keesokan paginya." Ucap Claudia dengan santai membuat Adam merasa bodoh. "Aku rasa kau bodoh dalam hal bercinta." Ucap Claudia."


Wajah Adam langsung terlihat memerah. Rahang nya mengeras dan melihat kearah Claudia dengan tajam. Dia lalu menarik tubuh Claudia dan mendorongnya ke tempat tidur dengan kasar.


"Tunggu, tunggu sayang. Ada apa? Kau seharusnya pergi untuk mandi sayang. Tunggu, apa yang kau lakukan? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah? Adaaaam..." Claudia terus berbicara saat Adam melepaskan semua pakaiannya dengan brutal.


Adam terlihat begitu marah sekaligus takut dan kemudian...


Setelah semuanya berlangsung seperti itu, Adam akhirnya melepaskan Claudia dan langsung pergi ke kamar mandi tetap dengan wajahnya yang terlihat begitu marah.


'Wow, kenapa aku harus memberitahukan padanya hal itu.' ucap Claudia dalam hati dan setelah itu tertidur lelap.


Dua puluh menit kemudian, Claudia tertidur dengan cepat. Ia tengah bermimpi bermain dengan seekor kucing. Tapi tiba-tiba kucing itu menjila*t seluruh wajahnya dan bahkan bibirnya. Claudia lalu menampar kucing itu dan mendorongnya lalu berteriak, "pergi kau kucing bodoh."


Tapi itu sebenarnya bukan kucing melainkan Adam. Adam sudah ditampar di wajahnya dan baru saja dipanggil bodoh oleh istrinya sendiri. Dan hal itu adalah hal terakhir yang diharapkan Adam. Adam berharap untuk mendengar istrinya berkata betapa hebatnya dia di atas ranjang. Wajah Adam kembali memerah karena marah.


Adam berbaring di atas tubuh Claudia, lalu mencium keningnya sebelum berkata, 'sayang, lihatlah aku, buka matamu.'


Claudia membuka matanya yang masih mengantuk dan seketika tersadar saat melihat Adam ada didepan matanya.


"Oh ya Tuhan, yang tadi itu adalah kau sayang. Aku minta maaf, jangan marah. Aku sangat mengantuk dan aku hanya ingin tidur. Jadi ayo kita tidur. Kemari lah, peluk aku." Ucap Claudia dengan suara yang masih mengantuk dan kembali menutup matanya.


"Tidaaak." Teriak Adam.


Adam kembali menggoyangkan tubuh Claudia agar bangun.


"Sayang bangun. Beritahu aku, apakah aku ini tidak buruk diatas ranjang?"


Claudia membuka matanya dan tersenyum kepada suaminya dengan masih mengantuk.


"Tidak sayang, kau sangat hebat. Kau sangat menakjubkan. Jadi sekarang tolong..." Ucap Claudia.


"Tidak.... Aku tidak hebat. Kau baru saja mengatakan itu sekarang dengan kondisi mu yang masih mengantuk. Aku tidak memperbolehkan dirimu untuk tidur sampai kau mengatakan dengan sebenarnya dari dalam hatimu ." Ucap Adam.


Malam itu Adam kembali bercinta dengan Claudia lagi dan lagi. Dan dia selalu menanyakan hal yang sama setiap kalinya.


"Sayang, apakah aku tidak hebat di atas ranjang?"


Claudia menjawab hal yang sama lagi dan lagi. Dia hanya bisa berharap bahwa Adam akan berhenti melakukannya, tapi tidak.


Sudah jam 03.00 pagi, saat Adam mengangkat tubuh Claudia dalam gendongannya dan berjalan menuju kamar mandi. Lalu Claudia berpikir bahwa Adam akhirnya bisa berhenti dan melepaskan dirinya. Tapi kenyataannya tidak.


Saat pintu kaca itu terbuka dan air shower mulai jatuh ke lantai, saat itu juga bayangan 2 orang yang tengah bercinta di kamar mandi dengan napas yang terdengar berat. Suara desa*han dan kalimat penuh cinta memenuhi kamar mandi saat kedua tubuh mereka bersatu.

__ADS_1


Setelah lebih dari satu jam, Adam akhirnya membawa tubuh istrinya yang mengantuk itu keluar dari dalam bathtub dan membawanya keluar dari dalam kamar mandi. Benar saja, setelah begitu lama bercinta, Adam akhirnya membasuh tubuh Claudia dengan air hangat. Dia memijit tubuh Claudia, pundak dan paha serta kakinya. Adam membantu Claudia membersihkan seluruh tubuhnya karena Claudia terlalu mengantuk untuk melakukan semuanya dia sebenarnya tengah tertidur.


Adam membaringkan tubuh Claudia di atas tempat tidur dengan lembut. Dia lalu mengeringkan rambut Claudia dengan baik dan mengoleskan gel obat di bekas gigitan nya di tubuh Claudia. Dia juga mengusapkan body lotion ke seluruh tubuh Claudia dan akhirnya tertidur di samping Claudia seraya memeluknya dan menciumnya.


****************


Hari berikutnya, Claudia bangun pukul 01.00 siang dan Adam sudah pergi ke kantor.


Claudia dapat menyadari bahwa Adam sudah mengobati semua bekas gigitan dan tanda merah di tubuh nya. Tapi tetap saja, Claudia sangat... sangat... marah pada suaminya itu. Dia lalu turun ke lantai bawah dan pergi ke dapur.


"Selamat siang Nona Muda. Apakah anda menginginkan sesuatu." Tanya Nila.


"Tidak, aku hanya mau bilang mulai besok aku minta tolong tunggu lah sampai aku turun ke dapur. Aku akan memasak, kau harus ada disini membantuku dan mengarahkan aku. Bisakah kau memanggil pelayan yang lainnya juga? Aku ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka juga." Ucap Claudia dengan suaranya yang terdengar sedikit serak.


Nila dapat menebak apa alasannya sampai Claudia begitu serak, karena Claudia sendiri bahkan tidak menutup tanda merah di lehernya. Lehernya benar-benar penuh dengan tanda merah yang parah, dan bibirnya juga terlihat terluka.


Claudia berbicara kepada para pelayan dan mengatakan hal yang sama kepada mereka untuk menunggu perintah darinya. Claudia akan mengatakan kepada Nila, apa yang harus mereka kerjakan dan Nila akan mengawasi mereka semua.


Setelah berbicara dengan para pelayan, Claudia mendapat panggilan dari teman-temannya. Dia lalu menjelaskan semuanya kepada mereka, dan teman-teman nya berkata seperti...


"Oh tidak ya Tuhan.... Claudia, apa yang harus aku lakukan padamu?"


"Waaaahh Claudia, kau tidak pernah kehabisan ide untuk membuatnya marah. Ini sangat lucu..."


"Suamimu terlalu sentimental..."


Claudia masih tidak mengerti apa yang salah dengan yang dia katakan. Claudia memang sebenarnya masih sangat naif dengan hal seperti ini. Apapun yang dia pelajari tentang hal ini adalah dari teman-temannya. Dia sendiri tidak punya pengetahuan apapun tentang hal ini bahkan bagaimana caranya untuk mencium dan menggoda Adam dia pelajari dari temannya.


Teman-temannya menjelaskan kesalahan apa yang sudah di lakukan Claudia. Claudia memutar matanya malas, dia masih tidak memaafkan suaminya itu.


Kemudian saat makan siang Adam menelpon nya. Claudia mengangkat telepon itu, tapi tidak mengatakan apapun.


Adam merasakan situasi yang memanas. Dia hanya tersenyum dalam diam.


"Hai sayang, apa yang sedang kau lakukan?"


Mendengar suara Adam, semakin membuat darah Claudia terasa mendidih.


Claudia memutar mata malas lalu mengatakan "aku sedang makan siang."


Adam tentu saja mengetahui bahwa istrinya terdengar marah, terdengar dari suaranya itu. Adam tertawa, mengingat apa yang telah dia lakukan di tempat tidur tadi malam.


"Sayang, apa kau tahu? Kau adalah dessert termanis yang ada di dunia ini. Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akan mendapatkan seorang istri seperti dirimu."


Claudia memutar matanya lagi dengan malas dan tetap terdiam.


"Aaahh, berbicara tentang manisnya dirimu. Aku ingin pulang sekarang sayang." Ucap Adam.


Hal itu membuat claudia menelan ludah.


"Apa? Sekarang? Kenapa? Apakah makanan di kantor mu rasanya tidak enak? Ucap Claudia.


"Tidak sayang. Aku merindukan rasa dari dirimu. Aku akan pulang. Aku ingin memakan dirimu pai ku yang manis." Ucap Adam.


Claudia berteriak keras kali ini.


"Adam Wijaya bajingan, aku akan pergi ke asrama kampus untuk sebulan. Sekarang aku butuh istirahat. Kau bisa memuaskan nafsu mu itu sendirian di sini, di rumah ini."


Adam tertawa dengan sangat keras, sangat sangat keras. Bahkan sekretaris nya bisa mendengar hal itu. Sekretaris nya saling menatap satu sama lain dengan terkejut. Samuel tersenyum menahan tawanya sendiri. Sementara Erik memutar mata malas dan berdecak kesal.


'Dasar pria tukang pamer. Apakah dia harus selalu membuat orang lain merasa jomblo seperti ini.'


"Sayang, kau tidak akan pergi kemanapun. Aku hanya bercanda. Aku berjanji bahwa aku tidak akan melakukan apapun sampai besok malam. Janji dan aku tidak akan pulang sekarang. Sampai jumpa nanti sore. Aku mencintaimu." Ucap Adam sebelum memutuskan sambungan telepon.


Claudia akhirnya menghela napas lega dan bersiap keluar rumah untuk bertemu dengan Will.


Bersambung....


Selanjutnya....


Claudia akan melakukan sesuatu untuk Will dan Kalina.

__ADS_1


__ADS_2