90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
20. Bermasalah


__ADS_3

Beberapa hari kemudian semuanya berjalan dengan baik, lancar, tenang dan aman bagi keduanya. Keduanya tak lagi bertengkar seperti biasa.


Claudia sudah belajar dengan baik sekarang dan Adam sangat terkesan dengan hal itu. Adam selalu memberikan hal kecil untuk istrinya saat pulang ke rumah dari kantor. Kebanyakan membawa makanan, karena sekarang Adam tahu bahwa Claudia tidak terlalu suka terhadap barang mahal. Bukan sama sekali tidak suka, Claudia suka barang mahal tapi tidak semuanya. Dan Claudia sendiri merasa bahagia akhir-akhir ini karena Adam memperlakukan dirinya dengan sangat baik.


Adam sekarang sudah berhasil untuk membujuk Claudia agar bisa memanggilnya dengan sebutan Adam. Karena selama ini Claudia lebih banyak tidak menyebut nama Adam, melainkan dengan sebutan Tuan. Adam sendiri kini memanggil claudia dengan panggilan Di.


Claudia tetap merasa bahwa Adam itu seperti Dekan di kampusnya. Claudia masih merasa canggung jika harus memanggil Adam dengan menyebut namanya. Tapi satu hal yang membuat Claudia merasa seperti ada kupu-kupu yang terbang di dalam perutnya saat Adam memanggilnya dengan sebutan Di.


Pria yang berkuasa dan sangat mengintimidasi seperti Adam, tak pernah menyebut orang dengan memanggil namanya, tidak memperlakukan orang dengan baik, malah memanggil Claudia dengan nama panggilan pendek yang terdengar menggemaskan. Claudia berusaha untuk tidak merasa spesial, tapi dia tidak bisa. Karena selama ini Adam selalu memperlakukan nya dengan cara yang spesial.


Suatu hari Claudia bangun di pagi hari minggu. Kamarnya tampak kosong, tidak ada orang yang membangunkan nya karena Claudia akhirnya bisa bangun dengan sendirinya. Tapi saat dia membuka mata yang dia menyadari ada sesuatu yang berbeda dari dalam kamarnya. Tapi dia tidak bisa melihat dimana letak perbedaan dari kamarnya itu.


Claudia kembali memutar pandangannya untuk mencari apa yang sebenarnya terlihat berbeda. Akhirnya ia menyadari bahwa ada beberapa botol parfum yang dipajang sekitar 20 sampai 25 botol yang ditata rapi di setiap sudut ruangan dan salah satunya berada tepat di antara kedua dan bantalnya.


Claudia tidak dapat menahan senyuman yang membuat gigi kelincinya terlihat. Pipinya bahkan merona. Claudia tahu siapa yang melakukan semua ini di kamarnya. Karena parfum yang ada di sela bantal itu adalah parfum yang sangat ia inginkan selama ini. Parfum yang pernah diperebutkan nya juga dengan Adam saat itu.


Setelah selesai bersiap, Claudia turun dari dalam kamarnya menuju ruang makan dimana Adam sudah menunggunya untuk sarapan bersama. Claudia berterima kasih kepada Adam. Adam sendiri awalnya khawatir karena berpikir bahwa Claudia tidak akan mau menerima hadiah yang ia berikan.


Adam sangat mencintai gadis yang tengah duduk di hadapannya itu. Ia mencintai semua yang ada di dalam diri Claudia. Adam sangat percaya bahwa Claudia adalah gadis yang menggemaskan dibalik penampilan dan kelakuannya yang sedikit berandalan dan keras kepala itu. Tapi bagaimanapun juga, Claudia tetaplah claudia yang di mata orang-orang adalah seorang gadis berandalan yang keras kepala. Namun tidak bagi Adam karena di dalam rumah, bagi Adam, Claudia terlihat hanya seperti seorang gadis yang lugu dan menggemaskan.


Claudia akhir-akhir ini terlihat begitu sensitif terhadap Adam. Ia bahkan dapat memperlihatkan dirinya yang lemah di hadapan Adam padahal selama ini ia terkenal sebagai orang yang tidak pernah mau dilihat lemah. Tapi bersama Adam, Claudia bisa mengekspresikan kesedihannya, kebahagiaannya bahkan saat ia memiliki masalah. Naomi akhirnya bahagia melihat perubahan yang terjadi pada Claudia karena ia akhirnya kembali menjadi dirinya yang dulu lagi.


Tapi suatu hari....

__ADS_1


Pihak kampus menghubungi Adam, memberitahu Adam bahwa Claudia tengah terlibat masalah karena berkelahi di dalam kelas dengan mahasiswa lain.


Saat itu Adam tengah berada di dalam ruang meeting saat ia menerima telepon dari pihak kampus Claudia. Dia membatalkan meeting itu lalu bergegas pergi ke kampus. Hal itu membuat Erik terlihat sangat syok. Selama ini, Adam tidak pernah menunda atau membatalkan meeting.


Adam sampai di ruangan Dekan, ia melihat sosok Claudia yang menatapnya dengan wajah yang tampak terkejut.


'Ya tuhan! Kenapa harus dia lagi? Bukankah aku memberikan nomor Naomi? Kenapa harus dia yang datang kemari? Apa dia tidak sibuk, atau apakah dia tidak punya pekerjaan? Oh Tuhan tolong aku.'


Claudia sangat takut untuk menatap wajah Adam tapi dia dapat menyadari bahwa Adam tengah menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.


"Selamat datang Tuan Adam, silahkan duduk. Maaf karena sudah mengganggu waktu kerja Anda. Saya tahu anda orang yang sangat sibuk. Saya sebenarnya sudah menelpon ibu Naomi, tapi dia mengatakan kepada kami untuk menghubungi anda karena anda yang bisa menyelesaikan masalah ini. Bu Naomi sendiri mengatakan bahwa ia tengah dalam perjalanan menuju kota M." Dekan tengah berbicara sedangkan Adam sendiri nyatanya tidak duduk dan hanya menatap Claudia dengan tajam baru berjalan mendekat kearah Claudia.


"Kenapa kau bertengkar dengan nya?" Tanya Adam dengan suara yang ia buat agar terdengar lembut.


'Dia adalah gadis yang memang masih sangat muda. Tenanglah Adam, jangan sampai kau kehilangan kesabaranmu.'


Tapi sikap Claudia yang terlihat masa bodoh membuat darah Adam kembali mendidih.


"Lihat aku saat aku bicara denganmu Di." Ucap Adam dengan suara yang sedikit meninggi.


Claudia akhirnya mengangkat kepalanya dan melihat ke arah mata Adam dengan wajah yang terlihat sedikit takut.


Dekan dan mahasiswa yang menjadi lawan Claudia berkelahi terlihat tampak seperti ditabrak oleh sebuah truk, truk yang sangat besar. Keduanya benar-benar terkejut melihat Claudia yang terlihat takut terhadap Adam. Claudia yang selama ini dikenal tidak pernah takut dengan siapapun. Baik itu senior di kampus maupun junior dan beberapa saat yang lalu telah menghajar habis-habisan mahasiswa yang berada dalam satu ruangan dengannya, kali ini ia terlihat takut saat berdiri berhadapan dengan Adam.

__ADS_1


"Jawab aku Di!" Titah Adam lagi.


"Dia telah membicarakan hal buruk tentang kedua orang tuaku. Mama Velicia dan juga Mama Viona. Dia menyebut Papa Andreas berselingkuh dengan Mama Viona dan melahirkan....." Claudia tidak dapat menyelesaikan kalimatnya karena Adam sudah menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.


Claudia tidak membalas pelukan Adam, dan hanya membiarkan kepalanya bersandar di dada Adam. Adam terus memeluk Claudia dan mengusap punggungnya. Sementara Claudia sendiri merasa pusing karena aroma parfum yang dikenakan Adam yang baunya begitu maskulin.


Apa yang dilakukan Adam saat ini, menjadi hal yang sangat disukai Claudia. Ia sendiri bingung tentang perasaan apa yang dirasakannya saat Adam menyentuhnya. Ia tak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, meski itu bersama Endra.


Adam terus memandang Dekan dan mahasiswa yang berkelahi dengan Claudia itu. Ia lalu melepaskan pelukannya terhadap Claudia. Kemudian menyeka rambut Claudia ke belakang telinganya.


"Dimana wali dari mahasiswa ini?" Tanya Adam pada Dekan.


Dekan tampak bingung dan panik dengan pertanyaan itu.


"Sebenarnya Tuan Adam, dia... Maksud saya...."


"Kau tidak menghubungi orang tua atau walinya?" Teriak Adam. "Ah, biar aku tebak, kau berpikir bahwa dia tidak bersalah dan gadis ku ini yang sangat terkenal di seluruh kampus sebagai mahasiswa yang nakal bukan, lalu kau berasumsi bahwa dialah yang bersalah." Ucap Adam kasar namun wajahnya masih terlihat tenang.


Disisi lain, Claudia ingin berteriak dalam hati. Ia merasa begitu senang sekaligus terkejut. Dia sangat senang melihat suaminya memarahi Dekan.


"Tidak Tuan Adam. Maksud saya...." Dekan berusaha menjelaskan sesuatu.


Adam memegang tangan Claudia dan menggenggamnya dengan sangat erat lalu berjalan bersamaan dengan isterinya itu keluar dari ruangan Dekan. Seluruh kampus menyaksikan keduanya dengan mulut yang menganga melihat Adam dengan auranya yang begitu mengintimidasi dan bingung terhadap Claudia yang tampak bertingkah baik.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2