
Sekitar jam 12.00 siang....
Ketika Claudia akhirnya berhasil keluar dari dalam rumah sakit dan lokasi dimana dia putuskan untuk bertemu dengan pria itu berjarak 2 jam jauhnya dari rumah sakit. Hal baik yang dilakukan Claudia adalah mencuri seragam dari petugas kebersihan itu, karena ada uang di dalam saku nya. Meski sangat sedikit tapi cukup untuk naik taksi menuju tempat tujuannya.
Claudia tiba di tempat tujuannya, tapi sedikit terlambat karena sudah jam 02.20 siang. Claudia melihat sekeliling tempat itu, tapi tidak ada seorangpun di sana. Claudia pikir bahwa pria itu akan menunggu dirinya karena dia sudah terlambat.
Kemudian tiba-tiba keluar entah darimana setidaknya 20 atau 25 orang pria berpakaian serba hitam tiba dan mengelilingi Claudia. Claudia sedikit terkejut sebenarnya, siapa yang tidak terkejut dengan hal seperti itu.
"Ada apa ini? Apa yang kalian inginkan?" Tanya Claudia.
"Tuan sudah menyuruh kami untuk menjemput anda masuk ke dalam mobil. Tuan menunggu anda di sana." Ucap salah seorang dari mereka berbicara kepada Claudia.
Claudia tersenyum mengejek ke arah mereka.
'Wow benar-benar pria yang sangat sopan, begitu penuh kasih sayang mengirimkan orang-orangnya untuk mengawal ku masuk ke dalam mobil. Tidak bisakah dia datang sendiri untuk menemui ku. Dan pria itu berkata dia mencintai ku.' pikir Claudia memutar matanya malas lalu menghela napas ke arah mereka semua sebelum menganggukkan kepalanya.
"Ayo pergi." Ucap Claudia.
'Mereka bahkan tidak mengucap salam kepadaku, dan orang-orang suamiku memperlakukan aku seperti ratu. Tapi siapa aku ini berharap sesuatu dari... Bukan orang lain, hanya Adam Wijaya.' pikir Claudia saat berjalan menuju mobil.
Claudia masuk ke dalam mobil, duduk di bangku belakang hanya untuk berhadapan dengan seorang pria yang duduk di sana dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajahnya menatap kearah Claudia.
Claudia tidak bisa menolak, dia juga menatap pria itu. Dan itulah dia pria itu. Claudia akhirnya melihat pria itu setelah bertahun-tahun lamanya. Claudia bahkan lupa wajah pria itu juga, sekarang pria itu ada didepannya. Claudia dapat mengingat semuanya. Bentuk dari pria itu, Claudia memang tertarik dengan wajahnya saat pertama kali bertemu dalam hidupnya dulu.
Di sisi lain, Sean juga sangat terkejut dan sangat terpesona melihat Claudia untuk pertama kali dalam hidupnya setelah beberapa tahun.
Dia terus menatap wajah Claudia dan tidak bisa memalingkan diri untuk menyentuh wajah Claudia. Dia mengangkat tangannya hendak menyentuh wajah Claudia. Hal itu membuat Claudia tersadar dari lamunan nya, dia langsung menepis tangan pria itu.
"Apa-apaan ini? Kau jangan mencoba untuk menyentuh ku." Bentak Claudia dengan wajahnya yang marah karena sudah menyakiti orang-orang terdekatnya, menyakiti suaminya, meneror dirinya dan juga di dalam hatinya Claudia merasa bahwa pria itu sudah merusak momen ciuman pertamanya, dia sangat membenci pria itu.
Sean masih tidak keluar dari khayalan nya. Dia tidak menyentuh wajah Claudia, tapi tetap menggerakkan tangannya di udara seperti tengah mengikuti struktur wajah Claudia seolah tengah menyentuh wajah Claudia. Tangannya hanya beberapa inci dari Claudia, meski itu sebenarnya tidak menyentuh kulit Claudia tapi itu tampak seperti tengah menyentuh wajah Claudia. Matanya mengikuti arah jemari nya dan tidak berkedip sedikitpun.
Claudia merasa jijik dengan cara Sean melihat dirinya. Dia merasa tidak nyaman dengan tatapan Sean. Claudia mengambil bantal kecil dari belakang dan menepuk nya ke wajah Sean untuk menutupi tatapannya itu dan akhirnya itu berhasil. Sean tertawa, dia akhirnya menemukan tingkah Claudia yang menggemaskan. Dia pikir Claudia tengah malu, tapi kenyataannya Claudia merasa jijik dan tidak nyaman.
"Aku... aku... tidak percaya ini. Aku tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh mata ku sendiri. Akhirnya aku melihatmu setelah begitu lama. Aku tidak dapat menjelaskan perasaanku kepadamu sayang, aku... Bagaimana aku sangat merindukanmu. Berapa banyak malam yang aku habiskan untuk memikirkan mu. Wajah ini, aku tidak pernah melupakannya satu hari pun. Setiap detail dari bentuk wajah ini selalu terkenang dalam mataku. Aku juga ingin untuk memeluk mu sayang. Kumohon, kumohon biarkan aku memelukmu sekali saja." Pinta Sean secara langsung.
Claudia mengalihkan pandangannya dari pria itu dan memutar matanya.
"Tidak akan pernah. Aku memperingatkan mu, kau jangan menyentuh ku." Ucap Claudia.
"Tapi sayang, kau bilang kau akan datang kepadaku karena keinginanmu. Kau ingin tinggal bersamaku, lalu kenapa..."
"Iya, tapi aku butuh waktu, orang asing. Bagaimana kau bisa berpikir bahwa aku akan merasa nyaman denganmu yang menyentuh dalam waktu semenit kita bertemu. Kau memaksa aku dan meneror ku untuk meninggalkan kehidupan pernikahanku yang bahagia. Bagaimana kau bisa berharap aku akan bersedia disentuh olehmu secara langsung dengan begitu saja." Bentak Claudia pada Sean setelah memotong ucapannya tadi.
Sean menghela napas.
"Baiklah gunakan waktumu. Tapi aku tidak bisa menunggu terlalu lama, kau harus merubah pikiranmu sayang. Aku sudah melihatmu sebagai milikku. Aku mencintaimu dan aku mau kau juga mencintaiku dan kau harus mencintaiku. Gunakan waktumu untuk beradaptasi dengan perubahan ini. Aku yakin, aku akan bisa membuatmu melupakan dia selamanya. Secepatnya dia akan menjauh dari tubuhmu, hatimu, pikiranmu dan semuanya. Dan setelah itu hanya akan ada diriku." Ucap Sean penuh penekanan membuat darah Claudia terasa mendidih.
"Selanjutnya apa? Kita mau pergi kemana?" Tanya Claudia mengubah topik pembicaraan mereka.
Tersenyum penuh cinta, Sean membalas, "pergi ke rumahku. Kau akan menyukainya, aku jamin itu."
Claudia tidak mengatakan apapun, dia sibuk dengan pikirannya sendiri.
'Aku pikir, apakah Adam sudah menemukan surat ku atau tidak? Dia tidak akan salah paham padaku bukan?' pikir Claudia.
__ADS_1
Claudia mengeluarkan ponsel dari dalam saku nya dan mencoba untuk mengecek sosial media. Tapi Sean langsung merampas ponselnya itu.
"Untuk apa itu? Kembalikan ponsel ku." Titah Claudia.
"Untuk apa ponsel ini sekarang? Ponsel ini tidak akan membuatmu bertemu dengan orang-orang yang berada dalam kehidupan lama mu. Aku akan memberikanmu ponsel yang baru. Bagaimanapun ponsel mu ini bisa di lacak, jadi aku tidak mau mengambil resiko. Jangan khawatir aku akan memberikanmu ponsel keluaran terbaru, oke sayang." Ucap Sean seraya membuang ponsel Claudia lewat jendela.
Claudia begitu kaget dan hendak menangkap ponsel itu, tapi tidak bisa karena ponsel itu sudah dibuang ke arah semak-semak di pinggir jalan saat mobil itu juga berjalan dengan kecepatan tinggi.
Tapi percobaan Claudia yang gagal itu, malah secara tidak sengaja membuatnya menjadi lebih dekat dengan Sean. Sean tengah menikmati kedekatannya dengan Claudia. Matanya melihat setiap inci wajah Claudia dari jarak yang begitu dekat saat Claudia melihat ke arah jendela melihat keluar dengan wajahnya yang kesal.
Ketika Claudia menyadari kedekatan mereka, dia melihat Sean tengah menatap bibirnya dengan tatapan yang rakus. Claudia langsung beranjak mundur kembali ke posisinya semula dan mengutuk dirinya sendiri dalam hati.
Sean tersenyum akan sikap yang diperlihatkan Claudia. Dia lalu mengambil sebuah saputangan berwarna hitam dari dalam kantung nya yang lebih mirip seperti penutup mata dan tersenyum.
"Kemari lah sayang, biarkan aku mengikat ini untuk menutup matamu." Ucap Sean.
"Apa? TIDAAK!!" Ucap Claudia protes tentunya.
"Sayang, kau salah mengerti akan diriku. Sebenarnya kita akan melewati jalanan utama menuju rumahku. Aku tidak mau kau melihat jalanan itu. Tempat itu akan menjadi kejutan untukmu." Ucap Sean menjelaskan kepada Claudia.
"Yang benar saja? Apa kau pikir mataku ini punya kamera di dalamnya, sehingga aku bisa merekam semua arah jalanan dan mengirimkan nya kepada suamiku? Kau bahkan membuang ponselku juga." Protes Claudia.
Sean tertawa kecil.
"Kau salah paham padaku sayang. Aku hanya mau tempat itu menjadi sebuah kejutan untukmu, hanya itu kumohon." Ucap Sean.
"Tidak, aku tidak mau. Bagaimana jika kau mengambil keuntungan dari ku?" Protes Claudia yang tampak marah kali ini.
Sean menjadi tidak sabar setiap detiknya. Dia tidak suka Claudia yang keras kepala. Tapi dia tidak bisa mengekspresikan semuanya. Dia hanya bisa tersenyum dan membalas ucapan Claudia.
Claudia akhirnya setuju, setelah dia tidak punya pilihan lain.
************
Setelah perjalanan yang panjang, mobil itu akhirnya berhenti.
Claudia mendengar pintu mobil dibuka, kemudian dia merasakan ada jemari yang tengah membuka tutup matanya dan sebentar saja itu sudah terbuka. Claudia mengucek matanya, berharap cahaya matahari akan langsung menyinari matanya. Tapi, tiba-tiba itu semua tidak pernah terjadi. Claudia membuka matanya dengan bingung. Dan yang dia temukan hanyalah di luar mobil sudah begitu gelap, ternyata sudah malam.
Sean sudah berdiri di luar mobilnya di samping Claudia, menunggu Claudia untuk keluar.
Keluar dari dalam mobil, Claudia melihat ke sekeliling dan tampak berpikir. Dia tidak bisa menebak apapun yang ada di dalam kegelapan. Tapi di depannya ada sebuah kastil besar. Dijaga oleh banyak pria berpakaian serba hitam berdiri di setiap inci kastil itu, setiap koridor dan balkon di setiap sudut dan semuanya.
"Selamat datang di duniaku sayang." Bisik Sean di telinga Claudia dari jarak yang aman.
Dia mengucapkan selamat datang kepada Claudia di dalam kastil dan membawa Claudia masuk kedalam. Claudia mengikutinya dalam diam dan berpikir sembari melihat sekeliling dengan matanya.
Claudia masuk ke dalam tempat itu yang tampak seperti ruangan tamu. Dua orang pelayan datang membungkuk di hadapan Sean.
"Selamat datang Tuan, seperti yang anda perintahkan lewat telepon. Kami sudah menyiapkan semuanya." Ucap mereka.
"Bagus. Sayang, makan malam sudah siap. Aku sudah meminta mereka untuk menyiapkan semua makanan yang sangat istimewa untukmu. Di sana ada banyak makanan, kau bisa memilih apapun yang ingin kau makan. Ini adalah makan pertama mu bersamaku, di rumahku. Aku sangat bahagia. Ayo kemari sayang." Ucap Sean seraya menjulurkan tangannya kepada Claudia.
Claudia tidak menghiraukan nya.
"Aku lelah, aku ingin tidak ingin makan apapun. Aku ingin tidur." Ucap Claudia.
__ADS_1
"Tapi Tuan...." Pelayan itu mencoba untuk mengatakan sesuatu tapi dipotong oleh Sean.
"DIAM LAH.. Beraninya kau berbicara dengannya. Apakah kau lupa dimana posisimu? Dia bilang, dia tidak ingin makan. Jika dia tidak mau, maka dia tidak mau melakukannya, itu saja. Kau seharusnya melakukan apapun yang dia inginkan. Kau mengerti itu?" Sean berteriak ke arah mereka.
Claudia hanya bisa mengumpat dalam hati.
'Begitu palsu nya bajingan ini. Dia bahkan tidak pernah bisa seperti suamiku. Tidak peduli bagaimana kami bertengkar, atau bagaimanapun aku merasa lelah, suamiku tidak akan pernah membiarkan aku tidur dengan perut yang kosong. Pria ini menunjukkan kepadaku bagaimana dia mencintai aku, hah? Apakah dia tidak tahu apa sebenarnya arti dari cinta itu? Jika dia memang mencintai aku, dia tidak akan membiarkan aku melewati makan malam ku. Bagaimanapun keras kepalanya aku bertingkah, sama seperti yang dilakukan suamiku.' ucap Claudia dalam hati.
"Ngomong-ngomong di mana kamar ku?" Tanya Claudia.
"Iya sayang, ikutlah denganku. Aku akan menunjukkan kamarmu. Aku secara spesial sudah mendesain nya untukmu. Aku yakin kau akan menyukainya, kamar itu berada disamping kamarku."
Sean terus berbicara bagaimana dia mendesain kamar itu dengan interior yang di desain sedemikian rupa. Bagaimana dirinya menyiapkan semua dekor itu, mengambil setiap interior dengan usahanya dirinya sendiri, dan bla bla bla bla.
"Di sini lah kamarmu."
Mereka akhirnya sampai di depan pintu sebuah kamar. Sean membuka pintu itu untuk mereka. Claudia lalu masuk ke dalam kamar itu dan langsung merasa ngeri melihat semuanya.
Kamar itu berwarna pink.
'Bisakah kalian bayangkan, sebuah kamar berwarna pink untuk seorang gadis nakal seperti Claudia?' 🤣🤣🤣
Semua yang ada di kamar itu berwarna pink. Kamar itu di dekorasi dengan tema yang menggemaskan. Sebenarnya itu baik-baik saja, tapi itu terlalu feminim untuk Claudia. Claudia ketakutan sekarang, berpikir apakah pria itu juga mengisi lemari pakaian dengan semua pakaian berwarna pink. Dalam hati, Claudia berdoa yang terbaik.
Sean hendak menunjukkan Claudia seisi kamar itu. Tapi dia langsung dihalangi oleh Claudia.
"Tunggu, tunggu, tunggu, aku akan tinggal di kamar ini mulai sekarang. Aku bisa melihat seluruh kamar ini sendirian. Sekarang aku mau tidur. Tolong pergilah dan tinggalkan kamar ini." Ucap Claudia.
"Oh iya, baiklah sayang. Kau boleh tidur, selamat malam sayangku." Ucap Sean lalu keluar.
Claudia dengan cepat menutup pintu dan menghela napas lega. Dia berjalan ke tempat tidur lalu duduk di ujung tempat tidur dengan menutup matanya. Dia hanya memikirkan satu orang saja.
"Aku merindukanmu sayang. Aku harap kau mendapatkan pesan dariku. Datanglah dengan cepat sayang. Kumohon datanglah secepatnya. Dia berada entah di mana, di dekatmu. Dia bahkan tidak tahu apa arti dari cinta. Aku tidak percaya bahwa aku kehilangan ciuman pertamaku dengan pria ini dan itu adalah kesalahan yang aku buat hingga membuat kita berada di situasi hari ini.
Aku ingin pelukan dan ciuman darimu sayang. Aku merindukan itu semua."
Claudia terus saja berbicara seorang diri dan perlahan matanya merasa begitu berat, dia merasa ingin tidur. Claudia menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan menutup matanya. Air matanya terus saja berjatuhan ke pipinya, sampai dia akhirnya tertidur dengan lelap.
**********
Pagi berikutnya, Claudia bangun sekitar pukul 08.30 pagi. Dia benar-benar panik.
'Oh tidak, aku terlambat. Adam pasti menungguku di meja makan, aisssshhhh....'
Tapi ketika dia bangun dari tempat tidur, dia pun menyadari dimana dirinya berada. Kenyataan terasa pahit baginya. Claudia kembali duduk di tempat tidur.
"Selamat pagi pria tua. Aku minta maaf, aku bangun terlambat hari ini. Kemarin hari yang sangat melelahkan bagiku. Aku harap kau sudah sarapan seperti biasanya tidak pernah telat. Aku minta maaf, aku biasanya yang menyuapi mu. Aku tahu mereka semua akan menjaga dirimu. Aku hanya berharap tidak ada perawat yang menyuapi mu. Aku benci para wanita yang berada di sekitarmu. Hmmmmm.... Aku lapar, berjuanglah untuk hari ini sayang, berjuanglah untukku. Istrimu ini sangat mencintaimu." Ucap Claudia pada dirinya sendiri.
Bersambung...
Hari pertama Claudia berada di kastil Sean. Tunggulah apa yang akan dilakukan gadis nakal itu... 😁😁
Selanjutnya...
__ADS_1
Sarapan... 🥞