90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
Kejutan Ulang Tahun (Bab 49)


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan baik. Kehidupan ku dan orang-orang di sekitarku juga berjalan dengan baik. Di bantu oleh Andreas, perusahaan Jack yang berusaha dihancurkan Arnold berhasil di selamatkan. Jack berhasil mempertahankan perusahaannya agar tak diambil alih oleh Arnold. Sementara aku sendiri membantu Merry melanjutkan bisnis kedai tehnya agar lebih maju.


Aku meminta Merry membuka cabang baru di dalam kawasan taman bermain milikku dan dia pun menyetujuinya. Bersama-sama kami mulai membangun kedai teh Merry di dalam kawasan taman bermain.


Hari ini, aku menemani Merry untuk mulai membuka kedai teh nya yang ada di dalam kawasan taman bermain.


Beberapa orang mulai datang karena tertarik dengan konsep yang ditawarkan kedai teh Merry. Masih mengusung tema kucing, kedai teh Merry kali ini lebih dominan menggunakan warna biru dan kucing-kucing yang ada di dalamnya hanya yang berbulu putih.


"Apa setiap hari akan datang banyak pengunjung ke taman bermain ini?" Tanya Merry saat kami duduk berdua setelah tamu mulai sepi.


"Seperti itulah. Ya seperti yang kamu tahu, paling ramai saat weekend. Tapi, setiap harinya akan tetap ada yang datang kok. Karena aku juga menawarkan tiket yang tidak terlalu mahal."


"Hmmm, oh ya aku punya satu kabar baik yang ingin aku sampaikan sama kamu."


"Apa itu?" Tanyaku.


"Aku hamil." Jawab Merry.


Aku tak dapat berkata-kata dan langsung memeluk Merry.


Aku benar-benar ikut bahagia dengan berita kehamilan Merry ini. Sebentar agi sahabatku ini akan menjadi seorang ibu.


"Selamat ya. Aku ikut bahagia untukmu." Ucapku terharu.


"Terima kasih." Balas Merry. "Aku harap kau juga akan segera menikah dengan Andreas dan hidup bahagia hingga maut memisahkan."


Aku tersenyum dan berharap semua doa yang dikatakan sahabatku ini bisa terkabulkan.


Bicara tentang Andreas, nanti malam Andreas, berencana untuk mengajakku makan malam berdua. Tapi dia tak memberitahu kemana akan membawaku


*********


Malam harinya...


"Kita mau kemana?" Tanyaku.


"Sudah. Kita ikut saja." Balas Andreas yang semakin membuatku penasaran.


Mobil berhenti di pelataran parkir sebuah hotel. Andreas memegang tanganku berjalan masuk ke dalam hotel. Seorang pria berpakaian ala pelayan kerajaan menyambut kedatangan kami.


"Ada apa ini?" Tanyaku.


"Kamu itu banyak nanya ya. Udah ikut saja." Balas Andreas seraya mencubit hidungku.

__ADS_1


Seorang wanita yang juga berpakaian ala pelayan kerajaan menggandeng tanganku untuk mengikutinya. Andreas tersenyum dan memintaku untuk ikut saja. Ternyata pelayan itu memintaku mengganti pakaian dengan pakaian yang identik dengan pakaian ala Cinderella berwarna biru lengkap dengan kaos tangan panjang dan rambutku di tata sedemikian rupa seperti Cinderella.


'Ada apa ini?' tanyaku dalam hati.


Meski bingung, aku ikuti saja apa yang sedang di rencanakan Andreas. Aku kemudian keluar dari ruang ganti dan menemui Andreas yang sudah berganti pakaian dan kini ia tampil dengan pakaian seperti seorang pangeran berwarna putih.


Andreas lalu menggandeng tanganku masuk ke dalam sebuah ruangan yang gelap dan hanya ada sebuah lilin yang hanya mampu menerangi sebuah meja dan kursi yang ada di dekatnya. Andreas mengajakku untuk duduk dan tiba-tiba memintaku untuk memejamkan mata dan membuat sebuah permintaan.


"Pejamkan matamu dan buatlah sebuah permintaan." Ucap Andreas.


"Ada apa sih?" Tanyaku lagi.


Tanpa menjawab, Andreas lalu meletakkan telapak tangannya di mataku agar aku segera menutup mataku.


'Tanggal berapa hari ini? Apa jangan-jangan?'


"Buka matamu." Titah Andreas.


Saat aku membuka mata, aku mendapat kejutan yang tak terduga.


Saudara laki-laki ku Jack, berpakaian seperti Pelayan Kerajaan, membawa bantal beludru ungu. Di atasnya ada sepatu kaca, yang identik dengan sepatu kaca di kisah Cinderella.


Andreas lalu dengan sungguh-sungguh mengumumkan,


Aku semakin terkejut saat melihat sekeliling. Ternyata ada banyak orang, mulai dari sahabat-sahabatku hingga wajah-wajah familiar yang pernah aku lihat. Dan ternyata mereka semua adalah keluarga dari Mama Andreas.


“Selamat ulang tahun sayang.” kata Andreas padaku yang terpesona akan kejutan ini.


Aku begitu terharu, apalagi saat Andreas memasangkan sepatu kaca di kakiku semua orang yang hadir bersorak.


Ternyata Andreas memiliki lebih banyak sihir kejutan yang dipersiapkan untukku. Dia meminta Jack untuk membalikkan bantal, dan muncullah cincin tercantik di balik bantal ungu itu. Cincin berlian berwarna biru.


Aku begitu terkejut melihat cincin itu ada di depan mataku. Karena yang aku tahu berlian biru itu jenis berlian yang sangat langka. Sejak dulu aku memang sangat mendambakan untuk memilikinya. Namun, karena begitu langka membuatku tak kunjung mendapatkannya. Yang pernah aku baca tentang berlian adalah, berlian biru ini terbentuk pada kedalaman sekitar 660 kilometer, tepatnya di bagian bawah mantel Bumi.


Hal itulah yang membuat berlian biru cukup istimewa. Sebab, kebanyakan berlian, tepatnya 99 persen berlian yang ada di Bumi, terbentuk pada kedalaman sekitar 150 hingga 200 kilometer, jauh lebih dangkal dibanding lokasi terbentuknya berlian biru.


Mataku berkaca-kaca membayangkan bagaimana perjuangan Andreas untuk mendapatkan berlian ini.


Andreas pun berlutut, menatap mataku, dan berkata,


"Velicia, aku benar-benar sangat mencintaimu. Kamu adalah cinta dalam hidupku dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Dihadapan semua keluarga dan para sahabat, aku sekali lagi menanyakan padamu. Maukah kamu menikah dengan ku?”


Aku pun memberikan jawaban yang singkat namun jelas.

__ADS_1


"Ya!" Jawabku kemudian berpelukan dengan Andreas.


Semua orang bersorak dan mulai berjalan mendekat ke arahku. Satu persatu dari mereka mengucapkan selamat ulang tahun dan juga selamat atas lamaran yang diberikan Andreas padaku.


Merry juga ikut hadir dengan mengenakan gaun seperti kisah-kisah fantasi Cinderella.


"Selamat sayang. Aku sampai terharu." Ucap Merry memelukku.


Selain Merry, ada juga Angelica yang memberikan ucapan selamat. Ada juga Mama Andreas dan anggota keluarga lainnya yang pernah aku temui di kampung beberapa waktu lalu.


Dan terakhir Jack dan Rara isterinya memberi ucapan selamat padaku. Jack langsung berhambur memelukku tanpa memikirkan tatapan isterinya yang berdiri disampingnya.


"Sebagai seorang kakak, aku benar-benar ikut bahagia. Aku tak bisa mengungkapkan semuanya dengan kata-kata. Terima kasih banyak Andreas. Ku harap kau bisa menjaga adik kecilku ini dengan baik." Ucap Jack.


"Tentu saja. Aku akan selalu menjaga dan mencintainya seumur hidupku." Balas Andreas.


Aku dan Rara berpelukan erat. Dia memberikanku sebuah kado kecil dengan pita warna merah.


"Hadiah ini tidak akan mungkin bisa mengalahkan kado yang diberikan calon suamimu. Tapi jangan lihat dari harganya, lihat dari perjuangan kakakmu itu untuk mendapatkannya." Ucap Rara tersenyum.


Setelah membuka kotak itu, ternyata Jack dan Rara memberikanku satu set perhiasan mutiara berwarna biru. Muai dari kalung, cincin, hingga anting. Aku sangat menyukainya.


"Terima kasih Kak." Ucapku seraya kembali memeluk Rara.


Pesta pun berlanjut. Ternyata makan malam yang disebut Andreas adalah sebuah pesta kejutan ulang tahun untukku. Dan Andreas membuat tema Cinderella. Kami berdua berdansa bersama dengan tamu undangan lainnya.


"Apa aku tidak terlalu tua untuk merayakan pesta ulang tahun bertemakan Cinderella?" Tanyaku pada Andreas.


"Bagiku kau selalu menjadi gadis kecilku." Jawabnya.


"Bukankah kau cukup tua untuk menikahi seorang gadis kecil." Balasku yang membuatnya tertawa.


Setelah merasa lelah berdansa aku memilih duduk di sebuah kursi yang disediakan Andreas untukku sembari melihat para tamu yang hadir tengah berjoget dengan alunan musik disko. Sementara Andreas tengah mengobrol dengan keluarganya. Pesta ulang tahun ini lebih mirip seperti pesta pertunangan bagiku.


Seorang kurir tiba-tiba masuk mengantarkan sebuah kado untukku.


"Dari siapa?" Tanyaku.


"Nama pengirim tertera disitu Nona. Tolong tanda tangan disini." Ucap kurir itu kemudian pergi.


Aku menatap kotak kado berwarna biru itu, dan membaca nama pengirimnya.


'Arnold.'

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2