90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
8. Di Butik


__ADS_3

Disinilah Claudia sekarang, berdiri didepan cermin untuk mencoba gaun baru untuk pergi ke pesta. Janji yang diutarakan Endra akhirnya bisa meyakinkan Claudia untuk membantunya. Dan sekarang Endra membawa Claudia ke sebuah butik untuk membeli pakaian baru dan merubah penampilannya.


Claudia tidak begitu tertarik dalam hal berbelanja, yang dia inginkan adalah Endra menepati janjinya untuk memberikannya satu ton coklat.


Seorang sales wanita menunjukkan sebuah gaun pada Claudia. Gaun yang ditunjukkan pada Claudia itu, memiliki bahan yang tipis dengan belahan dada yang rendah dan berwarna hitam.


"Anda akan terlihat sangat cantik dan seksi mengenakan gaun ini Nona." Ucap wanita yang menjadi sales di butik itu.


Endra hanya bisa diam dan tidak ingin berkomentar apapun. Seperti yang sudah ia katakan pada Claudia, bahwa ia akan selalu mendukung apapun keputusan Claudia termasuk dalam memilih gaun yang ingin ia kenakan saat pergi ke pesta nanti malam.


"Heemmmm, terima kasih. Tapi apakah kau tidak berpikir bahwa pakaian itu terlalu ketat dan terbuka." Ucap Claudia.


Claudia memang memiliki selera fashion yang aneh. Dia suka mengenakan pakaian yang over size. Jadi gaun yang ditunjukkan sales itu selalu terbuka dan ketat bagi dirinya. Sales itu hendak mengatakan sesuatu tetapi suara seorang pria yang terdengar sangat familiar di telinga Claudia mendekat.


"Oh ya? Apa kau pikir itu terlalu ketat dan terbuka? Apakah kau ini berasal dari negara Timur Tengah? Ayolah, jangan berpura-pura menjadi begitu kolot dan polos." Ucap Adam Wijaya.


Claudia berbalik mencoba mencari asal suara itu dan dia mendapati Adam yang tengah berdiri dengan wanita yang selalu dilihat Claudia bersamanya itu. Wanita itu tersenyum sinis kepada Claudia.


Adam sama sekali tidak berpikir bahwa suatu hari nanti kalimat yang diucapkan nya akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Dia melirik kearah selesai itu dan mengajaknya untuk ke arah ruang vip memilih kan gaun lalu melirik kearah Claudia.

__ADS_1


Sebelum Endra bisa bertindak, Claudia sudah lebih dulu berjalan di belakang Adam dan meneriakinya.


"Heii apakah kau sudah gila? Kenapa kau selalu mengikuti ku kemana-mana seperti seekor anjing gila? Aku hanya kalah taruhan dan sebagai hukumannya aku harus menyatakan cinta itu. Oke. Aku sama sekali tidak tahu jika dia memvideokan kejadian itu. Jika kau berpikir bahwa aku benar-benar jatuh cinta padamu maka lebih baik hari ini kau mulai bangun dari mimpi karena aku tidak akan pernah jatuh cinta pada orang jahat sepertimu." Ucap Claudia berapi-api.


Claudia sengaja membahas tentang video itu karena dia hanya ingin untuk mengklarifikasi fakta bahwa itu bukan perasaan dirinya yang sesungguhnya. Lagipula akan sulit baginya untuk bernegosiasi tentang perceraian mereka mengingat pria di hadapannya ini tidak menghiraukan apa yang dikatakannya semalam.


Wajah Adam memerah karena marah. Sales wanita itu berpikir untuk menyeret Claudia keluar dari dalam butik untuk menenangkan Adam. Sales itu sudah setengah jalan, namun Endra lebih dulu mendekati Claudia lalu menariknya keluar dari dalam butik agar terhindar dari masalah yang lebih besar.


Adam melihat kearah manager butik dan mengatakan,"mulai hari ini gadis itu tidak diizinkan datang ke butik ini lagi, dia sudah di blacklist dari daftar pengunjung."


Ucapan Adam itu semakin membuat Claudia lebih marah dari sebelumnya. Dia bisa saja mengatakan bahwa nama belakang Adam juga secara legal sudah ada dalam nama dirinya. Claudia ingin mengakui bahwa dirinya adalah istri dari Adam Wijaya.


"Hei kau, Adam Wijaya. Ku beritahu kau bbbbb...." Claudia tak dapat melanjutkan ucapannya karena Endra sudah menutup mulutnya lebih dulu.


Setelah itu, Endra menatap ke arah Adam dan tersenyum.


"Hehehehe, maaf Tuan. Dia tidak ingin mengatakan apa-apa." Endra lalu mengangguk dan menarik gadis yang tengah marah-marah itu menjauh lalu masuk ke dalam mobilnya.


"Kau, Adam Wijaya sialan.... Endra, buka pintunya sekarang. Aku akan menceraikan bajingan itu sekarang juga disini. Kenapa aku begitu sial, hingga harus menikah dengan bajingan itu, ya Tuhaaan, bantu aku...." Claudia terus mengoceh dan berteriak di dalam mobil.

__ADS_1


Mobil lalu bergerak pergi saat Endra sudah masuk ke dalamnya. Claudia tersadar akan apa yang baru saja dikatakannya, ia berusaha menjelaskan semuanya kepada Endra, tapi Endra sudah lebih dulu berbicara.


"Tidak apa-apa. Aku mengerti, kemarahan bisa membuatmu hilang akal. Hingga kau sampai berimajinasi menjadi isterinya. Tak apa. Setidaknya kau akhirnya bisa membahas masalah pernikahan dengan caramu sendiri, hahahahaha." Endra tertawa begitu lepas, ia terbahak-bahak.


Claudia menatap Endra, setidaknya dia tidak perlu menjelaskan apapun. Claudia menjadi merasa lega.


"Sudahlah, jangan dibahas lagi. Ayo jalan lebih cepat."


Claudia tiba bersama Endra, dengan mengenakan pakaian pesta mereka. Tadi Endra sudah kembali ke butik seorang diri, untuk membeli pakaian yang mereka coba tadi.


Claudia terlihat begitu cantik, Endra bahkan tak bisa berkedip.


Pesta itu diselenggarakan di sebuah kapal pesiar dengan nama Sarang Cinta. Kapal itu seharga milyaran.


Claudia keluar dari dalam mobil memegangi tangan Endra. Ia benar-benar tampil cantik karena di bantu mengenakan make-up oleh Rose. Ia benar-benar menjadi pusat perhatian daro ramu-tamu yang hadir.


Claudia menarik napas dalam saat Endra mengatakan, "ayo, kita mulai."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2