
Claudia pulang ke rumah dalam keadaan marah. Dia mulai membuang semua benda yang ada di depannya dengan prestasi dan terus marah-marah.
'Bagaimana bisa pria jahat itu mengerjai ku? Bagaimana bisa dia berani menyentuh ku? Bagaimana bisa dia berani nya dia memelukku? Aku ingin membunuh bajingan itu.' ucap Claudia dalam hati.
Claudia lalu segera menelpon Naomi.
"Kak aku ingin segera bercerai." Ucapnya.
"Oke tidak masalah serahkan saja surat perceraian yang sudah kalian berdua tanda tangani, sisanya biar aku yang urus." Balas Naomi seolah tidak mengetahui sesuatu.
Claudia tampak kesal.
"Dia tidak menandatangani nya, tapi aku sudah. Apa itu bisa?" Tanya Claudia.
"Sayang jika dia tidak menandatangani nya, bagaimana kau bisa melakukan perceraian?" Balas Naomi.
"Bagaimana aku bisa tahu. Kau orang yang bergelut dalam hal hukum jadi kau yang harusnya memberi tahu aku." Ucap Claudia.
Naomi terlihat seperti tengah berpikir keras dengan menepuk dahinya.
"Hhhmmmm..... Kalau begitu kau harus mencari bukti yang bisa memberatkan dirinya untuk membuat kalian bisa bercerai secara legal."
__ADS_1
Claudia terdiam, ia terlihat berpikir sangat keras.
Naomi berusaha menahan tawa karena kebodohan Claudia.
"Oke baik itu buruk. Apakah punya bukti kuat, kapan dia melakukan perselingkuhan itu dan dengan siapa dia berselingkuh? Jika aku boleh tahu." Tanya Naomi dengan serius.
"Ummmmmm, dia berselingkuh dariku dan dengan diriku." Jawab Claudia yang terdengar bodoh.
"Dia berselingkuh dari istrinya dengan istrinya sendiri? Ummm apa kau serius sayang? Aku pikir itu bukan bukti yang bisa dikatakan di pengadilan nanti." Balas Naomi.
"Aaarrrggghhhhh, aku akan membunuhnya. Kalian semua sama saja. Kalian semua satu tim." Teriak Claudia frustrasi.
"Aku ingin bercerai, aku tidak ingin hidup dengannya. Apa itu tidak bisa menjadi alasan untuk bercerai?" Teriak Claudia lagi.
"Bisa saja, dalam kasus kalian. Kau bisa saja mengajukan bahwa kalian sudah tidak tinggal serumah dalam waktu dua tahun dan kau akhirnya ingin bercerai. Tapi, dilain sisi Adam bisa mengatakan pada pengadilan bahwa dia ingin memberikan kesempatan pada pernikahan kalian. Dia tidak ingin menceraikan mu. Kau bisa saja mengajukan surat cerai, tapi akan ada banyak hal yang harus kah hadapi. Mulai dari konseling ini dan itu, semua itu paling tidak akan memakan waktu paling lama satu tahun." Ucap Naomi.
Naomi dengan sengaja membodohi Claudia karena ia memang tidak mengetahui apapun tentang hukum. Alasan utama Naomi juga karena ia tak ingin ada perceraian diantara Claudia dan Adam.
Claudia tampak berpikir.
"Naomi, lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Claudia.
__ADS_1
"Dengarkan aku. Kau seharusnya berbicara dengan Adam. Pasti ada jalan keluarnya. Cobalah untuk membujuknya, maka semuanya akan jadi lebih mudah." Ucap Naomi memberi saran.
Claudia menceritakan apa yang dikatakan Adam tentang syarat jika dirinya mau bercerai.
"Sayang, apa kau begitu bodoh. Itulah cara yang paling mudah untuk kau lakukan jika kau memang ingin bercerai. Dia sendiri yang mengajukan dirinya untuk menandatangani surat cerai itu. Dan kau juga menyukai pembuatan film, jadi apa masalahnya? Kau hanya perlu memperbaiki nilai mu saja."
"Masalahnya adalah dia. Karena dia yang menyarankan semua ini, aku tidak menyukainya." Balas Claudia.
Naomi terus membujuk Claudia agar mau mengambil syarat yang diajukan Adam. Ternyata sejak tadi, Adam berada disamping Naomi dan ikut mendengarkan apa yang dikatakan Claudia.
Setelah sambungan telepon terputus, Adam mengajak Naomi untuk berbicara.
"Naomi, gadis itu benar-benar menggemaskan. Aku benar-benar ingin menciumnya." Ucap Adam saat Claudia sudah pulang.
"Ayolah, tenangkan dirimu. Dia itu tidak selucu dan menggemaskan seperti yang kau kira. Orang-orang bahkan menyebutnya berandalan." Protes Naomi dengan memutar mata malas.
"Naomi, aku heran, bagaimana mungkin orang-orang menyebutnya berandalan dan gadis jahat. Maksudku, mereka semua buta. Coba saja kau lihat dia itu gadis yang sangat polos." Ucap Adam yang kali ini membuat Naomi tersedak saat meminum air hingga membuat air menyembur keluar dari dalam mulutnya.
"Polos? Ya Tuhan, pria ini benar-benar sudah gila. Aku tidak ingin berdebat denganmu lagi." Ucap Naomi kemudian meninggalkan rumah Adam. "Kalian berdua memang sudah gila. Aku ingin menyerah saja mengurus kalian. Aku ingin tidur nyenyak seharian dengan damai."
Bersambung....
__ADS_1