90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
61. Penjelasan Claudia


__ADS_3

Adam berusaha melupakan rasa sakit yang ada didalam hatinya sendiri saat dia melihat kearah Claudia, karena merasa Claudia juga terlihat begitu khawatir. Adam pun berusaha untuk menenangkan Claudia.


"Claudia sebenarnya aku tengah berpikir tentang....."


"Ya Tuhan Adam..... jangan bilang bahwa kau tengah berpikir suatu hal yang lain. Kau sebenarnya berpikir bahwa aku mempunyai suatu hubungan bersamanya, bukan begitu?" Ucap Claudia memotong ucapan Adam.


Adam terlihat begitu terkejut dan bingung menjawab ucapan Claudia, dia tetap terdiam.


"Adam aku tidak punya hubungan apapun dengannya. Aku tidak pernah masuk ke dalam sebuah hubungan apapun dengannya. Aku bahkan tidak mengenal siapa dia sebenarnya.


Pria gila itu, aku hanya bertemu dengannya satu kali. Itu juga hanya satu jam. Saat itu aku begitu naif dan aku sangat bodoh sampai aku..."


Claudia menjelaskan semuanya kepada Adam. Dia terlihat begitu sangat frustrasi dan bahkan tidak percaya bahwa semua orang tengah berjuang karena satu kesalahan kecil yang dilakukannya di masa lalu. Iya benar, semuanya karena dirinya. Megan yang harus hidup dengan penjagaan Adam, Will, Dom dan Kim yang selalu menjaganya seperti sesuatu yang sangat berharga.


Karena dirinya Adam ditembak dan hal itu membuat Claudia jauh lebih frustrasi lagi.


Claudia lalu memegangi lengan Adam dimana bekas luka tembakan itu masih baru. Hal itu membuat claudia menjadi menangis.


Suaminya tertembak karena dirinya, bukan Megan. Suaminya melindungi dirinya dan dia malah tetap bertengkar dengan suaminya. Seorang pria yang seharusnya menerima semua cinta dari Claudia malah hanya mendapat sebuah kesalahpahaman darinya. Tapi sampai sekarang Adam tidak pernah marah atau meragukan Claudia tidak sedetik pun.


Adam masih saja diam. Dia tidak bereaksi apapun tentang semua itu.


Claudia pun duduk di bawah, berlutut di karpet di hadapan Adam. Dia menaruh tangannya di lutut Adam.


"Sayang, percaya padaku. Aku masih muda dan naif saat itu. Jadi aku begitu mudah untuk mempercayai orang lain. Aku tidak punya perasaan apapun padanya. Aku setelah itu menyadari bahwa aku hanya tertarik kepadanya, karena untuk pertama kalinya dalam hidupku sesuatu hal yang seperti itu terjadi kepadaku. Itu semua terjadi secara ketidaksengajaan. Aku tidak pernah menyadari kapan aku bertemu dengannya.


Sebenarnya itu bahkan bukan tertarik, itu hanya perasaanku saat itu saja, hanya itu. Ketika aku mengetahui bahwa dia seorang mafia dan kriminal, aku sangat menyesali semuanya. Seorang pria yang membunuh orang-orang tidak bersalah, merusak hidup anak muda, melakukan hal ilegal, berjudi dan mempertaruhkan nyawa orang dan masa depan orang lain. Aku tidak akan pernah mempunyai perasaan apapun kepada orang seperti itu. Lagipula, aku tidak memerlukan waktu yang lama, bahkan satu minggu saja aku sudah bisa untuk move on dan melupakan dia.


Aku sudah melupakannya, bahkan kurang dari satu minggu. Aku tidak pernah mengingat dia, tidak pernah merindukannya, tidak pernah memikirkan momen yang pernah aku lewati bersamanya, tidak pernah.


Aku bahkan langsung berhubungan dengan Calvin tahun itu juga. Kau berpikir kepadaku bahwa aku mempunyai perasaan kepadanya, jadi bagaimana mungkin aku bisa berhubungan dengan Calvin.


Sayang, kau bisa mempercayai ku bukan? Oh Tuhan, dia bermesraan denganku waktu itu hanya satu jam saja. Aku bahkan tidak merespon ciumannya, tidak juga menikmati semuanya. Aku sebenarnya tidak mengetahui apapun saat itu. Semuanya benar-benar spontan dan ada aku memang merasa sedikit senang karena mendapat ciuman pertama ku. Aarrrgghh, aku memang bodoh dan sangat idiot."


Claudia terus saja berbicara. Adam tidak memotong ucapannya. Dia sebenarnya berpikir bahwa mereka berdua berhubungan satu sama lain. Sangat normal bagi seseorang berpikir seperti itu karena bagaimana cara Sean bersikap. Dia bersikap seolah Claudia adalah cintanya.


Adam menghela napas panjang dan membuat Claudia duduk di sofa. Adam lalu menelan ludah hanya karena gugup di dalam hatinya diapun berbicara.


"Jadi maksudmu, kau tidak punya perasaan apapun kepadanya? Tapi saat itu dia terlihat menganggap semuanya begitu serius denganmu?"


Claudia memutar mata malas, bukan kepada Adam tapi karena rasa frustrasi nya.


"Tidak, tidak sama sekali sayang, tidak pernah. Bahkan jika dia tidak menyerahkan dirinya sendiri, bahkan jika aku tidak menikah denganmu, aku tidak akan pernah jatuh cinta kepadanya. Kurasa dia bukan tipe pria yang menjadi idaman ku. Pikirkan saja, aku masih seorang anak muda yang bodoh dan naif tapi dia... Dia pria dewasa yang usianya 12 tahun lebih tua dariku. Tidak bisakah dia bersikap lebih dewasa dan sensitif saat itu. Jika dia sebenarnya menyukai aku sebanyak itu. Tidak bisakah dia respect kepadaku dan tidak mengambil keuntungan dari ku. Tapi yang dilakukannya malah mencium ku. Dia sebenarnya bisa membuat semuanya aman saat itu, dan mencoba untuk menemui ku setelahnya. Dia bisa menggunakan waktu yang dia punya untukku, untuk mengetahui kepribadian ku, untuk bicara denganku. Aku mengerti dia tidak bisa mengatakan identitas aslinya kepadaku saat itu. Tapi dia bisa menggunakan waktu itu untuk mengobrol denganku. Tapi dia menggunakan itu untuk..."


Claudia merasa geli saat mengingat semua yang terjadi padanya hari itu. Hari dimana dia melakukan suatu kesalahan terbesar dalam hidupnya.


"Sayang, seorang pria sejati tidak akan pernah mengambil kesempatan dari orang lemah. Meski sebenarnya aku bukan orang lemah. Tapi bahkan jika aku orang yang meminta ciuman itu lebih dulu, dia seharusnya menghentikan aku.


Dan sekarang juga, dia kembali dan mencoba bersikap semaunya. Tidakkah dia mencoba mengetahui apa yang aku rasakan. Apakah aku mencintainya atau tidak? Apakah aku masih tertarik kepada nya atau tidak? Dia ingin aku menjadi miliknya, maka harus seperti itu. Wow.. Tipe pria yang penuh toksik."


Claudia mengeras kan rahangnya karena rasa frustrasi memikirkan semua itu.

__ADS_1


Sekarang Adam lebih marah lagi kepada pria itu, setelah mendengarkan apa yang dikatakan Claudia tentang apa yang terjadi sejak awal kepadanya. Adam menyadari bahwa yang sebenarnya, pria itu hanya mengambil kesempatan dari kepolosan dan naif nya Claudia di saat masih muda dulu. Adam bersumpah kepada Tuhan dalam hatinya, bawah dia tidak akan membiarkan Sean menang sekarang. Sebenarnya Adam sudah berpikir bahwa dia akan menyerah saat itu, tapi tidak sekarang. Bahkan jika Claudia bukanlah istrinya dan hanya orang normal lain yang di kenal oleh Adam, dia pasti akan melakukan hal yang sama.


"Diii.... Tenanglah. Aku mengerti kau benar dan dialah yang salah kepadamu, jangan khawatir."


"Dam... Apakah itu alasan sampai kau ingin melepaskan aku?" Tanya Claudia dengan mata yang terlihat begitu menyakitkan.


Claudia tahu sekarang apa maksud dari kata-kata yang diucapkan Adam hari itu.


"Dan apakah kau serius untuk melepaskan aku? Kau akan membiarkan dia membawa aku pergi darimu? Kumohon jangan Adam, jangan lakukan ini, tolong. Aku tidak mau pergi kemanapun. Aku mencintaimu sayang, aku ingin bersamamu. Aku tidak mau pergi kemanapun. Jika kau tidak menginginkan aku untuk menjadi istrimu, tetaplah bersamaku. Jadikan aku sebagai adik atau keponakan mu, sama seperti kau memperlakukan Megan. Tapi jangan biarkan dia membawa aku pergi. Aku tidak mau dengannya. Dia orang yang tidak baik untukku. Kumohon sayang." Ucap Claudia menangis dengan keras.


Claudia menangis begitu tersedu-sedu, dengan wajah yang ketakutan.


Adam memeluk istrinya begitu erat.


"Sssshhhhh... Tidak sayang, kumohon jangan. Jangan menangis. Siapa yang mengatakan padamu semua ini? Aku pikir kau mencintai dia juga. Aku pikir kalian berdua berhubungan satu sama lain. Tapi sekarang aku tahu bagaimana perasaanmu. Bagaimana mungkin kau berpikir bahwa aku akan melepaskan mu. Aku tidak akan melepaskan mu, sampai kau sendiri yang menginginkannya. Malah sekarang aku akan menemukan dia, dan memukuli nya, menghajar nya habis-habisan. Percaya padaku sayang, aku tidak akan melepaskannya jika dia sampai melakukan sesuatu sekarang." Ucap Adam sembari semakin mengeratkan pelukannya kepada istrinya itu.


Claudia naik ke pangkuan Adam memeluknya lebih erat lagi.


"Aku mohon sayang, lakukan apapun yang ingin kau lakukan. Tapi jangan biarkan aku jauh darimu. Kau adalah cinta pertamaku, cinta yang sesungguhnya. Percaya padaku, aku menginginkanmu dan hanya dirimu. Aku tidak akan pernah berpikir tentang orang lain. Tidak ada siapapun yang bisa membuatku merasa begitu bahagia saat ini. Tidak ada seorangpun yang terlihat begitu menarik dan bahkan bisa menarik perhatian ku selain dirimu. Jangan kirim aku ke New York, kumohon. Aku akan tetap di sini, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan. Aku tidak akan keluar dari rumah. Tapi aku akan tetap ada di rumah, kumohon." Ucap Claudia terus berbicara.


Adam mencium pipi Claudia dan menjawab ucapannya.


"Baiklah sayang, aku tidak akan mengirim mu kemana pun. Tidak seorangpun yang bisa mengambil dirimu jauh dariku. Aku janji, aku akan melindungi mu. Ingatlah hari ini, aku berjanji kepadamu." Ucap Adam.


****************


Di sisi lain dari kota...


Salah seorang pria mengenakan pakaian hitam yang merupak bodyguard Sean mendekat ke arah Sean yang duduk di sofa tengah merokok dan melihat pada sebuah foto yang ada di dalam ponselnya. Foto yang menunjukkan seorang gadis keluar dari sebuah toko. Sebuah foto yang memberikan dia kesempatan untuk menemukan gadis yang selama ini di carinya. Kali ini dia sudah menemukan informasi tentang gadis itu, kurang dari 3 hari. Sean tersenyum saat melihat file yang diserahkan kepadanya itu.


Saat membuka file itu, hal pertama yang dilihat Sean adalah sebuah nama.


Nama: Claudia Arista Setyawan


Umur: 20 tahun


Alamat: Jalan xxxxx no. 16 xxxxx


Pendidikan: Mahasiswa di Universitas xxxxx


Fakultas: Cinematogratfis dan Videographical development.


Status Pernikahan : Belum menikah


Status Hubungan: Singel


Dan yang lainnya....


"Claudia Arista Setyawan." Ucap Sean mengulang membaca nama itu lagi dan lagi seraya mengusap foto yang ada di ponsel nya.


"Sayangku, kau sudah tumbuh sangat dewasa bukan? Aku berpikir apa yang akan aku lakukan ketika aku bertemu denganmu. Apakah aku bisa menahan diriku? Aku rasa tidak. Aku tidak pernah melihat seseorang yang sangat cantik seperti dirimu. Sangat lembut. Aku suka bagaimana caramu memperlakukan aku. Aku tidak sabar untuk bertemu denganmu sekarang.

__ADS_1


Aku memutuskan untuk menyerahkan diriku sendiri ke polisi dan sekarang sudah membuat bisnis baru yang legal. Aku memutuskan untuk kembali ke kehidupan yang biasa, hanya untuk dirimu. Jadi aku bisa membuatmu menjadi milikku.


Kau wanitaku, kau harus bersamaku, di sini, di rumah ini. Aku akan membeli dan menghadirkan seluruh dunia di kakimu. Aku berjanji apapun yang kau inginkan.


Sangat bagus bahwa kau masih lajang atau aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan kepada pasanganmu. Kau adalah milikku sayang, hanya milikku...


Aku akan datang sayang." Ucap Sean berbicara pada dirinya sendiri dan foto di ponselnya.


*************


"Sayang." Ucap Claudia setelah terdiam beberapa saat.


"Hmmmmm..." balas Adam.


Sekarang mereka tengah berbaring di atas tempat tidur bersama. Claudia dipeluk dengan sangat erat oleh Adam.


"Lihat kemari." Pinta Claudia.


Adam membuka matanya dan melihat istrinya tengah memegang ponselnya di atas kepala mereka, bersiap untuk mengambil foto selfie.


Setelah melakukan hal menyenangkan di pagi hari, dan mandi. Mereka akhirnya turun ke lantai bawah untuk sarapan.


"Sayang, tolong tetap di rumah kecuali kau punya urusan yang sangat penting. Kau tahu apa yang aku maksud bukan?" Tanya Adam.


"Iya sayang, aku tidak akan pergi... Sekarang jangan stres lagi. Aku akan aman disini, tenanglah." Ucap Claudia tersenyum sembari memasangi dasi Adam.


"Bagaimana kau bisa merasa begitu tenang dan tidak stress? Apakah kau tidak takut?" Tanya Adam, dia terlihat begitu penasaran.


Claudia melingkarkan lengannya di leher Adam dan mencium bibir Adam sebelum menjawab pertanyaannya.


"Karena aku tahu suamiku tersayang adalah seorang mantan petugas militer. Aku akan aman berada disampingnya dan Sean bahkan tidak akan pernah bisa untuk menculik ku. Aku tidak akan takut kepadanya. Aku tahu suamiku akan mengobrak abrik kota ini untuk menemukan aku, di manapun aku berada. Aku nyonya Adam kenapa aku harus takut."


Adam tidak dapat mengerti, apakah dia harus merasa bahagia tentang rasa percaya diri Claudia kepadanya. Adam merasa lebih tertekan sekarang. Dia harus lebih bersiap-siap untuk hal yang terburuk sekarang.


'Bagaimana jika Claudia benar, dan pria itu berhasil untuk menculik nya!' Pikir Adam.


Dia lalu tersenyum penuh cinta kepada istrinya. Adam pun membalas mencium bibir Claudia.


"Dah sayang, jaga dirimu oke. Kau tidak harus terjebak di dalam rumah, kau bisa keluar rumah tapi bawa bodyguard bersamamu. Jika memungkinkan ajak Will bersamamu. Dia tidak punya pekerjaan penting beberapa hari ini, oke." Ucap Adam pada Claudia.


Claudia merasa senang dengan cara bagaimana Adam berpikir tentang dirinya dan keselamatan mereka berdua. Claudia pun menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangan kepada suaminya.


Bersambung....


Bagaimana menurut kalian? Apakah Sean akan berhasil menculik Claudia?


Lalu bagaimana?


Apakah Adam bisa mengambil Claudia lagi untuk kembali kepadanya selamanya?


Selanjutnya...

__ADS_1


Pertama kali setelah begitu lama....


__ADS_2