
"Biarkan aku melihat lukamu." Ucap Claudia setelah mereka selesai berciuman.
"Kau tidak bisa melakukannya sekarang sayang, luka ku masih di perban." Ujar Adan menjelaskan kepada claudia.
Adam menyadari lingkaran hitam di bawah mata Claudia, dia pun lalu mengusap pipi Claudia dan berbicara padanya.
"Aku merasa ngantuk sekali. Aku tidak bisa tidur sejak semalam. Ayo kita tidur siang dulu sampai waktu makan siang tiba nanti. Ayolah." Ucap Adam mengatakan kepada Claudia seraya menumpuk di sebelah sisi tempat tidurnya agar Claudia bisa tidur di ranjang yang sama dengannya.
"Iya, iya tentu saja sayang, tidurlah. Oh ya Tuhan, aku begitu bodoh. Aku malah membuatmu terus sibuk mengobrol denganku. Kau seharusnya istirahat. Tunggu dulu, aku akan mengatur tempat tidurmu." Ucap Claudia panik dan dengan cepat mengatur tempat tidur Adam yang masih dalam posisi duduk itu.
Setelah itu Claudia menutup tubuh suaminya dengan selimut dan mengurangi temperatur AC, agar Adam bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak.
"Semuanya sudah sangat bagus sekarang. Ayo sini aku bantu kamu untuk berbaring dan kemudian kau bisa tidur siang, oke. Aku ada disini, kau bisa meminta kepada ku kapanpun kau membutuhkan sesuatu sayang." Ucap Claudia.
Setelah berhasil membuat suaminya berbaring di tempat tidur, Claudia juga hendak mengatur posisinya tidur di sofa di samping Adam. Tapi Adam dengan cepat menghentikan dirinya dengan memegang tangannya. Claudia tampak bingung karena sang suami menarik dirinya ke arah tempat tidur.
"Dan bagaimana kau bisa berpikir bahwa aku bisa tidur tanpa kau berada di dalam pelukan ku? Tidakkah kau tahu, aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu dan bau tubuhmu saat aku tidur." Ucap Adam terlihat kesal.
"Sayang, jangan sekarang. Kau sedang terluka sekarang. Kau harus tidur, kumohon." Ucap Claudia protes kepada Adam yang terus menariknya ke atas tempat tidur.
"Dan kau sendiri! Apakah kau tidur dengan baik dua hari ini? Hmmmm?" Tanya Adam.
Sekarang Claudia tidak dapat mengatakan apapun, dia hanya menundukkan kepalanya karena malu.
"Kemari lah, aku membutuhkanmu saat tidur. Jadi aku tidak perduli jika kau sudah tidur dengan baik atau tidak. Aku hanya ingin kau ada dalam pelukan ku atau aku tidak akan pernah bisa tidur sekarang. Silahkan kau yang putuskan semuanya." Ucap Adam yang terlihat bertingkah menggemaskan.
__ADS_1
Hal ini membuat Claudia tertawa seperti anak kecil. Dia langsung lompat naik atas tempat tidur dan dengan cepat memeluk suaminya.
***************
Dua hari berlalu dengan Claudia yang tetap menemani Adam. Dia tidak kembali ke rumah sejak hari dimana dia datang ke rumah sakit. Adam juga sudah mengatur semua keperluan Claudia, mulai dari pakaiannya dan semua hal lainnya di rumah sakit. Adam tidak ingin istrinya pergi jauh dari sisinya, karena mereka akan merindukan satu sama lain lagi. Claudia sendiri menjaga Adam dengan baik. Mereka tidur di tempat tidur yang sama dan Adam yang penuh hasrat itu selalu menggoda Claudia untuk mengajaknya bercinta tapi Claudia selalu menghindari hal itu.
Bagaimanapun Claudia tidak akan mungkin mengizinkan pria dengan pundaknya yang terluka dengan buruk itu untuk selalu melakukan hal ini dan itu dengannya sekarang. Tapi Claudia selalu berusaha mengikuti kemauan suaminya, membiarkan dirinya selalu dicium dan bahkan Adam sering terlihat seperti tengah memakannya.
Disisi lain, Claudia tetap mendapat panggilan dari Sean. Namun, dia tidak pernah mengatakan hal itu kepada Adam. Ketua mafia itu sudah mengancam Claudia dengan terus-menerus.
Hari ini adalah hari ketiga Adam berada di rumah sakit...
Claudia dan Adam tengah menikmati makan siang mereka. Saat ini Claudia tengah menyuapi Adam. Mereka berbagai makanan di satu piring yang sama dan juga menggunakan satu sendok yang sama. Keduanya tampak sibuk dengan dunia mereka sendiri hingga mereka tidak menyadari ketika ponsel Adam yang berada dalam mode diam terus menerus bergetar karena mendapat panggilan dalam waktu tiga kali.
Sesuatu terjadi saat mereka menyelesaikan makan siang mereka. Claudia keluar ruangan Adam untuk membuang bekas makanan mereka.
"Dam..." Dom berteriak begitu keras.
Seluruh pakaiannya dipenuhi darah, wajahnya yang panik dan tampak frustrasi. Dia berjalan ke arah Adam dengan sangat cepat.
"Ada apa ini Dom? Apa yang terjadi denganmu? Apakah ini noda darah?" Tanya Adam.
"Dam.... Endra... Dia tengah berada di sebuah klub dan makan siang dengan teman-temannya. Mereka lalu terlibat sebuah perkelahian dengan grup laki-laki lainnya. Kemudian mereka dipukuli dengan sangat buruk. Endra mengalami luka jahitan di kepalanya, lututnya juga terluka begitu parah. Aku membawa dia ke sini. Dimana Will? Aku harus berbicara dengan polisi mengenai hal ini." Ucap Dom yang terlihat begitu panik.
"Dom, tenanglah. Aku dan Kim akan mengatasi semua masalah ini dengan polisi. Biarkan Will bersama Kalina sekarang, dia sangat membutuhkannya. Kau beri tahu saja aku semua detailnya lebih dulu." Ucap Adam kepada Dom dan meminta kepadanya untuk duduk di sebelahnya.
__ADS_1
Dom lalu menjelaskan semua yang terjadi pada adiknya itu...
Di sana di sebuah klub, Endra sedang bersama teman-temannya. Insiden itu mulai terjadi ketika dia masuk ke dalam ruangan istirahat. Ada seorang gadis datang dari arah sebuah koridor dan tampak menangis. Endra yang merasa kasihan kepada gadis itu, dia pun langsung bertanya kepada gadis itu, pakah dia memerlukan bantuan. Gadis itu mengatakan bahwa pacarnya telah memukuli dirinya dengan sangat kasar dan itulah alasan kenapa dia sampai menangis.
Endra berusaha untuk menolong gadis itu, dan dia meminta kepada pelayan untuk memberikan gadis itu air untuk menenangkan dirinya dan disaat yang bersamaan pacar gadis itu datang dengan beberapa orang temannya lagi. Tepatnya seperti sebuah geng. Dia yang melihat Endra dengan gadis itu membuatnya menjadi salah paham dengan semua situasinya dan mulai mengajak Endra berkelahi.
Endra menjelaskan semuanya dengan sopan, tapi ketika laki-laki itu bertanya kepada kekasihnya untuk menjelaskan tentang cerita yang dikatakan Endra. Namun gadis itu malah mengatakan bahwa Endra berbohong. Dia mengatakan bahwa Endra mencoba untuk menggoda nya dan meminta kepadanya untuk menghabiskan waktu dengan nya di ruangan privasi, dan itulah alasan kenapa dia menangis.
Gadis itu berbohong, dia benar-benar berbohong dan itulah kenapa mereka semua sampai terlibat perkelahian hingga akhirnya teman-teman Endra mengetahui tentang perkelahian yang ada di koridor itu sudah sangat buruk.
"Benar-benar insiden yang bodoh sekali. Kenapa gadis itu harus melakukan trik seperti itu kepada Endra? Itu semua jelas sebuah konspirasi." Ucap Adam dengan wajah yang tampak bingung. "Dan aku pikir ini semua adalah ulahnya, ulah pria itu. Dia yang melakukan semua ini. Bagaimana mungkin seorang gadis asing datang kepada Endra dan melakukan semua itu. Dan apa alasannya?" Ucap Adam lagi.
"Iya Dam, aku juga berpikir begitu. Pasti dialah orang dibalik semua ini." Balas Dom menyetujui ucapan Adam.
"Dengar! Aku akan mengatasi semuanya dengan polisi bersama dengan Will. Kau bisa pergi untuk menjaga Endra. Dan satu hal lagi, jangan biarkan para wanita kita tahu tentang semua hal ini. Nina, Jolie dan khususnya istriku. Jangan biarkan berita ini sampai ke telinganya. Endra adalah sahabat baiknya. Dom, bisakah kau menebak bagaimana reaksinya jika mengetahui semua hal ini?" Ucap Adam kepada Dom.
"Oh ayolah Dam, kau tidak perlu memberitahukan aku tentang hal seperti ini. Aku tidak akan mungkin sampai mengatakan apapun kepada orang lain. Untuk masuk ke dalam ruangan ini saja, aku lebih dulu menunggu Claudia keluar dari dalam ruangan ini kemudian aku baru masuk." Ucap Dom meyakinkan Adam.
Bagaimanapun, mereka tidak menyadari bahwa ada seorang gadis yang berdiri di belakang pintu dan telah mendengar semua yang mereka katakan. Gadis itu tampak kaku, dengan wajahnya yang terlihat begitu ketakutan. Setelah itu, dia langsung berlari kearah ruang tunggu rumah sakit, dan mulai mengutuk dirinya sendiri.
Bersambung....
Apakah yang akan terjadi pada Claudia selanjutnya?
Apakah dia akan diculik? Ataukah dia sendiri yang memilih untuk pergi?
__ADS_1
Dan bagaimana dengan Adam, apa yang akan dilakukannya?
Semoga semua masalah mereka cepat berakhir ya... 😊