90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
35. Tentang Megan


__ADS_3

Adam masih saja sibuk dengan istrinya. Bukan bercumbu, Adam terlihat tengah menyuapi istrinya itu dengan chiffon cupcakes. Dan sekarang sudah cupcakes yang keempat. Claudia sangat menyukai rasa dari cupcakes itu, dan Adam mengetahui bahwa istri kecilnya itu sangat suka makan.


Keduanya tengah duduk di sebuah sofa. Claudia sibuk berbicara tentang ini dan itu, seperti apa yang terjadi di kampus kemarin. Karena Adam yang pulang terlalu larut kemarin malam, jadi Claudia tak sempat menceritakan semuanya pada sang suami. Claudia begitu bersemangat menceritakan semuanya, sesekali ia terlihat serius, sesekali ia tertawa. Sementara Adam sendiri sibuk menyuapinya dengan cupcake dan menatapnya penuh cinta.


Tiba-tiba Dom datang bersama Jolie.


"Hei Dam, Megan mencari mu. Dia ingin menunjukkan sesuatu kepadamu." Ucap Dom seraya mengambil tempat duduk di samping Adam.


Claudia tidak masalah dengan hal itu, karena Megan adalah gadis yang berulang tahun saat ini. Jolie sendiri duduk disampingnya.


Adam menatap Claudia lalu mengusap krim yang ada dibibir Claudia kemudian berkata,


"Sayang, bersenang-senanglah dengan Jolie dan Nina. Aku akan segera kembali. Tapi, tolong panggil saja aku jika kau butuh sesuatu." Ucap Adam kemudian mencium pipi dan bibir Claudia dihadapan teman-temannya kaku pergi ke arah yang ditunjukkan Dom.


"Suamimu itu maniak yang sangat terobsesi padamu. Kau bisa memanggil pelayan jika membutuhkan sesuatu. Kenapa harus dia?" Ucap Dom seraya memutar mata dengan malas yang membuat Claudia dan Jolie tertawa melihatnya.


"Hei Claudia, mari kita menari. Ayolah." Ucap Jolie yang mulai menarik tangan Claudia.


"Sayang, aku ada disini. Aku juga ingin menari bersamamu." Protes Dom.


"Lantai dansa selalu terbuka untukmu. Kau bisa menari kapanpun kau mau. Kenapa harus mengajakku." Balas Jolie sinis.


Claudia terkejut sekaligus senang mendengar ucapan Jolie. Mereka semua lalu mulai menari bersama. Kim dan Nina juga bergabung bersama mereka di lantai dansa.


Mata Claudia tertuju pada seorang pria yang berdiri bersama gadis yang berulang tahun yang terlihat tertawa dan bergelayut manja berbicara padanya. Adam juga tampak tersenyum pada gadis itu.


Kemudian tiba-tiba Megan menarik tangan Adam menuju lantai atas kemudian membawanya masuk ke dalam sebuah kamar dan menutup pintunya. Claudia terus menatap pintu itu.


'Kenapa mereka harus pergi ke lantai atas, sedangkan pesta tengah berlangsung dibawah sini? Apa yang mereka lakukan didalam sana? Apakah dia... Apakah mereka akan.... Tidak, tidak, tidak. Apa yang sedang aku pikirkan? Tapi, bagaimana jika aku benar? Adam sepanjang hari ini terus berbicara mesum. Dia juga berbicara dengan lembut kepada gadis itu. Dia bahkan tidak menghentikan gadis itu dan mengikutinya masuk ke dalam kamar. Terserah, aku tidak perduli. Lagipula dia bisa menghabiskan waktunya dengan siapapun selama aku bisa bebas. Tapi, dia adalah suamiku. Jika dia ingin melakukannya dengan Megan, kenapa dia tidak menceraikan ku saja? Dia bahkan memberikan kepada Megan pulau ini sebagai hadiah ulang tahunnya, sama seperti yang dia berikan padaku.' Claudia benar-benar sibuk memikirkan semuanya dengan matanya yang masih menatap ke arah pintu yang tertutup itu.


"Aku juga memikirkan hal yang sama." Ucap Jolie berbisik di telinga Claudia.


Claudia melihat ke arah Nina yang berjalan mendekatinya dengan tersenyum, sementara disampingnya Jolie juga tersenyum dengan tangan yang melipat di dada.


"Kami memikirkan hal yang sama saat hubungan kami baru dimulai dengan Kim dan Dom. Mereka memperkenalkan kami dengan gadis itu untuk pertama kami. Dan kami mulai menjadi paranoid." Ujar Nina.


"Benar. Kami juga bahkan sering bertengkar karena gadis itu. Sampai akhirnya kami mengerti apa yang terjadi." Sambung Jolie.


Claudia tampak bingung. Nina dan Jolie mengajaknya keluar dari ruangan pesta, menghindar dari semua orang menuju taman yang terletak di tepi pantai.


Angin malam yang dingin terlihat meniup rambut mereka.


"Dengar. Kami pasangan yang sudah lebih lama berhubungan juga sering bertengkar karena gadis itu. Dan yang paling buruk adalah kekasih Will, putus dengannya karena pertengkaran yang disebabkan gadis itu juga. Sekarang kau adalah yang paling muda dan paling baru dalam berhubungan. Kau akan menghadapi masalah yang sama. Itulah mengapa kami mencoba untuk membantumu." Ujar Jolie.


Claudia terkejut, hubungan Will kandas dengan kekasihnya karena gadis itu. Pasangan itu bertengkar karena dia, dan gadis itu tetap masih berada diantara keempat pria itu.


'Kenapa? Siapa gadis itu sebenarnya?'


"Megan Lovita. Permata hati dari keempat pria itu. Setidaknya itu yang dikatakan oleh orang-orang. Kau pasti tahu bahwa keempat pria itu pernah mengikuti pelatihan militer kan?" Tanya Nina.


"Tidak. Sejujurnya, aku hanya mengetahui tantang Kak Kim. Itu juga karena diberitahu Papa, yang lainnya aku sama sekali tidak mengenal mereka." Balas Claudia.


"Ya ampun sayang. Apa kau tahu, sebenarnya Adam dan Dom juga ikut masuk ke dalam militer disaat yang bersamaan dan mereka bertugas selama 5 tahun dan di tempatkan di batalion yang sama.


Claudia terkejut mendengar informasi yang baru saja didengarnya ini. Kehidupan Adam yang penuh disiplin, postur tubuhnya yang tinggi, tegap dan kekar. Membuat Claudia pernah berpikir bahwa dia Adam adalah seorang tentara tapi Adam selalu menutupi semuanya.


"Mereka semua bersahabat sangat dekat. Dan saat itu, sebuah pertempuran terjadi. Adam dan Will diserang, dan Papa Megan menyelamatkan mereka berdua dengan menghadang peluru yang diarahkan pada mereka berdua. Dan nyawanya tidak terselamatkan."


Claudia sangat terkejut, dan merasa kasihan pada Megan.


"Megan saat itu berusia 12 tahun. Dan ibunya juga tidak ada bersamanya karena sudah jauh lebih dulu meninggal. Dia pun menjadi yatim piatu."


"Dan mulai hari itu, keempat pria mulai menjaga Megan. Dan mengadopsinya."

__ADS_1


Claudia melihat ke arah Jolie dan Nina dengan pandangan yang terkejut.


"Iya. Megan adalah anak adopsi. Pasangan kita, hanya melihat dia sebagai gadis kecil yang manis. Lebih tepatnya keponakan. Tidak lebih dari itu." Ucap Nina.


"Tidak ada yang salah dengan hal itu." Balas Claudia berkomentar karena merasa kasihan pada kondisi Megan.


"Iya, memang tidak ada yang salah dengan hal itu dari sudut pandang pasangan kita. Percaya padaku, selain menjadi pria yang paling diidamkan di negara ini, keempat pria ini merupakan pria yang paling setia dan bertanggung jawab yang bisa kau temui di negara ini. Mereka sangat mencintai kita. Dunia mereka berpusat kepada kita. Kita ini, sangat sangat sangat penting bagi mereka." Ujar Jolie dan Nina menyambung ucapan mereka.


"Tapi...." Jolie menatap ke arah Nina dan membuat Claudia kembali bingung.


"Tapi, tidak ada hal yang benar tentang gadis itu. Dialah yang menjadi masalah utama kenapa semua orang berpikir bahwa dia punya hubungan yang istimewa dengan keempat pria itu." Ucap Jolie.


"Apa maksudmu mengatakan hal itu?" Tanya Claudia penasaran.


"Sebenarnya, sikap dan tingkah lakunya membuat semua orang berpikir bahwa dia mempunyai hubungan yang spesial dengan keempat pria ini. Dan untungnya, Kim sudah menikah. Dom sudah berpacaran selama 4 tahun belakangan. Jadi orang-orang tidak lagi berpikir bahwa Megan memiliki hubungan dengan mereka. Tapi, Adam dan Will. Mereka berdua yang diketahui oleh orang-orang adalah pria singel. Jadi orang-orang berpikir bahwa Megan mempunyai hubungan spesial dengan mereka berdua. Dan gadis itu juga yang memantik api. Terkadang dia bersikap seolah dia mempunyai hubungan yang spesial dengan Will, namun di lain sisi dia juga terlihat bertingkah seperti berpacaran dengan Adam. Tapi, hanya teman-teman terdekat saja yang mengetahui bahwa Will sampai saat itu belum bisa melupakan mantan kekasihnya itu meski sudah putus dua tahun yang lalu, dia masih mencintai gadis itu. Dan Adam, kami semua bisa melihat dengan jelas dari matanya bahwa dia sangat mencintai mu. Dan bagaimana tergila-gilanya dia padamu." Ujar Nina.


"Dan yang paling mengejutkan adalah, keempat pria itu tahu akan semuanya. Mereka semua tahu bahwa gadis itu memanfaatkan mereka. Tapi mereka semua tidak pernah protes, karena mereka berpikir tetap membuat Megan tersenyum dan bahagia adalah tugas dan tanggung jawab mereka. Mengabaikan semua fakta yang mereka tahu tentang gadis yang memanfaatkan mereka itu dan melakukan apapun asalkan gadis itu tersenyum bahagia. Terutama untuk Will dan Adam, kau sendiri pasti tahu kenapa." Sambung Jolie.


Kepala Claudia menjadi begitu pusing mendengar semua yang dikatakan Nina dan Jolie. Dia bahkan merasa bahwa kepalanya terasa berputar-putar.


"Jadi, sebagai orang yang sudah berpengalaman lebih dulu menjadi korban Megan. Kami ingin menyarankan mu beberapa hal.



Adam sangat mencintaimu, percaya padanya.


Adam hanya melihat Megan sebagai tanggung jawabnya saja.


Apapun yang Megan katakan atau lakukan, semuanya murni hanya drama saja.


Jangan biarkan gadis itu mengacaukan pikiranmu.


Jangan sampai kalian berdua bertengkar hanya karena gadis itu. Mulailah mengakui hubungan kalian secara publik."



'Dia tidak pernah marah padaku. Aku selalu berbuat buruk padanya, tapi dia selalu sabar menghadapi sikapku. Dia bahkan memberiku hadiah yang mahal, dia bahkan memperlakukan aku seperti seorang ratu. Dia tidak pernah gagal untuk memberikan tanggung jawabnya padaku.


Sekarang aku tahu...


Aku tidak ada bedanya dengan Megan. Aku juga seperti seorang anak asuh baginya. Dia sudah berjanji pada Papa untuk membuatku selalu bahagia dan sehat. Dia tetap berusaha untuk bersabar dengan sifat ku. Yaah, benar. Sekarang aku tahu, semuanya sudah jelas sekarang. Semuanya.' itulah yang dipikirkan Claudia dalam kepalanya.


Kim tiba-tiba muncul dan memeluk istrinya dari belakang.


"Apa yang kau lakukan disini sayang? Aku mencari mu tadi di lantai dansa." Tanya Kim.


"Kami memperingatkan Claudia tentang Megan. Lagipula dia baru dalam hal semua ini, bukan begitu?" Balas Nina.


Claudia merasa terkejut. Bagaimana mungkin Nina dapat mengatakan hal itu dihadapan Kim. Claudia dapat melihat raut wajah Kim yang merasa bersalah.


Kemudian Kim melihat ke arah Claudia dan berkata, "sebenarnya Claudia, apapun yang dikatakannya padamu tentang Megan dan kami adalah benar. Jangan biarkan pernikahanmu terganggu oleh apapun. Adam sangat mencintaimu. Dan dia banyak sekali berubah karena dirimu. Jangan biarkan dia kehilangan dirimu."


"Benar sekali Claudia. Catat ini baik-baik dalam kepalamu. Kau harus bisa jauh lebih kuat untuk percaya pada Adam." Ucap Dom yang tiba-tiba muncul seraya langsung memeluk Jolie dari belakang.


Kali ini, Claudia jauh lebih terkejut lagi.


'Semua pria ini bahkan ikut membahas semua ini dan memperingatkan aku. Apa yang terjadi disini? Kenapa aku harus diperingati semua orang? Apakah gadis itu akan membunuhku? Apakah Adam adalah anak kecil yang harus aku peluk dengan erat untuk menjaganya?'


Melihat Claudia yang terlihat bingung, Dom kembali berbicara.


"Ngomong-ngomong, Megan membawa Adam ke lantai atas untuk menunjukkan hadiah yang diterimanya. Ada dua atau tiga barang antik. Dia ingin tahu apakah benda antik itu asli atau palsu. Kau tahu, Adam itu sangat mahir dalam membedakan benda antik yang asli atau palsu."


Claudia berusaha bersikap biasa-biasa saja. Padahal dalam hati ia ingin memutar matanya malas.

__ADS_1


'Kenapa mereka malah menjelaskan semuanya padaku? Memangnya aku sudah bertanya?' pikir Claudia.


"Hei, ayolah berhentilah membicarakan hal yang terlalu serius. Ayo kita naik boat saja untuk mengelilingi area ini. Sepertinya pemandangannya sangat indah, dan aku ingin melihat-lihat semuanya." Ujar Jolie memberikan pendapat.


Dan sekarang, itulah hal yang membuat Claudia merasa tertarik. Dia sangat bersemangat. Melihat mereka semua sangat bersemangat, para pria mulai menyiapkan boat untuk mereka. Kim dan Dom membantu pasangan mereka masing-masing untuk naik ke atas boat, sementara Claudia berusaha melompat sendiri naik ke atas boat. Melihat yang lainnya tampak sibuk membuat Claudia mengerti.


"Pegang tanganku, atau kau akan terjatuh. Karena ombak yang membuat boat nya tidak stabil." Ucap seorang pria dari arah belakang mengulurkan tangannya yang tampak sangat kuat.


Claudia melihat ke arah belakang, dan mendapati Will yang berdiri dibelakangnya dengan jarak yang sangat dekat.


Claudia awalnya termenung. Namun melihat aura dingin yang tampak dari wajah Will membuat Claudia mengikuti perintah Will. Dia lalu memegang tangan Will yang membantunya untuk naik ke atas boat.


Para pria hendak ikut naik ke atas boat juga, namun Nina menghentikan mereka.


"Tidak, tidak, tidak. Perjalanan ini hanya untuk kami saja. Para pria tidak diizinkan untuk ikut. Kalian silahkan pergi saja, layani Tuan Putri kalian yang sedang berulang tahun." Ucap Nina.


Para pria tidak berani menolak ucapan Nina dan hendak pergi.


"Baiklah, tapi kalian tidak boleh berkeliling terlalu jauh. Tidak boleh mengeksplor kawasan ini ataupun melakukan petualang yang aneh-aneh." Ucap Will dengan tegas.


Nina dan Jolie memutar nata mereka malas. Sementara Claudia, matanya memandang ke arah pintu ruangan yang tertutup itu. Dia dapat melihat dengan jelas kearah ruangan itu.


************


Setelah satu jam lebih, mereka akhirnya kembali ke dermaga. Hal yang pertama kali terjadi adalah, kepanikan dari Adam yang berlari dan langsung ingin melompat naik ke atas boat mereka dan langsung memeluk sang istri dengan sangat erat.


Claudia yang sedikit bingung akhirnya menyadari bahwa itu adalah suaminya saat ia bisa turun dengan aman dari atas boat.


Yang lainnya hanya tertawa kecil melihat kehebohan yang dibuat pria itu.


"Aku tidak pernah melihat Adam begitu panik." Ucap Dom di telinga Jolie, sementara yang lainnya hanya mengatakan 'hmmmm' saja.


"Cintaku, kenapa kau tidak memberitahuku lebih dulu sebelum memutuskan untuk pergi?" Tanya Adam setelah melepaskan pelukannya.


Claudia menelan ludahnya, merasa aneh karena berada di tengah-tengah enam orang lainnya.


"Teman-temanmu tahu semua ini. Mereka pasti memberitahu mu kan?" Ucap Claudia dengan tenang, dia dapat merasakan bahwa Adam sangat khawatir.


"Iya, kami sudah beberapa kali memberitahunya. Tapi, dia tetap saja tidak bisa tenang. Dia mulai panik saat kalian mulai pergi." Ujar Will.


"Cintaku, kau bisa memanggilku lebih dulu. Aku akan lebih tenang jika kau sendiri yang mengatakan semuanya padaku. Atau aku sendiri yang melihat kau pergi." Ucap Adam yang membuat para sahabatnya ingin berguling-guling di lantai sementara Claudia tetap berdiri tenang dihadapannya.


"Aku sudah kembali sekarang. Jangan khawatir lagi." Ucap Claudia berusaha membuat Adam tenang.


Adam bernapas lega, dia tak menyadari raut wajah Claudia yang terlihat malu karena kelakuannya.


"Apa kau bersenang-senang?" Tanya Adam seraya merangkul pinggang Claudia seperti biasanya.


"Iya, tentu saja. Bagaimana denganmu, apa kau juga bersenang-senang?" Tanya Claudia.


"Sejujurnya aku tidak pernah menyukai pesta. Pesta selalu saja membuatku merasa bosan. Tapi aku senang jika kau bisa bersenang-senang. Aku hanya khawatir karena tidak ada yang seumuran denganmu. Jadi aku pikir bahwa kau akan merasa bosan. Tapi sepertinya, kau terlihat sudah berteman baik dengan Nina dan Jolie. Bukan begitu?" Tanya Adam.


Claudia hanya menganggukkan kepalanya.


"Cintaku, ayo pergi. Kau pasti sudah lapar. Ayo kita makan malam, menunya adalah ayam favoritmu." Ucap Adam, kemudian mereka semua berjalan menuju ruang makan.


Setelah makan malam usai, Will mendapat telepon penting dan harus pamit lebih awal. Dia berpamitan pada para sahabatnya. Tak lama setelah itu, Kim dan Dom juga harus segera pulang. Dan hanya akan menyisakan Claudia dan Adam.


"Adam, kau harus mengantar Megan pulang ke rumahnya. Sebenarnya hari ini merupakan tugas Will untuk mengantarnya. Tapi dia mendapat sebuah panggilan penting yang membuatnya harus pulang lebih dulu." Ucap Dom.


"Iya, baiklah. Tapi, bisakah kau memanggil Megan untuk segera pergi meninggalkan teman-temannya. Istriku sudah sangat mengantuk, aku harus segera mengantarnya pulang. Dia juga harus kuliah besok." Balas Adam.


Claudia sibuk dengan dunianya sendiri berpikir. Dia tidak menyadari perhatian dan kepedulian sang suami terhadap dirinya.

__ADS_1


Dom lalu pergi memanggil Megan.


Bersambung.....


__ADS_2