90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
Penjelasan (Bab 79)


__ADS_3

Menikah bukan hanya sekadar melegalkan hubungan antara pria dan wanita. Ketika seorang pria memutuskan untuk menikahi seorang wanita, lalu mengucapkan janji suci di depan penghulu dan disaksikan para malaikat, seorang suami seharusnya sadar ada amanah yang diembannya. Suami harus siap memberi nafkah lahir dan batin serta memberi perlindungan termasuk menjaga hati istri.


Perkara menjaga hati istri ini penting karena rumah tangga yang bahagia berasal dari istri yang bahagia. Apabila istri selalu murung, terluka dan bahkan sampai menangis, bisa dipastikan kehidupan rumah tangga tidak harmonis. Tugas suami lah untuk menghiburnya dan membantu mencari solusi dari keadaan yang membuat istri bersedih. Dan kini, untuk pertama kalinya dalam 6 tahun pernikahan kami, Andreas membuatku menjatuhkan air mata karena sakit hati akan kelakuannya.


“Ahh..beruntung sekali wanita itu,” pikirku.


Aku jadi teringat bagaimana Andreas mengejar ku beberapa waktu sebelum ia menikahi ku. Masih terbayang di benakku bagaimana romantisnya Andreas menjadi seorang pria yang berusaha meyakinkan wanita untuk ia miliki. Saat itu ia berjanji kalau aku adalah satu-satunya wanita yang ia cintai di hidupnya.


Namun pernikahan kami baru berjalan 6 tahun, aku sudah menemukan bukti bahwa ia memiliki wanita lain. Aku tahu betul kalau wanita ini pasti mendapatkan perhatian dan perlakuan romantis dari Andreas. Terlihat jelas bagaimana cara Andreas memperlakukan wanita itu tadi.


'Ya Tuhan, sejauh mana sudah hubungan Andreas dengan wanita itu?'


Mobil yang aku kendarai sudah kembali masuk ke garasi. Aku bergegas masuk ke dalam kamar, saat sebelumnya tadi bertemu dengan Susi. Aku membasuh wajahku dan menatap cermin.


"Apa karena aku janda, hingga Andreas melakukan ini?"


Dengan langkah gontai, aku berjalan keluar dari dalam kamar mandi. Susah payah aku berusaha berpikir positif bahwa wanita yang digendong Andreas tadi bukanlah selingkuhannya.


"Tapi, jika bukan wanitanya? Kenapa dia sampai meninggalkan aku sendirian di kamar saat kami tengah bercumbu?"


Lagi-lagi aku mengutarakan pertanyaan itu pada diriku sendiri. Aku mencoba untuk membaringkan tubuhku agar bisa menenangkan pikiranku. Nyatanya mataku enggan untuk terpejam. Bayangan Andreas yang tengah menggendong wanita lain selalu terlintas dipikiran ku. Aku tak bisa tidur, hingga memutuskan untuk duduk di sofa yang tersedia di dalam kamar dengan lampu yang sudah aku padamkan. Aku berniat menunggu Andreas pulang.


Sepanjang malam aku duduk menunggu Andreas pulang. Hingga tepat pukul 02.00 dini hari, suara pintu kamar terbuka. Tampak sosok Andreas masuk ke dalam kamar dengan mengendap-endap. Aku yakin, Andreas tak menyadari bahwa aku tengah duduk menatapnya disini. Dari dalam kegelapan, ku lihat Andreas perlahan naik ke atas tempat tidur dan menyadari bahwa aku tak ada disana.


"Sayang..." Panggil Andreas.


Aku tak menyahutnya, meski ia sudah memanggilku sebanyak tiga kali. Hingga ia berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi. Tak lama ia keluar dan langsung menghidupkan lampu kamar. Ia terperanjat kaget saat melihatku duduk sambil menatap ke arahnya dengan tajam. Ia lalu berjalan mendekat dan mengusap rambutku.


"Apa yang terjadi? Ada apa denganmu? Kenapa rambutmu sampai berantakan seperti ini?" Ia mencecarku dengan beberapa pertanyaan sekaligus.


Aku hanya diam dan terus menatapnya.


"Katakan sayang. Ada apa?" Tanya Andreas lagi.


"Apa ada yang ingin kau jelaskan padaku?" Ucapku balik bertanya.


Andreas terdiam dan justru tampak bingung dengan pertanyaan ku.


"Jawab aku..." Teriakku dengan suara yang menggelegar.


"Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti." Balasnya.


Tanpa pikir panjang, aku meluapkan segala emosiku. Aku mengatakan semua yang sudah aku lihat. Aku berteriak dan menangis sambil memukul-mukul dada Andreas.


"Katakan padaku. Siapa wanita itu?"

__ADS_1


"Kenapa kau meninggalkan aku demi menemuinya?"


"Kau bahkan menggendongnya dan membiarkan aku sendiri menunggumu di kamar tanpa ada penjelasan apapun."


"Apa hubunganmu dengannya?"


"Sejak kapan kau mengkhianati ku?"


"Kau jahat Andreas.... Kau jahat...."


Semua ucapan itu aku lontarkan dengan terisak dan sambil terus memukul dada Andreas. Tapi dia tak berkata apapun, ia terdiam. Dan sepertinya sengaja membiarkan aku meluapkan amarahku padanya.


'Apakah dia diam karena mengakui bahwa ia memang bersalah?'


Aku terus saja memukulnya hingga aku sudah kelelahan, barulah Andreas menjelaskan yang sebenarnya.


"Sayang, dengarkan aku. Aku minta maaf karena menutupi semua ini darimu. Tapi, demi Tuhan. Aku tidak pernah mengkhianatimu. Wanita yang aku temui tadi adalah Viona." Ucap Andreas.


"Viona? Apa maksudmu kau juga sama dengan Arnold tergoda oleh pesona Viona?" Teriakku lagi.


"Bukan begitu."


"Lalu apa?" Tanyaku berteriak.


"Claudia adalah anak dari Viona."


Ucapan Andreas membuatku menjadi begitu kaget. Claudia, anak yang selama ini aku asuh dan sayangi adalah anak dari Viona dan mantan suamiku dulu.


"Oh Tuhan, apalagi ini." Ucapku dengan memijat kepalaku.


"Maaf aku tak berani memberi tahu mu sejak dulu. Karena aku takut kau tak akan menerima Claudia jika mengetahui bahwa dia adalah anak dari Viona." Ucap Andreas.


Andreas duduk berjongkok di depanku dan menggenggam kedua tanganku lalu menciumnya.


"Aku mencintaimu Velicia, dan aku tidak mau kau kecewa atau sakit hati. Aku menyembunyikan semua kebenaran ini karena takut kau akan kecewa padaku. Dan untuk pertanyaan yang sejak tadi kau lontarkan, kenapa aku harus menggendongnya. Itu semua karena Viona yang sekarang mengalami kelumpuhan."


"A-apa?" Ucapku terkejut.


"Dulu, Viona mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya lumpuh dan membuatnya melahirkan Claudia secara prematur. Satu-satunya orang yang dihubungi Viona nyatanya adalah aku. Viona pun menyerahkan Claudia padaku karena ia merasa tak akan mampu mengurus Claudia dengan kondisinya yang lumpuh."


Aku kembali menangis saat Andreas menjelaskan semuanya.


"Sebelum kecelakaan itu terjadi, Viona berulang kali menemui ku untuk meminta bagiannya dari kekayaan Arnold. Karena bagaimanapun, Claudia adalah anak dari Arnold. Dan aku berjanji untuk memberikannya setelah aku berkonsultasi dengan Arnold. Tapi kecelakaan itu terjadi dan mengubah semua rencana Viona. Ia tak lagi menginginkan kekayaan, melainkan menginginkan aku untuk merawat Claudia bersamamu. Dia mengatakan bahwa kau akan menjadi ibu yang baik untuk Claudia. Dan satu-satunya alasan kenapa sampai hari ini aku mengurusnya adalah karena rasa kemanusiaan dan juga tanggung jawabku padanya. Selain itu, aku juga berterima kasih padanya karena sudah mau memberikan Claudia pada kita. Karena setelah kehadiran Claudia, kau jadi lebih bahagia Apa aku salah karena sudah mengurusnya?" Tanya Andreas.


Aku hanya terdiam dengan air mata yang terus berlinang.

__ADS_1


"Katakan sayang, jika menurutmu aku salah karena merawat Viona maka, aku akan berhenti melakukannya."


"Tidak. Kau tidak salah. Tapi salahmu adalah karena tidak mrmberitahu ku sejak awal." Ucapku.


"Aku hanya takut kau tidak akan bisa menerimanya." Balas Andreas. "Maafkan aku sayang." Lanjutnya seraya memelukku.


Aku membalas pelukannya dengan erat.


"Maaf karena sudah mencurigai mu." Ucapku.


"Tidak masalah sayang. Aku yang salah karena menyembunyikan semuanya." Balas Andreas.


"Bawa aku untuk menemuinya besok." Ucapku.


Andreas melepaskan pelukannya dan menatapku dengan lekat.


"Apa kau yakin?"


"Tentu saja. Lagi pula dia adalah ibu kandung Claudia. Suatu saat nanti, Claudia harus tahu semuanya." Ucapku.


Andreas kembali memelukku, lalu mengangkat tubuhku ke tempat tidur.


"Sekarang tidurlah. Biarkan aku memelukmu." Ucapnya.


Perlahan aku memejamkan mata, hingga akhirnya aku mampu tertidur dengan lelap.


Bersambung....


Hai semuanya....


Aku La-Rayya.... ❤️


Apa kabar kalian semua? Semoga selalu sehat ya... Aamiin... 🤲🤲


Maaf ya baru bisa update hari ini, dikarenakan banyak kesibukan yang tak bisa ditinggalkan di dunia nyata... 😁😁


Oh ya, terima kasih sebanyak-banyaknya ya aku ucapkan buat kalian semua yang selalu setia untuk stay terus pantengin novel ini. Sekali lagi terima kasih banyak atas semua dukungan, mulai dari like, komen, vote dan hadiah yang kalian berikan... 🙏🙏


*Tanpa kalian, aku bukanlah siapa-siapa...


Satu hal lagi, novel ini akan tamat 1 bab lagi. So stay terus ya. Dan setelah ini, akan ada proyek novel baru dari* La-Rayya. So tungguin dan pantengin terus ya... 😉😉


Love you semuanya.... 😘😘


Salam sayang,

__ADS_1


La-Rayya.... ❤️


__ADS_2