
Claudia saat ini tengah duduk di meja dan menikmati makanan ringan yang disediakan. Pria yang mengajaknya pergi ke pesta ini malah terlihat sibuk dengan dua orang gadis. Claudia melirik ke arah Endra yang tengah menggoda para wanita itu dengan menggelengkan kepalanya.
'Dasar bodoh.' ucap Claudia dalam hati.
Claudia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah dek kapal. Dia lalu melihat kearah langit yang bertabur bintang. Matanya kembali melihat ke arah laut yang terdapat ombak yang tidak begitu besar menghantam kapal yang belum juga berlayar itu.
Setelah mendatangi pesta, dia baru mengetahui bahwa pasangan yang mengadakan pesta, adalah orang yang dikenalnya. Dia pernah menghadiri pesta mereka sebelumnya dan mereka juga pernah menghadiri pesta yang diadakan di rumah Claudia.Pasangan itu juga dikenali oleh orang tuanya.
Claudia merasa tenggorokannya sedikit tercekat karena camilan yang ia makan, ia lalu pergi mengambil minuman. Claudia lalu mendengarkan sesuatu diumumkan tentang kedatangan tamu istimewa. Tanpa tamu itu, pesta tidak akan dimulai dan kapal juga tidak akan pernah berlayar.
Riuh suara tamu terdengar, terutama tamu perempuan yang mulai terlihat berkumpul kearah pintu masuk. Sementara Claudia hanya diam di tempat dan matanya saja yang melihat kearah pintu yang dikerumuni oleh para tamu. Hanya setengah menit Claudia akhirnya tahu kenapa orang-orang itu mulai menjerit.
Tamu istimewa itu adalah dia. Tidak lain dan tidak bukan adalah suaminya Adam Wijaya. Pemuda yang paling kaya dan berpengaruh di negara ini, karena seperti itulah yang diketahui orang-orang. Mereka tidak mengetahui bahwa Adam sudah menikah. Claudia hanya tertawa kecil melihat wanita yang di samping suaminya memegang tangan suaminya layaknya istri sah dari suaminya dengan tersenyum dan melambaikan tangan ke orang-orang yang melihat ke arah mereka.
Momen saat Adam terlihat, kapal mulai berlayar. Claudia melihat kearah suaminya yang memang terlihat sangat tampan dan mempesona itu. Tak bisa dipungkiri oleh Claudia, pria itu memang sangat berkharisma.
Tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, Claudia memutuskan untuk menghindari dari bertemu dengan Adam. Karena dia tahu benar jika mereka bertemu maka, Adam bisa saja mencari masalah dengannya, mengingat pria itu terlihat sangat membencinya.
Claudia memutuskan untuk naik ke lantai atas dan melihat ke arah bawah di mana Adam dan pasangannya memasuki lantai dansa dan memulai dansa lebih dulu. Claudia kembali tersenyum melihat suaminya berdansa dengan orang lain, ia juga melihat kearah Endra yang masih sibuk dengan dua gadis yang digodanya sejak tadi. Claudia lalu mengalihkan pandangannya ke arah laut yang mulai bergelombang karena kapal yang berlayar.
Claudia menghela napas, dadanya terasa dingin karena angin yang menusuk. Dia yang memang mengenakan pakaian yang memperlihatkan lehernya yang jenjang hingga dadanya membuatnya merasa semakin kedinginan.
Claudia tiba-tiba merasakan pundaknya dipegang oleh seseorang dan orang itu telah berdiri di sampingnya. Claudia menoleh kearah kanan dan melihat Tuan Kim sudah berdiri disampingnya dan tersenyum ke arahnya. Pria yang mengadakan pesta itu memang masih berusia sekitar tiga puluhan tahun.
"Hei..." Sapa Claudia.
"Hei, kau datang ke pesta tapi tidak menemui aku." Ucap pria itu sambil memeluk Claudia.
"Aku datang kemari sebagai pasangan seseorang, jadi selama orang itu tidak memperkenalkan aku dengan orang lain, tidak mungkin aku mau memperkenalkan diriku sendiri." Balas Claudia.
"Pasangan? Kau datang kemari sebagai pasangan seseorang? Bukankah aku juga mengundang mu secara khusus? Apakah kau tidak menerima undangan yang aku kirimkan ke alamat mu?" Tanya pria itu tampak heran.
"Aku mendapatkan undangannya, tapi aku lupa. Jadi seorang teman mengajakku sebagai pasangannya jadi aku setuju. Aku berpikir aku akan punya pasangan tapi,...." ucapan Claudia terhenti.
"Tapi pasanganmu meninggalkanmu demi gadis-gadis lain? Bukan begitu? Inipun jika aku tidak salah." Ucap pria itu yang sudah mengetahui pasangan Claudia karena Claudia tengah melihat kearah Endra.
"Tidak juga. Dia bukan pasangan seperti yang kau pikirkan. Dia pria lajang, jadi dia bisa mendekati gadis manapun yang dia inginkan." Ucap Claudia berusaha menjelaskan.
"Ngomong-ngomong ayo ikut aku. Aku akan memperkenalkan mu dengan istriku." Ucap pria itu sambil menarik Claudia untuk mengikutinya.
Pria itu membawa Claudia ke sebuah sudut yang ada di samping meja perjamuan di mana di sana sudah berdiri istri pria yang bernama Tuan Kim itu, ada Adam Wijaya dan juga Nadia.
'Seriously Adam Wijaya? Kenapa harus dia dari sekian banyak orang yang ada.' ucap Claudia dalam hati dengan memutar mata malas.
Keduanya berjalan mendekat kearah orang-orang yang berdiri berkelompok itu. Pria yang setiap kali bertemu dengannya selalu bermasalah itu malah meliriknya dengan tatapan yang tajam dan terlihat seperti bom yang akan meledak kapanpun.
"Perkenalkan ini istriku, dia seorang arsitek dan sayang dia ini..."
"Di nama saya Claudia." Ucap Claudia seraya membungkukkan badan dengan sopan.
"Tidak... tidak.... Sayang, jangan membungkuk mari sini peluk aku. Kau tidak tahu bagaimana seringnya adikku menceritakan tentang dirimu. Dia masih baru masuk kuliah. Dan begitu juga dengan mertuaku, dia sangat menyukai dirimu. Dia bahkan mengatakan bahwa jika dia punya anak laki-laki lain, dia akan menikahkannya dengan dirimu." Ucap wanita itu yang membuat pipi Claudia merona.
Tuan Kim mulai tertawa yang membuat istrinya melihat kearah dirinya. Sementara pria lain juga melirik kearah Claudia, istri Tuan Kim tersenyum kearah Claudia dan dibalas olehnya
__ADS_1
"Kita adalah teman sekarang, oke! Kapanpun kamu membutuhkan sesuatu, hubungi aku." Ucap Nyonya Kim.
"Sebenarnya dia tidak mempunyai teman di disini di area sosial kita. Dia bukan tipe orang yang suka bergaul dengan mengandalkan status yang tinggi. Aku dan keluargaku sudah menjelaskan tentang dirimu yang berbeda di antara kita semua. Jadi dia selalu begitu senang bertemu denganmu. Ucap Tuan Kim.
Claudia tersenyum, ia merasa senang karena akhirnya ada orang yang mengerti akan dirinya. Claudia hendak mengatakan sesuatu tapi,
"Ayolah, kau harus ingat tidak semua orang bisa menjadi teman. Kau harus bisa membuka matamu, jangan sampai dibodohi oleh wajah yang terlihat begitu lugu dari luar tapi dari dalam begitu busuk seperti dia..."
Tuan dan Nyonya Kim melihat kearah Adam, mereka berdua tidak menyangka bahwa Adan akan mengatakan hal seperti itu. Adam tidak pernah berkata seperti itu kepada wanita lain, ia selalu bersikap sopan selama ini dan entah apa yang terjadi pada Adam saat berhadapan dengan Claudia ia akan berubah menjadi begitu kasar.
"Adam ada apa ini? Kenapa kau berkata seperti itu padanya. Itu sangat buruk, minta maaf padanya" ucap Tuan Kim yang terlihat kecewa atas sikap Adam.
"Maaf? Padanya! Tidak akan pernah. Aku tidak akan pernah mendengarkan diriku untuk berbicara rendah dengannya seumur hidupku. Biarkan dia minta maaf pada dirinya sendiri." Ucap Adam.
Claudia berusaha menahan diri, tapi pria ini. Pria yang berdiri dihadapannya, pria yang tengah berselingkuh di hadapannya, pria yang kemarin berbicara seolah dirinya mempunyai perasaan terhadapnya sudah menempuh genderang perang.
"Selesai ya udah selesai, apa lagi?" Teriak Claudia lalu mengambil gelas wine yang ada di tangan Nadia lalu menyiram nya ke wajah Adam.
Semua orang tampak kaget dan diam melihat apa yang dilakukan Claudia. Satu persatu dari mereka mulai berbicara, mereka melihat wajah Adam yang basah karena minuman yang disiramkan Claudia ke wajah Adam.
"Apa yang dilakukan wanita itu?'
"Apa dia sudah gila?"
"Berani-berani nya dia melakukan itu kepada Tuan Adam.
"Sapa wanita itu?"
"Yaaa Tuhan?"
"Tuan Adam pasti tidak akan pernah memaafkan wanita itu."
"Dasar wanita ******." teriak Adam.
"Adam jaga bicaramu," Ucap Tuan Kim, "aku rasa ini semuanya hanya kesalahpahaman saja." Tuan Kim berusaha semampunya untuk melindungi wanita yang berdiri dihadapannya tapi sorot mata Adam sudah begitu marah dan tidak bisa memaafkan apa yang dilakukan Claudia lagi
"Penjaga.... penjaga..." teriak Adam.
Tidak lama kemudian dua orang pria berpakaian seperti penjaga berlari mendekati Adam.
"Ya Tuan. Apa yang bisa kami lakukan?" Tanya penjaga itu.
"Buang wanita ini ke laut, jadikan dia makanan hiu. Siapapun yang berani menentang perintah ku akan menjadi musuh ku." Ucap Adam.
Semua orang semakin diam, sementara Claudia terus memandangi wajah Adam dengan sorot mata yang tajam dan tanpa takut. Dia kemudian melepaskan sepatunya saat kedua penjaga itu mendekatinya.
"Jangan coba-coba berani untuk mendekati ku." Ancam Claudia dengan mengangkat sepatu ke arah kedua penjaga itu.
Posisi Claudia sudah seperti hendak berkelahi dengan mereka.
Dari arah kejauhan Endra yang mendengar suara teriakan Claudia lalu dengan cepat ia berjalan meninggalkan kedua wanita yang sejak tadi bersamanya itu.
Setelah tiba di tempat kerumunan orang-orang yang melihat Claudia tengah berkelahi dengan dua orang penjaga itu. Orang-orang terlihat menikmati pertunjukan yang ada.
__ADS_1
Sementara itu, Tuan Kim terus berusaha membujuk Adam agar ia menghentikan para penjaga untuk tidak berkelahi dengan Claudia. Para penjaga terlihat kelabakan melawan Claudia, hingga membuat Adam memanggil pengawal pribadi nya. Beberapa orang pria berpakaian serba hitam mendekat dan Endra yang melihat hal itu segera berlalu lalu membantu Claudia tapi Adam yang lebih dulu melihatnya meminta para pengawal nya untuk mengatasi Endra dan menangkapnya lalu membawanya masuk di sebuah ruangan dan dikunci dari luar.
Di tempat lain, Claudia sudah dipegangi oleh beberapa penjaga dan sudah berdiri di sisi kapal. Orang-orang mengikuti mereka dan tidak ada yang berani melawan perintah Adam.
Adam sudah tidak memikirkan apapun, dendam di hatinya sudah membuatnya buta dan menyadari bahwa wanita yang hendak dibuangnya ke dalam laut itu adalah istrinya. Perbuatannya kali ini sudah sangat kelewatan dan bisa saja mempengaruhi hubungan pernikahan mereka. Tidak ada yang tahu bagaimana cara menghentikan Adam dan tidak ada pula yang tahu bahwa wanita yang akan dijatuhkan ke laut itu adalah istri adam kecuali Claudia sendiri yang mau mengakuinya.
Tuan Kim tidak mengikuti orang-orang itu dan memilih untuk berbicara dengan para penjaga untuk membuka pintu ruangan tempat dimana Endra disekap.
Orang-orang mulai bersorak ketika kalau dia sudah berdiri tepat di pinggir kapal lalu dengan sekali dorongan Claudia dijatuhkan ke laut oleh para penjaga.
Endra dan Tuan Kim datang, mereka berdua sudah tidak melihat keberadaan Claudia hingga membuat Endra berteriak histeris, "Tidak... tidak... tidak..."
"Claudia..." Teriak Endra lagi.
Endra lalu mendekati Adam dan memegangi pundaknya.
"Apa yang sudah kau lakukan kepada Claudia?" Ucapnya.
Adam tak merespon, ia hanya diam lalu menyingkirkan tangan Endra dari pundaknya.
"Kenapa kalian semua diam saja? Dasar bodoh." Teriak Endra lagi.
Tapi tidak ada yang merespon apapun, malah mengikuti pria yang paling berkuasa itu masuk ke dalam. Endra yang berdiri memegangi pagar pembatas kapal dan mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa berenang untuk menyelamatkan Claudia.
Tapi beberapa saat kemudian ia mendengar suara teriakan seseorang.
Lihat di sana anda yang mengapung. Apakah itu? Ah benar, itu dia." Teriak seseorang.
Endra lalu berlarian ke arah suara orang-orang yang berteriak. Dia mendapati kerumunan orang-orang yang menatap Claudia yang sudah kembali naik ke atas kapal dengan pakaian yang basah kuyup. Claudia terbatuk karena terlalu banyak meminum air laut. Semua orang terdiam, saat menyadari bahwa tubuh Claudia terekspos dengan jelas.
Claudia yang mengenakan gaun berwarna silver dan basah membuat gaun itu menjadi transparan di bagian perut dan pahanya. Bagian dada Claudia juga sedikit terekspos karena bentuknya yang menyerupai huruf V. Mata Claudia mencari sosok Adam, ternyata pria itu juga menatap kearahnya sambil memegangi gelas wine yang lalu diserahkannya kepada pelayan kemudian memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.
Endra berlari mendekati Claudia dan memeluknya. Namun Claudia melepaskan pelukan itu dan malah berlari ke arah Adam.
Adam yang melihat Claudia berlari ke arahnya memilih berdiri dalam diam. Dia sendiri tak tahu apa yang membuatnya seperti itu sejak melihat tubuh Claudia yang terekspos tadi.
Keduanya hampir berhadapan membuat semua orang diam karena berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun diluar dugaan, Claudia malah melompat naik ke tubuh Adam memeluk leher Adam seperti seekor anak koala. Adegan berikutnya membuat orang-orang semakin melotot karena secara tiba-tiba Claudia malah mencium Adam.
Endra yang baru saja menyadari apa yang terjadi hanya bisa membelalakkan matanya.
Bagaimanapun, setelah rasa terkejut dan kemarahan itu mencair karena ciuman hangat Claudia, Adam malah membuat Claudia semakin mendekat dengannya dengan memeluknya erat dan membalas ciuman Claudia. Ciuman itu bertahan sangat lama, lebih lama dari dugaan Claudia.
Adam sendiri tidak tahu apa yang tengah dilakukannya, tapi ia terus melanjutkan ciuman itu hingga berjalan ke dalam kapal dan membawa Claudia ke dalam sebuah kamar meninggalkan kerumunan orang-orang yang kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.
Adam membuka pintu kamar dengan tangannya yang sebelah dengan masih terus berciuman lalu menutup pintu kamar dengan kakinya.
'Apa aku sudah terlalu jauh?' pikir Claudia.
Lampu kamar dibiarkan tetap gelap. Adam lalu menjatuhkan tubuh Claudia ke atas tempat tidur.
"Adam, tolong lepaskan aku." Ucap Claudia.
Namun Adam tak merespon ucapan Claudia dan malah menindih Claudia lalu mulai mencium leher Claudia yang tampak jenjang.
__ADS_1
"Tolong lepaskan aku."
Bersambung....