
Pukul 5 sore akhirnya Adam dan Claudia tiba di tempat acara yang terletak di sebuah pulau terpencil di tengah-tengah lautan luas. Claudia akhirnya menyadari kenapa mereka harus bersiap-siap lebih awal.
Perjalanannya cukup jauh dari kota. Adam turun dari atas helikopter, kemudian mengulurkan tangannya ke arah Claudia yang masih berada diatas helikopter. Claudia menyambut tangan Adam lalu turun. Dia melihat ke sekeliling pulau yang terlihat hijau dengan perpaduan air laut yang biru menyatu dengan pulau yang membuat mata Claudia tak berhenti menatap sekeliling.
Ada sebuah villa bergaya Eropa dihiasi lampu-lampu tumbler dan dekorasi lainnya. Claudia penasaran, siapakah Megan Lovita ini? Apakah dia wanita yang sangat kaya?
'Kenapa Adam tidak pernah menceritakan tentang Megan padaku?' pikir Claudia.
Adam tampak sibuk melepas mantel yang dia kenakan, sementara Claudia terlihat tengah merenggangkan otot-otot lengannya dan menguap. Tiba-tiba dia merasakan sebuah lengan yang melingkar di pinggangnya dan hembusan napas yang terasa hangat di telinganya.
"Kau terlihat sangat menggoda hari ini..." Bisik Adam di telinga Claudia yang membuat pipi dan telinga gadis itu langsung memerah.
Claudia merasakan seluruh tubuhnya merinding. Adam langsung memutar tubuhnya dan menatap Claudia lalu langsung menciumnya dengan lembut dan penuh cinta.
"Kau adalah gadis paling seksi yang pernah aku lihat di dunia ini." Lanjut Adam lagi sebelum melepaskan ciumannya.
"Kau juga adalah pria yang paling tampan yang pernah aku temui." Balas Claudia memuji sang suami yang memang terlihat begitu keren dan tampan dalam balutan tuksedo putih yang ia kenakan.
Adam kembali ingin mendaratkan ciuman di bibir Claudia. Namun, Claudia dengan sigap menahannya dengan mendorong pipi Adam pelan.
"Jangan. Orang-orang bisa melihat kita." Ucap Claudia.
"Baiklah. Aku akan melepaskan mu sekarang. Tapi saat kita tiba di rumah nanti, kau tidak bisa lari lagi dariku. Ingat itu baik-baik." Ucap Adam dengan nada yang begitu menggoda.
"Memangnya aku akan mengizinkanmu? Apa kau lupa, aku sudah mengatakan kau tidak akan bisa...."
Claudia tak dapat menyelesaikan kalimatnya karena Adam kembali menciumnya. Dengan sekuat tenaga Claudia mendorong tubuh Adam.
"Adaam.... Kau...."
"Claudiaa....." Teriak seorang wanita yang suaranya terdengar begitu familiar dari arah belakang.
Claudia berbalik, sementara Adam menatap ke arah wanita itu.
Ternyata suara itu adalah milik Nina. Ia berjalan mendekat ke arah Claudia dan Adam bersama suaminya, Kim. Mereka tersenyum ke arah Claudia yang dibalas oleh Claudia dengan tersenyum canggung. Nina memeluk Claudia seraya menyapanya.
"Waaah Claudia, kau terlihat sangat jauh lebih cantik dari semua wanita yang ada di pesta ini." Ucap Nina memuji Claudia.
"Aah, ayolah Kak Nina. Kau jauh lebih cantik." Claudia balas memuji Nina.
Kim membuka lengannya lebar hendak memeluk Claudia, tapi dengan sekali tarikan membuat Claudia menjauh darinya.
"Jangan sentuh dia." Ucap Adam geram.
Claudia merasa begitu malu dan memutar matanya dengan malas ke arah Adam. Kim dan Nina juga tampak terkejut dengan sikap Adam.
"Ah, ayolah pria bucin. Dia sudah mengenalku seperti keluarganya sendiri. Dia bahkan sudah mengenalku jauh sebelum menjadi istri mu. Jadi berhentilah bersikap terlalu over posesif seperti itu." Ucap Kim.
"Yah, sebelum menjadi Nyonya Adam. Sekarang dia adalah istriku. Jadi siapapun tidak boleh menyentuhnya. Siapapun artinya siapapun itu." Ucap Adam tegas.
Claudia dan Nina tampak terkejut dengan ucapan tegas Adam.
"Dam hentikan, bagaimana bisa kau...."
Claudia berusaha menghentikan suaminya, tapi...
"Sudahlah Claudia, lupakan semuanya. Kami semua sangat tahu bagaimana terobsesinya dia padamu. Kami semua mengerti dan tidak mempermasalahkan sikapnya. Lagipula dia bukan pria berbahaya." Ucap Kim.
"Benar sekali. Lagipula ini adalah pertama kalinya dia menghadiri sebuah pesta denganmu. Normal saja jika dia menjadi terlalu posesif terhadap orang lain yang berusaha mendekatimu. Kami tidak masalah dengan itu." Sambung Nina.
Kali ini Adam yang memutar matanya dengan malas.
Mereka semua lalu masuk ke dalam villa. Ada Dom yang langsung memeluk Adam. Saat Dom ingin memeluk Claudia, Kim dengan cepat menghalanginya dan membisikkan sesuatu. Dom lalu hanya bisa berkata 'ooo' saja. Lalu menganggukkan kepalanya dengan sopan dihadapan Claudia.
"Sayang, dia adalah Jolie. Amanda Jolie, kekasih Dom." Ucap Adam memperkenalkan seorang wanita yang terlihat seperti super model bernama Jolie kepada Claudia.
Wanita itu tersenyum ke arah Claudia dan dibalas anggukan oleh Claudia.
"Dan Jolie, dia adalah Claudia Wijaya. Istriku." Sambung Adam.
"Apa aku boleh memeluknya?" Tanya Jolie dengan nada mengejek yang membuat semua orang tertawa.
Adam memutar mata malas, ia baru menyadari bahwa sejak tadi tangannya terus menggenggam erat tangan Claudia. Adam lalu melepas tangan Claudia, membuat Jolie langsung memeluk Claudia. Claudia pun membalas pelukan Jolie.
Claudia tersenyum karena Jolie memeluknya dengan sangat erat. Tapi dia masih saja merasa malu, dan wajahnya merona merah. Dia malu karena sikap yang ditunjukkan sang suami kepadanya sejak pertama tiba di acara pesta ini. Adam sama sekali tak membiarkan Claudia jauh darinya. Ia terus saja mencium pipi dan wajah Claudia.
Adam memperhatikan raut wajah Claudia yabg terlihat begitu kagum menatap para pasangan itu. Dom dan Jolie, Kim dan Nina. Bibir Claudia tersenyum menatap mereka semua.
__ADS_1
'Claudia Wijaya. Mulai hari ini, dengan bersamaku, Adam Wijaya. Kau tidak perlu kagum pada semua orang. Tunggu saja. Semua orang bodoh ini akan mengagumimu. Jauh lebih besar dari yang kau lakukan saat ini.'
"Hai, Nona Claudia Wijaya. Akhirnya kita bertemu."
Claudia berbalik menatap ke arah suara seseorang yang menyapanya itu.
"Hai, aku Kolonel William. Aku sudah mendengar banyak hal tentangmu." Ucap pria itu memperkenalkan dirinya, sementara yang lainnya terlihat tidak menghiraukannya.
Mata Claudia berbinar saat mendengar kata 'Kolonel', dia lalu menyapa Will dengan gaya militer.
"Hai Kolonel. Aku Claudia Arista Setyawan. Aku sudah belajar ilmu bela diri dan seni berperang selama bertahun-tahun. Aku sangat ingin menantang Anda untuk berlatih bersama suatu hari nanti saat Anda punya waktu luang." Ucap Claudia yang terlihat begitu bersemangat.
Yang lainnya tampak menghela napas mereka melihat kelakuan Claudia yang kekanakan. Sementara Will sendiri tampak terpana.
Beberapa tahun yang lalu. Ada seorang gadis yang merupakan tetangganya, memperkenalkan dirinya seperti yang dilakukan Claudia kepada Will saat pertama kali mereka bertemu. Gadis yang sangat dicintai oleh Will. Will menatap Claudia dengan sangat tajam.
Tiba-tiba, Adam menarik istrinya kedalam pelukannya.
"Claudia Wijaya.... Dan dia bukanlah gadis itu Will. Berhentilah menatap istriku seperti itu." Ucap Adam dengan suara yang tegas.
Will berhenti menatap Claudia dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Claudia tampak bingung, sementara yang lainnya berusaha terlihat tenang dan santai, namun mereka semua nampak sedikit sedih.
Mereka semua mulai membicarakan hal lainnya. Sementara Claudia masih sibuk memikirkan kara yang diucapkan Adam tadi.
'Dia bukanlah gadis itu? Kenapa Adam mengatakan hal itu?' tanya Claudia dalam hati.
Seorang gadis belia yang penuh dengan keceriaan tiba-tiba datang. Mengenakan gaun pesta berwarna hijau terang dengan sepatu kaca yang menghiasi kakinya. Gadis itu mengangkat gaunnya dan berlari dengan penuh kebahagiaan ke arah mereka semua. Claudia menyadari bahwa kehadiran gadis itu membuat keempat pria itu tersenyum penuh kekaguman pada gadis itu.
"Om Dom, terimakasih untuk pesta luar biasa ini. Semua orang di kota membicarakan tentang pesta ini." Ucap gadis itu pada Dom.
Claudia menyadari bahwa raut wajah Jolie terlihat tidak suka pada gadis itu.
"Ah, Tante Jolie. Terima kasih sudah datang ke pestaku ini. Apa Tante bersenang-senang?" Tanya gadis itu.
Sejak bertemu mereka semua, gadis itu mulai memanggil keempat pria itu dengan sebutan 'Om'.
"Om Adam." Ucap gadis itu seraya berjalan mendekat ke arah Adam dan langsung memeluknya. "Terima kasih untuk hadiah yang sangat luar biasa ini. Pulau ini sangat indah." Lanjutnya yang membuat Adam tersenyum seraya mencubit hidung gadis itu.
"Selamat ulang tahun, Tuan Putri." Ucap Adam.
Claudia sibuk dengan pikirannya, lalu matanya menatap ke arah lengan gadis itu yang merangkul lengan suaminya. Bahkan tangan mereka bergenggaman.
Saat momen selanjutnya, Claudia menyadari sebuah lengan yang begitu kuat menarik pinggangnya dan membuatnya berada disamping sang suami. Adam ternyata menariknya mendekat yang membuat gadis belia dihadapannya terdiam menatap Adam dan sang istri penuh pertanyaan.
Belum sempat Adam berbicara, gadis itu sudah lebih dulu bersuara.
"Wah, Om Adam. Om tidak pernah bilang padaku bahwa Om akan datang dengan kekasih Om. Sejak kapan kalian berpacaran? Kenapa Om tidak pernah mengatakannya padaku?" Tanya gadis itu.
"Dia bukanlah kekasihku, Tuan Putri. Dia adalah istriku, Claudia Wijaya. Kami sudah menikah sejak dua tahun yang lalu. Ceritanya sangat panjang. Om Dom akan menjelaskannya padamu kapan-kapan. Kemari lah, berkenalan dengannya." Ucap Adam menjelaskan.
Gadis itu mendekati Claudia lalu menjabat tangan dengannya.
"Sayang, ini Megan, Megan Lovita. Dia adalah...."
Ucapan Adam dipotong oleh gadis yang berulang tahun itu.
"Ayolah Om. Serahkan semuanya kepada kami. Kami berdua bisa berkenalan secara pribadi. Hai Claudia, aku Megan. Terima kasih karena sudah datang ke pestaku. Kau tahu, kau sudah merusak mimpi terbesar dari jutaan wanita. Mereka semua akan mengutuk mu." Ucap Megan tertawa.
Pelukan Adam di pinggang Claudia terasa semakin erat.
"Tidak akan ada kesempatan bagi mereka. Aku akan selalu melindungi istriku. Mereka akan hidup dalam sebuah kutukan jika berani-beraninya mengutuk istriku. Dan percayalah padaku, dia juga adalah impian terbesar dari jutaan pria lain. Dan dia adalah milikku." Ucap Adam. "Tapi, kau harus memanggilnya Tante, dia lebih tua darimu." Sambung Adam.
"Om Adam, dia hanya lebih tua 3 tahun dariku. Umur kami hampir sama. Claudia, apakah kau keberatan jika aku memanggilmu dengan menyebutkan namamu?" Tanya Megan.
Claudia yang terlihat bingung hendak mengatakan tidak. Tapi Adam sudah lebih dulu berucap.
"Aku yang keberatan."
Gadis itu kemudian menjawab dengan wajah sedih, "baiklah."
"Dam, ayolah. Dia sedang berulang tahun, dan kau adalah orang yang paling dia favorit...."
"Tidak apa-apa Om Dom." Ucap Megan menyela ucapan Dom. "Om Adam benar, aku yang salah. Baiklah, kalau begitu aku permisi. Aku ingin menemui teman-temanku." Ucap Megan lalu pergi menemui teman-temannya.
Adam mencium pipi Claudia lagi.
__ADS_1
"Apa kau mau minum sayang?" Tanya Adam tersenyum dengan tatapan penuh cinta.
Claudia akhirnya mengendalikan dirinya dari situasi canggung tadi dengan menghela napas.
"Tentu saja." Balas Claudia.
Adam tersenyum, kemudian melambaikan tangannya ke arah seorang pelayan yang langsung berjalan mendekat ke arah keduanya.
"Iya Tuan." Ucap pelayan itu membungkukkan badan.
Tapi, Adam terus saja sibuk menatap istrinya. Hal itu membuat Claudia merona dan merasa malu.
"Dam, please. Pelayannya ada disini." Ucap Claudia.
Adam tak berhenti menatap Claudia.
"Satu gelas wine, dan segelas jus jeruk." Ucap Adam yang membuat pelayan itu segera pergi.
Claudia menggerutu menatap Adam.
"Ayolah, jus jeruk untukku? Apakah aku ini masih anak kecil?" Claudia menggerutukkan giginya kesal. "Berhentilah menatapku seperti itu, dasar kau pria tua mesum. Orang-orang melihat ke arah kita dengan tatapan aneh." Protes Claudia.
"Aku tidak bisa. Kau terlalu menggoda."
Claudia menyenggol perut Adam dengan sikunya karena kesal. Adam masih saja merangkulnya.
"Bisakah kau membiarkan aku untuk leluasa bernapas, Tuan Mesum?" Ucap Claudia kesal.
"Berjanjilah padaku, bahwa kau akan membiarkan aku meniduri mu malam ini." Adam mengerlingkan matanya.
"Ssshhh..... Ya Tuhan, Adam... Kau itu... Orang-orang bisa mendengar mu." Claudia tampak panik.
"Aku tidak perduli. Kau hanya perlu berjanji padaku." Ucap Adam lagi.
"Tidak. Aku tidak akan berjanji apapun padamu. Kau boleh mencium ku, tapi tidak boleh lebih dari itu." Balas Claudia.
Adam hendak mencium bibir Claudia.
"Tunggu dulu, jangan sekarang." Claudia mendorong wajah Adam menjauh darinya.
Pasangan itu benar-benar sibuk dengan hasrat mereka, ketika para tamu lainnya sibuk membicarakan mereka.
"Siapa gadis yang bersama Tuan Adam itu?"
"Pacarnya? Tapi dia pria singel kan? Kami pikir dia punya hubungan dengan Megan."
"Tidak. Aku pikir Megan lebih punya hubungan sesuatu dengan Tuan Will."
"Terserahlah. Bagaimanapun, Megan adalah gadis yang paling beruntung di dunia ini. Dia menjadi pusat perhatian keempat pria terpenting di negara ini. Maksudku dia pasti diberikan anugerah oleh Tuhan untuk menjadi gadis favorit. Bahkan bagi Tuan William dan Adam Wijaya, dua pria paling tampan dan populer di negara ini."
"Aku juga, lebih merasa Tuan Adam lebih cocok dengan Megan. Mereka berdua sangat serasi sebagai pasangan."
"Tapi lihatlah Tuan Adam. Bukankah dia terlalu nafsuan pada gadis itu? Lihat saja tatapan matanya. Dia seolah bertingkah seperti tak bisa jauh dari gadis itu. Dia bahkan terlihat tak membiarkan gadis itu didekati orang lain."
"Ngomong-ngomong, siapa sebenarnya gadis itu?"
Tak lama, Claudia akhirnya menjadi topik pembicaraan hangat di pesta itu.
Bersambung.....
Adam mencintai Claudia. Mulai saat ini, kepercayaan Claudia akan diuji....
Apakah dia harus percaya kepada Adam, atau dia akan menyerah?
Dia harus mengerti akan Adam, dan Adam berhak atas cinta dari Claudia setelah melakukan banyak hal untuk gadis itu....
Adam memang berhak mendapatkan cinta dari Claudia. Bukan begitu? Bagaimana menurut kalian semua?
Hai semuanya....
Aku La-Rayya. Maaf ya sudah selama ini tak pernah update. Ada banyak kendala yang aku alami. Mulai dari sejak Idul Fitri kemarin sibuknya luar biasa dengan silaturrahmi ke keluarga besar. Sampai jatuh sakit berhari-hari tidak bisa beraktivitas.
Sekali lagi, aku minta maaf ya. InsyaAllah, mulai hari ini dan seterusnya akan update seperti biasa. Stay terus ya, jangan lupa dukungan kalian dengan like, komen, vote dan beri hadiah juga... 😊😊
Terima kasih ya, buat yang udah setia baca kisah ini...
Salam hangat,
__ADS_1
La-Rayya ❤️