90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
50. MP


__ADS_3

Adam ingin mempersiapkan Claudia sebelum dia melakukan hal yang sebenarnya. Karena dia tahu ini adalah pengalaman yang pertama bagi Claudia. Tidak peduli sebagaimana tingginya hasrat yang dia punya, tidak peduli sebagaimana tidak sabarnya dia, dia tidak mau menjadi begitu kejam kepada Claudia yang baru pertama melakukannya.


Adam ingin Claudia merasa spesial dan dicintai dimalam pertamanya. Jadi hal itu akan membuat Claudia tidak akan menyesali semuanya. Adam ingin membuat semuanya menjadi kenangan yang indah bagi Claudia.


Saat ini Adam masih menjamah tubuh Claudia.


Claudia tidak dapat menahan suaranya untuk tidak mendesah. Rahang Claudia mengeras bahkan mulutnya terbuka menganga beberapa saat sebelum dia menggigit bibirnya sendiri. Claudia menjadi tidak sabar dengan segala kenyamanan yang diberikan oleh suaminya. Dia terus menarik tangan Adam untuk menyentuh tubuhnya. Dia ingin Adam terus menyentuh dirinya.


Kepala Claudia terasa berputar, pandangannya mulai terasa buram. Adam masih sibuk meraba tubuhnya, Claudia pun merasakan sensasi yang aneh dari bagian bawah perutnya. Dia tidak tahu perasaan apa yang sedang dirasakan nya saat ini.


"Sayang, aku.... Aku....."


Claudia bahkan tidak dapat menyelesaikan kata-katanya saat semuanya terasa berhenti.


Sensasi dari ciuman dan gigitan di seluruh tubuhnya membuat tubuh Claudia bergetar hebat. Claudia membuka matanya dan melihat suaminya seperti bayangan hitam. Perlahan semuanya terlihat jelas, tapi Claudia masih tampak bingung melihat kearah suaminya.


Adam beralih naik ke atas tubuh Claudia, mencium bibirnya lalu berbisik.


"Apakah kau siap sayang? Ini akan terasa sedikit sakit awalnya, hmmmm..."


Claudia sekarang mengerti apa yang dimaksudkan oleh suaminya. Dia berbalik mencium suaminya dan mengangguk sebagai tanda setuju.


Adam menghabiskan waktu beberapa menit untuk mencium Claudia lagi. Kemudian saat menciumnya, Claudia tiba-tiba menghela napas panjang dan merasakan sakit di area sensitifnya karena Adam sudah melakukannya tanpa memperingatkan Claudia lebih dulu.


"Oohh sayang, itu sangat... Aarrgghhh...." Claudia terus berbicara tidak jelas.


"Kemari lah sayang. Aku akan menghilangkan rasa sakit mu itu. Lihat aku dan fokus hanya padaku saja, bukan yang lainnya." Ucap Adam sebelum mencium Claudia lagi.


"Mmmmmmhhh... uummm...." Claudia tetap bersuara.


"Ssshhh... Sayang, cium saja aku." Ucap Adam lagi.


Kali ini Claudia terdiam dan mengikuti ucapan Adam dan perlahan lupa tentang rasa sakit yang ada di bawahnya. Dia hanya fokus untuk mencium untuk mencium suaminya lagi.


Sudah berlalu 2 menit...


Adam sekarang dapat merasakan bahwa Claudia sudah bisa bernapas dengan baik dan benar-benar fokus pada ciuman mereka. Adam lalu mulai bergerak perlahan tapi Claudia tidak bereaksi sedikitpun.


Adam bergerak lagi, sementara Claudia tengah sibuk mencium dirinya. Kemudian dengan perlahan Adam mendorong dirinya dan sebelum Claudia sadar dengan apa yang terjadi, Adam dengan mendorong dirinya sekali lagi. Kali ini terlihat sedikit memaksa, Claudia pun berteriak beberapa detik sebelum dia menyadari bahwa kedua tangannya sekarang sudah berada di samping kepalanya dan dipegang oleh kedua tangan kuat suaminya. Bibirnya pun dicium dengan begitu lapar oleh suaminya. Dan akhirnya, Adam sekarang sudah bisa bergerak dengan perlahan.


"Mmmmmm...."


Perlahan Claudia sudah tidak merasakan sakit lagi. Dia ingin mengatakan pada suaminya bawah dia tidak kesakitan lagi. Claudia pun membiarkan suaminya melakukan semua yang dia inginkan.


Claudia benar-benar merasa seperti sudah tidak berada di dunia lagi. Dia tidak dapat melihat apapun yang ada di sekelilingnya. Adam sendiri terus menatap istrinya. Melihat setiap kali istrinya mengeluarkan suara yang selama ini selalu dia tahan karena malu. Adam tak dapat melepaskan pandangannya dari istrinya itu. Dia ingin memberitahu istrinya bahwa dia sangat mencintainya.


Pandangan keduanya lalu bertemu. Tanpa sadar mata keduanya terasa berair. Saling pandang dengan mata yang berair. Claudia mulai menyebut nama Adam dengan mesra saat Adam kembali bergerak perlahan.


Adam benar-benar ada dalam setiap helaan napas Claudia. Hatinya benar-benar berbunga karena cinta Adam. Tubuhnya benar-benar diobrak-abrik oleh Adam. Dan Claudia bahagia akan hal itu.


Adam mulai bergerak dengan cepat seraya terus membisikkan kata cinta ditelinga istrinya.


Akhirnya dia bisa memiliki istrinya dengan sepenuhnya. Adam sangat bahagia malam ini. Dia dapat melihat sesuatu di mata Claudia. Dia berpikir bahwa Claudia menangis karena bahagia, sama seperti dirinya. Hal itu membuat Adam merasa semakin luar biasa mengetahui dirinya begitu spesial bagi Claudia malam ini dan selamanya.


Adam lalu tersenyum menatap sang istri. Tangannya kembali menyentuh dada Claudia membuat Claudia menutup matanya.


"Sayang aku...."


Keduanya saling menatap dengan tatapan penuh cinta.


"Jangan ditahan sayang. Let it go. Aku juga sudah dekat." Balas Adam mencium Claudia penuh cinta.


Tak lama tubuh Claudia bergetar dengan hebat, bersamaan dengan sang suami yang langsung memeluknya dengan sangat erat. Keduanya berpelukan dengan erat ketika mencapai puncaknya.


Setelah beberapa menit, Adam bisa saja kembali melakukannya karena begitu berstamina, tapi tidak dengan Claudia. Adam tahu bahwa ini adalah pengalaman pertama bagi Claudia. Adam tak ingin memaksa Claudia atau membuat Claudia merasa takut dengan memperlihatkan dirinya yang begitu berstamina di malam pertama mereka.


Adam hendak bangun dari tubuh Claudia, namun Claudia menahan dirinya. Claudia bahkan seolah ingin mencoba kembali bahkan meski napasnya terdengar begitu berat.

__ADS_1


"Tunggu sayang. Aku belum mau tubuh ku merasa hampa. Ku mohon, tetaplah seperti ini beberapa saat lagi." Pinta Claudia.


Adam mencium Claudia lagi.


"Baiklah sayang, seperti yang kau inginkan. Keinginanmu adalah perintah bagiku." Ucap Adam seraya membenamkan wajahnya di leher Claudia.


Setelah beberapa menit....


"Sayang aku punya sesuatu untukmu. Itu ada di dalam tasku. Biarkan aku mengambilnya." Ucap Claudia lebih dulu.


Adam lalu mengangkat kepalanya.


"Katakan padaku dimana tas itu. Aku akan mengambilnya untukmu. Kau sepertinya akan kesusahan untuk berjalan sekarang." Goda Adam.


Claudia menutup mata untuk menyembunyikan rasa malunya.


"Aaaiiissshhh pria mesum ini. Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu dengan begitu santai. Aku tidak bisa seperti ini, dasar mesum." Ucap Claudia dan adam tertawa dengan terbaik.


Claudia menatap suaminya.


"Diam lah. Baiklah kalau begitu, pergilah dan ambil tasku. Itu sudah cukup untuk membantuku." Ucap Claudia.


"Tapi, yaaa... untuk melakukan itu, aku harus bangun dulu dan memisahkan tubuh kita lebih dulu. Bolehkah aku melakukannya sayang?" Ucap Adam kembali menggoda Claudia.


Claudia memutar mata balas sebelum memukul Adam dengan sebuah bantal.


Adam kembali terbahak dan kemudian dengan perlahan dia menarik tubuhnya agar terpisah dari Claudia. Claudia merasa begitu sakit saat dia mencoba untuk duduk. Jika saja Adam ada dihadapannya, Claudia bisa saja langsung berteriak kepada Adam karena hal ini.


Claudia memilih untuk kembali membaringkan tubuhnya. Dia merasa begitu lelah.


Tak lama kemudian, Adam kembali dengan tas Claudia dan memberikannya pada istrinya itu. Claudia mengambil tas itu. Tapi sebelum melakukan yang lainnya Claudia memberikan tanda kepada Adam untuk mendekat kepadanya dengan menganggukkan kepalanya satu kali.


Meski merasa bingung, Adam tetap mengikuti keinginan Claudia dan berjalan mendekat padanya.


"Bisakah kau menutup matamu sayang?" Ucap Claudia dengan manis.


Claudia mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya dan tersenyum dengan gugup. Ini adalah pengalaman pertamanya untuk memberikan hadiah kepada seseorang dengan begitu banyak pertimbangan dan dibeli dengan uangnya sendiri.


Hadiah itu adalah sebuah cincin yang terlihat keren, klasik, tapi juga stylish, sama seperti kepribadian Adam.


Claudia menahan cincin itu di depan wajah Adam dan meminta Adam untuk membuka matanya. Adam pun melakukan seperti yang diperintahkan Claudia.


Pertama kali membuka matanya, Adam benar-benar terkejut. Sebuah cincin ada didepan matanya. Keningnya mengkerut saat menatap Claudia penasaran.


"Untuk ku?" Tanya Adam masih tampak bingung.


Claudia menghela napas dan membalas, "iya sayang, untukmu. Bagaimana menurutmu? Apakah kau menyukainya?"


"Sangat indah, aku sangat menyukainya."


"Ngomong-ngomong, bisakah aku mengenakan cincin ini di jarimu?" Tanya Claudia pada suaminya.


"Berpikirlah sebelum kau mengenakan cincin itu di jariku sayang. Kau tahu aku dengan baik. Aku tidak akan pernah mengeluarkan nya sekali kau membuat aku menggunakannya. Kau tidak akan bisa meminta aku untuk menyembunyikannya atau mengeluarkan nya dari jariku." Ucap Adam memperingatkan Claudia.


Claudia tahu benar, kenapa Adam memperingatkan dirinya. Karena Adam ingin selalu untuk mengenakan cincin pernikahan di jarinya dan sama dengan istrinya. Karena selama ini, pernikahannya hanyalah sebuah pernikahan diatas kertas. Mereka hanya menandatangani sebuah kertas, tidak ada perayaan atau ritual yang mereka lakukan. Mereka tidak pernah memiliki cincin pernikahan mereka.


Setelah kembali dari Kanada, ketika Claudia pindah bersamanya itu hanya kesepakatan selama 3 bulan. Tapi saat keduanya menyadari bahwa Claudia sudah begitu lama melupakan tentang perceraian mereka, Adam ingin membeli cincin pernikahan untuk mereka tapi Claudia selalu menolak.


Jadi sekarang, saat Claudia memberikannya sebuah cincin, dia ingin membuat Claudia merasa yakin. Claudia sekarang sudah dewasa bukan seperti gadis kecil yang dahulu. Jadi Adam menganggap masalah ini dengan serius.


Bukannya menjawab pertanyaan Adam, Claudia malah terdiam dan memegang tangan Adam. Kemudian mengenakan cincin itu di jemari Adam dan mencium tangan Adam lembut.


Adam lalu menundukkan kepalanya secara tiba-tiba membuat Claudia bingung dan khawatir.


"Sayang, ada apa denganmu? Apa kau tidak menyukainya? Jika kau tidak suka, aku akan melepaskannya, jangan khawatir sayang."


Adam tidak bersuara sedikitpun. Claudia lalu memegangi wajah Adam dan membuat dia melihat dirinya. Jantung Claudia berhenti sesaat, saat dia melihat bahwa Adam tengah menangis. Mata Claudia membelalak, Yang Mulia Adam Wijaya tengah menangis.

__ADS_1


"Dam, ada apa? Kenapa kau...." Tapi Claudia tidak dapat menyelesaikan kalimatnya karena langsung dipeluk oleh Adam.


"Claudia aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Sekarang kau sudah menjadi hidupku. Claudia, aku tidak akan bisa bertahan tanpa dirimu. Tolong berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan merusak mimpi ini dan tiba-tiba berkata bahwa semua ini hanya sementara. Karena aku akan menjadi gila, jika itu terjadi." Ucap Adam di telinga Claudia saat memeluknya dengan begitu erat.


"Aku juga mencintaimu..."


Adam begitu terkejut, dia pikir dia mendengarkan sesuatu yang lain.


"Apa sayang? Apa yang baru saja kau katakan?" Tanya Adam


"Aku mencintaimu Adam."


Claudia mengulang ucapannya. Dia tahu benar bahwa Adam begitu terkejut dengan pengakuannya yang begitu tiba-tiba.


Adam masih tidak mengatakan apapun. Claudia mencium bibir pria di hadapannya itu untuk membuat pria itu tersadar dan mendengar apa yang dia katakan. Tapi ketika dia ingin menarik dirinya Adam malah berbalik menciumnya.


Dia mencium Claudia dengan begitu menggila. Claudia tidak dapat melepaskan diri. Dia tahu bahwa Adam tengah merasa begitu bahagia jadi dia tetap tersenyum dengan ciuman yang diberikan Adam.


"Katakan itu lagi, kumohon. Kumohon sayang."


Claudia tertawa dengan ciuman yang diberikan Adam.


"Aku mencintaimu sayang, aku mencintaimu."


Kamar itu lalu penuh dengan suara tawa Claudia, saat Adam terus mencium wajahnya hingga membuat wajah Claudia menjadi basah. Adam lalu meminta Claudia untuk terus menerus mengulang kata cinta itu lagi, lagi dan lagi.


Mereka pun tidak berhenti satu ronde itu saja malam itu. Setelah selesai dengan percakapan tentang bagaimana Claudia bisa membawa cincin itu, bagaimana dia bekerja keras untuk mendapatkan cincin itu, dan bagaimana Endra membantunya. Kemudian Adam meninta Claudia berjanji bahwa dia tidak akan pernah melakukan sesuatu hal yang seperti itu lagi setelah selesai memeluk dan mencium istrinya penuh cinta.


Mereka tidak sadar ketika ciuman yang penuh cinta itu berubah menjadi sesuatu yang memanas lagi.


Setelah selesai dengan ronde ketiga, Adam dan Claudia saling menatap satu sama lain dan menarik napas dalam. Posisi Claudia masih berada di bawah Adam.


Adam menyeka rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu. Adam begitu bahagia. Dia tidak bisa berhenti untuk menyentuh istrinya.


Claudia tiba-tiba bertanya.


"Dam, bagaimana dengan Megan? Kau meninggalkan dia menunggu di gerbang seorang diri. Aku minta maaf..."


"Sssshhhh.... Apakah kau harus menyebut dirinya malam ini?" Ucap Adam dengan serius dan menaruh tangannya dia antara bibir Claudia untuk menghentikan Claudia berbicara tidak penting.


"Sayang, aku tidak pernah berjanji apapun padanya. Satu tahun yang lalu, dia selalu menggangguku dengan meminta aku untuk ikut ke pesta dengannya. Aku sudah menikah saat itu. Tapi aku tidak bisa memberitahukan itu kepada siapapun, karena kau sendiri sudah memberitahu padaku untuk tidak melakukannya. Ketika kau menulis pesan itu, aku tidak bisa menemukan alasan yang baik untuk menolaknya. Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku sudah menikah dan aku tidak bisa ikut dengannya.


Lagi pula dia menipu ku dalam sebuah permainan. Dia menang dan menginginkan aku untuk melakukan sesuatu untuknya. Jadi dia memilih untuk mengajakku ke pesta itu. Jadi aku pun setuju. Aku hanya mengucapkan kata seperti ini. Aku bilang, 'baiklah, aku akan pergi denganmu. Tapi, hanya jika aku tidak punya pekerjaan yang penting.' jadi aku sebenarnya tidak pernah berjanji padanya.


Dia lah orang yang mengumumkan semuanya pada publik. Media membuat itu menjadi berita nasional. Iya, aku memang meninggalkannya karena aku ingin pergi pada istriku. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan waktu ku untuk bersama istriku hanya karena sebuah pesta. Claudia Wijaya adalah hal yang paling penting untuk Adam Wijaya di dunia ini. Keluarga selalu nomor satu, dan kau adalah keluargaku. Aku tidak akan memberikan waktu ku kepada yang lainnya. Aku bisa membeli apapun dengan kuasa dan kekayaan yang aku punya. Tapi aku tidak bisa membeli cinta istriku dengan uang.


Dan pikirkan tentang itu. Aku bisa saja tidak datang kemari hari ini. Maka aku akan kehilangan malam pertama kita, pengakuan cinta darimu, cincin yang kau beli dengan bekerja keras dan kesempatan untuk menunjukkan status hubunganku kepada dunia dan segalanya.


Apakah aku terlihat begitu bodoh hingga aku harus membuang semua ini hanya untuk menghadiri sebuah pesta bodoh itu." Ucap Adam yang langsung dicium oleh istrinya.


"Apakah kamu sudah selesai dengan segala pertanyaan mu itu?" Tanya Adam lagi.


Claudia mengangguk.


"Baiklah, kalau begitu. Ayo kita mulai ronde berikutnya." Ucap Adam seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


"APAAA??? Tidaaaakk. Aku tidak mau.... Aku tidak Adaaamm..... Mmmmmhhhh....." Claudia terus saja berteriak, berusaha menolak tapi tidak ada seorang pun yang mendengar.


Tak lama setelah itu teriakan nya berubah menjadi *******, erangan dan teriakan yang terdengar begitu indah di telinga Adam.


Bersambung....


Claudia begitu manis karena membiarkan dirinya untuk mengenakan cincin digemari Adam. Sekarang, siapa yang bisa membantunya untuk tidak diketahui orang-orang sebagai istri dari Adam Wijaya.


Berikutnya..


"Tidak ada satu orang pun selain aku, yang boleh menyentuh dasi mu. Mulai hari ini..."

__ADS_1


__ADS_2