90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
62. Adam Bertemu Sean


__ADS_3

Adam tengah bekerja di kantor. Dia harus menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dan pulang ke rumah. Dia tidak bisa membuat Claudia sendirian begitu lama. Dia sudah bertemu dengan Kim dan Dom saat makan siang.


Tiba-tiba dia mendapat panggilan dari sekretaris nya Nadia.


"Halo Tuan." Ucap Nadia.


"Ya, Nadia. Ada apa?" Balas Adam.


"Seseorang bernama Tuan Sean ingin bertemu dengan anda Tuan. Dia mengatakan, bahwa dia ingin berbicara penting dengan anda. Tapi dia tidak punya janji apapun dan anda bilang bahwa anda tengah sibuk dengan pekerjaan anda. Jadi saya berpikir untuk menelepon Tuan, apakah saya harus meminta dia untuk membuat janji pertemuan besok?" Tanya Nadia.


Di sisi lain Adam terdiam dan berusaha tenang. Sebenarnya dalam instingnya, Adam sudah menduga bahwa suatu hal yang seperti ini akan terjadi. Karena hanya beberapa waktu yang lalu, seorang pelayan dari rumah lama Claudia menelpon dia dan menginformasikan tentang sesuatu.


Flashback tentang yang terjadi beberapa saat yang lalu...


"Tuan, hari ini seorang pria bernama Sean mengunjungi rumah pagi ini. Dia datang bersama dengan 4 orang pria yang terlihat seperti pengawal nya. Dia datang dan bertanya tentang Nona Muda." Ujar pelayan itu.


"Apa yang sebenarnya dia katakan?" Tanya Adam. "Apa yang dia lakukan setelah itu, dan apa yang kalian katakan kepadanya?" Ucap Adam bertanya dengan terus-menerus


"Tuan, dia datang lebih dulu dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa memberikan saya waktu untuk bereaksi atau menghentikannya. Kemudian dia meminta saya untuk memanggil Nona. Tapi saya bilang bahwa...."


Di rumah lama Claudia beberapa saat yang lalu....


"Maaf pak, tapi siapa yang anda cari?" Tanya pelayan kepada seorang pria yang masuk ke dalam rumah Claudia dan duduk begitu saja di sofa.


Pria itu terlihat tampan, berkuasa dan dingin, tapi dia tidak punya sopan santun.


"Aku tengah mencari Claudia Arista Setyawan. Panggil dia dan katakan kepadanya aku disini. Dan katakan namaku adalah Tuan Sean."


Ucapan Sean terdengar begitu kasar dan tidak sopan. Lebih tepatnya seperti seorang bos yang memerintah semuanya, seolah dunia berada di dalam genggaman nya. Dia memerintahkan pelayan itu bahkan tanpa mempertimbangkan menggunakan kata yang sopan. Claudia yang merupakan Nona Muda nya dari pelayan itu, tidak pernah berbicara dengan para pelayan sekasar itu, tidak juga Adam. Meski Adam memerintahkan sesuatu kepada pelayan, tapi itu juga dengan suara yang sopan.


"Tapi Tuan, Nona sudah tidak tinggal disini lagi." Ucap Pelayan itu menginformasikan kepada pria itu.


"Tidak tinggal disini lagi? Apa maksudmu dengan hal itu? Ini adalah alamatnya bukan? Lalu kenapa dia tidak tinggal disini lagi? Lalu, di mana dia kalau begitu?"


Sean terlihat bingung. Orang suruhan nya tidak mungkin salah dengan informasi mereka. Tempat ini dengan jelas disebutkan sebagai tempat tinggal dan alamat asli dari Claudia.


"Nona pindah dan tinggal dengan Tuan di villa." Ucap pelayan itu seraya memikirkan tentang pasangan penuh cinta yang membuatnya tersenyum ceria di bibirnya.


"Tuan? Tuan yang mana?" Tanya Sean.


Sejauh yang Sean tahu, setelah papa Claudia meninggal, tidak ada lagi keluarga Claudia lainnya. Iya Claudia memang masih punya ayah kandung yang berada di luar kota. Tapi ayahnya masih berada di dalam sel tahanan, jadi tidak mungkin Claudia bisa tinggal bersama ayahnya sana.


"Tuan Adam. Eemmmmhh maksud saya dengan Adam Wijaya. Nona pindah di villa Tuan Adam.


"Adam Wijaya?" Ucap Sean terus menyebut nama itu.


'Petugas itu. Dia ada di tim itu juga bukan, ayah gadis itu, siapa namanya.... ya Megan. Ayah nya adalah petugas dan merupakan atasan mereka.... Kolonel itu... tapi petugas yang bernama Adam itu yatim piatu bukan? Dia tidak punya keluarga atau hubungan dengan cintanya. Oh tidak, dia adalah seorang bisnisman. Sekarang bagaimana mereka bisa berhubungan?'


"Kenapa kau memanggilnya Tuan?" Tanya Sean setelah berpikir beberapa saat.


"Saya tidak bisa memberitahukan anda tentang hal itu. Itu adalah hal pribadi bagi mereka. Kenapa anda tidak pergi dan bertemu mereka di sana dan bertanya langsung."


Pelayan tahu bahwa Claudia dan Adam masih menyembunyikan status pernikahan mereka sejak saat lama. Iya, seluruh negeri memang sudah tahu bahwa Adam sekarang sudah menikah. Tapi tidak seorang pun yang tahu identitas asli dari Claudia.


Sean pun mengerti karena rasa frustrasi dan kekecewaan. Dia sebenarnya berada dalam mode bahagia. Itulah kenapa dia tidak ingin marah.


"Baiklah, aku akan melakukannya sendiri dasar tidak berguna." Ucap Sean.


Meninggalkan rumah itu dengan rasa marah Sean langsung menghubungi anak buahnya dan meminta mereka untuk menemukan lokasi tentang Adam Wijaya.


Rasa tidak sabar menunggu untuk bisa bertemu dengan cintanya, setelah begitu lama. Tapi semua orang selalu saja menghalangi langkahnya. Pertama Adam dan teman-temannya yang selalu mengganggu orang yang merupakan anak buah Sean untuk mendapat anting-anting itu dari Megan. Sekarang Claudia sendiri tinggal dengan Adam.


'Apakah semua ini berhubungan? Apakah pria ini melindungi Megan atau Claudia? Apakah pria itu mencoba untuk menghalangi jalanku untuk menemui Claudia? Jika semua itu benar berarti pria itu adalah musuh utama ku.'

__ADS_1


Sampai sekarang Sean berpikir bahwa Megan adalah orang yang dilindungi oleh Adam diantara teman-temannya. Mereka melindungi Megan karena berpikir bahwa Sean mungkin akan menyakiti Megan karena suatu pembalasan.


Orang-orang Sean kemudian memberikan informasi tentang Adam setelah beberapa saat.


"Tuan, ini dia informasinya..."


"Baca dengan keras." Titah Sean.


Sean akhirnya tahu bahwa Adam berhenti dari militer, setelah kolonel itu meninggal. Begitu juga dengan teman-temannya dan hanya will yang masih menjadi anggota militer. Adam menjadi orang yang terkaya dan pebisnis yang paling hebat di negara ini. Malah merupakan salah satu orang yang begitu berkuasa di negeri ini. Dia bisa dikatakan sebagai murid dari papa Claudia. Hanya itu saja yang menjadi hubungan diantara Claudia dan Adam. Seluruh negeri tahu bahwa Adam sudah menikah dalam waktu 2 tahun belakangan tapi dia tetap merahasiakan nya sampai 1 bulan yang lalu.


Sean tidak bisa menebak kemungkinan yang lebih dekat lagi. Dia tetap berpikir apa sebenarnya hubungan diantara Adam dan cintanya itu.


************


"Oke, biarkan dia masuk." Ucap Adam kepada Nadia untuk membiarkan tamu itu masuk ke dalam ruangan nya.


Pintu terbuka dan disana lah pria yang sangat dibenci oleh Adam. Pria itu masuk ke dalam, berjalan dengan tegak dengan tangan yang berada di dalam saku celananya. Wajahnya yang memperlihatkan ekspresi datar kepalanya yang mendongak angkuh dengan rasa percaya dirinya.


Adam juga terlihat sama, perbedaannya adalah dia tidak meninggalkan posisinya yang tengah duduk. Adam pun memperbaiki posisi yang ternyaman untuk dirinya duduk.


"Lama tidak berjumpa Tuan Adam." Sean berbicara lebih dulu dan terdengar begitu percaya diri dan penuh kekuasaan.


"Selamat datang Tuan Sean. Silahkan duduk. Aku masih berpikir apa yang membuatmu datang kemari?" Ucap Adam sama persis dengan rasa percaya diri yang tinggi dan penuh kekuasaan yang ditunjukkan Sean tadi.


"Hentikan omong kosong mu ini. Apa hubungan mu dengan Claudia Arista Setyawan? Siapa kau?" Ucap Sean secara langsung tanpa basa-basi.


Sekarang hal itu membuat Adam geli.


"Siapa itu Claudia Arista Setyawan? Tidak ada seorangpun yang tinggal di kota ini dengan nama yang seperti itu." Ucap Adam dengan senyuman di bibirnya.


Sean menggelengkan kepalanya karena kebingungan pada awalnya kemudian dia pun berkata,


"Apa kau pikir aku tengah bercanda denganmu? Hentikan semua omong kosong ini dan jawab pertanyaan yang aku tanyakan." Ucap Sean membentak Adam, tapi ekspresi di wajahnya tidak terlalu berubah bahkan sedikitpun.


Kedua, aku tidak bercanda bahkan tidak dengan diriku sendiri kecuali itu adalah istriku.


Apa yang aku katakan semuanya benar. Tidak ada seseorang yang bernama Claudia Arista Setyawan. Aku rasa kau sudah mendapat informasi yang salah. Karena hanya satu Claudia yang aku tahu adalah....


Claudia Wijaya, istriku.."


Adam mengucapkan nama dan informasi itu dengan penuh bangga saat dia menyebutkan kata istri.


Hal itu membuat ekspresi Sean terkejut, wajahnya sangat syok.


"Istrimu? Maksudnya dia menikah denganmu? Hah, benarkah?" Sean tampak tidak percaya dan mengejek Adam.


Tapi Adam tidak kehilangan kesabaran nya. Dia tetap santai dan duduk dengan tersenyum sampai dia mendapatkan sebuah panggilan telepon. Kedua pria itu melihat kearah layar ponsel Adam yang memperlihatkan nama panggilan di layarnya..


❤️Istriku sayang❤️


Adam tersenyum dan menekan tombol speaker dengan sengaja.


"Halo sayang." Sebuah suara menggemaskan terdengar dari ponsel Adam, membuat Adam melihat kearah Sean lebih dulu sebelum menjawab.


" Iya sayang, ada apa? Apakah kau bosan di rumah? Apakah aku harus mengirimkan beberapa makanan ringan atau apapun itu padamu?" Ucap Adam kepada istrinya dengan nada yang normal, sama seperti yang dilakukannya setiap waktu dan tampak tidak peduli dengan pria yang ada di depannya.


"Tidak sayang, aku baik-baik saja. Kak Jolie dan Kak Nina datang kemari. Mereka mengunjungi aku, jadi mereka ada di sini bersamaku sekarang, jangan khawatir. Tapi sayang, aku ingin memberitahukan mu sesuatu." Ucap Claudia.


"Apa itu sayang?" Tanya Adam.


"Sayang, dia datang pagi ini untuk bertemu denganku di rumah. Penjaga datang dan menginformasikan kepada ku, dia ingin berbicara denganku. Tapi aku menolak, aku bahkan tidak membiarkan dia masuk ke dalam rumah. Dia terlihat begitu angkuh. Bagaimana bisa dia datang ke rumah seseorang dan memerintahkan untuk bertemu dengan pemilik rumah. Dia bahkan tidak bisa bersikap sopan kepada para penjaga. Dia juga bersikap tidak sopan kepada pelayan di rumah lamaku. Sayang aku mau kau mencukur nya sampai botak. Bagaimana dia bisa bertindak tidak sopan kepada orang-orang kita." Ucap Claudia.


Adam tidak bisa menahan tawanya diapun terbahak-bahak sangat keras. Adam tidak merencanakan hal ini, dia tetap membiarkan speaker menyala di ponselnya untuk membiarkan Sean mendengarkan percakapan penuh cinta mereka. Tapi tidak dengan hal ini. Bagaimana bisa Claudia berpikir untuk mencukur Sean hingga botak.

__ADS_1


'Aku rasa itu adalah ide yang sangat bagus.' pikir Adam ketika Claudia berbicara lagi.


"Sayaaaaaaang apakah kau mendengarkan aku?" Teriak Claudia tidak sabaran.


"Iya sayang, aku mendengarkan mu. Aku hanya mengimajinasikan bagaimana dia dengan kepalanya yang botak." Ucap Adam seraya melihat kearah Sean dengan mata yang mengejek dan mencoba untuk memikirkan bagaimana rupa Sean jika terlihat botak dengan serius.


Sean terdiam, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun. Tapi dari matanya terlihat dengan jelas bahwa dia begitu marah.


"Dam hentikan, lakukan itu lain kali. Sekarang dengarkan aku." Titah Claudia.


"Baiklah sayang, katakan." Balas Adam.


"Kapan kau akan pulang ke rumah? Aku merindukanmu, kau tahu." Ucap Claudia dengan suara yang menggemaskan.


Adam benar-benar ingin memakan istrinya yang begitu manis itu. Dia terlalu menggemaskan untuk di dengar bicara seperti itu.


"Aku hampir selesai sayang. Jangan khawatir, aku akan kembali ke rumah setelah makan siang dan yah, satu hal lagi. Aku akan mengirim seseorang membawakan mu beberapa cemilan dan es krim favoritmu oke. Bersenang-senang lah dengan mereka di sana, aku mencintaimu sayang, bye." Ucap Adam.


"Oke sayang, aku juga mencintaimu bye, cepat pulang." Balas Claudia.


Setelah sambungan telepon terputus, Adam akhirnya melihat kearah Sean.


Sean masih duduk di sana, diam untuk beberapa saat tanpa mengatakan atau melakukan apapun dan kemudian dia berdiri tegap menatap kearah Adam penuh kemarahan.


"Tindakan yang salah Tuan Adam, kau melakukan suatu kesalahan besar. Dia adalah milikku.


Dia lah yang bersalah lebih dulu. Aku memintanya untuk menungguku, tapi dia tidak melakukannya. Dia tidak bisa move on dari ku. Dia tidak bisa menikah dengan orang lain. Dia tidak bisa melakukan semua ini. Dia adalah milikku, dan hanya milikku. Aku tidak akan menyerahkan diriku untuk sesuatu yang tidak ada gunanya.


Aku akan membuat dia menjadi milikku, dia harus kembali kepadaku. Aku melakukan semuanya untuknya, dia tidak bisa meninggalkan aku seperti ini.


Dan kau, kau akan mati sebentar lagi. Tunggulah saja. Pertama-tama aku akan membuat dia kembali padaku dan kemudian aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.


Aku beri tahu kau, mulailah menghitung hari kematian mu sejak hari ini. Kalau sudah mati dan hanya tinggal beberapa hari saja." Ucap Sean dengan melihat kearah Adam dengan penuh kemarahan.


Tapi Adam tidak terpancing sama sekali. Tidak ada ketakutan di matanya ataupun ekspresinya. Dia tidak pernah takut akan kematian. Bagaimana bisa pria itu berpikir bahwa seseorang yang berada dalam dunia militer beberapa tahun, seseorang yang selamat di medan pertempuran, seseorang yang baru saja ditembak beberapa bulan yang lalu ini akan takut dengan kematian.


Sean bisa saja mengancam nya. Tapi Adam tidak akan pernah membiarkan dia menyakiti istrinya. Bahkan jika dia harus mati, Adam berjanji untuk mengamankan hidup istrinya. Dan Adam sedang memperjuangkan hal itu dan dia hampir berhasil melakukannya, tinggal beberapa minggu lagi.


Adam menggelengkan kepalanya dan tersenyum karena tidak terpancing sama sekali.


Sean meninggalkan ruangan itu dengan langkah yang cepat dan saat dia berjalan keluar, dia merusak sebuah vas yang terletak di dekat pintu.


**************


Saat Adam kembali ke rumah setelah pertemuan dengan Dom dan Kim, mereka menyiapkan semua relasi dan kontak mereka dengan cepat. Adam tengah menyiapkan sesuatu sebelum yang terburuk terjadi untuk melindungi Claudia. Jadi Sean tidak akan bisa menyentuhnya, tapi bahkan jika Sean bisa mendapatkan Claudia, Adam sudah menyiapkan cara untuk melawannya. Setidaknya itulah yang sedang dicoba Adam.


Adam dan Claudia memiliki waktu romantis mereka berdua ketika Claudia mendapat pesan dari nomor tidak diketahui.


Tapi satu hal yang menarik, kelemahan Sean kali ini adalah suara menggemaskan dari Claudia. Pertama kali dia bertemu dengan Claudia dulu, Claudia masih merupakan gadis yang ceplas-ceplos dalam berbicara. Namun sekarang Sean akan mendengarkan suara Claudia yang sangat menggemaskan dan ramah.


Adam tengah berpikir bagaimana reaksi Sean jika bertemu dengan Claudia secara langsung.


Sean masih tidak tahu bagaimana tinggi dan besarnya Claudia saat ini, atau apakah Sean pernah berpikir tentang hal itu. Dia begitu terobsesi dengan gadis yang polos ini dulu, dan sekarang kelemahannya adalah suara Claudia yang menggemaskan, penuh cinta perhatian dan sikapnya yang begitu berbeda dari yang dulu. Dimana Claudia yang sekarang selalu meminta izin untuk apapun pada suaminya, di mana dia yang begitu mematuhi suaminya, dimana dia yang selalu merindukan suaminya dan dia yang menunggu suaminya pulang.


Adam tidak pernah berpikir bahwa Claudia akan berubah seperti ini. Adam pun tertawa mengimajinasikan Claudia yang mencukur Sean sampai botak sembari dia yang terus menyumpahi Sean yang sudah mengganggu hidupnya dan kemudian Claudia yang akan mengaplikasikan seni yang dia punya di kepala Sean.


Bersambung....


Bagaimana menurut kalian Sean yang botak ide kalau dia benar-benar fantastis... 😂😂


Selanjutnya...


Kalina diculik...

__ADS_1


__ADS_2