90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
18. Cara Lain


__ADS_3

Pagi berikutnya merupakan hari minggu, dimana Claudia tidak harus pergi ke kampus. Tapi, Nila tetap datang ke kamar Claudia untuk membangunkan Claudia pukul 7:30 pagi. Claudia terkejut karena bukan Adam yang datang untuk membangunkannya.


'Apakah dia masih saja marah? Oh ya, kapan aku punya kesempatan baik untuk minta maaf. Memasak adalah ide yang sangat buruk. Tidak bisa begini, aku harus tetap terlihat baik dihadapannya. Aku tidak boleh menyerah. Bagaimanapun, aku juga yang telah melanggar janjiku. Tapi, apalagi yang harus aku lakukan untuk meminta maaf?' ucap Claudia dalam hati terus berpikir.


Endra menelepon....


"Hai, halo Di... Kau dimana cantik? Kau menghilang sejak pesta itu. Apa kau baik-baik saja? Kau tidak terlibat masalah kan?" Tanya Endra.


Claudia memang tengah berada dalam masalah, ia mengangguk lalu mulai bicara.


"Tidak, aku sedang tidak baik-baik saja bro. Aku butuh bantuan." Balas Claudia.


"Oke... Oke.... Tenang saja, aku akan membantu mu, tenang saja. Tapi, lebih dulu kau harus mencium ku dan memanggil ku sayang." Ucap Endra.

__ADS_1


"Uweeekkkkk..." Claudia terdengar seperti ingin muntah, tapi tidak bisa.


Ia malah tampak semakin kesal. "Jadi, kau tidak mau membantu ku. Oke baiklah. Pergilah cium dirimu sendiri, aku tidak butuh bantuan mu." Teriak Claudia.


"Aku sudah mencium diriku sendiri selama ini sejak kau terus menolak cinta dan lamaran yang selalu aku tujukan padamu. Ahh, aku masih saja berharap. Andai saja aku bisa mencium bibir ti..."


"Kau bisa diam tidak?" Teriak Claudia yang semakin merasa kesal.


"Oke, baik... baik. Aku akan berhenti saat ini juga. Sekarang katakan padaku, apa yang bisa aku bantu?" Tanya Endra yang akhirnya kembali bersikap normal.


"Dengar, bagaimana jika kau telah melakukan sesuatu yang buruk terhadap seseorang, lalu kau ingin meminta maaf. Apa yang harus kau lakukan untuk meminta maaf?" Tanya Claudia berharap Endra mampu memberikan saran padanya.


Endra tampak penasaran sekarang.

__ADS_1


"Oooohhhoooo... Gadis nakal. Siapa orang itu hah? Katakan padaku. Bukankah selama ini kau selalu membuat aku kesal? Apa sekarang ada orang lain?"


Claudia memutar mata malas. Ia tampak penasaran dengan jawaban Claudia dan memilih diam. Dan bagi Endra, diamnya Claudia merupakan saat dimana dirinya harus berhenti untuk bercanda.


"Kau bisa membelikan sesuatu sebagai hadiah untuk meminta maaf." Ucap Endra memberi saran.


Mata dan wajah Claudia memancarkan kebahagiaan dan kegirangan. Ia bahkan ingin melompat kegirangan.


"Ah benar sekali. Kenapa aku tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Itu merupakan hal yang sangat simpel dan gampang untuk didapatkan. Itulah kenapa. Sebenarnya itulah alasan kenapa aku tahan menghadapi komentar konyol dan sifat aneh mu, karena kau terlalu baik. I love you pacar pura-pura ku. Ini ambil ciuman dariku." Ucap Claudia lalu memutuskan sambungan telepon.


Sementara itu, disisi lain, Endra sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Claudia. Selama ini hanya dirinyalah yang membuat Claudia kesal dan selau bertengkar dengannya. Tapi hal itu tidak berarti bahwa Endra tidak perduli pada Claudia.


'Siapa pria ini. Pria yang Claudia ingin membelikannya hadiah ini. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Meminta maaf, membelikan hadiah dan yang lainnya.' pikir Endra.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2