90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
Kembali Pulang (Bab 71)


__ADS_3

Lima hari kami habiskan untuk berkeliling di London. Seharusnya kami masih ingin berlama-lama. Namun, karena Andreas mempunyai pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan terlalu lama membuat kami akhirnya memutuskan untuk kembali. Apalagi Angelica telah memberitahu kami bahwa Arnold akan segera menerima putusan persidangan.


Di hari terakhir kami berada di London. Andreas menghadiahiku sebuah kalung dengan liontin bertuliskan 'VelAn'. Aku yang bingung sontak bertanya padanya.


"VelAn? Maksudnya?"


"Velicia Andreas." Jawab Andreas.


Kami duduk berhadapan di dalam hotel sebelum pergi ke bandara. Aku pun mengutarakan semua isi hatiku pada Andreas.


"Aku mau mengatakan sesuatu padamu." Ucapku.


"Apa itu? Katakanlah." Balas Andreas.


"Entahlah, yang jelas kembalinya dirimu di hidupku, selalu membuatku bahagia. Meski kau sempat seperti ini dan seperti itu. Meski kau sempat menjadi orang asing bagiku. Meski aku sempat seperti ini dan seperti itu karena mu. Bahkan sempat mencoba memulai dengan selain mu, karena ku pikir itu kamu...


Tapi entahlah, rasa ini terhadapmu, tak pernah berubah. Dan sekembalinya dirimu, sudah pasti menumbuhkan kembali harapan yang pernah kita andai-andaikan dahulu. Aku tak akan mempermasalahkan yang telah berlalu, itu sudah aku anggap sebagai pelajaran, untuk menguatkan ku..


Selama ini aku hanya bertahan pada keyakinan ku, iya… keyakinan untuk kelak dapat membangun istana bersamamu, untuk tetap menyayangimu, meskipun aku tau, ini tak mudah untuk kita lalui. Tapi, bahagiaku itu adalah kamu, senyumku adalah kamu, penyemangat ku adalah kamu. Dan hidupku adalah kamu. Maka, tidak ada alasan bagiku untuk berhenti menyayangimu sesulit apapun yang harus aku hadapi akan aku lewati.


Aku kuat karena kehadiranmu, bohong jika aku mengatakan aku tidak bahagia bersamamu, kebahagian dan jatuh cinta setiap harinya selalu aku rasakan disela hembusan nafasku, nafasku yang ku hirup beriringan dengan kasih sayangmu yang selalu menemani ketenangan ku. Semangatmu yang selalu memberikan pelangi keindahan di hatiku dan perhatianmu yang selalu memberikan ketenangan di setiap waktu yang ku lewati.


Aku tak pernah mengira bisa menyayangimu sebesar dan seyakin ini, aku tau ini tak mudah, bahkan aku dan kamu tak pernah membayangkan sebelumnya. Tapi inilah takdir, ini garis kehidupanku yang telah ditulis Sang Pencipta sehingga aku dan kamu bisa memiliki rasa sayang seindah dan seluar biasa yang belum pernah aku rasakan. Aku hanya ingin selalu bersamamu, aku hanya ingin kisah kita berujung bahagia. Aku tau sayang, perjalanan kita mungkin tak akan semudah mereka, tak akan semulus yang kita kira.


Tapi bukankah aku dan kamu memiliki keinginan dan harapan yang sama "hidup bersama selamanya tanpa ada jarak antara kita seperti saat ini". Tegak lah bersamaku, aku butuh yakin mu, aku butuh kamu untuk raih semua rencana-rencana yang telah kita rancang bersama. Bukankah Tuhan kita tak pernah tidur, dan kita selalu percaya bahwa Dia selalu mendengar doa-doa kita. Aku yakin, segala yang terasa sulit akan lebih mudah dihadapi jika kita bersama.


Bertahanlah demi kita..


Sadarkah, aku dan kamu masih tetap bertahan meski semuanya tidak mudah untuk kita lalui, terlebih dengan jarak yang begitu jauh membentang diantara kita. Ketika rindu perlahan datang dan sedikit demi sedikit rindu itu menjadi bukit. Kata orang rindu itu akan sembuh dengan pertemuan, tapi nyatanya pertemuan itu tidak semudah yang kita bayangkan. Kita berlindung pada rindu yang terus membanjiri dengan doa.


Iya, namamu tak pernah alfa ku sebut dalam setiap Doaku. Aku menghapus rinduku dengan mendokan mu agar semua tetap utuh seperti apa yang aku harapkan, seperti harapan dan keinginan kita. Doa adalah caraku memelukmu dari sini, doa adalah caraku meyakinkan tuhan jika aku bahagia ketika bersamamu, aku selalu yakin dan percaya tuhan mendengar doa ku..


Tuhan tau apa yang terbaik untuk kita, Tuhan tau alasan mengapa kita dipersatukan dengan hal yang tidak biasa seperti ini. Tuhan begitu menguji kesabaran dan kesetiaan dalam kisah yang kita lalui kali ini.


Saat-saat ini..


Tak akan pernah ada kata lelah untuk menunggumu, Aku akan selalu sabar untuk kamu dan untuk kita. Kesabaran ku adalah bentuk pengakuanku jika memang kebahagiaan ku adalah kamu. Kesabaran ku adalah bukti ketulusan jika aku menyayangimu dan menginginkanmu. Kesabaran ku adalah bukti kesetiaan ku dalam menunggu hadirmu di sampingku.


Setiap kata yang terucap darimu adalah ketenangan dan kebahagiaan tersendiri untukku, bahkan sumber semangat bagiku.


Aku sadar jalan kita masih panjang, banyak aral dan liku yang harus kita lewati bersama. Hanya dengan bersamamu, aku bisa. Hanya dengan bersamamu, aku kuat. Jalan yang kita lewati tak akan selamanya lancar dan mulus, cobaan dan permasalahan pasti ada menjadi batu kerikil dalam perjalanan kisah kita. Jika kita berdua mampu percaya dan menjaga keutuhan yang telah kita bangun, semuanya akan baik-baik saja. Doa, hanya itu yang kamu dan aku andalkan. Aku hanya membutuhkan kamu untuk menggenggam tanganku lalu berjalan bersama mencari tujuan dari perjalanan panjang yang kita lalui, tujuan yang menjadi mimpi kita berdua adalah sama-sama menjadi cinta terakhir.

__ADS_1


Dalam perjalanan hidupku, kamu adalah kisah yang tak mungkin terlupakan. Cinta yang mungkin tidak akan pernah aku rasakan lagi selain bersamamu. Hariku akan sepi jika tanpa tawamu, semangatku berkurang jika tanpa lirih suaramu. Aku bertahan atas keinginan dan kepercayaan hatiku, aku bertahan karena aku ingin kamu menjadi tempat terakhir dari perjalanan panjang ku. Karena aku yakin kita bisa kita mampu melewati semua.


Terima kasih untuk hadirmu kembali, untuk semangatmu, dan doamu untukku..."


Entah dari mana semua kata-kata itu bisa keluar begitu saja dari mulutku. Entah kapan aku merancangnya aku juga tidak tahu. Yang jelas, aku hanya ingin Andreas tahu bahwa aku bahagia bersamanya.


"Sayang... Tanpa kau mengatakan semua itu pun aku sudah tahu bagaimana perasaanmu terhadapku. Tapi, waktu memang tak berpihak pada kita saat itu. Dan sekarang Tuhan memberikan kita kesempatan sekali lagi dan kita bisa bersatu. Ku harap aku bisa menjadi pelindungmu, penjaga mu dan menjadi pria satu-satunya yang dapat membahagiakanmu." Ucap Andreas.


Aku memeluk Andreas dengan erat.


"Hanya kamu, cuma kamu satu-satunya yang bisa membahagiakan aku. Aku mencintaimu." Ucapku.


Andreas menciumku dan perlahan tangannya beralih memegang tempat favorite nya.


"Ayolah. Kita sudah harus ke bandara." Ucapku.


"Kita masih punya waktu satu jam sayang. Bandara juga tidak terlalu jauh. Akan sangat lama bagi kita terbang di angkasa nanti. Jadi sebelum itu ayo lakukan sekali lagi." Ucap Andreas menggodaku.


Meski enggan, aku pun tak bisa menolak keinginan suamiku. Karena seperti yang dikatakan Mama mertua, utamakan suamimu. Kapanpun dia ingin, segera layani. Jika itu masih dalam batas kewajaran. Karena surganya isteri berada pada suaminya.


Mama pernah mengatakan kepadaku,


"Dalam bingkai biduk rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin yang berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya secara baik dalam urusan agama atau dunianya. Dan, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, berpakaian dan tempat tinggalnya.


Karena ketaatan istri pada suami adalah jaminan Surganya.


“Suami adalah Surga atau Neraka bagi seorang istri. Keridhaan suami menjadi keridhaan Tuhan. Istri yang tidak diridhai suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka."


“Yang harus kita ketahui sebagai seorang istri adalah hak suami berada di atas hak siapapun manusia termasuk hak kedua orang tua. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri.” urai Mama menjelaskan.


“Di antara kewajiban seorang istri atas suaminya adalah hendaknya seorang istri benar-benar menjaga amanah suami di rumahnya, baik harta suami dan rahasia-rahasianya. Begitu juga bersungguh-sungguh mengurus urusan-urusan rumah,” tuturnya lagi.


Sejak hari Mama mengatakan semua itu, aku mulai merubah diriku untuk lebih berbakti kepada suamiku.


***************


Akhirnya aku dan Andreas kembali ke Ternate. Baru saja tiba, kami mulai dibuat pening dengan pemberitaan tentang keluarga Setyawan. Banyak berita yang mulai mengisukan bahwa kedua putera Setyawan berseteru demi memperebutkan seorang wanita. Aku menjadi begitu kesal mendengar pemberitaan tentang diriku yang tak sesuai dengan apa yang sebenarnya.


"Sejak kapan berita itu mulai beredar?" Tanyaku pada Angelica.


"Baru dua hari ini. Aku pikir karena sidang putusan yang akan dijatuhkan pada Kak Arnold." Jawab Angelica.

__ADS_1


"Sudahlah sayang. Kita baru saja bersenang-senang. Kenapa kau harus memusingkan semua itu lagi?" Tanya Andreas.


"Andreas benar sayang. Kamu tak perlu memikirkan semua itu. Fokuslah kepada kebahagiaan kalian berdua. Untuk apa memusingkan semua perkataan orang lain. Hidup kita, kita yang tahu bukan mereka. Kau hanya perlu menjadi orang yang tetap bersikap baik dimata Tuhan. Karena dimata manusia kita tetap saja punya kesalahan." Sambung Mama.


Aku menghembuskan nafas panjang, berusaha menerapkan apa yang dikatakan Mama. Hanya saja aku jadi begitu kesal, karena belum juga aku sempat membawa koper masuk ke dalam kamar, aku sudah mendengar berita yang membuat telingaku panas.


"Oh ya, oleh-olehku mana?" Tanya Angelica.


Aku tersenyum lalu membuka koper dan mulai memilah-milah oleh-oleh yang aku bawa. Aku memberikan dua buah kotak kepada Angelica dan satu untuk Mama. Saat dibuka keduanya begitu sumringah.


"Gimana Kak Velicia tahu kalau aku lagi ngincar sepatu ini?" Tanya Angelica.


"Tentu saja dari sosmed kamu. Kamu kan sengaja post foto sneaker itu biar bisa dibelikan kakak ipar mu." Protes Andreas.


"Hahahaha..." Angelica tertawa.


"Terima kasih ya sayang. Mama suka." Ucap Mama memelukku.


Aku memberikan sebuah sepatu sneaker dan tas kepada Angelica. Sementara untuk Mama aku membelikan baju keluaran terbaru dari merk ternama. Meski aku tahu Mama tidak terlalu suka dengan barang-barang mewah, tapi tidak ada salahnya sesekali memberikan sesuatu yang istimewa pada Mama.


Untuk esok hari, aku akan pergi menemui Merry dan memberikan buah tangan yang khusus aku berikan padanya.


Bersambung....


Hai semuanya....


Apa kabar? Semoga selalu sehat yaa...


Seneng banget akhirnya bisa crazy up.... 💪💪😁


Terima kasih banyak buat kalian semua yang udah dukung dengan like, komen, ngasih hadiah atau vote karya ini... 🙏🙏🙏


Terus dukung aku ya semuanya...


Selain karya ini, kalian juga bisa baca karya aku yang lainnya. Dijamin bisa terhibur... 😍😍


Buat yang punya IG atau FB, boleh follow aku juga dengan nama akun yang sama. Yuk berteman.... 😊😊


IG: la_rayya


FB: La-Rayya

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih ya.... Love you sekebon cabe semuanya... 😘😘😘


__ADS_2