90 Hari Mengejar Cinta Suamiku

90 Hari Mengejar Cinta Suamiku
60. Hubungan Claudia & Sean


__ADS_3

Adam kembali ke ruangan pribadinya saat jam 01.30 siang hari itu, untuk melihat istrinya yang masih tertidur di tempat tidur yang ada di dalam ruangan itu. Setelah selesai sarapan dengan cepat, pasangan itu lalu tidur siang. Beberapa saat kemudian, Adam bangun dan mulai sibuk dengan pekerjaannya tanpa membangunkan istrinya itu.


"Sayang??" Adam berbisik di telinga Claudia lalu berbaring di atas tubuhnya.


Claudia tidak merespon, jadi Adam mencium pipi Claudia hingga ke telinganya. Kali ini apa yang dilakukan Adam membuat Claudia berkedip dan membuka mata perlahan.


Claudia membuka matanya dengan suara mendesis karena kesal mendapati alasan dari hal yang membangunkan nya. Claudia lalu memukul lengan suaminya itu.


"Dam, kenapa kau begitu jahat. Biarkan aku tidur, kumohon." Ucap Claudia dan mencoba kembali tidur dengan membalik tubuhnya tapi tidak bisa karena Adam sudah memegang dirinya.


"Ah... Tidak, cukup tidurnya. Sekarang ikutlah denganku, kau harus makan. Ini sudah waktunya untuk makan siang." Ucap Adam seraya mengusap pipi Claudia dengan bibirnya.


Setelah beberapa saat kemudian, Claudia pun terbangun dari tempat tidur dan langsung duduk dengan posisi tegak membuat Adam terkejut.


Claudia akhirnya mengingat bahwa dia perlu tahu alasan Adam yang sebenarnya sampai bertingkah begitu aneh selama dua hari ini. Hal itu pun yang membuat Claudia langsung terjaga dari tidurnya dan kembali ke realita yang ada.


"Aku sudah memesan makanan favoritmu, ayam bakar dan spaghetti dengan beberapa makanan lainnya."


Adam mencium kening Claudia dengan lembut saat gadis itu terlihat tengah sibuk dengan pikirannya sendiri seraya menatap Adam dengan tatapan kosong.


Adam kemudian mendaratkan ciuman di bibir Claudia membuat Claudia langsung kembali kepada kesadaran nya dan Adam kembali memberitahukan kepadanya tentang makanan yang dipesannya.


"Ada sekotak penuh coklat juga, tapi coklat itu belum dibayar. Jadi kau harus membayarnya dengan ciuman..." Adam mulai menggoda Claudia lagi.


Claudia tidak menghiraukan godaan dan ciuman yang terus-menerus diberikan Adam, dia malah langsung berbicara.


"Dam, kau bilang kau akan memberitahukan semuanya, jadi..... Mmmmmhhh...."


Claudia tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena Adam sudah langsung menaruh jari telunjuk nya di bibir Claudia.


"Jangan sekarang, istriku ini adalah prioritas utama ku. Jadi kemari lah lebih dulu dan makan siang denganku. Kita akan pulang ke rumah lebih cepat dan akan membicarakan tentang semua itu nanti, oke." Ucap Adam.


Claudia ingin protes tapi tidak bisa membuat suara apapun karena mulutnya masih ditahan oleh Adam.


"Hei, apa kau mau melakukan sesuatu yang menyenangkan?" Tanya Adam dengan memainkan alisnya naik turun.


Claudia ingin tersenyum dan berkata 'iya', tapi tidak bisa karena pipinya sudah memerah. Dia menahan dirinya sesaat untuk memperlihatkan senyumannya.


Ini adalah pertama kalinya bagi Claudia melihat suaminya begitu dekat setelah beberapa lama. Cara suaminya bersikap seperti normal kembali kepadanya membuat Claudia lebih bahagia dan sangat bahagia dari sebelumnya.


Claudia tiba-tiba mengangguk dan setuju dengan apa yang dikatakan Adam karena masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Lalu dia melihat Adam dan menanyakan apa yang akan mereka lakukan yang disebut Adam sesuatu yang menyenangkan itu.


Adam lalu menelpon seseorang dari ponselnya dan berkedip ke arah Claudia sebelum bicara.


"Halo, iya Hilda, aku sudah memesan makan siang. Dan mungkin akan datang sebentar lagi. Bawa semuanya ke dalam ruangan pribadi ku saat semuanya tiba oke." Titah Adam dan memutuskan sambungan telepon seraya tersenyum dengan nakal.


Claudia masih tidak mengerti apa pun, jadi dia terus menatap suaminya dengan penuh tanya. Adam mendorong Claudia di tempat tidur, lalu memeluknya lagi. Kali ini Adam membuka jas dan dasinya, juga sepatunya.


"Apa... apa... Apa yang kau lakukan? Kau bilang kita akan makan siang. Kau sudah meminta pada sekretaris mu untuk membawa makan siang itu kemari.... Tidak jangan sekarang.... Sayang... Ku mohon sayang, tunggu... Sayang apa yang...."


Claudia terus berucap sampai Adam benar-benar memeluk dirinya dengan posisi yang nyaman.


"Mari kita berikan Hilda sebuah pertunjukan." Ucap Adam.

__ADS_1


"Tapi kenapa sayang?" Tanya Claudia bingung.


"Sayang, dia adalah karyawan ku. Tapi dia sudah bermain kotor dengan menjadi mata-mata untuk Megan yang aku sendiri tidak tahu sejak kapan dia memulainya. Dia menelpon Megan, memintanya untuk datang kemari. Jadi itulah kenapa Megan bisa datang dan mencoba untuk menggoda aku dan membuat aku seolah berselingkuh darimu." Ucap Adam.


"Benarkah? Apakah Hilda yang menelpon Megan?" Tanya Claudia kembali dengan wajah dan mata yang penuh dengan rasa terkejut.


"Iya, sebenarnya aku rasa dia iri padamu. Aku tidak bisa memecatnya, dia sangat baik dan efisien dalam pekerjaannya dan dia sebenarnya orang yang berkompeten juga. Tapi aku sangat ingin untuk memberikan dia sedikit pelajaran dengan melihat dia merasa malu, kumohon sayang." Pinta Adam.


Claudia tertawa dengan ulah suaminya itu lalu melingkar kan tangannya di leher sang suami.


"Apakah kau benar-benar ingin bermain-main dengan ku di depan wanita lain? Sejak kapan kau menjadi begitu nakal dan begitu genit?" Ucap Claudia.


Adam hampir mencium istrinya ketika pintu terdengar diketuk. Claudia awalnya begitu terkejut, tapi suaminya langsung menciumnya dengan begitu dalam. Adam duduk dengan posisi membelakangi pintu tapi tidak dengan Claudia. Dia bisa dengan jelas melihat sekretaris Adam itu berdiri di pintu dengan beberapa paket makanan di tangannya. Mata Hilda membelalak saat pertama kali melihat pasangan itu tengah bercumbu. Tapi dia lalu mengalihkan perhatiannya. Karena malu melihat pasangan itu saling berciuman, lebih tepatnya seperti Adam tengah memakan istrinya.


Hilda merasa malu. Dia ingin langsung berbalik. Namun Adam melambaikan tangan ke arah dirinya meminta Hilda untuk masuk ke dalam. Hilda begitu terkejut, dia pikir pasangan itu akan terganggu akan kedatangannya dan mereka akan meminta dia untuk kembali beberapa saat lagi. Hilda mematung beberapa saat sebelum mengambil langkah kecil masuk ke dalam ruangan dengan hati-hati agar tidak melihat ke arah tempat tidur dimana pasangan itu tengah bercumbu.


Claudia dengan cepat melepas ciuman itu kemudian dia terlihat sedikit mengambil napas lalu berucap, "Hilda tolong taruh makanan itu di me.... aaaaaaauuhhh..."


Claudia tidak dapat menyelesaikan kalimatnya karena dia merasakan sensasi yang menggelikan di lehernya karena sentuhan lidah Adam. Claudia mengerang dengan keras dan begitu terkejut.


Hilda yang tengah mencoba untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan Claudia, wajahnya langsung memerah merona. Cara Claudia mengerang membuat rasa sakit yang tiba-tiba muncul di dalam hatinya.


Adam tidak menghentikan aksinya sedikitpun. Dia terus mencium leher Claudia dengan penuh hasrat mengusap wajah Claudia sampai ke dadanya. Adam mulai meraba dada Claudia dengan perlahan dan lembut hingga membuat dirinya terdengar mengerang saat terus mencium bibir Claudia. Hal itu membuat dua orang lain yang ada di dalam ruangan itu merasa tidak nyaman dan canggung.


Claudia merasa canggung karena dialah yang mempertontonkan hal itu dan Hilda sendiri karena dia tidak pernah berpikir dalam mimpi sekalipun bahwa dia akan mendengar suara seorang Adam Wijaya yang terdengar mengerang dan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


Hal itu juga dirasakan Claudia. Dia adalah istri yang suaminya di impikan oleh semua wanita di negara ini.


"Hilda, bisakah kau menyajikan makanan itu untuk kami?" Suara yang terdengar begitu manly terdengar di telinga Hilda, membuat dirinya berbalik dan langsung tidak dapat berkata apa-apa.


Adam berbalik dan memutar tubuh bagian atasnya dari istrinya yang berada dibawahnya, melihat kearah Hilda. Kemeja yang dikenakannya sudah terbuka semua kancing nya sudah terlepas dan memperlihatkan deretan otot perutnya yang begitu sempurna. Rambutnya sedikit berantakan, matanya penuh dengan hasrat dan keinginan untuk bercinta. Suaranya terdengar lebih dalam dari lautan.


Hilda menelan ludah melihat pemandangan itu. Dia tidak bisa menyangkal bahwa tatapan mata Adam itu membuat dirinya bergetar.


Claudia mengambil kesempatan dan mencoba untuk keluar dari cengkraman Adam tapi tidak bisa.


"Hentikan sayang, aku belum selesai." Adam menarik Claudia lagi dan berbicara dengan suara yang terdengar begitu lembut. Suaranya begitu dalam dan sangat manly. Dia lalu melihat kearah Hilda lagi yang masih berdiri di sana dengan tidak dapat berbicara apapun dan terlihat begitu malu.


"Hilda, apakah kau mendengarkan aku? Tolong sajikan makanan itu untuk kami. Kami akan segera memakannya setelah aku selesai bercinta dengan kesayanganku." Ucap Adam lagi.


Claudia merasa begitu kesal, dia ingin memukuli suaminya yang bertingkah menggelikan itu. Claudia pun tidak bisa menahan diri dia kemudian mencubit dada Adam. Hilda tidak dapat melihat hal itu. Adam mencoba menahan ekspresinya agar tidak terlihat kesakutan. Meski begitu sebenarnya dia merasakan sakit.


"Iya Tuan..." ucap Hilda setelah berjuang untuk mengeluarkan suara dari dalam mulutnya.


Setelah semua permintaan Adam dilakukan, seperti mempermalukan Hilda, mendapat hidangan pembuka sebelum makanan utama, menikmati makan siangnya dengan nyaman, mereka pun akhirnya menyelesaikan hari itu dengan indah.


****************


Kembali ke rumah, Claudia tampak begitu tidak sabar menunggu Adam untuk keluar dari kamar mandi dan memberitahukan segalanya kepadanya. Claudia tidak tidur dengan nyenyak sejak 2 hari dan dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak, jika dia belum mengetahui apa yang sebenarnya.


Adam keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang terlihat serius. Karena apa yang akan mereka diskusikan adalah hal yang sensitif dan sedikit tidak menyenangkan. Adam pun terlihat begitu khawatir akan Claudia dan dia juga takut tentang kebenaran di masa lalu yang terjadi antara Claudia dan pria itu.


Adam mendekat dan duduk di sebuah sofa berhadapan dengan Claudia yang duduk di ujung tempat tidur.

__ADS_1


"Sayang, ini semua karena Sean." Ucap Adam secara langsung.


Claudia terlihat begitu bingung dan matanya dengan jelas memperlihatkan kebingungan itu.


"Sean? Siapa dia? Apa hubungannya dengan kita atau Megan? Apakah dia adalah lawan bisnis mu?" Tanya Claudia.


Kebingungan dan ketidaktahuan Claudia menunjukkan bukti di wajahnya bahwa dia tidak mengingat siapa itu Sean.


'Dia tidak dapat mengenali Sean. Tapi cara Sean berbicara tentang hubungan dirinya dan Claudia, terlihat mereka begitu....'


Adam berhenti berpikir saat Claudia menepuk tangannya untuk mendapat perhatiannya.


"Sayang, apa yang kau pikirkan? Katakan kepadaku sekarang siapa pria bernama Sean ini?" Tanya Claudia dengan suaranya yang terdengar begitu menggemaskan.


"Dia adalah seorang mafia. Dia menyerahkan dirinya ke polisi, menerima semua tuduhan kejahatan yang diberikan kepadanya dan polisi menghukum nya beberapa tahun yang lalu. Sekarang dia sudah keluar dari penjara kemudian dia mengatakan bahwa kau adalah cintanya dan dia ingin membawamu pergi bersamanya ke Australia." Ucap Adam menjelaskan semuanya tanpa ada kebingungan dan rasa penasaran yang keluar dari suaranya.


Claudia sekarang mengingat nama itu. Itu nama yang hanya sekali di dengarnya di televisi. Wajah Claudia berubah warna, Adam menyadari bahwa istrinya sekarang sudah mengetahui siapa pria itu.


'Itu artinya dia memang mengenal pria itu.' pikir Adam.


"Ciuman pertama ku..." Ucap Claudia dengan suara yang terdengar begitu terkejut.


Adam sendiri, matanya langsung membelalak sempurna saat mendengar apa yang dikatakan Claudia. Dia melihat Claudia dengan mulutnya yang terbuka.


"Dia adalah ciuman pertama ku, aku masih berusia 16 tahun, saat aku pertama kali bertemu dengannya." Ucap Claudia lagi masih dengan wajah yang panik.


Adam dapat melihat bagaimana ketakutan dan kepanikan dari wajah Claudia saat menceritakan tentang pria itu.


Claudia langsung mendekat dan duduk di samping Adam di sofa dengan matanya yang terlihat bingung mencoba untuk memproses apa yang terjadi.


Adam menjadi takut dan gugup setiap detiknya.


'Ciuman pertama? Berarti Calvin bukanlah orang pertama yang menciumnya. Jadi mereka berhubungan bahkan sebelum dengan Calvin, tapi kenapa Sean meminta para anak buahnya untuk mencari tahu tentang Claudia kalau begitu.'


Adam yang bingung menutup matanya dan memutuskan untuk mengetahui yang sebenarnya dari Claudia sendiri.


"Di... Apakah apakah kau.... maksudku, jika kau...."


"Apa yang sebenarnya sudah dia lakukan? Tolong beritahu aku secara detail. Di mana dia sekarang? Apakah kau sudah bertemu dengannya secara langsung? Kapan semua ini dimulai? Apakah dia tahu bahwa aku sudah menikah denganmu?" Tanya Claudia bertubi-tubi yang memotong ucapan Adam.


Rasa keingintahuan dari suara Claudia membuat Adam merasa tidak nyaman dan sedih. Adam berusaha untuk menguatkan dirinya. Ini adalah saat terpenting bagi dirinya untuk mengontrol dirinya dan sebenarnya dia mencoba untuk menerima semua kebenaran yang ada, sepahit apapun itu tentang masa lalu Sean dan istrinya.


Jadi Adam mulai menjelaskan semua yang dia tahu sampai saat ini, bagaimana pria itu sudah mencoba untuk mengambil anting-anting itu. Bagaimana Adam kemudian memperlakukan Megan dengan menjadi pelindung nya. Bagaimana semuanya terjadi kepada Adam dan teman-temannya yang melindungi Megan. Bagaimana dirinya yang terkena tembakan dari anak buah Sean dan semua yang pernah terjadi diceritakan oleh Adam.


Claudia mendengarkan semuanya dengan mata yang terlihat begitu terkejut. Dia tidak pernah berpikir bahwa semua ini, terjadi di belakangnya. Dia tidak pernah tahu bahwa orang-orang terdekatnya menyimpan banyak hal dari dirinya.


Dia tidak pernah tahu bahwa Sean sudah membuat masa banyak masalah di belakangnya.


Di sisi lain Adam tengah berkutat dengan pikirannya sendiri.


'Sekarang dia sudah mengingat pria itu. Apakah dia mau bertemu dengan pria itu? Apakah dia merindukannya sekarang? Bagaimana keputusanku nanti? Apakah aku akan melepaskannya? Apakah aku akan melangkah mundur, jika Claudia sebenarnya mempunyai perasaan dengan pria itu? Apakah Claudia menyesali pernikahan kami sekarang? Apakah inilah yang menjadi alasan Claudia untuk menolak pernikahan ini sejak awal. Claudia memang tidak begitu mencintai Calvin. Aku tidak pernah melihat dia begitu bereaksi saat aku menyebutkan nama Calvin. Tapi saat aku menyebutkan nama Sean, dia langsung bereaksi berbeda. Apa yang harus aku lakukan sekarang?'


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2