
Rian mengemudikan mobilnya ketempat yang terpencil, menurutnya tempat ini aman dan jauh dari kota. Semua orang akan susah menemukan Mecca.
''Kasihan juga sama perempuan ini, apalagi dia dalam keadaan hamil besar, saya jadi tidak tega menyakitinya'' gumam Rian.
Sedangkan di hotel Arnav mulai mengamuk kepada Melisa.
'' Katakan kemana kau bawa istriku, dan siapa yang berada di belakang mu'' tanya Arnav dengan suara tinggi.
''Udah Nav lebih baik kita serahkan dia ke pihak berwajib, biar polosi yang menyidiknya''kata tuan Andi
''Pa jangan pa, aku tidak mau di penjara'' kata Melisa yang baru mau mengeluarkan suaranya setelah mendengar ancaman dari papanya.
''Makanya katakan dengan siapa kau bekerja sama'' ulas tuan Andi lagi.
''Dengan Enjelin dan adik sepupunya'' kata Enjelin menjelaskan dengan terbata-bata.
''Rian'' kata Arnav. Dia tau kalau hanya Rian saudara Enjelin.
''Kau mengenal enjelin sejak kapan?'' tanya Arnav lagi.
''Semejak kakak masih di luar negri, aku tau dia sangat menyayangi kakak. Aku hanya ingin kakak bersanding dengan orang yang pantas'' jelas Melisa memberi alasan.
''Bisa-bisanya kau mengatur siapa yang pantas dan tidak pantas untuk ku'' kata Arnav yang emosi.
''Kau taukan kalau itu sangat berbahaya untuk Mecha, sepuluh hari lagi dia akan melahirkan, kalau terjadi sesuatu kepada istriku dan anak ku, aku akan memutuskan persaudaraan antara kita dan kau bukan adik ku lagi!'' kata Arnav sambil menunjuk Melisa
''Kau tidak punya hati, kau yang tidak pantas menyandang nama Sanjaya. Dari sekarang kau akan ku asingkan di sebuah gedung tua, kau tidak akan bisa menemui siapapun dan kau tidak akan ku beri fasilitas, anggap itu penjara untuk mu! ''kata tuan Andi
''Jangan pa, Melisa juga tidak tau kalau Rian itu akan menculik Mecca. Katanya dia hanya mengancam dan mau menakuti Mecca aja.
Melisa tidak sangka kalau akan terjadi seperti ini'' ulas Melisa
''Bodoh sekarang hubungi Enjelin. Tanyakan kemana Rian membawa istriku'' titah Arnav.
Segera Melisa mencari nomor Enjelin di handphonenya, tapi dia tidak bisa lagi menghubungi Enjelin karena nomornya sudah di blokir oleh Enjelin.
''Kakak maafkan aku kak, Enjelin telah memblokir nomor ku'' kata Melisa memohon sambil menangis.
''Dasar goblok'' kata Arnav.
Segera dua bodyguard membawa Melisa pergi untuk diasingkan sesuai perintah tuan Andi.
Saat ini Melisa hanya bisa memohon agar papanya membatalkan untuk mengurungnya, tapi tuan Andi sangat tegas dengan setiap keputusannya,
''Ma tolong Melisa ma'' kata Melisa memohon kepada mamanya, tapi nyonya Gita tidak menghiraukan.
Sekarang dalam pikiran nyonya Gita hanya menantu dan calon cucunya.
Sedangkan Mecca telah sampai di sebuah rumah kecil di pinggir sungai. Rian berencana menyembunyikan Mecca disana.
''Ayo turun! ikuti semua perintah ku agar aku tidak berprilaku kasar kepada mu'' kata Rian.
Segera Mecca turun dan mengikuti semua perintah Rian.
__ADS_1
''Maaf kak, sebenarnya salah saya apa? sehingga kakak menculik saya'' tanya Mecca.
''Kau tidak salah, yang salah suami bajingan mu itu''jawab Rian.
"Dia telah mempermainkan kakak sepupuku, dia juga telah merebut kekasihku'' ulas Rian lagi
''Kak apakah kamu tidak kasihan melihatku, wanita yang membawa perut besar yang tidak tau kapan akan melahirkan '' jelas Mecca
''Aku sebenarnya tidak mau menyusahkan wanita hamil seperti mu, tapi ini salah mu juga. Seandainya kau tidak hadir mungkin kakakku akan hidup bahagia'' jawab Rian.
''Sekarang buat dirimu nyaman di sini, aku tidak akan memperlakukan mu dengan kasar, tapi kau harus menuruti semua perintah ku'' titah Rian.
''Baik kakak'' jawab Mecca. Perempuan hamil ini tidak punya pilihan lain, dia masih bersyukur kerena Rian tidak sejahat Enjelin. lelaki ini masih punya hati walau dia menculik Mecca dalam keadaan hamil, tapi Rian tidak mau menyakitinya.
''Treeet treeert treeert''terdengar suara getar hanphon milik Rian.
''Halo kak '' sapa Rian
''Halo,,, apakah perempuan itu sudah bersama mu?'' tanya Enjelin
''Sudah kak, dia telah aku siksa melampiaskan sakit hati kakak '' jawab Rian berbohong
''Siksa dia terus tanpa meninggalkan bekas, aku harap bayi dalam perutnya juga mati seperti bayi ku dulu'' ulas perempuan jahat itu lagi.
''Siap kak'' Jawab Rian lagi.
Setelah panggilan itu terputus, Rian segera menegaskan kepada ketiga anak buahnya agar tidak melakukan kekerasan.
''Jon dengarkan aku baik-baik. Walaupun perempuan itu tawanan kita, tapi perlakukan dia sebaik mungkin, dan cukupi semua kebutuhannya, jangan sampai kandungannya terpengaruh akibat penyekapan ini'' titah Rian
''Seandainya aku bisa menukar perempuan ini dengan bajingan itu akan aku lakukan, karena sangat kejam rasanya menahan perempuan yang lagi hamil, apa lagi sepertinya dia terlalu muda, aku takut terjadi apa-apa sama kandungannya ''gumam Rian.
Sedangkan Arnav Talah mencari semua tempat yang berhubungan dengan Enjelin, tetap saja dia tidak menemukan istrinya itu, Arnav hampir separo gila mencari keberadaan Mecca.
Sudah lima hari berlalu, tapi dia masih belum mendapatkan informasi apapun.
Selama istrinya hilang Arnav juga tidak tidur sama sekali, dia hanya menghabiskan waktunya di jalan-jalan, kalau dirumah juga dia tidak istirahat di kamar, dia hanya di teras duduk di atas lantai, dia membayangkan kalau istrinya tersiksa diluar sana, tidak mungkin dia enak-enakan istirahat di atas kasur empuk.
''tuhan tolong jaga istri ku dan anak-anak ku, kenapa kau berikan ujian seberat ini untuk ku, atau mungkin kau membalas semua perbuatan dimasa lalu ku, tapi kenapa dia yang harus menanggung semua dosa ku, kenapa tidak aku saja '' gumam Arnav
Arnav tidak sendiri mencari Mecca, dia juga dibantu oleh ketiga sahabatnya.
Papanya juga mengerahkan banyak orang untuk mencari menantunya itu dengan bayaran yang cukup mahal, tuan Andi juga mengumumkan siapa orang yang bisa menemukan menantunya akan diberi hadiah yang sangat fantastis.
Sedangkan di rumah kecil di pinggir sungai Mecca mencari cara agar bisa keluar dari tempat itu.
''Gimana caranya agar aku bisa keluar dari tempat ini, semua keluargaku pasti mencemaskan aku, apalagi mas Arnav, tapi aku takut melanggar ucapan lelaki itu.
Aku takut dia akan menyakiti ku'' gumam Mecca sambil mengelus perutnya yang buncit, selama disana dia diperlakukan dengan baik oleh Rian dan ketiga anak buahnya.
''Permisi nona, kami membawakan makan siang untuk anda'' kata seorang lelaki yang berbadan kekar mengantarkan sepiring nasi, lengkap dengan lauk pauk, pria itu juga membuatkan segelas susu khusus buat wanita hamil,semua itu mereka lakukan atas perintah Rian.
''Pak apakah kalian bisa mengeluarkan aku dari sini?'' Mecca memberanikan diri untuk mengungkapkan keinginannya.
__ADS_1
''Kau ini tidak tau diri, dikasih hati minta jantung'' kata Rian yang tiba-tiba datang dari samping pria yang mengantarkan makan itu.
''Maaf kak, seminggu lagi aku akan melahirkan tidak mungkin aku melahirkan di sini sendiri'' kata mecca menjelaskan.
''Kalau begitu akan aku bawa bidan kesini untuk membantu mu'' kata Rian dengan sedikit berteriak, Rian sebenarnya kesal kenapa Enjelin memerintahkan dia untuk menyekap perempuan hamil itu, kenapa tidak Arnav saja.
Kalau Arnav dia pasti tanpa belas kasih untuk menganiaya dan menghabisinya, kerena api dendam Rian masih bergejolak di hatinya.
Di bandara terlihat Enjelin yang kembali manginakjakan kakinya di Indonesia, kini penampilannya sedikit berubah, rambutnya juga sudah berwarna hitam, dia kini sangat langsing karena selama di Inggris dia menghabiskan banyak dana untuk merawat tubuhnya agar terlihat menarik lagi di mata Arnav.
Sedangkan Arnav mendapat sedikit informasi kalau Enjelin sekarang sudah kembali ke Indonesia, segera dia melajukan mobilnya ke apartemen Enjelin.
tidak membutuhkan waktu lama Arnav sudah sampai di apartemen Enjelin tapi dia tidak menemukan Enjelin di sana.
Enjelin sendiri langsung ke tempat dimana Mecca di sekap, di temani banyak bodyguard yang berbadan tegap.
Sedangkan Rian agak panik mendengar kalau Enjelin menuju tempatnya, dia segera memindahkan Mecca dari kamar yang cukup luas itu keruangan sangat kecil.
''Maaf aku terpaksa melakukan ini kepadamu, sebentar lagi kakak ku akan ke sini, jadi kau juga harus berpura-pura tersiksa'' kata Rian sambil menarik lembut tangan wanita hamil itu.
''Kak apakah kakak mu akan membunuhku?''tanya Mecca
''Asalkan kamu patuh, aku akan berusaha melindungi mu, ayo serahkan tanganmu''titah Rian.
Mecca hanya bisa mematuhi semua yang di katakan Rian dia tau kalau Rian bukan orang jahat.
Rian telah mengikat tangan dan kaki Mecca dengan agak longgar di atas kursi, dia juga melakban mulut Mecca, semuanya seperti sudah sempurna agar Enjelin menyangka kalau Rian benar-benar menyiksa Mecca selama ini.
''Aku tidak bisa membayangkan kalau kakak benar-benar nekat dan akan mencelakai perempuan ini, aku tidak bisa membiarkannya, dia tidak berdosa.
Lebih baik aku segera menghubungi bajingan itu agar dia datang dan menyelamatkan istrinya'' gumam rian.
Tanpa pikir panjang lagi segera Rian menghubungi Arnav.
sedangkan Arnav masih di jalan mengemudi ketempat Yudi, dia mendengar getaran handphone miliknya segera dia mengangkat nomor baru tersebut.
''halo'' sapa Arnav.
''halo sahabat ku, kau masih ingat dengan suara ini, yang dulu selalu memohon agar kau tidak merusak hubungan ku dengan kekasihku bukan'' kata Rian.
Mendengarkan suara Rian segera Arnav menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba.
''Yan ini kau, tolong Yan katakan dimana istriku, aku mohon apa saja akan ku lakukan agar aku bisa menemuinya'' kata Arnav memohon
''Bukan karena aku memaafkan mu, aku hanya kasihan dengan wanita hamil itu.
Kau temui dia di jalan xxx sekarang juga, sebelum Enjelin sampai duluan di sini'' titah Rian.
''Baiklah'' kata Arnav kembali memutar mobilnya menuju alamat yang diberikan Rian, tidak lupa dia memberikan informasi kepada papa dan ketiga sahabatnya.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......