
Mendengar suara bising di dalam kamar mandi, membuat Mecca terbangun.
Alangkah kagetnya dia, di kiranya yang bermain air hanya anak-anaknya tanpa di dampingi oleh orang dewasa.
Dia memaksakan dirinya untuk berdiri menuju kamar mandi.
''Ara Arav'' kata Mecca sambil berlarian dengan suara tinggi.
Saat di depan pintu dia melihat pria tampan itu asik main gelembung sabun dengan kedua anaknya.
''Hai kau udah bangun, ayo ikut dengan kami'' kata Arnav sambil meletakan anak perempuannya di pelukannya.
Mecca hanya berdiri kaku di depan Kaman kamar mandi, dia melihat wajah kedua buah hatinya begitu bahagia bisa bermain dengan papinya.
'' Hei kenapa kau melihat kami seperti itu, dari pada kau menonton seperti itu lebih baik bantuin aku mengangkat Arav keluar dari sini. Udah berapa kali aku mengangkatnya keluar, tapi dia tetap saja datang saat aku mau mandiin Ara'' kata Arnav
Segera Mecca mengangkat anak laki-lakinya itu keluar dari kamar mandi, saat di luar kamar mandi Mecca langsung membalut anak laki-lakinya itu dengan handuk.
''Arav mami ingatkan jangan lama-lama dalam air, atau mami akan marah. Jangan kau kira mami tidak bisa marah, kalau itu terjadi yakinlah mami tidak akan menegur mu ''kata Mecca dia menganggap seolah-olah tidak ada Arnav di sana.
''Akak tu papi'' terdengar suara anak kecil itu kembali mengoceh seolah ingin memperingatkan kalau di sana juga ada papinya.
Sedangkan Arnav juga sibuk memasangkan pakain anak perempuannya.
''Ara manis,,,, kamu jangan marah-marah terus ya nak, nanti wajah mu akan keriput dan rambut mu juga berubah jadi putih semua'' kata Arnav menyindir.
''Arav kamu harus belajar bicara dengan baik agar tidak menyakitkan hati orang lain'' seolah-olah Mecca menjawab Arnav, tapi dengan sindiran juga.
''Ara sayang,,, se salah salahnya papi,,,, tetap saja kamu yang salah. Kenapa kamu tidak berterus terang pada papi dari pertama'' jawab Arnav lagi.
Kedua anak-anak itu semakin heran mendengar percakapan mereka.
'' Ara cantik ayo pakai bedak agar wajah mu harum, agar marah-marah mu itu juga hilang'' ulas Arnav lagi.
Setelah memakaikan bedak dan merapikan rambut Ara segera Arnav ingin membawa Ara keluar untuk bermain.
''Ara stop! Ara,,,, apakah kamu akan memakai pempers terbalik seperti itu'' kata Mecca meninggikan suaranya.
Karena dari tadi Mecca memperhatikan kalau Arnav memakaikan Pampers itu dengan terbalik.
Mendengar ucapan Mecca Arnav segera menghentikan langkahnya dan menurunkan Ara kembali.
''O, o rupanya kamu memperhatikan papi memakaikan pampers mu. Udah tau salah, tapi kamu tidak mengatakannya.
__ADS_1
Setelah semua selesai baru kamu mengatakannya.
Oh sayang itu sikap yang kurang bagus.
Itu contoh kesalahan mu selama ini sayang'' kata Arnav yang kembali masuk untuk memasangkan Pampers dengan benar.
Kali ini Mecca tidak menjawab sama sekali, dia hanya terdiam sambil memakaikan bedak di wajah Arav.
Setelah semua selasai Arav berlari kearah Arnav dia hanya ingin di gendong sama papinya.
''Papi'' kata Arav sambil mengambangkan tangganya.
''Anak muda begitu cepat kau selingkuh dari ku'' kata Mecca yang melihat Arav berlari kearah Arnav.
Setelah selesai Arnav memasang Pampers Ara, dia segera mengendong kedua anaknya untuk keluar dari kamar tersebut.
''Aku tidak pernah selingkuh darimu sayang. muach'' terdengar suara ciuman yang di berikan Arnav di pipin Mecca sambil lewat.
Mecca hanya berdengus kesal melihat tingkah suaminya tanpa rasa bersalah.
Sesampainya di halaman tiba-tiba Mella muncul dari arah depan.
Mella seakan tidak percaya dengan pemandangan yang di lihatnya saat ini.
''Ini semua salah mu, harusnya kau mengatakan lebih awal agar aku bisa berkumpul dengan istri dan anak ku, kau ini sungguh keterlaluan'' kata Arnav melewati Mella begitu saja.
seakan tidak terima dengan ucapan kakaknya, Mella menyusul Arnav untuk menjelaskan semuanya.
''Seharusnya kakak tidak Menyalahkan aku sendiri, aku hanya mengikuti keinginan mami muda itu'' jawab Mella berjalan di depan Arnav.
''Hei aku mau tanya, apakah umur mu lebih muda dari wanita itu sehingga kau mau saja mengikuti aturannya.
''Walaupun perempuan itu lebih muda dari ku, tapi tetap saja itu istri dari kakak ku.
Aku harus menghormatinya kak'' jawab Mella.
''Ya sudah lah aku tidak mau berdebat dengan mu di depan anak-anak ku'' ulas Arnav lagi.
''Yaudah aku mau naik, apakah istri kecil mu itu masih tidur. Secapek itukah dia menghabiskan malam dengan singa seperti mu'' kata Mella sambil menaiki anak tangga.
Arnav tidak menjawab pertanyaan Mella, dia hanya asik dengan kedua buah hatinya.
Sedangkan Mecca kembali tidur. Dia merasa bebas untuk tidur karena anak-anaknya udah berada di tangan yang aman.
__ADS_1
Di halaman Arnav bersama buah hatinya lagi asik mengambil foto si kembar, tanpa pikir panjang Arnav langsung mem-posting ke halaman Instagramnya.
''Anak kesayangan papi sehat selalu ya sayang'' ini adalah tulisan yang di sematkan oleh Arnav.
Di tempat lain ada seorang perempuan yang lagi berkumpul dengan sahabat-sahabat sambil berbincang tentang lelaki incaran mereka.
Melihat notifikasi dari handphonenya segera dia membuka halaman Ig dan melihat postingan Arnav.
Alangkah syoknya wajah perempuan itu membaca tulisan yang disematkan oleh Arnav. Sampai berkali-kali dia membacanya untuk meyakinkan kalau dia tidak salah baca, dan melihat foto yang di unggah oleh Arnav.
''Ini gak mungkin'' gumam Reyna dengan mata berkaca-kaca seolah-olah harapannya selama ini hancur seketika.
''Ada apa rey?'' tanya seorang sahabatnya yang melihat wajah yang tadi ceria sekarang berubah jadi muram.
''Gak apa-apa aku hanya merasa kurang enak badan'' jawab Reyna. Dia malu kalau temanya tau, karena dia baru saja mengaku menjadi kekasih Arnav.
Sedangkan di rumah Sanjaya Arnav masih bermain dengan kedua kesayangannya sambil menyuapi anak-anaknya itu.
''Aku tidak mau seperti ini terus, aku harus segera membangun rumah tangga ku, aku harus semangat bekerja demi anak dan istriku sudah cukup papa menanggung semua tanggung jawab ku'' gumam Arnav.
setelah merasa bosan kedua anak kembar itu ingin masuk untuk menemui Mecca. Sebelum mereka masuk, Mella udah
datang duluan membawa stroller dia ingin mengajak kedua keponakanya untuk jalan-jalan di luar.
''mella kau mau membawa anak-anak ku kemana?'' tanya Arnav dengan wajah khawatir.
''Mau jalan-jalan keluar, kakak jangan khawatir anak-anak mu ini besarnya dengan ku, jadi kakak tidak usah meragukan aku'' kata Mella sambil menaikan kedua keponakanya ke atas stroller.
Sikembar begitu senang mengikuti Mella.
Setelah kepergian Mella. Arnav berniat menghampiri istri kecilnya ke kamar.
Sesampainya di kamar Arnav melihat Mecca yang masih tidur.
tanpa pikir panjang Arnav mendekati Mecca dan ikut berbaring dan mencium leher Mecca dari belakang
''Aroma mu ini sungguh membuat ku nyaman, entah bagaimana sejarahnya aku bisa mendapatkan perempuan kecil seperti mu jadi istri ku'' gumam Arnav.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......
__ADS_1