
tangan pria itu mulai mengolesi kulit yang bewarna merah istrinya dengan lembut, sekali-kali dia juga ikut meringis Karana mendengar suara istrinya yang menahan sakit,
'' ini pasti sakit sekali, kau cobalah untuk bertahan sebentar, kalau kau mau lampiaskan semua rasa sakit mu pada ku, lakukan sekuat tenaga mu, agar kita sama-sama merasakan sakitnya. '' ucapan arnav sambil mengambil sebelah tangan istrinya lalu memindahkan ke lengannya yang kekar.
betul saja, tangan Mecca mulai mencakar lengan yang keras itu dengan kukunya sekuat mungkin.
arnav terus mengoles salep dengan penuh perasaan, sambil sekali-sekali meniup biar perih yang dirasakan istrinya, berganti dengan rasa dingin seperti yang di katakan dokter mayang, tangan itu seolah-olah sangat betah untuk berlama-lama di sana.
setelah rasa perih itu ilang, rasa panas itu juga berubah menjadi dingin, sedikit demi sedikit rasa dingin itu mulai menjalar ke seluruh kulitnya , barulah tangan yang tadi mencengkram kuat berlahan terlepas seketika.
'' mas maaf '' ucapan istri kecilnya itu karena akibat cengkraman terlalu kuat, meninggalkan bekas dari kukunya
arnav tersentak mendengar suara istrinya, karena dia terlalu fokus memandangi aset milik istrinya sambil meniup.
'' ku kira kau lagi menggelitik ku, gk karasa sekali tenaga mu itu, makanya jangan banyak menangis jadi tenaga mu ikut terkuras '' ucap arnav kembali masang kancing kemeja yang tadi di bukanya ''
'' ayo turun kita makan dulu, aku sudah lapar'' ucapnya lagi
'' baik mas '' perempuan itu hanya menurut
setelah mereka turun dari mobil, langkah kaki arnav langsung menuju kemeja restoran yang kosong.
'' selamat siang tuan dan Nona '' sapaan seorang pelayan yang menghampiri mereka
'' siang ucap arnav sambil menerima kertas yang berisikan semua menu, yang mereka sediakan di restoran ini.
setelah Meraka menikmati makan siang, merekapun segera kembali kerumah
'' mas Mecca mau pulang aja, Mecca takut disini mas'' ucap istrinya yang mau turun dari mobil tersebut.
'' katakan pada ku, sampai kapan kau akan terus membiarkan ketakutan itu menguasai mu, oke aku akan mengantarkan kau pulang, asalkan kau telah berhasil untuk membalas Melisa, dan kau harus jadi seorang yang tegar dan pemberani untuk diri mu sendiri, tapi kalau itu belum kau lakukan kita akan tetap disini '' ucap arnav memberi penekanan kepada gadis kecil itu.
'' baik mas, mulai hari ini Mecca akan membalas kak melisa, tapi kalau dia kenapa-kenapa apa mas tidak akan marah kepada ku'' ucapnya lagi
__ADS_1
mendengar ucapan istrinya, arnav seperti sangat lucu dan geli langsung tawanya pecah
'' ha ha ha kau yakin, yang aku takutkan, penyakit takut mu itu jadi kambuh sebelum kau melancarkan aksi mu nanti'' ejek arnav sambil melihat lucu gadis itu.
'' mas ini selalu menganggap ku seperti itu'' ucapnya sambil ngambek ''
'' ya udah kau buktikan saja dulu'' ucapnya yang mau turun dari mobil nya.
setelah arnav turun dari mobil, dia segera berjalan ke dalam rumah di ikuti Mecca yang selalu mengekor di belakangnya
'' dasar gadis pengecut '' ucapnya dalam hati
arnav tidak langsung menuju kamarnya, dia berpura-pura mau masuk kedalam kamar mamanya
'' mas kok jadi kesini '' tanya gadis itu
'' ya aku mau ngobrol sama mama, kau kenapa terus mengikuti ku, seperti anak kucing aja'' ucap arnav sambil tersenyum kecil di wajahnya
'' apa gadis kecil, ada apa kau menyuruhku ke kamar, apakah kau tau maksud seorang istri mengajak suami masuk kamar untuk apa, atau kau mau kita melakukanya sekarang'' ucap arnav yang membuat gadis kecil itu kehilangan nyalinya
'' mas,,,'' cuma itu yang keluar dari mulutnya, dia memberanikan dirinya untuk menuju kamarnya sendirian, di lantai satu
'' dasar gadis pengecut, mau di kasih apapun tetap aja dia seorang gadis pengecut'' gumam lelaki itu dalam hati
serasa istrinya sudah jauh, dia juga kembali membalikan badannya menuju kamarnya.
'' kakak udah pulang,'' tanya adiknya mela, yang mengetahui kejadian tadi pagi dari mama mereka
''gimana dengan kondisi kakak ipar kak'' tanya Mela lagi kepada kakaknya itu
'' baik '' ucap nya datar menjawab sambil membalikan badannya
'' kakak marah ya, kalau marah kenapa sama aku, aku aja gk tau apa-apa '' ulasnya lagi yang melihat raut wajah kakaknya yang kesal
__ADS_1
tapi dia tidak menghiraukan adik bungsunya itu sama sekali, dia berlalu pergi menyusul istrinya ke kamar.
setibanya di kamar dia melihat istrinya tidak ada disana
'' kemana perginya gadis pengecut itu '' gumamnya lagi
Mecca yang masih ingat kata suaminya, kalau sebelum dia bisa membalas Melisa dia tidak akan keluar dari rumah ini, dengan penuh keberanian dia menuju kamar Melisa yang tidak jauh dari kamarnya.
sesampainya di kamar Melisa, dia melihat disana tidak ada siapapun, dia langsung aja masuk, di atas ranjang Melisa, dia melihat laptop Melisa yang terbuka yang masih menyala, di balik layar dia melihat semua tugas kampus melisa yang sudah selesai dikerjakan yang akan dikirimnya.
dengan tangan yang gemetar Mecca memberanikan diri untuk menghapus semua tugas-tugas Melisa, dan membersihkan semua file di laptop itu, tidak itu aja, dia juga mengambil gunting dari meja Melisa lalu menggunting baju yang baru di beli melisa untuk ke pesta enjelin besok, serasa perbuatanya itu sudah setimpal segera dia meninggalkan kamar Melisa dengan badan yang masih gemetar dia berlarian masuk ke kamarnya.
arnav yang masih sibuk membuka laptopnya di atas ranjang, sangat kaget melihat istri kecilnya mendorong pintu dengan kuat dan kasar, berlarian seperti maling ayam, setibanya dikamar dia langsung menuju ranjang menyelimuti dirinya dengan selimut tebal di sana, Mecca sama sekali tidak mempedulikan suaminya itu.
'' hei ada apa! kau kenapa berlarian seperti itu '' arnav sangat heran melihat kelakuan istrinya
serasa tidak aman di bawah selimut, dia meloncat dari atas ranjang kebawah lalu mencari tempat persembunyian yang serasa aman untuknya.
lalu masuk kebawah kolong meja dengan selimut yang masih menutupi badannya.
'' ya tuhan ada apa dengan mu, atau penyakit takut mu itu meningkat ke level yang paling tinggi'' tak hentinya dia bertanya sembari mengikuti istrinya yang kayak monyet melompat-lompat ke sana sini
'' tidakkkkkkkkkk'' terdengar suara Melisa yang baru keluar dari kamar mandi, berteriak sekencang mungkin karena menyaksikan semua tugasnya yang sudah terhapus, belum lagi baju yang mahal baru di belinya juga sudah terkoyak.
arnav yang mendengar teriakan adiknya langsung berlari menuju kamar adiknya itu.
'' ada apa kau berteriak sekencang itu '' sambil mengamati baju yang sudah koyak terletak di lantai
setelah menyaksikan semua, barulah arnav paham dengan tingkah istrinya yang aneh.
bersambung*
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...
__ADS_1