Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Akan menikahinya


__ADS_3

Paginya Arnav kembali kerumah sakit untuk membicarakan penyelesaian masalah yang telah menimpanya.


''Om bolehkah kita bicara sebentar'' kata Arnav pada paman reyna.


''Iya tentu saja, aku juga menunggu mu dan keluarga untuk membicarakan masalah ini, aku tidak ingin Reyna merasa di rugikan sedikitpun'' ucap Fiki


''Baikalah om, sebentar lagi papa saya akan kesini'' jawab Arnav.


Dari kejauhan sudah kelihatan lelaki berwibawa itu datang dengan istrinya yang juga tidak kalah tegas dan berpakaian sangat formal.


''Selamat pagi'' sapa tuan Andi dengan suara tegas.


''Pagi,,, kebetulan kami tengah menunggu kedatangan anda'' balas Fiki paman Reyna.


''Saya kesini juga bermaksud untuk membicarakan masalah ini. Agar kita sama-sama menemukan solusinya'' jawab tuan Andi


''Apakah boleh kita bicara di ruangan Reyna, agar dia bisa mendengarkannya langsung tanpa ada yang di tutupi''


''Tentu saja '' Jawa tuan Andi singkat.


Segera Meraka masuk keruangan yang di huni Reyna. Di dalam ruangan hanya ada Reyna dan tantenya yang sedang menyuapi sarapan untuk Reyna.


''Kak Arnav,,,, '' Ada kebahagian yang terpancar di wajah Reyna saat lelaki yang di dikaguminya sudah muncul di hadapannya sepagi ini.


''Pagi Reyna,,,, bagaimana kondisimu saat ini'' sapa Arnav.


''Ya seperti yang kakak lihat, tante tolong berikan sarapan itu pada kak Arnav, biarkan kak Arnav yang menyuapiku karena kalau kak Arnav yang menyuapiku keadaanku akan sedikit membaik. Itu sering kami lakukan saat kami sama-sama di luar negri dulu.


Kalau aku malas makan kak Arnav yang menyuapiku dan selera makanku akan bertambah seketika'' ucap Reyna.


Arnav sebenarnya tidak ingin menyuapi Reyna, tapi tuan Andi memberikan isyarat untuk mengikuti keinginan Reyna.


''Baiklah'' jawab Arnav singkat.


Ditengah Arnav menyuapi sarapan untuk Reyna. Semua orang hanya terdiam menyaksikan kedekatan Arnav dan Reyna.


''Seperti yang anda lihat tuan Andi. Keponakan kami sangat dekat dengan putra anda, bahkan kami telah mendengarkan cerita kedekatan mereka saat di luar negri dulu'' kata Fiki membuka suara terlebih dahulu.


''Ya,,,, Memang Arnav anak kami mudah dekat dan mudah berteman dengan siapapun'' timpal nyonya Gita.


''Jadi begini tuan dan nyonya. Bukankah kemaren tuan meminta agar permasalahan ini di selesaikan secara kekeluargaan saja. Kami memutuskan untuk meminta Arnav menikahi Reyna sebagai bentuk pertanggung jawabnya pada Reyna'' kata paman Reyna yang mengutarakan isi hatinya secara lsngsung.


Mendengar permintaan dari paman Reyna. Arnav merasa tersambar petir di siang bolong, sendok yang tadi lancar menyuapi Reyna tiba-tiba sendok itu terjun bebas ke lantai, Arnav meletakan kembali mangkok itu secara paksa ke atas meja.

__ADS_1


''Tidak aku tidak bisa menikahinya. Minta yang lain saja, tapi jangan minta aku untuk menikah lagi'' kata Arnav.


Sedangkan Reyna hanya diam dan kaget melihat ekspresi Arnav yang menolaknya mentah-mentah.


''Nav tenang dulu nak'' kata nyonya Gita.


'' Maaf pak Fiki bukankah Anda sudah mengetahui kalau anak kami sudah menikah dan mempunyai anak, jadi ini mustahil menurut saya'' ulas tuan Andi.


''Tuan Andi. Mari kita ingat ucapan Arnav kemaren, kalau dia yang mempertanggung jawabkan atas semua kecerobohan istrinya. Ini cara yang kami pilih agar Reyna tidak di rugikan.


Lagian Reyna tidak masalah kalau hanya jadi istri kedua. Ini adalah tugas anda memberikan pengertian pada menantu anda agar dia bisa memahami kondisi ini dan menerima keputusan ini, toh Arnav menikah bukan atas keinginannya. Arnav menikah untuk menutupi kecerobohan yang dilakukanya pada Reyna ''kata Fiki


''Maaf! Apapun itu aku tidak akan menikah, bagiku hanya satu istri dalam hidupku yaitu Mecca'' kata Arnav dengan suara lantang.


''Kalau begitu kau harus merelakan istrimu terkurung selama bertahun-tahun untuk menebus semua kesalahannya''Ancam Fiki


''Coba aja kalau kau berani melakukanya. Aku bersumpah akan membuat tujuh turunanmu menerima akibatnya'' kata Arnav mendekati Fiki dengan emosi tegangan tinggi.


''Nav jangan begini nak. coba tahan emosimu.


Kita akan menyelesaikannya secara baik-baik tanpa harus menikah dengan Reyna'' bujuk nyonya Gita.


''Maaf nyonya ini adalah keputusan yang telah kami pertimbangkan dengan seadil adilnya, kalau tidak Arnav yang menikahi Reyna siapa lagi.


Dengan langkah emosi Arnav meninggalkan ruangan Reyna.


Setelah kepergian Arnav tuan Andi dan nyonya Gita kembali melanjutkan perdebatan yang belum selasai itu.


''Pak Fiki. Saya tidak bisa untuk memaksakan putra saya untuk menikahi Reyna, jadi saya harap pak Fiki dan keluarga kembali mempertimbangkan keputusan ini'' pinta tuan Andi.


''Tidak ada lagi yang harus kami pertimbangkan, Ini mutlak. Saya tau kalau putra anda telah menolak keputusan kami, jadi kami simpulkan kalau dia rela melihat istrinya di penjara dari pada menikah dengan Reyna'' ancam Fiki lagi.


''Pak Fiki saya mohon jangan lakukan itu. Cucu kami masih kecil-kecil dia sangat butuh kasih sayang kedua orang tuanya. Seandainya pernikahan ini terjadi, ini semua hanya akan mengakibatkan keretakan dalam rumah tangga Arnav dan istrinya.Wanita manapun tidak akan rela di madu'' ulas nyonya Gita.


''Itu masalah keluarga anda'' ucap Ana singkat.


''Panggil polisi sekarang!!! aku yang akan mengantikan istriku di penjara'' Tiba-tiba suara Arnav kembali terdengar dengan lantang. Dia kembali keruangan Reyna untuk menyelesaikan masalah ini. dia takut kalau istrinya harus terseret dengan masalah besar ini.


'' Arnav Sanjaya. Anda hanya kami beri dua pilihan.Nikahi Reyna sekarang kalau tidak tunggu saja polisi yang akan mengetuk pintu rumah anda dan membawa istri Anada yang tidak bertanggung jawab itu'' ulas Fiki yang tidak kalah lantang.


''Saya minta waktu sebentar, saya harus berbincang dengan kedua orang tua saya'' kata Arnav yang merasa terpojok.


...----------------...

__ADS_1


Di luar ruangan Reyna.


Tuan Andi, nyonya Gita tampak tegangan mendengarkan pilihan yang diberikan pak Fiki.


Sedangkan Arnav seperti orang frustasi sambil menjambak rambutnya duduk di bangku panjang depan rumah sakit.


''Nav tenangkan diri mu'' pinta nyonya Gita


''Pa tolong cari cara lain. Aku tidak ingin menyakiti hati Mecca, aku mencintainya, aku tidak bisa menikah lagi''


''Nav papa tidak punya cara lain. Papa juga sudah mendapatkan cctv dimana tabrakan itu terjadi, itu total kesalahan Mecca, jadi kita tidak punya pilihan kau harus menikah dengan Reyna. Ayo lah Nav papa tau ini sulit, tapi ini satu satunya cara untuk menyelamatkan Mecca dari kurungan penjara '' jawab tuan Andi.


''Pa,,,,,'' hanya itu yang terucap dari mulut Arnav.


Sedangkan di dalam ruangan.


Reyna dan Tante Ana sudah mempersiapkan dan mencari-cari penghulu yang akan menikahkan Meraka, dia sangat yakin kalau Arnav akan memilih menikah dengannya.


''Tan makasih ya akhirnya aku bisa memiliki dia sebagai suami. Walaupun hanya istri kedua'' kata Reyna.


''Iya sayang,,,, yang penting kamu dan dia harus menikah hari ini juga walaupun hanya nikah siri'' jawab Tante Ana.


''Hem hem permisi tuan Andi apakah Arnav sudah bisa memberikan keputusan, karena saya tidak punya banyak waktu menunggunya'' kata Fiki yang sengaja mendesak keluarga sanjaya.


Dengan terpaksa Arnav kembali keruangan Reyna untuk mengatakan keputusannya.


''Silahkan tuan dan nyonya. Saya ingin mendengar keputusan yang sudah di ambil oleh Arnav '' kata Tante Ana.


''Aku akan menikah dengan Reyna. Tapi aku juga punya syarat yang harus kalian ikuti.


Aku siap menikah dengan Reyna tapi tidak sekarang, beri aku waktu sepuluh hari setelah itu kami akan menikah.


Syarat yang kedua kami akan menikah di luar negri'' kata Arnav dengan lantang dan jelas.


''Bagus, tapi saya juga mempunyai persyaratan yang harus kamu penuhi.


Selama Reyna sakit kamu harus ikut menemani Reyna dan mengikuti kemauannya.


Jangan mencoba ingkar kalau kau tidak ingin semuanya akan mempersulit istrimu'' Ancam Fiki.


*Bersambung*


tinggalkan komentarnya dong sahabat

__ADS_1


__ADS_2