
Mecca sayang, kau gak usah memikirkan untuk kerja, anak seumuran mu hanya memikirkan main, dan kuliah saja. dan kau juga harus fokus memberikan papa cucu'' kata tuan Andi membelai rambut menantunya.
'' tapi kalau di rumah terus Mecca bosan dan takut sama kak Melisa, boleh ya pa'' katanya memohon kepada mertuanya, tapi mertuanya hanya senyum dan kembali membelai rambutnya.
''sabar ya'' cuma itu jawaban papa mertuanya
''hei, gadis hitam putih, lebih baik kau disini aja dulu, aku mau interview orang yang datang itu diruang sebelah'' kata arnav, yang mau meninggalkan ruangan tersebut
''nav, turunkan dulu istrimu'' titah papanya, segera arnav mengendong istrinya dan memindahkan keatas sofa, tuan Andi hanya gelang-gelang kepala melihat suami istri itu
'' kau diam disini ,dan akan ku suruh orang mengantarkan makanan kesini, setelah aku selesai aku akan menginterview mu sendiri'' kata arnav sambil melangkah pergi meninggalkan ruangannya, dan di susul oleh tuan Andi di belakang.
''ada,,, aja hari ini, kau juga yang sabar dengan kepolosan istrimu ya nav'' kata papanya sambil berjalan
''sangat sabar papa, ini semua salah papa yang mencarikan aku anak kecil'' katanya dengan santai.
''kecil-kecil seperti itu, tapi kau sukakan'' kata tuan Andi yang tidak mau kalah dari anaknya, arnav hanya senyum dengan semua tingkah istrinya.
''pa, aku mau lanjutkan dulu'' katanya yang mau memasuki ruangan interview
''silahkan'' kata tuan Andi yang juga melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.
arnav menginterview semua wanita itu satu persatu, dengan penuh kewibawaan dengan wajah khasnya yang arogan, dan sombong, tapi dengan wajah seperti itu malah membuat semua wanita semakin penasaran, dan tak sabaran untuk dipanggil, dan dekat-dekat dengan tuan muda tampan itu, walaupun semua perempuan yang datang sangat menggoda, tetap saja dia hanya memikirkan istri kecilnya yang menunggu di ruangannya .
setelah semuanya selesai, dia telah menentukan siapa yang pantas, tapi dia harus mempertimbangkan dengan matang setiap keputusan yang diambilnya, setelah semua selesai dia kembali keruangannya, dan menepati istrinya masih duduk dengan bekas piring yang kosong.
''gadis hitam puti sini'' katanya yang memanggil istrinya untuk duduk depan kursi kebesarannya
''mas, jangan panggil gadis hitam pitih'' katanya protes.
''iya karna cuma kamu yang berpakaian seperti ini, katanya mau diinterview , mau diinterview sama aku, atau sama yang lain'' kata suaminya memberikan tawaran.
''sama mas aja, tapi diruangan yang tadi biar hasilnya real'' pinta istri kecilnya.
''oke, tapi disana udah ditepati para kariawan lain yang melanjutkan aktivitasnya, apa kau tidak keberatan'' kata lelaki itu menjelaskan
''gak apa-apa, Mecca gak keberatan'' katanya dengan penuh percaya diri
''oyo ikut dengan ku'' kata arnav mengajak istri kecilnya
setelah tiba di ruangan yang agak sedikit terbuka itu, arnav langsung masuk, sedangkan semua kariawan yang juga berada disana segera berdiri.
'' kalian santai saja lanjutkan kerja kalian'' titahnya kepada semua kariawan.
''silahkan duduk nona hitam putih'' katanya menawarkan istrinya, agar duduk di kursi yang telah tersedia, seperti orang-orang yang interview tadi
semua kariawan melongo, dan ada juga yang menahan tawa mendengar panggilan itu.
__ADS_1
''baik mas'' kata gadis itu sambil duduk
''mas,,, panggil aku tuan muda'' titah lelaki itu dengan tegas.
''baik tuan muda'' katanya Mecca lagi
''perkenalkan nama anda'' katanya mengerjai istrinya
''mas ini aneh kok nanyain nama segala, bukan dia udah tau, atau ini prosedur untuk diterima kerja disini ya, sudahlah aku ikuti aja siapa tau aku bisa kerja disini '' gumamnya dalam hati''
''hei, kenapa kau melamun'' kata suaminya yang membuyarkan lamunan isteri kecilnya.
''nnnamaa saya Mecca putri Antonio'' menjawabnya dengan terbata
'' kenapa kau gugur, tunggu sebentar, rendi ambilkan minuman buat gadis ini'' katanya kepada cs disana.
''baik tuan muda'' segera Rendi mengambilkan air untuk Mecca, dan meletakan di atas meja didepan mecca, Rendi juga ikut menonton, dan sangat tegang dengan suasana disana, sebelum air itu diminum oleh istri kecilnya, dia terlebih dulu meminum air itu, untuk memastikan kalau air itu tidak panas dan aman untuk istrinya, dia tau kalau istrinya udah takut air panas akan jadi air dingin bila diminumnya,
''silahkan diminum'' katanya menawarkan minum itu kepada istrinya, semua kariawan sangat heran dengan sikap tuan muda Meraka.
setelah Mecca meminum air itu, arnav kembali melanjutkan interviewnya
'' bisa kita mulai lagi nona mecca'' katanya dengan tegas
''bisa tuan '' katanya singkat
''menikah'' jawabnya jujur
''oh, gadis kecil seperti anda sudah menikah'' kata suaminya sendiri berpura-pura heran.
''berapa umur anda sekarang'' katanya lagi
''delapan belas tahun tuan'' jawabnya
arnav berdecak menggelengkan kepalanya ''apakah suami anda sudah memberi anda ijin untuk melamar disini'' katanya dengan menahan senyum, melihat kebingungan pada istrinya.
''gak tau tuan'' jawabnya yang tidak memandang wajah suaminya itu
''hei, kenapa kau seperti ketakutan mendengarkan kata suami, apakah suamimu orang yang galak, dan menakutkan''kembali bertanya lagi
''iya, kadang-kadang marah, kadang-kadang baik, dia tidak menakutkan, hanya menakut-nakuti saja'' jawabnya polos, mendengar jawaban gadis kecil itu, dia langsung batuk-batuk
''huk huk huk''dia segera mengambil minum bekas istrinya tadi.
''kalau boleh tau, kapan suami mu tidak marah dan kapan dia marah??'' dia semakin penasaran
''dia marah kalau sudah terbangun, dan saat tidur dia tidak akan marah, dan wajahnya saat tidur seperti bayi tampan dan Tampa dosa'' jawabnya lagi.
__ADS_1
''maksudmu suami mu seorang yang banyak dosa, dan kalau sudah bangun dia berubah jadi singa'' katanya dengan wajah sangat menakuti istri kecilnya
''iiiiiya tuan'' katanya lagi dengan terbata-bata
''apa saja kebiasaan suami anda yang merepotkan anda'' pertanyaan yang aneh lagi dari tuan muda itu
''kalau dia tidur dia selalu menggulungkan rambut saya dengan jarinya, dan dia selalu bertindak Tampa setau saya'' jawabnya yang membuat kariawan disana tertawa kecil.
'' contohnya'' arnav kembali bertanya dengan penasaran
''kalau mau memeluk, mencium saya dan'' arnav segera menghentikan jawaban polos istrinya
'' stop gak usah diteruskan lagi''
''apakah anda menyayanginya?'' bertanya lagi dengan persoalan pribadi
''sayang'' jawabnya singkat
''mencintainya '' dia kembali bertanya
sedangkan semua kariawan terheran-heran dengan pertanyaan konyol tuan muda mereka, karena yang Meraka tau tuan muda sangat tegas, dan sangat marah kalau ada seseorang yang membawa urusan pribadi ketempat kerja.
''mas tuan, kok bertanya tentang suami saya, yang mau kerja disini saya,buka suami saya'' katanya tidak menjawab pertanyaan suaminya itu, padahal arnav sangat penasaran dengan jawaban istrinya.
''oke, aku akan berhenti menanyakan tentang suami malang anda itu, kalau begitu boleh saya tau dimana alamat anda tinggal sekarang''
''gak hafal tuan, saya baru disini hanya beberapa Minggu'' jawab gadis kecil itu
'' baiklah, anda melamar disini mau kerjaan sebagai apa??'' tanya arnav memberi pilihan
''terserah tuan aja, yang penting saya bisa kerja'' jawabnya juga tegas
''oke, anda saya terima kerja untuk saya pribadi, pekerjaan yang gampang, menyiapkan sarapan saya , menyiapkan pakaian saya, dan semua keperluan pribadi saya, satu lagi yang penting yaitu, menyiapkan mental anda untuk jadi selimut saya dimalam hari, seperti istri yang baik untuk suaminya'' kata arnav.
mendengar itu, semua kariawan langsung terdiam, tak satu orangpun yang mengeluarkan suara, ada juga yang membelalakkan matanya Sakin kaget mendengar permintaan tuan muda mereka, dan ada yang bingung, ada juga yang membuka mulutnya sambil membeku, macam-macam reaksi yang Meraka perlihatkan
'' gimana gadis hitam putih, apakah Anada tidak keberatan'' katanya sambil berdiri meninggalkan ruangan itu
''mas'' dia juga ikut berdiri mengikuti langkah suaminya, sebelum dia meninggalkan ruangan itu, dia melihat semua kariawan yang berada disana langsung memberi hormat menundukkan kepala kepadanya.
setelah Mecca benar-benar sudah pergi,baru mereka mulai bicara lagi.
'' rupanya itu istri tuan muda, kok istrinya sangat polos dan masih kecil, Banaran itu istrinya, kapan mereka menikah'' berbagai macam yang keluar dari mulut meraka.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...