
Sedangkan Arnav langsung menghubungi Reyna untuk membuat janji makan siang, sekaligus jalan-jalan ketempat permainan anak-anak.
Dirumah Arnav.
Nyonya Gita menepati kedua cucunya sudah bersih dan wangi, mereka berdua ditinggalkan Mecca bersama Mella.
''Kesayangan oma,,,,semalam saja kita tidak bertemu oma tidak sanggup sayang'' kata nyonya Gita yang langsung mengendong Ara
''Ma,,, papa berangkat kekantor dulu ya'' kata tuan Andi setah mencium kedua cucunya.
''Iya pa,,,'' jawab nyonya Gita.
''Tteeet treeert treeert'' terdengar suara handphone milik tuan Andi.
''Halo,,,'' jawab tuan Andi
''Hik hik hik mas ini aku Tika, ada berita buruk. Mas Ridwan kecelakaan'' kata Tika adik dari tuan Andi .
''Tenangkan dirimu, aku akan segera ke sana, kamu di rumah sakit apa sekarang?'' tanya tuan Andi
''Rumah sakit xx mas'' jawab Rika dengan terisak.
''Baikalah aku akan berangkat ke Bandung sekarang''kata tuan Andi. Setelah sambungan itu terputus tuan Andi langsung memberi tau pada nyonya Gita dan meminta nyonya Gita untuk ikut dengannya.
''Ma sepertinya kita harus berangkat ke bandung sekarang, suami Tika mengalami kecelakaan'' kata tuan Andi.
''Baiklah pa'' jawab nyonya Gita singkat.
''Mella kamu tungguin Arav sama Ara dulu ya, sampai Mecca pulang. Mama akan menemani papa mu ke bendung sekarang'' kata nyonya Gita kepada Mella.
''Baiklah mah, aku akan menjaga mereka, mama gak usah khawatir'' jawab Mella.
''Mella kalau ada apa-apa tolong hubungi papa, tolong teliti menjaga kedua cucu papa ini'' pesan tuan Andi sebelum berangkat kebandung.
''Siap pa'' jawab Mella.
Setelah itu tuan Andi dan nyonya Gita langsung meninggalkan rumah milik Arnav.
Tidak terasa waktu sudah menjelang sore.
Mella bingung mau menitipkan kedua bayi ini kepada siapa, karena dia ada janji penting dengan teman-temannya.
''Sepertinya kakak ipar udah keluar dari kampus, lebih baik aku bawa aja kedua sikembar ke kampus
__ADS_1
untuk diberikan kepada mami mereka.
Biar aku bisa pergi dan Meraka juga aman dengan mami mereka.
''Sayang ayo kita mandi dulu, setelah itu aunty akan membawa kalian ke kampus menemui mami kalian, oke'' kata Mella kepada kedua bayi imut itu.
Sedangkan Arnav sudah berada di taman dengan Reyna, Mereka duduk di rumput tebal sambil memesan minuman.
''Aku heran sebanyak ini tempat kenapa kak Arnav membawa aku kesini, aku bosan di sini di kelilingi oleh anak-anak kecil, aku kurang suka sama anak kecil'' kata Reyna sambil memencet handphone-nya.
''Aku kepikiran aja untuk kesini, tapi kalau kamu bosan lebih baik kamu pulang duluan aja, aku masih ingin disini'' jawab Arnav.
''Baiklah aku akan tetap disini selagi bersama kak Arnav '' jawab Reyna lagi.
Sedangkan Mecca sudah keluar dari kampus, dia langsung bergegas keluar tanpa mempedulikan Milla sahabatnya, kerena dia dapat wa dari Mella kalau Mella dan sikembar sudah menunggu di luar kampus.
Sesampainya di luar kampus langsung Mecca menghampiri Mella dan sikembar.
''Maaf kak Mella, kakak sudah menunggu lama'' kata Mecca setelah berada di luar kampus.
''Tidak masalah kakak ipar, Oya aku langsung pergi ya, ingat jaga kedua bocah ini baik-baik '' titah Mella
''Tentu saja kak, sana pergi '' ulas Mecca lagi.
Ingat jangan bikin kakak kalian sampai menagih kasihan dia, ibunya jauh di kampung'' kata Mella kepada kedua keponakanya.
Setalah kepergian Mella, Mecca segara mendorong stroller menuju mobilnya, di sana juga sudah ada sopir yang siap membantu Mecca.
''Akak itu'' kata Arav menunjuk kearah taman, tempat bermain anak-anak yang dekat dengan kampusnya.
''Kamu mau ke sana, baiklah mami akan membawa kamu ke sana sekarang, kita akan jalan-jalan sampai puas, tapi ingat jangan nakal '' kata Mecca kepada anak laki-laki yang tampan itu.
''Pak tidak usah anterin kami, aku akan jalan aja ke sana, nanti bapak jemput aja kami ke taman jam lima sore'' titah Mecca kepada pak sopir.
''Baik nona'' kata pak sopir sambil membungkukkan badannya.
Setelah lama berjalan sampailah Meraka di taman bermain itu.
''Akak mau tuyun'' kata Arav minta turun dari strollernya.
''Jangan Arav, nanti kamu berlarian kemana-mana, mami jadi susah nantinya'' tolak Mecca.
Arav begitu rewel minta turun, terpaksa Mecca menuruti keinginan anaknya itu.
__ADS_1
Setelah turun Arav pertamanya sangat patuh, dengan langkah terbata-bata dia mengikuti maminya yang sedang mendorong stroller yang masih di naikin oleh Ara, lama kelamaan Arav mulai gelisah, dia tidak lagi mengikuti maminya, dia mulai berlarian ke tukang balon sambil memegang eskrim di tangganya.
Tepat di depannya ada Arnav yang sudah mau pulang, dia sedikit kecewa karena dia tidak menemukan sesuatu yang spesial di sana.
''Arav terus berlari dan tiba-tiba menabrak lelaki tampan yang memakai baju putih di depannya.
''Oh,,,,,,,,,stttt kau mengotori baju ku'' kata Arnav, tapi anak laki-laki itu hanya diam, sejenak memperhatikan Arnav.
Sekali lagi Arav ingin menyentuh Arnav, tapi tiba-tiba tangganya di hadang oleh Reyna.
''Oh kau ini, jangan dekat-dekat ya tangan mu kotor jauh sana'' kata Reyna.
Di balakanya juga ada Mecca yang ikut berlarian mengejar Arav sambil mendorong stroller.
''Arav berhenti nak'' kata Mecca
''Seeeeeeer darah Arnav langsung kembali berdesir deras melihat Mecca, dia tidak sanggup lagi memalingkan pandanganya dari Mecca.
Tanpa sengaja Mecca meminta tolong kepada Arnav.
''Mas tolong pegang Arav mas'' kata Mecca kepada Arnav, tapi Arnav tidak menghiraukan permintaan Mecca dia hanya mematung.
Lagi-lagi Arav berhasil lolos dari sana.
''Mas tolong jaga Ara dulu ya, Mecca akan mengejar arav'' kata Mecca kepada Arnav.
Mecca lupa kalau Arnav hilang ingatan.
Arnav hanya mematung memperhatikan Mecca.
Setelah meninggalkan pesan kepada Arnav, Mecca berlari meninggalkan stroller yang masih di duduki Ara.
Setelah kepergian Mecca baru Arnav bisa mencerna semuanya, dengan berlahan dia mendekati stroller itu.
''Anak ini'' kata Arnav, dia langsung jongkok, tiba-tiba dia menangis melihat Ara, dia tidak tau kenapa perasaanya berubah sedih, senang semuanya bercampur aduk.
''Papi'' kata Ara. Ini pertama kalinya Ara bicara mengeluarkan suaranya. Biasanya dia hanya bisa menangis dan tidak merespon pembicaraan siapapun.
Dengan gemetaran tangan Arnav memberanikan dirinya untuk membuka ikat pinggang yang terpasang pada Ara dan mengendong Ara setelah Ara di gendongannya Arnav langsung memeluk Ara dengan kuat sambil menangis.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......