
setelah sampai di rumah arnav segera masuki kamar begitu juga dengan Mecca.
''nav, kenapa kok kamu kelihatan sangat pucat?'' tanya mamanya yang melihat anaknya sebelum memasuki kamar.
'' arnav agak pusing sedikit ma'' kata arnav yang masih melanjutkan langkahnya, menuju kamar di ikuti istri kecilnya.
'' oh baiklah, mama akan membuatkan bubur untuk mu'' kata mama yang bergegas pergi meninggalkan kamar arnav
'' mas Mecca bantuin mama dulu ya '' kata Mecca juga melangkah pergi menyusul mertuanya
'' hei, dari pada kau ke dapur, lebih baik bersihkan diri mu dan ganti pakaian mu itu'' kata arnav menarik tangan istrinya masuk kamar.
''tok tok tok'' terdengar suara ketokan pintu dari laur, segera Mecca membuka pintu, rupanya yang datang adalah mertuanya membawa semangkok bubur untuk arnav.
''oh ada tuan putri, habis mandi ya? '' tanya mama sinis melihat Mecca yang sudah bersih dan berganti pakaian, Mecca hanya diam dan membiarkan mertuanya duduk di samping ranjang yang ditiduri arnav.
'' nav, sini sayang mama suapi'' kata mamanya sambil meniup bubur yang masih panas
'' gk usah ma, aku bisa sendiri'' kata arnav karena dia melihat istrinya merasa tidak nyaman dengan kehadiran mamanya yang selalu menyindir istrinya itu.
'' gk, mama akan mengurusmu, sampai kau benar-benar menemukan istri yang bisa kau handal kan untuk mengurus diri mu'' kata mamanya yang melirik gadis yang berambut panjang itu
'' ma,,, jangan ngomong gitu '' kata arnav yang merasa tidak enak
'' nav, kemaren mama ketemu dengan mantan mu, jadi lupa mama itu tu, dokter cantik yang sukses dan berkelas itu'' kata mamanya lagi
'' lupa ma'' kata arnav tidak mau membahas masalah itu didepan istri kecilnya.
'' iya kamu gk bakalan ingat, entah berapa orang mantanmu yang seperti itu, tapi mama heran kenapa kau berjodoh sama'' pembicaraannya terhenti
'' huk huk huk, udah ma, arnav sudah kenyang'' katanya agar mamanya berhenti bicara.
Mecca yang mendengar hanya diam sambil membereskan pakaiannya di lemari,
'' mah udah ya, arnav mau istirahat dulu'' kata arnav yang kembali berbaring
'' baiklah mama ada acara di luar, kau istirah ya'' kata mamanya yang berlalu meninggalkan kamar itu, setelah mamanya meninggalkan kamar, segera arnav melihat kearah gadis cantik yang membereskan pakaian kedalam lemari.
'' Mecca sini bentar '' kata arnav memangil istrinya sambil menepuk ranjang, supaya istrinya duduk disampingnya
'' ya mas'' segera Mecca duduk disamping suaminya
'' maaf ya, tadi mama bicara seperti itu'' katanya karena merasa tidak enak dengan pembicaraan mamanya itu.
__ADS_1
'' gk apa-apa kok mas, betul kata mama, harusnya mas bersama perempuan yang sederajat dengan mas, dan orang yang bisa mengurus mas'' kata istrinya dengan wajah yang ditekuk.
'' perempuan aneh, kenapa kau malah memikirkan orang lain untuk mengurus ku, aku mau kau yang mengurus ku, bukan orang lain, bukankah waktu dikampung kau yang mengurus sarapan dan pakaian ku, jadi lanjutkan aja'' kata arnav lagi yang memandang wajah cantik istri kecilnya
'' bukan Mecca gak mau melanjutkan tugas seperti dikampung, tapi Mecca takut sama mama dan adik mas, Mecca juga gak terbiasa dengan peralatan disini'' katanya lagi
''kau mau gak, setelah dapat kampus yang cocok kita tinggal di apartemen aja berdua, biar kau bebas untuk menata rumah mu sendiri, tapi kau harus janji, kau harus bisa jadi istri yang baik dan melayaniku seperti suami istri yang sesungguhnya '' kata arnav menjelaskan kepada istrinya
''maksud mas mencuci pakaian, bersih-bersih dan masak, itu Mecca udah biasa, gak usah pakai janji, Mecca yakin Mecca bisa
'' apakah kau kira tugas istri cuma itu aja, kau juga harus melayaniku sebagai seorang laki yang normal, kau ngerti gk ? kata arnav tersenyum geli bicara seperti ini kepada gadis yang dianggapnya anak-anak.
''mas mesum ''kata gadis itu lagi dengan wajahnya memerah
'' hei, kau kira bicara seperti itu mesum, gimana kalau dilakukan '' kata arnav lagi melihat wajah memerah itu
''mas kan udah sering sama mbak enjelin, kenapa masih mau melakukan dengan orang lain, itu namanya gak setia'' kata Mecca memonyongkan bibirnya
'' apakah kau menyangka selama kita menikah aku melakukan dengan enjelin, asal kau tau aku gk pernah menyentuhnya, karna aku setia, dan sadar kalau aku sudah beristri, istriku aja yang tidak peka Dangan kebutuhan suaminya'' kata arnav yang menyindir istri kecilnya
'' bohong, Mecca sering dengar waktu mas nelpon sebelum tidur, mbak enjelin sering ngajak mas gituan '' kata Mecca lagi
'' dasar kau ini, diam-diam rupanya kau menguping ya, asal kau tau, setiap mau melakukanya, aku selalu mengingat wajah istri kecilku, ya jadi aku mundur, dan tidak jadi berhubungan dengannya '' kata suaminya menjelaskan
'' mas memang kalau orang luar negri itu biasa melakukan hal seperti itu ya'' tanya Mecca menyidik
'' memang kalau orang dewasa membutuhkan itu ya mas, Mecca gk mau melakukanya kalau hanya sekedar kebutuhan '' kata gadis itu lagi,
''mecca berharap suatu saat nanti ada seseorang yang tulus mencintai, dan menerima Mecca apa adanya, baru macca mau melakukanya
''itu aku lelakimu, yang mampu merasakan setiap sakit yang kau rasakan,yang akan melindungi mu, menghapus setiap butiran air mata mu'' kata arnav dalam hati
''mas kok diam'' yang heran melihat suaminya itu terdiam
'' menurut ku kau berhenti mencari lelaki itu, karena kejadian semalam membuat aku tidak akan melepaskan mu, dan membiarkan mu mencari lelaki lain'' menerangkan kalau dia telah melakukanya
'' memang apa yang terjadi mas'' kata gadis itu kaget
''kita telah melakukanya, kau sudah kehilangan keperawanan mu''
'' gk ,mas bohong, Mecca tidak mengingat apa-apa'' kata gadis itu dengan mata yang berkaca-kaca
'' hei dengarkan aku, aku juga tidak mengingat apa-apa, itu semua tak sengaja'' mendengar tak sengaja langsung seluruh badan gadis itu lemas
__ADS_1
'' tega sekali mas bilang tak sengaja, mas bisa mencari perempuan lagi setelah bercerai, tapi gimana dengan ku mas, cuma itu yang bisa aku persembahkan kepada lelaki yang tulus mencintai ku'' kata gadis itu lagi
'' hei siapa bilang aku akan mencari perempuan lain lagi, aku akan bertanggung jawab apapun yang terjadi dengan mu, aku tidak akan meninggalkan mu '' kata arnav lagi dengan bersungguh-sungguh
''malang sekali jadi mecca ya mas, kemaren mas melindungi Mecca karena kasihan, sekarang mas mau mempertahankan pernikahan ini karena tak sengaja, sampai kapan mas'' kata gadis itu memegang punggung telapak tangan arnav dengan berderai air mata
'' Mecca kalaupun aku sengaja aku akan senang melakukanya, karna aku'' langsung gadis itu meninggalkan arnav di kamar sendirian, dia berlarian keluar kamar itu, ingin rasanya dia pergi, tapi dia tidak tau mau kemana.
'' Mecca tunggu dengarkan aku, aku belum selesai bicara'' kata arnav yang berharap kalau istrinya berhenti.
sedangkan di balik pintu gadis itu sangat hancur, mengetahui kalau suaminya tidak sengaja, bukan karena cinta mengambil mahkota yang berharga baginya itu.
'' hei gadis kampung, kenapa kau menangis disini, apakah kau mau semua orang mengetahui masalah rumah tangga kalian'' tanya Mella yang melihat Mecca bersandar di belakang pintu sambil sesenggukan, kebetulan dia melewati kamar arnav mau berangkat ke kampus
'' kak ''Mecca langsung memeluk Mella, dia merasa hanya Mella yang tulus kepadanya di rumah ini, walau mulut Mella selalu berkata sembarangan, tapi hatinya baik
'' ayo masuk kamar ku sana, biar kak Melisa dan mama tidak melihatmu seperti ini, kalau mama melihat, pasti mama akan menanyakan banyak pertanyaan kepada mu'' kata Mella sambil membalas pelukan gadis kecil itu
'' baik kak'' katanya yang melangkah mengikuti Mella, arnav yang melihat istrinya dibawa Mela, hatinya juga merasa hancur karena menurutnya istrinya tidak rela kalau dia yang mengambil kesucian istrinya sendiri.
'' Mecca sepertinya kau tidak rela aku yang mengambil kesucian mu, kenapa? atau kau berharap melakukanya dengan aldo'' kata arnav yang juga tersiksa dengan pikirannya sendiri,
kini hari sudah menjelang malam, arnav masih berharap kalau istrinya itu keluar dari kamar mella, dia sangat mencemaskan istrinya, karena gadis itu dari pagi belum makan apa-apa sama sekali
'' apa aku sendiri yang harus menghampirinya ke sana'' gumam arnav dalam hati
Tampa berfikir panjang arnav segera ke dapur, dan menyuruh mbok Yem mengantarkan makanan untuk Mecca.
'' mbok tolong anterin istriku makan malam, dia berada di kamar Mella'' kata arnav
'' baik tuan muda'' segera mbok Yem menyiapkan makan untuk mecca, dan membawa ke kamar Mella juga di ikuti arnav dari belakang, dia tidak mau mengantarkan sendiri, karena dia tau kalau istrinya tidak akan membukakan pintu kalau dia yang datang.
''tok tok tok nona ini mbok, bolehkah mbok masuk'' tanya mbok Yem sambil mengetuk pintu
Mecca yang mendengar kalau yang datang adalah mbok yem, dia langsung membukakan pintu
'' nona ayo makan dulu'' kata mbok Yem sambil meletakan nampan yang berisi nasi lauk dan segelas air putih.
'' letakan aja mbok, nanti Mecca makan '' katanya yang kembali duduk memangku lututnya, sedangkan arnav yang mengintip dibalik pintu begitu geram melihat istrinya, karena tidak menyentuh makan itu sama sekali, dia mencari cara agar istrinya makan nasi yang sudah dibawa mbok yem, arnav yang masih melihat istrinya termenung langsung masuk dengan mendorong pintu secara kasar.
'' hei kenapa kau menyiksa dirimu, kau tidak saja menyiksa dirimu sendiri, kau juga menyiksa calon anak yang mungkin sekarang sudah tumbuh dalam perutmu, kerena saat kita berhubungan kau dalam masa subur, jangan-jangan ini adalah terakhir kau datang bulan'' kata arnav dengan penuh penekanan.
*bersambung*
__ADS_1
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...