Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Pertengkaran


__ADS_3

Tidak terasa kedua suami istri ini tertidur sampai sore.


Akibat pelukan Arnav membuat Mecca terbangun karena Marasa sesak.


Dia segera melawan kantuknya dan segera menebaskan tubuhnya dari pelukan suaminya itu.


''Ngapain sih peluk²'' kata Mecca sambil duduk, dia melihat wajah tampan itu tanpa berkedip


''wajah mu semakin tampan aja mas. Sedangkan aku semakin jelek. Selama ini aku tidak memikirkan diriku sendiri, aku terlalu sibuk dengan kuliah dan anak-anak kita'' gumam Mecca.


''Treeet treeert treeert'' terdengar suara handphone milik Arnav yang terletak di atas meja.


Segera Mecca mengambil handphone tersebut dan melihat foto yang menelfon suaminya, ternya itu Reyna.


''Perempuan ini lagi'' kata Mecca sambil mengambil hanphon dan meletakkannya di dalam lemari agar Arnav tidak mendengar getaran handphonenya.


Setelah itu langsung Mecca menuju kamar mandi,


dikiranya Arnav benaran tidur dan tidak mengetahui tingkahnya yang menyembunyikan hanphon didalam lemari.


Setelah Mecca masuk kamar mandi. Arnav langsung duduk melihat handphonenya yang di simpan Mecca di dalam lemari pakaian.


Dia segera membuka layar handphonenya dan melihat tiga panggilan tidak terjawab dari Reyna.


Arnav kembali meletakan hanphon itu kembali kedalam lemari tempat Mecca menyimpannya tadi.


''Dia cemburu'' gumam Arnav


Mendengar Mecca mau keluar dari kamar mandi Arnav kembali keatas ranjang dan berpura-pura tidur lagi.


Mecca kembali mendekati Arnav untuk mengambil ikat rambutnya di bawah bantal. Segera Arnav memeluk Mecca sehingga perempuan itu terbaring di atas kasur, saat istri kecilnya sudah dalam posisi berbaring segera Arnav mendidih tubuh Mecca dari atas.


''Hei kemana kau menyimpan hanphon ku?'' tanya Arnav


''Gak tau'' jawab Mecca dengan ketus.


''Apakah istriku ini lagi cemburu?'' tanya Arnav lagi membelai wajah Mecca yang mulai memerah.


''Mas lepaskan'' kata Mecca dengan suara meninggi.


''Sayang aku ingin mencicipi bibir seksi mu lagi, semalam aku masih belum puas'' kata Arnav yang ingin menempelkan bibirnya dengan bibir Mecca.


Saat bibir itu hampir menyatu mereka dikagetkan dengan kedatangan Arav dari luar.


''Akak,,,'' terdengar suara anak kecil itu dari pintu berlari menuju mereka berdua.


Segera Arnav melepaskan Mecca seperti orang yang salah tingkah.

__ADS_1


''Hai kenapa kamu udah pulang aja,,,'' keceplosan Arnav salah bicara seperti itu kepada anak laki-lakinya itu.


''Mas kok ngomongnya kayak gitu'' jawab Mecca dengan wajah yang semakin kesal.


''Eh maksudku bukan seperti itu'' kata Arnav lagi.


Sedangkan Mecca bergegas untuk menghampiri anak laki-lakinya itu.


''Arav kamu dari mana aja,,, mami ingin ikut juga tau mami bosan di rumah sendiri'' kata Mecca pura-pura tidak terjadi sesuatu.


''Akak ni'' kata Arnav sembari membagikan bungkusan berisikan makanan pada Mecca.


''Makasih sayang'' kata Mecca sambil mencium rambut anak laki-lakinya itu.


Tidak terasa hari sudah malam. Setelah makan malam Mecca langsung masuk kedalam kamar untuk menidurkan anak-anaknya dan dia juga ikut berbaring di samping Arav.


''Arnav juga sudah mengambil posisi di samping Ara dengan mengusap-usap rambut Ara agar Ara bisa tidur secepatnya.


Mecca masih diam seribu bahasa pada suaminya, karena dia masih menunggu ucapan maaf dari Arnav tentang ucapan Arnav kemaren yang menyinggungnya.


Arnav juga tidak mengerti keinginan istrinya itu, dia juga memilih diam dan memejamkan matanya.


''Kau masih saja mendiamkan aku, aku tidak paham dengan mu. Padahal aku sudah mencoba untuk berbaikan, apakah ciuman ku tadi tidak kau hiraukan, selama ini aku tidak pernah sesabar ini dan pada perempuan, hanya pada mu aku mau mengalah, tapi kau sangat egois dan tidak menghargai ku, jangan mentang-mentang kau istriku sehingga kau bisa berbuat seenaknya'' gumam Arnav.


sedangkan Mecca tidak benar-benar tertidur, dia hanya menatap langit-langit kamarnya dengan perasaan yang masih kesal.


Dulu kalau aku diam kayak gini mas pasti akan membujukku dengan segala macam cara, dan langsung minta maaf pada ku ?'' gumam Mecca.


Tidak terasa matahari kembali memperlihatkan sinar dengan cuaca yang masih agak dingin, Arnav segera bangun dengan perasaan yang puas karena baru kali ini dia benar-benar tidur dengan lelap tanpa kecemasan.


''Aku harus segera bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan, agar aku tidak terus terusan terjebak di rumah ini dengan perasaan yang kacau. Aku butuh sendiri sebelum emosiku tidak meningkat karena kediaman Mecca '' gumam Arnav.


Setelah itu Arnav segera membersihkan tubuhnya dan berpakaian dengan rapi, lengkap dengan jas dan dasi. Dia tampil dengan sempurna dan wangi.


Mendengar banyak suara dalam kamarnya, Mecca segera terbangun dan menatap lekat wajah tampan di hadapannya.


''Hei apakah kamu akan menatapku seperti itu terus'' kata Arnav yang mencoba membuka suara terlebih dahulu.


Mecca hanya memasang wajah dingin dan tidak menjawab sama sekali, dia segera menyingkirkan selimutnya dan menuju kamar mandi.


Arnav melihat kepergian istrinya dengan pandangan yang tajam, dia mulai kesal lagi kerena menurutnya kelakuan Mecca sangat kekanak-kanakan.


Setelah kepergian Mecca. Arnav segera mendekati anak-anaknya dan mencium wajah imut yang masih terlelap itu.


''Sayang papi kerja dulu ya'' kata Arnav membelai rambut ke dua anak-anaknya dan segera keruangan makan untuk sarapan.


Hanya ada dia dan Mella menikmati sarapan pagi ini. Dengan sigap pembantu rumah tangga menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.

__ADS_1


''Kak mana kakak ipar?'' tanya Mella


''Di atas memandikan anak-anak'' jawab Arnav singkat.


''Oooooh'' jawab Mella


''Mel mulai hari ini aku akan ikut mengelola perusahaan, jadi aku harus segera berangkat ke kantor sekarang.


Nanti kalau Mecca bertanya, bilang aja aku udah berangkat duluan'' titah Arnav.


''Kak Mella. Pagi ini Mecca nitip anak-anak lagi ya kak, karena Mecca ada kuis pagi ini'' kata Mecca yang tiba-tiba mengendong anak-anak di belakang Arnav.


''Oke,,, lagian sebentar lagi mama akan datang, setelah itu aku juga akan ke kampus'' jawab Mella.


''Hei manis,,, apakah harus papi terus yang duluan menegur mu, padahal papi udah menegur duluan tadi pagi, tapi kamu tetap keras kepala mempertahankan ego mu'' kata Arnav berbicara pada Ara, tapi pandangan menatap kearah Mecca.


''Mecca akan minta bibi untuk membuatkan bubur buat anak-anak, setelah itu Mecca langsung berangkat ya kak'' kata Mecca pada Mella. Dia tetap tidak mempedulikan ucapan Arnav.


''Mella hanya mengangguk. Dia merasakan ada perseteruan antara suami istri itu, segera Mella mengambil alih kedua keponakanya.


Setelah Mella mengambil Anak-anaknya. Mecca segera melangkah menuju dapur tanpa menghiraukan Arnav yang mulai terpancing emosi.


''Stop!! Mecca apakah kau tidak bisa menghargai aku, apakah seperti itu cara mu pada suami mu'' kata Arnav yang emosi karena selalu merasa di abaikan.


Mecca terus berjalan menuju dapur. Sedangkan Mella yang melihat kakaknya udah mulai panas segera membawa Ara dan Arav menuju ruang atas.


Arnav segera mengikuti Mecca ke dapur dan menarik tangan Mecca dengan kasar agar menjawab ucapannya.


''Kau ini benar-benar keterlaluan, dari semalam sampai sekarang aku terus yang bersabar, tapi kelakuan mu semakin menjadi-jadi'' kata Arnav dengan suara menekan


''Lepas!'' kata Mecca dengan mata berkaca-kaca karena Arnav sangat kasar.


Sudah lama rasa Mecca tidak mendapat perlakuan seperti ini dari Arnav, tepatnya semenjak dia menyadari cintanya pada Mecca, setelah itu Arnav selalu memperlakukan Mecca dengan lembut dan sabar apalagi saat Arnav mengetahui kalau Mecca sedang hamil anaknya.


''kau pikir karena aku mencintai mu kau bisa berbuat seenaknya, kau salah! banyak perempuan yang lebih cantik dan baik sedang menunggu ku di luar sana, kalau kau masih seperti ini maka kau akan menyesalinya'' kata Arnav menunjuk Mecca dengan emosi.


Segera dia melepas tangan Mecca dengan kasar sambil mengambil tas kantornya dan pergi meninggalkan Mecca.


sesampainya dalam mobil Arnav memukul kemudinya dengan emosi


''Oh aku kira setelah aku mengetahui tentang siapa diriku, aku akan lebih bahagia, tapi kenapa jadi seperti ini. Kenapa baru memulai rumah tangga sudah di bumbui dengan pertengkaran'' gumam Arnav.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2