Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
kau adalah wanita itu


__ADS_3

Rasanya Mecca ingin segera lari dari tempat itu, karena dia tau kalau Arnav akan menanyakan segudang pertanyaan padanya yang pasti akan memojokkannya.


''Syukurlah luka mas udah di obati oleh wanita itu, mas aku balik dulu ya,,, kasihan Ara sama Arav dia pasti kecapean'' kata Mecca mengalihkan perkataan sambil mencari alasan untuk pergi secepat mungkin.


''Tunggu! aku tau kau mengetahui sesuatu tentang ucapan Mayang tadi'' kata Arnav.


''Mas sebaiknya besok kita bahas tentang ini '' ulas Mecca


''Tidak! asalkan kau tau semejak hilang ingatan aku selalu berusaha mengingat sesuatu yang telah aku lupakan.


Semua ucapan Mayang tadi sepertinya mengarah kepada mu. Dia juga mengatakan kalau Arav begitu mirip dengan ku, bahkan dia juga mengenal mu.


Ini bukan suatu kebetulan lagi'' kata Arnav yang tidak ingin melewatkan semuanya dengan sia-sia.


''Papi,,,,'' kata Arav melihat lelaki tampan itu dengan raut wajah memerah.


Mendengar perkataan Arav, Arnav langsung mengendong Arav agar Mecca tidak bisa pergi dari sana.


''Mecca katakan sesuatu'' kata Arnav setelah lelaki itu mengendong salah satu anak kembarnya.


''Mas Mecca tidak bisa bicara disini, apalagi di depan anak kecil'' jawab Mecca.


''Tapi aku tidak bisa menunggu besok, sebaiknya kita anterin Arav sama Ara pulang kerumah mu dulu. lagian hari belum terlalu malam, jadi kamu bisa menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi dan apa hubungan kamu dengan masalalu ku'' pinta arnav.


''Sebaiknya aku menghindar aja sekarang, bukankah dua hari lagi hari ulang tahun mas Arnav, jadi aku akan memberikan kejutan dan mengatakan semuanya pada mas Arnav, sesuai janji ku tanpa mengingat semuanya asalkan mas Arnav menyayangi kedua si kembar. Akan ku beritahu kalau Arav dan Ara adalah anaknya dan aku adalah istrinya'' gumam Mecca


''Gak bisa mas,,, Aku ada keperluan lain'' jawab Mecca sambil merebut Arav dari pelukan Arnav, saat Arav bisa di rebutnya langsung Mecca bergegas meninglkan tempat itu, tapi Arnav merasa tidak puas dan memberanikan diri untuk menahan Mecca dengan menarik kembali lengan Mecca.


''Tunggu! jangan coba untuk bermain-main dengan ku.


Kau sepertinya belum tau seberapa nekat diriku kalau keinginan ku tidak tercapai, aku yakin kau adalah wanita itu '' kata Arnav berbisik ditelinga Mecca.


Tiba tiba ada seorang lelaki yang menghajar Arnav, kerena dari tadi lelaki itu dari belakang diam-diam memperhatikan Arnav yang sedang memaksa Mecca.

__ADS_1


Dia adalah Rian sepupu Enjelin.


''Plak, plak, plak, berani-beraninya kamu memaksa perempuan'' kata Rian yang tiba menyerang Tampa melihat wajah lelaki yang di pemukulnya itu.


Arnav juga tidak tinggal diam dia juga ingin melayangkan pukulan pada Rian.


''Mas Rian jangan mas! Mecca mohon di sini ada anak-anak, lagian mas Arnav berhak melakukan apa saja terhadap Mecca'' kata Mecca


Mendengar itu Arnav tercengang dan pukulan yang mau di layangkannya kepada Rian terhenti Saat mendengar perkataan Mecca kalau dia orang yang berhak atas Mecca.


''Arnav kau,,,, kau masih hidup'' kata Rian yang tidak percaya akan sesosok lelaki di hadapannya itu.


Sedangkan Mecca mengunakan kesempatan itu untuk pergi secepatnya dari sana, setelah lolos dari dua orang lelaki itu, dia segera menaiki mobil yang telah dari tadi menunggunya.


''Mecca tunggu! aku mohon jelaskan apa maksud perkataan mu tadi'' kata Arnav berteriak sambil mengejar mobil yang di kendarai pak Ujang.


''Hik hik hik papi kak papi,,,,'' kata Ara dia belum puas untuk bermain dengan Arnav, dia masih ingin merasakan pelukan hangat papinya itu.


''Sayang kamu harus sabar ya nak. Papi akan kembali berkumpul dengan kita, tapi kamu harus sedikit bersabar ya,,,, setelah ini kamu akan bermain sepuasnya dan akan tidur sepuasnya dengan papi mu'' kata Mecca menenangkan Ara.


Aku tidak tega melihat nona kecil dan tuan kecil begitu bersedih. Udah sekian lama berpisah dan baru bertemu kembali dengan papinya mereka harus terpisah lagi.


Kenapa nona Mecca tidak mengatakan kepada tuan muda kalau dia adalah istrinya, dan sikembar anak mereka agar nona kecil tidak sesedih ini'' gumam pak Ujang.


Setelah puas mengejar mobil yang di kendarai pak Ujang.


Arnav kembali teringat dengan lelaki yang memukulnya tadi.


''Ya lelaki itu, aku bisa menanyakan sesuatu kepadanya, bukankah dia mengenal ku dan Mecca'' gumam Arnav sambil kembali berlari ke tempat tadi, sebelum sampai di tempat itu dia melihat Rian yang ingin menaiki mobilnya.


''Hei tunggu urusan kita belum tuntas ''kata Arnav yang menghentikan langkah Rian.


''Ada apa lagi Arnav Sanjaya. Asal lho tau dengan kehadiran lho kembali saat ini.

__ADS_1


lho udah sukses merusak rencana, cita-cita dan cinta gua, lho harusnya tidak usah kembali kerena gue udah terlanjur berharap dan memimpikan masa depan dengan Mecca '' kata Rian dengan emosi.


''Jadi lho menginginkan perempuan itu, apa hubungannya dengan gue'' ''kata Arnav seperti memancing sesuatu dari Rian.


''Apa.... Tidak ada hubungannya dengan lho?'' tanya Rian heran.


''Sebenarnya apa yang terjadi, sehingga Arnav tidak merasa marah mendengarkan kalau istrinya di taksir oleh lelaki lain, bukankah mereka masih berstatus suami istri atau mungkin Arnav udah menceraikan Mecca '' gumam Rian


''Hei kenapa lho diam, sebenarnya lho ini siapa?'' tanya Arnav


''Arnav jangan pura-pura bodoh!!! Bagai mana mungkin lho lupa pada sahabat yang telah lho khianati ini. lho telah merebut kakasih gue dan mempermainkan kakak sepupu gue Enjelin'' kata Rian.


''Oh... ternyata lho adiknya perempuan itu, kalau masalah kekasih lho gue ambil, mungkin saja itu karena gue memang tampan dan banyak di kagumi oleh para wanita'' kata Arnav tersenyum licik.


Sedangkan Rian tidak menghiraukan lagi ucapan Arnav, dia segera memasuki mobilnya dan meninggalkan Arnav di sana sendirian.


Setelah kepergian Rian.


Arnav segera menuju mobilnya untuk pulang kerumahnya.


Di atas mobil Arnav begitu kesal karena tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari Mecca maupun dari Rian.


''Ternyata aku telah menikah dengan anak SMA, tapi siapa wanita itu, atau benar dugaan ku kalau wanita itu adalah Mecca dan anak kembar itu anak-anak ku. Rasanya anak-anak itu begitu dekat dengan ku, aku juga begitu menyayanginya '' gumam Arnav sambil mengendara.


''Bisa-bisanya Papa, mama, dan Mella menyembunyikan hal besar seperti ini dari ku, apakah telah terjadi sesuatu dengan pernikahanku sehingga mereka tidak memberitahu ku, aku tidak terima kalau benar aku telah menikah dan mereka berusaha menutupinya.


Mungkin keluargaku mempunyai alasan kenapa mereka nutupi semua ini dari ku ,atau mungkin juga Mama, papa, dan Mella tidak ingin aku sedih karena ternyata pernikahan ku telah berakhir dan tidak ingin membebani pikiran ku.


Sebaiknya aku tetap berpura-pura tidak tau di depan keluarga ku. Sebelum aku menanyakan hal tersebut, aku akan berusaha mencarinya taunya sendiri terlebih dahulu, setelah itu aku tinggal memastikannya sama mama, papa, dan Mella .


Dengan begitu mereka juga tidak akan bisa menghindar lagi ''gumam Arnav lagi.


*bersambung*

__ADS_1


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2