
Mecca tetap saja berjalan Tampa menghiraukan suara bariton yang memanggilnya.
sedangkan arnav segera mencari pakaiannya, dengan cepat dia memasang kancing kemejanya sambil berlari menyusul istrinya.
Mecca terus berjalan seperti orang linglung antara percaya, dan tidak percaya menyaksikan kejadian itu, dia kehabisan kata-kata dan dia juga tidak bisa mengeluarkan air matanya, sehingga membuat dia semakin sesak, bisanya dengan menangis dia bisa meluapkan emosinya.
''ini tidak mungkin, mas pasti tidak akan melakukan semua itu, dia telah berjanji untuk jadi suami yang baik'' gumamnya dalam hati, dia ingin membohongi dirinya sendiri. sedangkan hatinya tidak bisa dibohongi, di dalam sana ada luka, luka lama yang sering ditorehkan arnav sekarang kembali berdarah lagi.
sedangkan arnav terus mencari kemana lari istri kecilnya itu.
'' sayang kau salah paham'' gumamnya dalam hati.
Mecca mempercepat jalanya, di pinggir jalan dia melihat ada tangga, dan dia segera menaiki anak tangga itu, rupanya di atas adalah jembatan penyebrangan, dia naik dan duduk dipinggir jembatan tersebut.
''apa yang salah sebenarnya dalam hidupku, memang aku banyak pinta selama ini, bukankah aku selalu mematuhi semua orang Tampa mempedulikan segala beban dalam hati ku, tuhan dimana letak salahnya, baru saja aku bahagia merasa kalau aku telah mendapatkan cinta suami yang aku sayangi, kenapa tuhan, engkau tidak mencegah langkah kakiku saat aku menyaksikan kejadian itu, agar aku tidak tau tentang semua ini, agar aku merasakan kalau semuanya baik-baik saja, bagaimanapun aku berbohong, tetap saja telingaku dan mataku membayangkan perselingkuhan mas arnav, mas ingin rasanya aku menangis, kerena kau mengulangi menorehkan luka kepada ku, dan tertawa menertawakan diriku sendiri dengan kebodohan ku, betul kata mu, aku perempuan bodoh'' dia terus bersiteru dengan dirinya sendiri.
sedangkan arnav melihat dari kejauhan kalau istri kecilnya duduk dipinggir jembatan dengan pandangan kosong, betapa takut dan kagetnya lelaki itu, segera dia menepikan mobilnya dan berlarian menemui istri kecilnya itu.
setelah sampai di dekat istrinya, dia segera memeluk istrinya itu dengan erat, Mecca yang berada dalam pelukan suaminya merasa tersiksa, tidak seperti biasanya, biasanya itu pelukan ternyaman baginya setelah pelukan ibunya, Mecca hanya diam tidak membalas pelukan itu sama sekali,
''sayang, kau menakuti ku, bicaralah tanyakan apa yang mau kau tanyakan'' tetep saja Mecca tidak merespon
''sayang lihat aku '' titah arnav kepada istrinya, Mecca melihat lelaki itu lekat dengan pandangan kesakitan dan dingin.
''saat pandangan mereka bertemu, arnav merasakan perih dihatinya, dia tau kalau istri kecilnya itu sangat terluka dengan kejadian itu.
''sayang tanyakanlah apa saja yang mau kau tanyakan, aku akan menjelaskan semua kejadian itu agar kau tidak salah paham lagi kepadaku.
tetapi gadis cantik itu masih saja membeku.
arnav yang melihat tak ada reaksi dari istrinya, segera dia mengendong gadis itu kedalam mobil.
__ADS_1
dalam mobil tetap saja gadis itu diam dengan pandangan kosong, arnav yang melihat istrinya, dia sangat hilang akal, lebih baik dia dihujam oleh senjata tajam, dari pada di diamkan seperti itu.
dia mengambil handphone dan menekan tombol hijau menghubungi orang suruhannya.
'' halo, cari secepatnya perempuan murahan itu, kalian harus mendapatkannya hari ini juga hidup atau mati'' kata arnav lewat telepon kepada orang suruhannya,
sesampainya di rumah, gadis turun sendiri dengan langkah gontai, sambil kembali membayangi kejadian tadi.
arnav segara mengikutinya dari belakang, tidak putusnya melihat istrinya yang biasanya banyak bicara, kini hanya diam Tampa reaksi apapun dengan pandangan kosong.
gadis itu terus masuk kamar, dan duduk dipinggir ranjang dengan memeluk lututnya, sepertinya dia merasakan terhempas sekeras-kerasnya Karana baru saja dia merasakan terbang tinggi, memulai rumah tangga dengan suami yang dia cintai.
''sayang katakan sesuatu, kau mau menghukum ku, kau tidak adil menghukum orang yang tidak bersalah.
baiklah karena kau tidak mau bertanya aku yang akan menjelaskannya, tadi pagi dia tiba-tiba datang keruangan ku, dia datang tidak beda jauh darimu, aku juga tidak tau apa tujuanya bertingkah seperti itu, dia tiba-tiba menyentuhku sampai-sampai dia berani menjatuhkan badannya keatas ranjang dengan memeluk ku, aku tidak sengaja menindihnya, sayang percayalah, aku tidak mungkin meniduri wanita seperti itu. dibandingkan denganmu dia tidak ada apa-apanya'' meyakinkan istrinya itu sambil memegang tangan istrinya.
Mecca masih membeku, pikirannya melayang kupingnya sama sekali tidak fokus dengan penjelasan suaminya, karena dia selalu terngiang kata perempuan itu saat adegan itu berlangsung, dia mengatakan.
tuan arnav, cobalah nikmati aku sampai kau puas, bukankah kau bilang kalau kau tidak puas dengan bocah itu'' seolah-olah arnav sendiri yang mengatakan kapada wanita itu, padahal wanita itu menguping pembicaraan antara arnav, dan Mecca sore itu sebelum pulang.
''treeet treeet treeer''terdengar suara hp milik arnav bergetar, ada panggilan dari papanya.
'' halo pa''
''nav kenapa kau mengundur rapatnya, ini penting nav'' kata tuan Andi sedikit meninggikan suaranya
''ada kejadian yang tidak terduga pa'' kata arnav
''kejadian apa nav??'' kata papanya yang tadinya emosi, sekarang berubah jadi penasaran.
''sekretaris sial itu mengetahui kalau aku nginap di kantor, dia datang pagi-pagi menggoda ku, dengan menarik ku keatas ranjang, tidak sengaja aku menindihnya dengan kondisi aku yang masih mengenakan handuk. sialnya lagi kejadian itu berlangsung ketika Mecca baru saja memasuki ruanganku, jadi sekarang dia beranggapan kalau aku telah tidur dengan perempuan murahan itu dari semalam.
__ADS_1
sekarang Mecca seperti orang linglung pa, dia sama sekali tidak bicara, dia hanya diam dengan pandangan kosong'' kata arnav yang menjelaskan semua kejadian itu kepada papanya.
''apa! berani sakali perempuan murahan itu, sekarang kau urus Mecca Dangan terus membujuknya, dan kau suruh orang untuk mencari perempuan murahan itu.
''baik pa'' jawab arnav singkat.
''kalau begitu, biar papa aja yang mengurus urusan kantor, dan kau fokus dengan menantu papa'' titsh tuan Andi .
''makasih pa'' sambungan itu langsung terputus
arnav kembali mendekati istrinya itu
''sayang apakah kau lapar, atau haus???'' katanya agar istrinya mengucapkan sesuatu, tetap saja Mecca diam, sekarang kesabaran arnav sudah habis melihat diamnya Mecca.
''kau!! apa mau mu, apa kau kira aku suka melihatmu seperti ini, jangan kau salahkan aku jika kesabaran ku habis menghadapi mu'' segera lelaki itu membawa Mecca kedalam kemar mandi, menguyur tubuh istrinya di bawah shower, dia berharap dengan begitu istri kecilnya mau bicara atau menangis, tetap saja dia masih membeku, tambah geram dia melihat istrinya yang masih diam, segera dia mengendong tubuh yang sudah lama di bawah shower itu kembali ke kamar.
di kamar dia segera membuka pakaian itu satu persatu, setelah pakaian istrinya terlepas dia segera mengendong gadis cantik itu keatas ranjang.
''sayang maafkan aku, aku akan memaksamu bicara dengan cara ini'' gumamnya dalam hati
setelah dia menidurkan Mecca, dia segera membuka pakainya sendiri untuk menggauli istrinya itu,
''sayang apakah kau tau? semejak menikah dengan mu hanya kau wanita yang ingin aku sentuh, hanya kau yang berhak setiap tubuhku ini, sayang kau masih diam atau bicara itu terserah kepadamu'' ucapan arnav di balik telinga istrinya, dia mencium bibir yang masih beku itu dengan lembut, walaupun dia merasa tidak ada reaksi, tetap saja arnav menerobos masuk, dan menikmati bibir manis istrinya.
''sayang ayo jangan gini'' katanya kembali lagi berbisik, arnav sekarang bermain di dua gundukan istrinya sambil menikmati delima yang terletak di puncaknya. tapi matanya tidak putus melihat dan memperhatikan reaksi gadis itu, masih seperti itu, arnav segera melakukan penyatuan itu dengan lembut, gimanapun emosinya sekarang, dia tidak mau melakukanya dengan kasar, dia segera mengayunkan pinggulnya agar istrinya itu merasakan rangsangan permainan mereka, tetapi dia sendiri yang menyemburkan lahar panas di rahim istri.
''sial dia tidak bereaksi sama sekali, malahan aku yang sudah menumpahkan cairanku, sebaiknya aku harus menyudahinya, ini sepertinya tidak berhasil, kasihan dia'' dia ingin menyudahi permainan itu, saat dia ingin menarik miliknya, dia merasa kalau istrinya bergetar pertanda kalau istrinya berada dipuncak, dan ingin mengeluarkan sesuatu, arnav tersenyum dan kembali lagi bekerja sampai istrinya mendesah karena puas, setelah istrinya melampiaskan semuanya, segera arnav menarik miliknya dari gua hangat itu.
''sayang kau sudah capek, bukankah barusan nikmat, tapi kenapa kau masih diam'' dia kembali berbicara sendiri kepada istri yang seperti boneka, diam dan tidak mau bicara sepatah katapun.
*bersambung*
__ADS_1
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......