Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Aku mami mu bukan kakak mu


__ADS_3

Tidak terasa setahun telah berlalu hubungan Reyna dengan Arnav semakin dekat, bahkan Reyna sudah leluasa keluar masuk ke apartemen Arnav.


''Kak Arnav ayo bangun, katanya kak Arnav mau tanda tangan kontrak baru lagi, tapi kenapa kakak masih tidur, aku sudah dandan secantik ini lho'' kata Reyna yang masih menepati Arnav tidur dengan posisi telungkup.


''Kamu ini kebiasaan Rey , pagi-pagi udah gangguin orang aja, aku gak jadi tanda tangan kontrak baru, aku mau kembali ke Indonesia aku mau menemui kedua orang tuaku dan saudariku, aku merindukan mereka'' jawab Arnav dengan menutup kembali kepalanya dengan bantal.


''Apa,,,,kakak mau pulang ke Indonesia,,,, kakak tega ninggalin aku sendirian di negara asing ini'' jawab Reyna yang terus menarik bantal dari kepala Arnav.


''Hei sekarang kamu harus cari pacar, agar kamu ada yang menemani kemana saja, dan juga jagain kamu'' kata Arnav sambil tarik menarik bantal dengan Reyna.


Mendengar ucapan Arnav, Reyna serasa hancur karena dia terus berjuang untuk mendapatkan hati Arnav, tapi lelaki itu belum mau membuka hatinya kepada wanita manapun sebelum dia mengingat kembali masa lalunya yang hilang.


''Kak sekarang aku tunggu kakak di luar ya, aku mau bicara serius dengan kakak, ayo bangun'' pinta Reyna sambil menarik Arnav ke kamar mandi.


''Oke aku akan segera menyusul mu, tapi sekarang keluar dulu aku mau buka pakaian ku, atau kamu mau bantui aku'' kata Arnav bercanda dengan Reyna.


''Kalau kak Arnav mengijinkan, aku mau,,,'' jawab Reyna lagi.


''Bodoh ayo keluar'' kata Arnav yang menyeret Reyna keluar dari dalam kamarnya.


Setelah lama menguyur badannya dengan air dingin, dia segera menyalurkan hasrat lelakinya di bawah guyuran shower.


Itu memang sering dilakukan Arnav setahun terakhir ini, dia memilih memuaskan dirinya sendiri dibawah air dingin dari pada dengan perempuan.


Dia pernah ingin mencobanya. dengan iseng-iseng ingin menguji alatnya, apakah masih berfungsi dengan normal.


Dia berfikir untuk melakukanya dengan perempuan yang dia mau, tapi setiap dia akan berencana batinnya menolak itu.dia merasa terluka sendiri dan merasa sedih saat memikirkan itu.


Kalau sudah seperti itu Arnav sudah tidak mood lagi untuk merencanakan, bahkan Reyna juga pernah memancingnya agar Arnav bisa menikmati malam dengannya, tapi batin Arnav selalu menolak untuk berhubungan intim dengan Reyna atau wanita mana pun , dia sendiri juga merasa bingung dengan dirinya sendiri.


Setelah selasai dengan ritualnya Arnav segera mengenakan pakaiannya dengan rapi, setelah itu dia segera menyusul Reyna ke bawah.


''Rey aku udah siap, hal serius apa yang mau kamu bicarakan'' kata Arnav sambil mencomot makanan di tangan Reyna.


''Kak aku tidak mau pacaran dengan lelaki manapun, aku hanya mau kakak, aku mencintai kakak semenjak kita pertama berkenalan'' kata Reyna tanpa sungkan-sungkan lagi.


''Reyna aku minta maaf, aku hanya bisa menganggap kamu teman tidak lebih dari itu, bukankah telah aku ceritakan kalau aku kehilangan memori masa lalu ku.


Aku ingin mengingat dan memperjelas apa yang terjadi sebenarnya lima tahun belakangan ini.


Aku takut kalau ternyata aku telah mempunyai wanita yang aku cintai, seandainya aku membuka hati untuk mu dan ternyata aku mengingat semua memori yang telah hilang, aku hanya akan melukai mu Reyna'' jawab Arnav berdiri sambil membelakangi Reyna.


''Kak berjanjilah, seandainya kakak ke Indonesia dan ternyata kakak tidak mempunyai kekasih, kakak akan menerima aku sebagai pendamping kakak, dan aku akan mengikuti kakak sampai kakak kembali mengingat masalalu Kakak ''jawab Reyna.


''Aku janji kalau aku tidak mendapatkan ingatanku kembali atau memang aku tidak memiliki wanita yang sangat berarti dalam hidupku, aku akan belajar untuk menerima mu'' jawab Arnav lagi.


''Banaran ya kak,,,, kakak harus pegang janji kakak itu'' ulas Reyna sambil memegang tangan Arnav

__ADS_1


''Iya cerewet, Oya aku tidak jadi menanda tangani kontrak baru itu. Aku mau pulang ke Indonesia setelah kontrak lama ini selesai'' jelas Arnav lagi.


''Bukankah kontrak lama ini tinggal tiga bulan lagi, jadi kak Arnav akan kembali dalam waktu tiga bulan ini dong'' kata Reyna dengan sedikit mengerutkan keningnya.


''Iya Reyna, aku sudah tidak sabar untuk pulang menemui mama, papa dan kedua saudariku'' jawab Arnav


''Ya udah,,, kalau gitu aku juga ingin ikut pulang ke Indonesia'' jawab Reyna dengan yakin.


''Tidak usah Rey, kamu baru meniti karier mu, ngapain kamu ikut dengan ku'' ulas Arnav lagi


''Yeee siapa lagi yang ikut kak Arnav. Gini-gini aku juga orang Indonesia. Aku berhak dong pulang ke negara ku sendiri, lagian disana aku masih punya om dan Tante yang ingin aku temui '' jawab Reyna.


''Oya kak, aku heran masa tidak ada yang bisa kakak ingat dan hubungi selain orang tua dan saudari kakak.


Apa kak Arnav benar-benar lupa dengan teman atau sepupu dekat kakak?'' ulas Reyna lagi.


''Aku ingat. Dulu aku punya tiga sahabat, namanya Yudi, Arman dan Angga, tapi aku telah berusaha menemukan sosial media mereka, tapi sangat banyak nama yang sama, dan foto profilnya juga kebanyakan gambar kartun dan gambar perempuan, aku jadi bingung dan semuanya udah beberapa tahun yang lalu lagi. Sepertinya mereka jarang membuka sosial media'' jawab Arnav.


''Kalau boleh tau siapa nama saudari kakak, biar aku bantu untuk mencarinya'' kata Reyna sambil membuka laptop miliknya.


''Namaya Melisa dan Mella Sanjaya. Percuma juga, aku juga sudah mencari di sosmed, aku hanya menemukan Melisa adik pertama ku, tapi semua sosial medianya juga tidak aktif'' jawab Arnav.


''Coba kita cari yang namanya Mella. Siapa tau kita menemukan informasi sedikit tentang mu dari dia'' kata Reyna sambil mengacak-acak laptop miliknya.


''Kak ini dia ini FB barunya, walau tidak banyak unggahan tapi lumayan kakak kita bisa menghubungi keluarga kakak'' kata Reyna setelah menemukan FB baru Mella yang baru dibikin beberapa bulan ini.


''Ini bukan kak'' kata Reyna menunjuk foto Mella yang mengendong anak lelaki berumur enam bulan.


'' Iya ini dia, tapi Ini siapa yang digendongnya. Apakah dia telah menikah? sepertinya benar kata Enjelin keluarga ku telah membuang ku, mereka tidak mencari keberadaan ku, bahkan saat adik ku yang kecil menikah saja mereka tidak memberi tahu ku, papa dan mama mungkin sangat murka terhadap ku'' kata Arnav dengan mata berkaca-kaca.


Setelah itu dia melihat lagi postingan Mella. Disana ada lagi foto dua anak kabar dengan tulisan kesayangan ku.


Arnav memperbesar foto tersebut, saat foto tersebut diperbesarnya hati Arnav merasa bergetar dia merasa begitu dekat dengan kedua anak kembar itu.


''Aku merasa damai dan bahagia melihat anak kembar ini'' kata Arnav bicara kecil kepada Reyna.


''kak bukankah mereka sangat mirip dengan mu, apalagi yang lelakinya. Potongan rambutnya juga sama dengan potongan rambut mu, kalian seperti kembar tiga aja'' ulas Reyna lagi.


''Iya mereka sangat mirip dengan ku'' jawab Arnav


''Ya iyalah kak, mereka keponakan mu juga'' kata Reyna


''Iya sih, tapi aku ingin menjumpai mereka saat ini'' kata Arnav sambil meraba foto si kembar tersebut.


''Aku akan kembali kepada keluarga ku, seandainya mama papa atau keluarga ku benar-benar tidak menginginkan ku, aku akan kembali kesini aku tidak akan memaksa meraka'' kata Arnav sambil terus meraba foto si kembar.


''Kak lihat siapa perempuan yang bersama Meraka ini?'' tanya Reyna. Disana mereka menemui foto Mecca sambil mengendong Ara di tangan kanannya, dan tangan kirinya mengendong Arav dengan posisi duduk di sofa panjang, tapi wajah Mecca tidak begitu jelas karena Mecca menutup bagian mulutnya dengan emoticon tersenyum.

__ADS_1


''Ini siapa? sial kenapa di tutup segala sih'' geram Arnav dia begitu penasaran kerena dia tau kalau itu bukan anggota keluarganya.


Segera Arnav menulis chat untuk Mella


''Mella ini kakak Mel, kamu apa kabarnya? mama papa apakah sehat-sehat saja?'' tanya Arnav dalam chat pertamanya itu.


Sedangkan di Indonesia kedua bayi kembar itu terus bertumbuh dengan sehat, tampan dan cantik, kecuali Ara yang pertumbuhannya begitu lambat tidak seperti Arav.


Arav sudah bisa berjalan selangkah dua langkah dan bicara, walau belum terlalu jelas.


Sedangkan Ara masih bisa duduk. Ara juga tidak bisa mengeluarkan suaranya, dia hanya bisa menangis dengan suara kecil. Nyonya Gita dan tuan Andi berencana membawa cucunya untuk berobat keluar negri setelah genap umur dua tahun nanti.


''Arav panggil mami'' kata seorang perempuan muda yang penampilannya belum pantas dengan panggilannya.


''aka,,,'' jawab Arav.


Dari dulu Arav tidak memanggil Mecca dengan panggilan mami, dia malah memanggil Mecca dengan sebutan kakak, itu di dapatnya dari Mella yang terus mengajari keponakanya dengan sebutan kakak kepada Mecca.


''Bukan kakak, tapi mami,,,, aku ibu mu kenapa kau terus memanggil aku kakak'' kata Mecca dengan wajah yang begitu geram kepada anak lelakinya itu.


''Mecca jangan memarahi cucu mama terus,,, kasihan dia'' jawab nyonya Gita


''Ma,,, anak nakal ini terus memanggil Mecca dengan Kakak, itu semua gara-gara kak Mella yang terus mengajarinya'' ulas Mecca dengan memonyongkan bibirnya.


Mecca tidak berubah sama sekali dia masih Mecca yang dulu yang cengeng dan konyol, dia akan menangis jika melihat kedua anaknya yang menangis bersamaan, dia tidak membujuk jika sikembar itu menangis, malahan dia yang ikutan menangis juga.


Tingkah Mecca membuat nyonya Gita dan keluarga Sanjaya sangat lucu melihat menantunya itu, begitu juga dengan ibu Lastri yang kini menetap di kampung, sekali tiga bulan dia akan datang menemui anak dan cucu-cucunya.


Bukanya dia tidak mau mengurus Mecca dan cucunya, tapi Bu Lastri hanya tidak ingin menjadi duri dalam rumah tangga nyonya Gita dan tuan Andi, karena permasalahan dulu.


''Kakak ipar kamu belum pantas di panggil mami, kamu masih terlalu kecil, bahkan umurmu aja baru memasuki dua puluh tahun kemaren, kalau mereka memanggil mami kepada mu, semua lelaki tampan di luar sana akan takut mendekati mu'' kata Mella yang tiba-tiba datang sambil mengendong Ara untuk pergi keruangan tengah untuk bermain.


''Ma lihat itu, kak Mella mulai lagi'' kata Mecca kepada nyonya Gita.


''Biarkan saja Ca, panggilan itu tidak penting, yang penting mereka berdua sangat menyayangi mu dan kalau sudah besar mereka juga akan mengetahui kalau kamu ibu yang telah melahirkan mereka'' jawab nyonya Gita.


''akak mu iku uty'' kata Arav yang belum terlalu jelas untuk bicara, tapi langkahnya sudah mulai cepat walau sering jatuh.


''Ayo,,, syaratnya panggil mami dulu'' kata Mecca sambil mengejar Arav dari belakang, dia takut Arav jatuh Karana belum begitu stabil.


Sedangkan Arnav dan Reyna dari tadi menunggu jawaban dari Mella, tapi Mella juga tidak mempedulikan FB-nya sama sekali, dia hanya asik dengan keponakanya yang cantik itu.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2