
Di sepanjang Arnav tidak bicara sepatah katapun. Perkataan Reyna terus terngiang di telinganya.
''Mas bicaralah, katakan sesuatu. apapun itu Mecca siap mendengar dan menjawabnya'' gumam Mecca.
Mobil itu terus melaju kencang. Hingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di kediaman Sanjaya.
Sebelum mereka sampai di rumah mewah itu. Arnav segera menghentikan mobilnya pas di luar sebelum masuk kedalam gerbang rumah tersebut.
Rasanya Arnav tidak sanggup memendam seribu pertanyaan yang tumbuh dalam otaknya.
Saat mobil itu berhenti lelaki itu hanya diam sambil meremas kemudinya.
''Tuhan ingin rasanya aku bertanya, tapi aku belum siap untuk menerima kenyataan kalau seandainya hubungan kami telah kandas sebelum kejadian buruk yang menimpa ku itu seperti yang di katakan Reyna.
Aku belum siap untuk kehilangan istri dan anak-anakku, baru saja aku merasa bahagia. Sungguh tidak sanggup rasanya aku mendengarkan berita buruk saat ini, tapi sampai kapan aku akan menutup mata dan telingaku dari sebuah kenyataan'' gumam Arnav yang terus berandai-andai dengan hal yang buruk.
''Mas kenapa kita berhenti dari sini?'' tanya Mecca.
Sebenarnya mecca tau kegelisahan yang saat ini di rasakan suaminya, tapi dia merasa ragu untuk bertanya karena raut wajah Arnav yang lagi kurang bersahabat.
Arnav masih tertegun dia tidak menjawab pertanyaan dari Mecca.
''Mas Mecca turun di sini aja ya'' kata Mecca sambil membuka pintu mobil sport itu.
Arnav tidak menjawabnya sama sekali.
Belum jauh Mecca melangkah dari pintu mobil itu, Arnav juga segera menyusul Mecca dan sesampainya di dekat Mecca lelaki tampan itu segera memeluk erat istri kecilnya.
''Mas semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang harus di cemaskan'' kata Mecca membalas pelukan dari suaminya itu.
''Aku percaya pada mu karena kau istriku'' kata Arnav
Kedua suami istri itu saling berpelukan di balik mobil, tanpa mempedulikan kendaraan yang lalu lalang di samping mereka.
''Apakah mas mau mendengarkan semua cerita Mecca.
Dari pertama perjodohan kita sampai peristiwa buruk itu terjadi'' kata Mecca.
''Tidak!! aku tidak mau mendengarkan. Aku takut semua peristiwa itu menyulitkan hubungan kita.
Aku belum siap mendengar kalau ada satu hal yang tidak aku inginkan, itu hanya akan merusak semuanya.
Kalau dugaan ku benar. Aku memilih untuk tidak mengingatnya sama sekali'' kata Arnav.
''Tapi Mecca ngin mas mengingat semuanya agar mas tau bagaimana perjuangan kita untuk bersama'' kata Mecca.
''Biarkan semua yang sudah terjadi. Aku tidak akan mengingatnya, aku yakin ada alasan yang membuat kau tidak berterus terang pada ku saat aku kembali'' ulas Arnav lagi
''Gak mas,,, itu tidak seperti yang mas pikirkan'' jawab Mecca.
''Sudahlah ayo masuk'' kata Arnav sambil meletakan telunjuknya di bibir Mecca agar Mecca tidak melanjutkan perkataannya.
Mecca hanya patuh mengikuti titah suaminya itu untuk kembali duduk dalam mobil.
__ADS_1
Setelah sampai di depan rumah Sanjaya. Arnav dan Mecca segera turun dari mobil, mereka berdua segera masuk dan mobil yang di kendarai oleh Arnav langsung di ambil alih oleh sopir.
''Arnav, Mecca,,, mama bahagia melihat kalian kembali bersama'' kata nyonya Gita.
'' Mecca juga bahagia melihat mama telah kembali ke rumah'' jawab Mecca sambil memeluk mertuanya itu.
''Mama makasih mama udah bantuin mengurus si kembar selama ini.
Saat aku jauh mama yang telah menjaga anak dan istriku. Sekali lagi makasih ma '' kata Arnav dengan sopan.
Setelah lama berbincang Mecca segera melanjutkan langkahnya menyusul anak-anaknya.
Sesampainya di kamar
Anak lelaki tampan itu segera berlarian melihat kedatangan wanita yang di panggilnya kakak itu.
''Arav apakah hari ini kamu tidak merepotkan oma?'' tanya Mecca sambil mencubit hidung mancung Arav.
''Akak '' kata Arav sambil mencolek bibir seksi Mecca.
''Hei jagoan apakah kamu berusaha merayu istriku?'' kata Arnav dari belakang.
''Papi ni akak'' celoteh arav lagi.
''Arav kenapa kamu terus memanggilnya kakak pada mami mu,,,dia bukan kakak mu nak. Dia mamimu'' kata Arnav memberi pengertian.
''Tu anak kecil aja bisa melihat betapa mudahnya kamu sehingga belum pantas di panggil mami'' kata Arnav pada Mecca.
'' No. akak'' kata Arav menolak
''Yaudah jangan paksa dia, nanti dia juga tau kalau perempuan kecil ini yang telah melahirkannya '' kata Arnav.
''Aku harus segera pulang kerumah. Aku ingin membuat ingatan mas Arnav kembali, aku akan berusaha mengingatkan semua kenangan yang telah kami habiskan di rumah itu'' gumam Mecca.
''Mas hari ini kita pulang kerumah kita ya mas'' ajak Mecca.
''Kalau kita pulang kerumah.
Besok siapa yang jagain anak-anak. Bukankah pagi-pagi kamu kuliah dan aku kerja'' jawab Arnav.
''Biasanya mama akan datang pagi-pagi kerumah sebelum Mecca berangkat kuliah untuk mengurus anak-anak '' kata Mecca.
''Pantasan tiap pagi mamaku hilang dengan alasan yang tidak masuk akal, rupanya semuanya udah di rencanakan'' kata Arnav lagi.
''Maaf ,,,'' ulas Mecca lagi.
''Sebaiknya kita cari baby sitter untuk mengurus kedua anak-anak kita, aku tidak enak merepotkan mama terus. Aku ingin mama menikmati waktu istirahatnya '' kata Arnav.
''Baiklah mas. nanti kita pikirkan lagi yang penting sekarang kita pulang dulu'' pinta Mecca.
''Oke. Aku akan mengemas pakain ku'' ulas Arnav.
''Tidak usah mas. Disana lemari penuh dengan pakain mas semua'' kata Mecca.
__ADS_1
''Ya udah. Lebih baik sekarang kita minta ijin sama mama dulu'' ulas Arnav lagi.
Tanpa pikir panjang Arnav dan Mecca segera turun membawa anak-anak mereka menemui nyonya Gita untuk berpamitan.
''Nav kamu mau kemana nav'' tanya nyonya Gita.
''Mah Arnav pamit mau pulang kerumah ya ma'' kata Arnav
''Iya,,,, besok pagi mama akan kesana sebelum kalian berangkat'' jawab nyonya gita.
''Mah. Rencananya aku mau mencari baby sitter untuk si kembar, aku tidak enak terus-terusan merepotkan mama '' kata Arnav
''Gak Nav. Mama gak ijinkan kamu menitipkan cucu mama sama orang lain, semenjak mereka lahir mama tidak pernah membiarkan orang lain untuk mengasuh mereka. Mama senang bisa bersama mereka tiap hari. Mama tidak merasa direpotkan sama sekali '' jawab nyonya Gita.
''Tapi ma,,,'' ulas Arnav
''Mama kamu betul Nav. Biar papa yang mengantarkan mama tiap pagi kesana, disini mama kamu juga tidak ngapa-ngapain '' kata tuan Andi yang baru datang dari kantor.
''Seanadainya kalian mau punya anak lagi, mama tidak masalah mengasuh semua cucu mama'' ulas nyonya Gita lagi.
''Tu Nav. Seharunya kamu tidak membawa anak-anak pulang bersama kalian, biarkan mereka di sini kalian fokus aja untuk bekerja malam ini'' kata tuan Andi.
Mecca yang mendengarkan ucapan papa mertuanya begitu malu. Ingin rasanya dia segera kabur dari rumah besar itu.
Sedangkan Arnav tersenyum kecil memperhatikan wajah cantik istrinya yang tersipu malu.
''Perempuan ini sangat lucu kalau menahan malu seperti itu'' gumam Arnav sambil mengedipkan sebelah matanya pada Mecca, dia semakin menggoda Mecca agar wajah Mecca semakin memerah.
''Nav,,, kata nyonya Gita yang melihat Arnav terus menggoda Mecca.
''Papa, mama Mecca pamit dulu ya'' kata Mecca Tampa menatap kedua mertuanya.
''O.o.o,,, kakak ipar apakah kamu merasa terganggu kalau di rumah ini tidak bebas untuk mmm dengan kakak ku, karena bocah-bocah itu terus tidur dengan kalian.
Itu makanya kakak ipar ingin segera pulang ke rumahnya, di sana kamarnya dan kamar si kembar terpisah dan Meraka bebas untuk itu.
Tentunya setelah sikembar tertidur'' ulas Mella yang tiba-tiba muncul dari dapur.
''Kak Mella,,,'' kata Mecca yang segera berjalan melarikan diri dari hadapan semua orang, dia sangat kehilangan muka di depan Arnav dan mertuanya.
''Kakak ipar aku tidak bisa nginap malam ini di rumahmu. Aku tidak mau jadi nyamuk'' ulas Mella dengan suara agak tinggi.
Mecca tidak menoleh sama sekali. Saat di samping mobil dia meraba tengkuknya sendiri dia begitu malu dengan ucapan Mella yang meledeknya habis habisan.
''Hmmm rupanya istri kecilku ini pintar juga ya'' kata Arnav yang mengejar istrinya dan berbisik dari belakang.
Mecca hanya diam tampa menjawab perkataan Arnav.
''Ini adalah kesempatan untukku Mengerjai dan menggoda perempuan konyol ini, agar wajahnya semakin memerah dia sangat manis kalau malu-malu seperti ini'' gumam Arnav.
*bersambung*
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......
__ADS_1