
Saat jam makan siang Arnav segera menuju parkiran, dan melajukan mobilnya ke apartemen Enjelin.
Di sepanjang perjalanan Arnav sangat berhati-hati, dia takut kalau ada yang mengikutinya dan mengambil fotonya seperti di klub semalam, setelah merasa aman dia menghentikan mobilnya pas didepan apartemen Enjelin.
Dia melangkah dengan malas tapi ini harus tetap di lakukan demi bukti yang dia butuhkan.
''Ting tong'' bunyi bel di depan pintu apartemen Enjelin, tak berapa lama bel itu berbunyi baru datang sesosok wanita yang sangat di bencinya, tapi dia tetap berpura-pura baik kepada Enjelin seperti titah Arman.
''Honey kau sudah datang, ayo masuk''
kata Enjelin yang melingkarkan tangannya di lengan kekar Arnav, Arnav tidak menolaknya malahan Arnav terlihat menginginkannya. Melihat reaksi Arnav enjelin sangat senang.
''Apakah kau sudah ke dokter?'' tanya Arnav kepada Enjelin.
''bulun ini aku belum sempat periksa honey, aku ingin kita berdua pergi ke dokter agar kau tau perkembangan jagoan kita ini'' kata Enjelin Dengan senang.
''Memang dia lelaki ??'' tanya Arnav yang saat ini mencoba pura-pura perhatian kepada Enjelin.
''Iya honey dia lelaki, kau tidak ingin menyentuhnya'' tawaran Enjelin
''Oke'' segera Arnav meletakan tangannya di perut buncit Enjelin dengan terpaksa.
''Hei siapapun ayah kandung mu, aku harap kau baik-baik saja disana, aku tau kau tidak bersalah dengan semua ini, kau juga tidak menginginkan lahir dalam keadaaan seperti ini'' gumam Arnav lagi.
''Honey kenapa kau hanya diam, apakah kau tidak mau mengajak dia untuk bicara'' kata Enjelin yang mengagetkan Arnav.
''Sudah lah, apakah kau mau membuatkan aku makanan, tadi aku buru-buru kesini belum sempat makan'' kata Arnav yang ingin membuat Enjelin sibuk
''Baiklah, kau pasti merindukan masakan ku ya, Oya apakah kau telah mengingat dan yakini kalau ini adalah anak mu?'' tanya Enjelin
''Aku tidak perlu menjawab pertanyaan itu, apakah kau meragukan kedatangan ku kesini?'' tanya Arnav balik.
Enjelin langsung memahami ucapan Arnav, dengan sikap Arnav yang hangat, dia yakin kalau Arnav sudah menerimanya dan akan segera menikahinya.
Sedangkan di kampus Mecca begitu semangat untuk mengerjakan tugas-tugasnya, walaupun dia tidak mengerti sepenuhnya, tapi dia tetap berusaha.
''Treeet treeert treeert'' terdengar suara handphone milik Mecca bergetar, segera Mecca mengangkatnya.
''Ca ibu hampir sampai di Jakarta '' kata ibunya, mendenga kan ucapan ibu, Mecca sangat senang.
''lya Bu, Mecca akan segera pulang Bu'' jawabnya
''Ibu tanya sama pak sopirnya kira-kira satu jam lagi kami udah sampai di rumah mu'' kata ibu lagi.
''Mecca tidak sabar lagi ingin segera memeluk ibu, Oya ibu mau makan apa?'' tanya Mecca lagi
''Tidak usah repot-repot nak, ibu sudah masak makanan kesukaan mu'' jawab ibu.
''Baiklah bu'' kata Mecca.
Setelah sambungan itu terputus Mecca segera pulang dengan sopir yang sudah diperintahkan Arnav untuk menjemputnya, karena dia tidak bisa menjemput.
Diperjalanan Mecca mencoba menghubungi Arnav, tapi tidak aktif sama sekali.Mecca baru menyadari kalau sekarang SIM di handphonenya hanya satu, dia heran kenapa kartu simnya bisa copot, tapi dia tidak terlalu mempermasalahkannya.
Setelah sampai rumah, Mecca langsung masak dan dibantu oleh mbok Yem untuk menyambut kedatangan ibunya.
Sedangkan ditempat Enjelin, Arnav memperhatikan sekitar ruangan saat Enjelin sibuk masak, disana dia tidak menemukan apa-apa, dia segera menuju kamar Enjelin.
Disana dia mencari sesuatu yang mengarah pada malam itu, seperti maling mencari harta berharga, dia begitu hati-hati setiap tindakannya.
Setelah menyusuri seisi kamar, tapi dia tidak menemukan apa-apa, kini matanya tertuju pada laptop yang terletak di atas meja Enjelin, dia meraih laptop itu mencoba mengaktifkannya, di sana banyak file.
Arnav membuka setiap file itu dengan kata sandi yang lama, yaitu kata sandi gabungan namanya dan Enjelin.
Setelah satu persatu aplikasi terbuka, dia melihat satu video yang sangat aneh, yang susah di buka dia yakin itu adalah yang dia cari.
__ADS_1
Mendengar dentuman suara kaki datang, segera Arnav menutup kembali laptop tersebut dia langsung berpura-pura berbaring di atas ranjang.
''honey aku tau kau merindukan suasana seperti ini'' kata Enjelin yang ikut duduk di samping Arnav.
''Aku hanya ingin istirahat sejenak'' kata Arnav, melihat Arnav yang berbaring Enjelin juga ikut berbaring, tapi Arnav segera berdiri takut perbuatanya di manfaatkan oleh Enjelin untuk minta di belai.
''Honey kenapa kau seperti menghindari ku'' kata Enjelin lagi.
''Tentu aku akan menghindari mu, kamu lagi hamil, kau taukan seleraku, aku hanya ingin dekat dengan wanita seksi dan cantik, bukan dengan wanita yang buncit'' jawab Arnav ke arah Enjelin.
''Honey kau jangan khawatir, walaupun aku seperti ini, tapi kemampuanku di ranjang masih seperti dahulu, kau pasti tidak percaya bahkan aku akan bekerja sebaik mungkin '' kata Enjelin merayu
''Sudah lah aku mau istirahat, bisakah kau berhenti menganggu ku '' kata Arnav yang berusaha mengusir Enjelin keluar.
''Aku hanya ingin memandang mu, sudah lama rasanya aku tidak melihat mu seperti ini, aku rindu honey'' kata perempuan itu lagi, melihat tingkah Enjelin membuat Arnav hampir emosi dan melupakan tujuannya ke sana.
''Oke kau tetap disini dan aku akan pulang '' kata Arnav yang meraih kunci mobilnya lalu melangkah keluar.
''Honey jangan pergi, bukankah kau mau makan, aku sudah mempersiapkan semuanya'' kata Enjelin merengek, tapi Arnav tidak merespon sama sekali, dia sudah kehilangan kesabarannya.
Dalam mobil, Arnav masih merasa penasaran dengan isi file yang hampir dibukanya tadi, dia yakin itu yang dia cari, besok dia berencana untuk kembali ke sana lagi.
Sedangkan dirumah, Mecca sudah siap masak dan menunggu kedatangan Bu Lastri, bibi, dan miko.
Saat mobil Fortuner sport hitam masuk ke pekarangan rumah, Mecca begitu senang, itu adalah mobil dan sopir yang di suruh Arnav untuk menjemput Bu Lastri.
''Ibu,,,'' Segera Mecca mengikuti mobil tersebut, setelah mobil itu berhenti Bu Lastri segera turun dan Mecca langsung menghampiri ibunya, dia segera memeluk Bu Lastri.
''Nak kau sehat-sehat aja kan, apakah kau merasa mual?'' tanya Bu Lastri
''Tidak ibu, Mecca tidak merasa apa-apa yang merasa mual itu mas Arnav, dia sangat susah makan dan setiap pagi kerjanya muntah aja '' jawab Mecca.
''Bibi,,, ''sapa Mecca sambil mencium tangan bibinya, sedangkan Miko langsung masuk dan terheran-heran mengamati rumah kakaknya yang sangat besar dan mewah.
Setelah semua keluarga masuk kedalam, tinggal sopir yang menurunkan semua barang bawaan Bu Lastri yang sangat banyak.
Arnav hanya memperhatikan bawaan mertuanya sambil tersenyum,
karena mertuanya membawa banyak barang seperti pisang yang masih utuh, ayam hidup, ubi kayu dan banyak lagi hasil panen, menurut Arnav mertuanya sangat kampungan.
''Melihat ibu yang sudah duduk di ruangan tamu, segera Arnav melangkah masuk dan menyalami mertua dan bibinya.
''Ibu dan bibi sehat sehat?'' sapa Arnav.
''Sehat nak'' jawab Bu Lastri
''bibi mana miko, aku tidak melihatnya'' tanya Arnav karena dia tidak melihat adik iparnya itu.
''Miko mana Miko'' kata bibinya sangat panik, bibi juga tidak melihat Miko dari tadi.
''Miko langsung masuk kedalam kedalam kolam bi,,,'' jawab Mecca sambil menghidangkan air
''Dasar anak itu'' kata Bu Lastri
''Biarkan saja Bu dia berenang sesukanya'' kata Arnav yang ikut duduk.
''Ibu, bibi ayo makan dulu '' tawaran Arnav kepada kedua wanita paruh baya itu.
''Nanti aja nak, ibu belum lapar'' jawab Bu Lastri dan bibi.
''Baiklah bu'' aku permisi dulu mau gati baju, ibu sama bibi anggap ini rumah sendiri'' kata Arnav sopan
''Maksih nak'' jawab Bu Lastri
Setelah itu Arnav segera masuk kedalam kamar, dan berbaring sejenak, dia masih memikirkan file yang tadi.
__ADS_1
''Mas ini minum dulu'' kata Mecca yang juga ikut menyusul Arnav dengan segelas air putih.
''Sayang aku tidak butuh air putih, aku butuh kamu. Dari tadi kau mengacuhkan aku, sepertinya kau sangat sibuk'' kata Arnav yang menarik Mecca ke atas ranjang.
''Mas,,,, Mecca mempersiapkan makanan untuk ibu, maaf ya mas''.kata Mecca
''Gak apa-apa cantik, aku bersyukur kau seperti itu kepada ibu, pasti Ara juga sepertimu nanti'' kata Arnav sambil memeluk wanita hamil itu.
''Mas ayo minum dulu, habis itu ganti baju'' titah Mecca sambil membuka dasi dan kancing baju Arnav, melihat kelihaian istri kecilnya, Arnav merasa kalau yang dihadapinya bukanya lagi anak-anak belasan tahun, dia seperti berhadapan dengan kakaknya, karena Mecca sangat teliti dan sangat cerewet saat hamil.
''cantik aku tidak mau minum air itu, aku ingin minum yang ini sebentar saja'' kata Arnav yang menunjuk dua gundukan istrinya.
''Mas jangan, ini masih siang ada ibu '' kata Mecca menolak
''Sayang kau lupa saat siang itu, saat kita pertama melakukanya, karena kau beralasan siang terpaksa aku mematikan semua lampu. Apakah kau mau seperti itu lagi?'' kata Arnav dengan wajah mesum.
''Jangan sekarang mas, bukankah masih ada nanti malam, mas bisa melakukan apa saja'' ulas Mecca lagi
''Baiklah sayang, nanti malam aku harus memperbesar ukuran ini, agar kedua anak kita puas mimik dari sini nanti '' kata Arnav yang melepaskan pelukannya.
Tidak terasa malam sudah datang semua keluarga sudah duduk berkumpul untuk makan malam.
''Kakak, kenapa di rumah semewah ini makannya seperti Makanan dikampung ''tanya Miko.
''Miko sayang, kakak sengaja masak kayak gini biar ada teman, biasanya cuma kakak yang makan seperti ini, sedangkan orang kota taunya pizza, stik, dan makanan aneh lainya '' kata Mecca menyindir suaminya.
Arnav hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.
''Memang siapa yang tidak suka makanan kampung kak, Miko ingin menggantikannya sebentar '' kata Miko lagi.
''Besok kita akan pergi jalan-jalan dan kau jagoan, akan kakak traktir makanan kota sepuasnya'' kata Arnav
''benarkah kak, horee'' sorak Miko dengan bahagia.
''Iya,,, besok ibu, bibi dan kakak kita akan jalan-jalan, kita tinggalin orang yang perutnya besar, karena dia akan lamban mengikuti kita'' kata Arnav kembali menyindir Mecca
''Mas,,,,'' kata Mecca sambil memonyongkan bibirnya.
Ibu dan bibi hanya tersenyum mendengar ucapan menantunya.
Setelah makan malam selesai, segera Meraka berkumpul di ruang keluarga sambil berbincang-bincang.
''Ca kamu harus hati-hati jangan terlalu capek'' kata Bu Lastri
''Iya Bu, Mecca tidak ngapa-ngapain disini bu, ada mbok Yem yang kerja'' jawab Mecca.
''Oya, rumah sebesar ini hanya tinggal kalian saja?'' tanya Bu Lastri
''iya Bu, hanya kita, mbok Yem, dan sopir'' kata Mecca lagi.
''Tenang saja Bu, sebentar lagi rumah ini akan sesak, karena kedua cucu ibu tidak akan tinggal diam mereka akan berlarian dalam rumah ini' jawab Arnav.
''Iya,,, ibu lupa kalau cucu ibu kembar '' jawab Bu Lastri tersenyum.
Setelah mereka berbincang, Meraka semua segera istirahat dikamar masing-masing.
Sedangkan Arnav sibuk memberi kabar kepada ketiga sahabatnya tentang kejadian tadi siang.
'' Mecca yang melihat kesibukan suaminya, dia tidak berani menganggu.
Diam-diam Mecca berbaring di samping Arnav, sedangkan Arnav segera menyelesaikan kesibukannya, setelah itu dia segera menagih janji istrinya tadi, mereka berdua kembali memadu kasih sampai Arnav merasa puas.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......