Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Hadiah terindah


__ADS_3

Dengan cepat Mecca berjalan menuju taksi sambil menahan butiran yang sudah lama tidak keluar di pelupuk matanya.


Terdengar getaran handphone dari dalam tasnya, segera Mecca melirik pesan wa dari benda pipih itu.


Itu adalah pesan wa dari Mella yang mengatakan kalau si kembar telah kembali ke rumah besar.


Segera Mecca meminta pada sopir taksi untuk menuju kediaman Sanjaya.


Di dalam taksi Mecca begitu kesal marah dan sedih mengingat perkataan dari suaminya itu.


''Kenapa jadi seperti ini sih, baru aja mau memulai kebahagian, tapi mas udah mengatakan hal seperti ini. Kalau saja dia bukan suamiku, aku juga tidak akan melayaninya.


Seharusnya dari pertemuan kemaren aku katakan saja padanya kalau aku adalah istrinya, agar dia tidak menganggap aku perempuan murahan'' gumam Mecca.


Tidak lama setelah naik taksi Mecca segera sampai di rumah Sanjaya dengan raut wajah yang kesal dan capek.


Sesampainya dia di pintu, dia langsung menuju meja makan untuk ikut bergabung dengan mertua, ipar dan anak-anaknya.


''Hai kakak ipar, kenapa wajahmu sedih seperti itu. Ada apa dengan mu, bukankah semalam kau habis honeymoon''keta Mella mengejek. Mecca hanya diam menahan malu di depan mertuanya.


Nyonya Gita dan tuan Andi hanya saling melirik binggung melihat kondisi menantunya yang agak berantakan, tapi mereka tidak berani untuk bertanya.


''Macca, Mella, hari ini papa sama mama mau ke bandung melihat kondisi paman kalian yang kecelakaan kemaren, mungkin kami akan menginap di sana'' kata nyonya Gita.


''Oke ma, kami akan tetap di rumah ini, bukankah begitu kakak ipar?'' tanya Mella pada Mecca.


''Iya ma, hari ini Mecca juga tidak ke kampus'' jawab Mecca.


''sepertinya kakak ipar lembur semalaman ya'' kata Mella kembali mengejek.


''Ih kak Mella,,,'' jawab Mecca.


Sedangkan Arnav melajukan mobilnya ke kediaman Mecca yang di bawa paksa-nya kemaren.


Setelah mobil sport Arnav sampai didepan gerbang rumah tersebut, segera satpam berlari membukakan gerbang untuk tuan mudanya itu.


Melihat gerbang yang sudah terbuka segera Arnav masuk ke pekarangan memarkirkan mobilnya.


Sesampainya di pekarangan. Satpam, pak Ujang dan pengurus rumah lainya membukakan badanya pada Arnav.


''Selamat datang tuan muda '' sapa semua pekerja di rumah tersebut.


''Melihat semua orang yang yang menyambutnya dengan hormat, Arnav Marasa yakin untuk melangkahkan kakinya kedalam rumah.


Sedangkan di pintu sudah ada mbok Yem yang juga membukukan badannya menyebut kedatangan tuan mudanya itu.


Arnav semakin mantap melangkahkan kakinya untuk masuk lebih dalam lagi menyusuri rumah tersebut.


''Mbok mana Mecca?''tanya Arnav.

__ADS_1


''Nona muda sama si kembar berada di rumah besar tuan'' jawab mbok Yem.


Mendengar itu Arnav ingin segera pulang kerumah besar menemui anak dan istrinya, tapi dia begitu penasaran untuk masuk lebih dalam lagi menyusuri rumah yang didepannya tercetak namanya. Yaitu Tuan muda Arnav Sanjaya.


Tanpa rasa sungkan Arnav menuntun langkahnya menuju kamar luas yang di desain khusus untuk anak-anak.


Arnav berdiri di depan pintu sebelum melangkah kan kaki untuk masuk kedalam kamar itu.


''Ini adalah kamar pura dan putri ku, aku benar-benar tidak mengingat semuanya , walaupun aku tidak mengingatnya, tapi aku sangat menyayangi mereka saat pertama kali bertemu dengan mereka.


Aku adalah seorang ayah yang begitu beruntung'' gumam Arnav.


Lelaki itu melirik foto si kembar yang terpajang di lemari karakter hello Kitty.


Setelah itu Arnav meningalkan kamar tersebut dan melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar utama.


Di sana dia melihat kamar yang di desain serba pink dan juga ada fotonya di atas meja rias.


''Istri kecil ku, aku minta maaf kalau aku telah meninggalkan mu, dan menyakiti mu dengan ucapan ku tadi. Aku janji akan menebus semuanya''gumam Arnav.


Setelah itu Arnav segera meningalkan rumahnya dan mengemudi kerumah besar.


Sedangkan Mecca merasakan ngantuk yang luar biasa karena semalaman dia kurang tidur.


''Arav kamu main disini ya nak, mami ingin tidur '' kata Mecca sambil memeluk Ara dan memberikan Arav mainan agar Arav tidak kemana-mana.


Arnav sampai di rumah mewahnya dan langsung bergegas masuk kedalam rumah.


Sesampainya di dalam rumah, lelaki itu menepati rumah itu sangat sunyi tidak ada tanda-tanda keberadaan Mecca apalagi anak-anaknya.


''Dia juga tidak disini, atau mungkin dia pulang kerumah orang tuanya. Ini semua salah ku, baru saja aku bertemu dengan istri dan anak-anak ku, aku udah kehilangan mereka lagi'' kata Arnav sambil berjalan gontai menuju kamarnya.


Setelah sampai di depan kamar. Arnav segera memutar gagang pintu kamarnya, saat pintu itu terbuka mata elangnya langsung tertuju pada pemandangan yang beda di dalam kamarnya itu.


Di atas ranjang sudah ada seorang wanita yang tidur sambil memeluk anak perempuan di dekapannya, dan ada seorang anak laki-laki yang bermain dengan bedak tabur di bawah ranjangnya.


''Ya tuhan terima kasih mereka masih berada sini, aku sangat bahagia melihat pemandangan seperti ini.


Ini adalah hadiah ulang tahun yang begitu sempurna dan indah dalam hidupku'' gumam Arnav


Segera Arnav melangkah masuk mencium pucuk kepala istrinya yang sudah terlelap, setelah itu dia juga mencium Ara yang juga tertidur dalam dekapan Mecca.


Dia segera melirik kearah anak lelakinya yang sudah menaburkan bedak di lantai, semua rambut muka dan semua tubuhnya sudah dipenuhi bedak.


Melihat itu Arnav hanya tersenyum melihat tingkah anak laki-lakinya itu.


''Hei jagoan, kau membuat semua bedak mahal ku dan kamarku kotor. Apakah kau mau di hukum'' kata Arnav sambil memeluk mencium dan mengangkat tinggi anak laki-lakinya itu kedalam kamar mandi.


Dia segera membuka semua pakaian Arav, setelah pakaian itu terbuka dia segera ingin membuka Pampers yang sudah penuh dengan kotoran.

__ADS_1


''Duh gimana ini dia buang air besar. Aku sungguh tidak bisa membersihkannya, kalau aku bangunin Mecca gak enak juga. Masa hal kecil seperti ini aja aku tidak bisa.


Dia adalah anakku kenapa aku harus merasa jijik, aku akan menggantinya dan membersihkanya sendiri'' gumam Arnav lagi.


Dia segera mengambil hanphonya membuka aplikasi YouTube untuk melihat tutorial Menganti Pampers bayi, setelah Vidio itu jalan Arnav memperhatikannya sambil mempraktekannya.


''Duh ini sangat bau, sepertinya sebulan ini perutku tidak akan menerima makanan apapun'' kata Arnav bicara kecil.


Setelah selesai membuka Pampers tersebut segera Arnav membersihkan pakai tissue dan memandikan anak laki-lakinya itu sambil bercanda.


''Sayang suaranya jangan keras-keras ya,,,, kasihan kedua perempuan itu mereka akan terbangun gara-gara suara kita'' kata Arnav.


Setalah memandikan anaknya. Arnav memakaikan pakain bersih dan menyisir rambut arav dengan rapi. setelah itu dia ingin segera ke lantai dasar untuk bermain dengan anaknya itu, tapi sebelum dia turun Ara juga sudah menggeliat dan bangun.


''Sayang kamu udah bangun, apakah kamu mau di mandiin juga sama papi'' kata Arnav sambil mengambil Ara dari pelukan Mecca yang masih tidur nyenyak.


''Sayang ayo ke kamar mandi.


Arav kamu tunggu di sini dulu ya nak. Papi akan memandikan adikmu dulu'' kata Arnav sambil mengambilkan permainan untu Arav.


Saat dia membuka pakaian Ara wajah Arnav berubah jadi sedih melihat tubuh Ara yang kurus, dan belum bisa jalan dengan umurnya yang seharusnya udah bisa untuk jalan.


''Sebenarnya apa yang terjadi pada mu nak, kalau ada yang sakit di tubuhmu ini pindahkan semuanya pada papi'' kata Arnav dengan mata yang berkaca-kaca.


''Papi janji akan membawa mu berobat kemana pun agar kamu bisa jalan dan tumbuh sehat seperti kakak mu'' kata Arnav lagi.


Air matanya yang tidak pernah tampak selama ini, kini lolos seketika melihat kondisi putrinya itu.


Sedangkan Arav merasa bosan dengan mainannya, dia juga mengikuti Arnav ke dalam kamar mandi.


''Arav tunggu di luar dulu ya,,, nanti baju mu basah'' kata Arnav bicara lembut, tapi anak-anak laki-laki itu begitu keras kepala persisi seperti papinya.


Segera Arav ikut bergabung dan bermain air dan menumpahkan shampoo kepada Ara.


''Arav jangan,,,,, nanti kena matanya'' kata Arnav dengan cepat menyabuni tubuh Ara dan membilas Ara. Dia tidak ingin berlama-lama karena tubuh Ara akan gampang menggigil dan takut masuk angin.


Setelah itu dia membawa Ara keluar sambil membalut tubuh Ara dengan handuk, dia mendudukkan Ara di bawah ranjang.


Kembali lagi Arnav masuk kamar mandi untuk membersihkan Arav.


Saat dia membersihkan Arav Ara juga sudah merangkak di belakang Arnav.


''kalau seperti ini tidak akan selasai '' gumam Arnav.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2